Você está na página 1de 3

PHYTOCHEMISTRY 2013

Alkaloid Test Methods


By :
Dyas Pramudio
Kasful Asra Sakika
Muhamad Arwani

Group A :
Ekstrak tanaman yang bersifat asam dan larutan dapat diperoleh dengan cara pemanasan atau
tanpa pemanasan dan dilanjutkan dengan proses filtrasi dan penambahan satu atau lebih
reagen alkaloid untuk memisahkan bagian-bagian filtrate.
Keuntungan :
Merupakanmetode yang sederhana.
Kerugian :
Memberikan hasil reaksi positif palsu yang besar
Tidak bias mendeteksi dan membedakan alkaloid kuartener dan
alkaloid tersier
Group B :
Filtrat dibuat bersifat basa dan diekstrak dengan pelarut organic dilanjutkan dengan ekstraksi
alkaloid dari larutan organic dengan menggunakan larutan asam encer.
Keuntungan :
Dapatmengeliminasi banyak komponen dari ekstrak akhir yang dapat
mengurangkan terjadinya positif palsu
Sedikit modifikasi membolehkan banyak golongan alkaloid diuji
dengan metode ini.
Kerugian :
Alkaloid kuartener juga akan dieliminasi
Group C

Ekstraksi alkohol yang diikuti dengan pemekatan dan penambahan asam
C1 : perlakuan dengan tanpa penambahan
C2 : pemurnian partisi, test dibuat hanya pada fraksi alkaloid tersier
C3 : pemurnian partisi, test dibuat untuk fraksi alkaloid tersier dan kuarterner
Metode pada grup C1 dan C2 telah dirancang dan digunakan secara ekstensive oleh para
peneliti, namun ada dua hal yang menjadi 2 perhatian penting, (1) test akan dihasilkan
endapan basa bebas yang berasal dari extract asam dengan NaOH bukan dengan NH4OH,
oleh karena itu jika sebagian besar sampel berisi karakter phenolic (sangat tidak mungkin),
phenolat terbentuk pada penambahan basa tertentu akan sukar larut dalam pelarut organic
yang digunakan untuk ekstraksi larutan yang berisi alkaloid dasar. Ekstrakasi secara berturut-
turut dengan menggunakan asam encer akan menghasilkan larutan bebas dari fenolik dan
karena itu tidak merepresentasikan dari alkaloid sejati/ sebenarnya. (2) 4000 peneliti
menghasilkan statistik hasil positif yang lebih rendah dari rata-rata yang diharapkan ( 1ml
dihasilkan dari 4.0 gram simplisia kering ) setelah penelitian sebelumnya dihasilkan 1 ml
hanya dengan 0.2 gram simplisia kering, ini tentu saja membuat hasil test yang dilaporkan
negative pada aksesi 4000 pertama.Modifikasi metode bisa dibuat untuk bisa lebih
mendeteksi senyawa.hasil positif alkaloid dengan metode pada grup C3 apabila dihasilkan
flokulasi yang lebat atau endapan setelah ditambahkan beberapa reagen



PHYTOCHEMISTRY 2013

Kelebihan :
1. sama dengan kelebihan yang dibahas pada grup A
2. Metode pada grup C2 dibuat secara khusus untuk menghilangkan reaksi yang dapat
menghasilkan hasil positif palsu pada reaksi alkaloid

Kekurangan :
1. Sama dengan kekurangan yang dibahas pada grup A
2. Penting dilakukan modifikasi pada metode dengan grup C2 untuk mendeteksi adanya
alkaloid kuarterner
3. Pada metode dengan grup C3 menghasilkan hasil test yang bias (Pada metode grup
C3, larutan alkali encer, setelah diekstraksi dengan pelarut organik, dicampur dengan
asam mineral Sampai menunjukkan sifat asam pada kertas lakmus diikuti dengan
penambahan berikut dengan beberapa endapan alkaloid ke larutan asam tersebut
namun hal yang perlu ditekankan bahwa hasil positive yang lemah bukan berarti
selalu ada alkaloid kuarterner.sebaliknya tes yang menghasilkan positive lemah
diharapkan karena ekstraksi yang belum lengkap dari alkaloid tersier dengan pelarut
organik dan akan dibuktikan dengan keadaan flok)


Group D
Ekstraksi alkanisasi sampel dengan pelarut organic.

Metode dengan grup ini diikuti dengan penambahan alkali diikuti dengan pelarut organik dan
partisi ekstrak pekat dengan asam encer kemudian ditambahkan reagen pengendap.
Kelemahan : Prosedur ini gagal untuk mendeteksi alkaloid kuarterner
Kelebihan : Hasil akhir larutan bebas dari senyawa yang mengganggu yang bisa
menghasilkan reaksi positif palsu.

Group E
Ekstraksi bahan tanaman kering dengan prollins cairan (eter-kloroform-etanol-NH4OH)
(25:8:2,5:1) diikuti dengan penguapan pelarut dan penambahan asam encer.
Kelebihan : Pembalikan tes positive dan negatif pada tanaman tertentu memberikan tes
negatif dengan cairan prollius, tetapi +4 reaksi ketika ekstrak air asam dari tanaman yang
sama diuji dikarenakan sollubility pur pangkalan kuarter dalam cairan prollius.
Kelemahan : Ditemukan metode ini tidak memuaskan bila dibandingkan dengan evaluasi
prosedur pengujian menggunakan sampel tanaman alkaloid yang dikenal konten.

Grup F
metode melibatkan penggunaan kromatografi untuk mendeteksi alkaloid dalam bahan
tanaman kering.
Kelebihan :
Memungkinkan tidak hanya untuk mendeteksi alkaloid, tetapi juga untuk perkiraan
jumlah yang hadir.
Penggunaan pereaksi semprot mengklasifikasikan alkaloid dalam sampel ke dalam
kelompok umum.
Membutuhkan sampel hanya kecil, menghilangkan senyawa yang paling dicurigai
menghasilkan reaksi positif palsu, dan membedakan alkaloid tersier dan kuarter.
Hasil paling cepat dan dapat diterima.

PHYTOCHEMISTRY 2013

Kelemahan :
Memberikan jumlah terbesar dari reaksi positif palsu dengan sampel tanaman
yalkaloid devoil.
Penelitian lain telah menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan dalam
metode berkenaan dengan kemampuan mereka untuk menghapus alkaloid untuk
pengujian dari bahan tanaman.