Você está na página 1de 26

ANGKA INDEKS

Sebuah angka yang menggambarkan


perubahan relatif terhadap harga,
kuantitas atau nilai yang dibandingkan
dengan tahun dasar.
Pengantar Pengantar
10 Tahun Reformasi : Rakyat Masih Sulit
Tahun IHK IUR
2002 277 140
2003 297 155
2004 319 154
2005 366 147
2006 373 135
Base Year : 1996
IHK : Indeks Harga Konsumen
IUR : Indeks Upah Riil
Menentukan Angka Indeks Menentukan Angka Indeks
Angka Indeks Relatif Sederhana
(Indeks Harga, Kuantitas dan Nilai)
Angka Indeks Agregat Sederhana
(Indeks Harga, Kuantitas dan Nilai)
Angka Indeks Agregat Tertimbang Angka Indeks Agregat Tertimbang
Indeks Harga Tertimbang
Rumus Laspeyres
Rumus Paasche
Rumus Fisher
Rumus Drobisch
Rumus Marshal-Edgeworth
Rumus Wals
Angka Indeks Relatif Sederhana Angka Indeks Relatif Sederhana
Menunjukkan perkembangan (harga, Kuantitas, Nilai)
relatif suatu barang dan jasa pada tahun berjalan
dengan tahun dasar
Rumus :
H K
V
100
0

H
H
IH
t
Dengan :
IH = Indeks harga
H
t
= Harga pada tahun t
H
0
= Harga pada tahun dasar
100
0

K
K
IK
t
100
100
0 0
0


K H
K H
V
V
IN
t t
t
Angka Indeks Relatif Sederhana Angka Indeks Relatif Sederhana
Berikut adalah harga dan produksi beras di Sulawesi
Selatan pada tahun 2004 2010. Hitunglah Indeksnya
dengan menggunakan tahun dasar 2004
Tahun Harga/kg
Produksi
(juta ton) (juta ton)
2004 1,014 31
2005 1,112 30
2006 2,461 32
2007 2,058 33
2008 2,240 32
2009 2,524 30
2010 2,777 31
Angka Indeks Relatif Sederhana Angka Indeks Relatif Sederhana
Tahun Harga/kg
Produksi
(juta ton)
Indeks
Harga
2004 1,014 31 100
2005 1,112 30 110 2005 1,112 30 110
2006 2,461 32 243
2007 2,058 33 203
2008 2,240 32 221
2009 2,524 30 249
2010 2,777 31 274
Angka Indeks Relatif Sederhana Angka Indeks Relatif Sederhana
Tahun Harga/kg
Produksi
(juta ton)
Indeks
Harga
Indeks
Kuantitas
2004 1,014 31 100
2005 1,112 30 110 2005 1,112 30 110
2006 2,461 32 243
2007 2,058 33 203
2008 2,240 32 221
2009 2,524 30 249
2010 2,777 31 274
Angka Indeks Relatif Sederhana Angka Indeks Relatif Sederhana
Tahun Harga/kg
Produksi
(juta ton)
Indeks
Harga
Indeks
Kuantitas
2004 1,014 31 100 100
2005 1,112 30 110 97
2006 2,461 32 243 103 2006 2,461 32 243 103
2007 2,058 33 203 106
2008 2,240 32 221 103
2009 2,524 30 249 97
2010 2,777 31 274 100
Angka Indeks Relatif Sederhana Angka Indeks Relatif Sederhana
Tahun Harga/kg
Produksi
(juta ton)
Indeks
Nilai
2004 1,014 31
2005 1,112 30 2005 1,112 30
2006 2,461 32
2007 2,058 33
2008 2,240 32
2009 2,524 30
2010 2,777 31
Angka Indeks Relatif Sederhana Angka Indeks Relatif Sederhana
Tahun Harga/kg
Produksi
(juta ton)
Nilai
Indeks
Nilai
2004 1,014 31 31,434 100
2005 1,112 30 33,360 106 2005 1,112 30 33,360 106
2006 2,461 32 78,752 251
2007 2,058 33 67,914 216
2008 2,240 32 71,680 228
2009 2,524 30 75,720 241
2010 2,777 31 86,087 274
Angka Indeks Relatif Sederhana Angka Indeks Relatif Sederhana
Berikut adalah transaksi saham PT Astra Internasional di
BEJ 5 tahun terakhir. Hitung Indeks Harga, Kuantitas
dan Indeks Nilainya
Tahun Harga/Lbr
Jumlah
Tahun Harga/Lbr
(juta Lbr)
2005 1,525 2.33
2006 1,237 1.11
2007 2,664 2.35
2008 2,300 2.29
2009 2,350 3.91
Angka Indeks Agregat Sederhana Angka Indeks Agregat Sederhana
Menunjukkan perkembangan (harga, Kuantitas, Nilai)
barang dan jasa secara agregat (lebih dari satu barang)
pada tahun berjalan dengan tahun dasar
Rumus :
H K
V
100
0

H
H
IH
t
Dengan :
IH = Indeks harga
H
t
= Harga pada tahun t
H
0
= Harga pada tahun dasar
100
0

K
K
IK
t


100
100
0 0
0

K H
K H
V
V
IN
t t
t
Angka Indeks Agregat Sederhana Angka Indeks Agregat Sederhana
Berikut adalah harga dan kuantitas kelompok bahan
pangan. Hitung Indeks Agregat dengan tahun dasar
2008
Harga Jumlah Harga Jumlah
Tahun 2008 Tahun 2010
Barang
Beras 1,112 48.2 2,777 46.6
Jagung 662 7.9 1,650 6.8
Kedelai 1,257 1.9 1,840 1.6
Kacang Hijau 1,928 0.5 3,990 0.3
Kacang Tanah 2,233 0.8 3,100 0.6
Ketela Pohon 243 16.5 650 15.7
Ketela Rambat 351 2.2 980 1.8
Kentang 1,219 0.5 2,450 0.5
Harga Jumlah Nilai Harga Jumlah Nilai
1,112 48.2 53,598 2,777 46.6 129,408
662 7.9 5,230 1,650 6.8 11,220
1,257 1.9 2,388 1,840 1.6 2,944
1,928 0.5 964 3,990 0.3 1,197
2,233 0.8 1,786 3,100 0.6 1,860
Tahun 2008 Tahun 2010
2,233 0.8 1,786 3,100 0.6 1,860
243 16.5 4,010 650 15.7 10,205
351 2.2 772 980 1.8 1,764
1,219 0.5 610 2,450 0.5 1,225
9,005 78.5 69,358 17,437 73.9 159,823
IH = 194 IK = 94 IN = 230
INDEKS HARGA TERTIMBANG INDEKS HARGA TERTIMBANG
STATISTIK - I
Indeks Harga Tertimbang Indeks Harga Tertimbang
Indeks tertimbang memberikan bobot yang berbeda
terhadap setiap komponen.
Mengapa harus diberikan bobot yang berbeda?
Karena pada dasarnya setiap barang dan jasa
mempunyai tingkat utilitas (manfaat dan kepentingan) mempunyai tingkat utilitas (manfaat dan kepentingan)
yang berbeda.


100
W P
W P
IHT
0
t

Formula Laspeyres Formula Laspeyres


Etienne Laspeyres mengembangkan metode ini
pada abad 18 akhir untuk menentukan sebuah
indeks tertimbang dengan menggunakan bobot
sebagai penimbang adalah periode dasar.

K H
100
0 0
0

K H
K H
IL
t
Formula Paasche Formula Paasche
Bobot yang digunakan sebagai penimbang adalah
bobot tahun berjalan dan bukan tahun dasar
sebagai bobot.

K H
100
0

t
t t
K H
K H
IP
Formula Fisher Formula Fisher
Fisher mencoba memperbaiki formula Laspeyres dan
Paasche.
Indeks Fisher merupakan akar dari perkalian kedua
indeks.
Indeks Fisher menjadi lebih sempurna dibandingkan Indeks Fisher menjadi lebih sempurna dibandingkan
kedua indeks yang lain baik Lasypeyres maupun
Paasche.
IP IL IF
Formula Drobisch Formula Drobisch
Digunakan apabila nilai Indeks Laspeyres dan Indeks
Paasche berbeda terlalu jauh. Indeks Drobisch juga
merupakan jalan tengah selain Indeks Fisher.
Indeks Drobisch merupakan nilai rata-rata dari kedua
indeks. indeks.
2
IP IL
ID

Formula Marshal Formula Marshal--Edgeworth Edgeworth


Formula Marshal-Edgeworth relatif berbeda
dengan konsep Laspeyres dan Paasche.
Menggunakan bobot berupa jumlah kuantitas pada
tahun t dengan kuantitas pada tahun dasar.
Pembobotan ini diharapkan akan mendapatkan Pembobotan ini diharapkan akan mendapatkan
nilai yang lebih baik.

t
t t
K K H
K K H
IME
0 0
0
Formula Wals Formula Wals
Menggunakan pembobot berupa akar dari
perkalian kuantitas tahun berjalan dengan
kuantitas tahun dasar.
100
0

t t
K K H
IW 100
0 0
0

t
t t
K K H
K K H
IW
Contoh Contoh
Berikut perkembangan harga dan kuantitas ekspor komoditas pertanian
indonesia tahun 2008 dan 2010. Harga dalam US$/kg dan kuantitas dalam
ribuan ton
Harga Kuantitas Harga Kuantitas
Karet 1.05 42 1.17 36
Tahun 2008 Tahun 2010
Barang
Kopi 0.97 329 2.61 267
Udang 8.98 97 10.26 98
Teh 1.25 124 1.17 36
Hitunglah :
a. Indeks Laspeyres d. Indeks Drobish
b. Indeks Paasche e. Indeks Marshal-Edgeworth
Indeks Laspeyres Indeks Laspeyres
Ho Ko Ht Kt Ht x Ko Ho x Ko
IL
Barang
Tahun 2008 Tahun 2010
100
0

t
t t
K H
K H
IL
Karet 1.05 42 1.17 36
49.14 44.1
Kopi 0.97 329 2.61 267
858.69 319.13
Udang 8.98 97 10.26 98
995.22 871.06
Teh 1.25 124 1.17 36
145.08 155
2048.13 1389.29
2048.13
1389.29
Total
IL = x 100 = 147
Indeks Paasche Indeks Paasche
100
0

t
t t
K H
K H
IP
Ho Ko Ht Kt Ht x Kt Ho x Kt
Karet 1.05 42 1.17 36
42.12 37.8
Barang
Tahun 2008 IP Tahun 2010
Karet 1.05 42 1.17 36
42.12 37.8
Kopi 0.97 329 2.61 267
696.87 258.99
Udang 8.98 97 10.26 98
1005.48 880.04
Teh 1.25 124 1.17 36
42.12 45
1786.59 1221.83
1786.59
1221.83
Total
IP = x 100 = 146
Hellowwww....
Kunjungi
http://nashamin.blogspot.com http://nashamin.blogspot.com
Ada sesuatu....