Você está na página 1de 29

ANALISA KEGAGALAN

BRAKE SYSTEM PADA SEPEDA


MOTOR VEGA R
ANGGOTA:
1. SURYA
2. BAYU SUGARA
3. RAFIDAH
4. NIXON RANDY
5. WILLY

6. HARDIAN

(120401027)
(120401013)
(120401010)
(120401087)
(120401118)
(120401121)

FUNGSI SISTEM REM


Mengurangi kecepatan laju sepeda motor dan

menghentikan sepeda motor untuk menjamin


pengendaraan yang aman
Memberikan rasa aman untuk pengendaran
Menghentikan kendaraan yang sedang berjalan.
Menjaga agar kendaraan tetap berhenti.

DEFINISI SISTEM REM


Brake adalah suatu peranti untuk memperlambat

atau menghentikan gerakan roda. Karena gerak


roda diperlambat, secara otomatis gerak
kendaraan menjadi lambat.

TIPE SISTEM PENGEREMAN


Terdapat dua tipe sistem rem yang digunakan pada

sepeda motor, yaitu:


1. Rem tromol (drum brake)
2. rem cakram/piringan (disc brake).
Cara pengoperasian sistem rem-nya juga terbagi dua,
yaitu:
1. secara mekanik dengan memakai kabel baja,
2. secara hidrolik dengan menggunakan fluida/cairan.
Cara pengoperasian sistem rem tipe tromol umumnya
secara mekanik, sedangkan tipe cakram secara
hidrolik.

REM CAKRAM
Rem cakram dioperasikan secara mekanis

dengan memakai kabel baja dan batang/tangkai


secara hidrolist dengan memakai tekanan cairan.
Pada rem cakram, putaran roda dikurangi atau
dihentikan dengan cara penjepitan cakram (disc)
oleh dua bilah sepatu rem (brake pads).
Rem cakram mempunyai sebuah plat disc (plat
piringan) yang terbuat dari stainless steel (baja)
yang akan berputar bersamaan dengan roda.
Pada saat rem digunakan plat disc tercekam
dengan gaya bantalan piston yang bekerja
sacara hidrolik.

GAMBAR KOMPONEN REM


CAKRAM BAGIAN ATAS

KOMPONEN REM CAKRAM


BAGIAN ATAS
Nama-nama Komponen rem cakram

atas:
11. Piston cakram atas
1. Penutup tempat minyak rem
12. Per
13. Karet
14. Segel baut penutup angin
2. Plat sekat
15. Baut penutup angin
3. Pelindung
16. Selang cakram(tidak ada
4. Kleman
nomor)
5. Swis rem cakram
6. Handel
7. Baut handel
8. Mur baut handel
9. Karet pencegah masuknya debu

GAMBAR KOMPONEN REM


CAKRAM BAGIAN BAWAH

KONSTRUKSI REM CAKRAM


1.1.Cakram atau Piringan
Pada rem cakram komponen cakram merupakan
bagian yang secara langsung menghasilkan
pengereman dengan adanya gesekan cakram
dengan pad rem. Cakram terbuat dari besi tuang
yang mampu menahan panas akibat gesekan dan
tahan korosi.
1.2.Master silinder rem depan bagian bawah
Bagian yang tidak bergerak dari rem cakram adalah
master rem di mana terdapat cylinder-cylinder rem
berikut piston dan pad rem. Pada type ini dilengkapi
dengan sebuah piston yang terpasang cylinder yang

1.3.Master silinder rem depan bagian atas


Bagian ini terletak pada bagian atas dan merupakan tempat
untuk meletakkan handel atau gagang rem.Pada type ini
menutupnya saluran reservoir akibat piston sehingga tekanan
akan di teruskan ke caliper.
1.4.Pad Rem
Merupakan bagian yang langsung bergesekan dengan piringan
terbuat dari asbes yang tahan panas dan cukup keras.
1.5.Fluida rem
Fluida rem adalah cairan yang tidak mengandung minyak
sebagian besar terdiri dari alcohol dan susunan kimianya serta
ester.
1.6 Selang rem cakram
Selang rem cakram adalah selang untuk mengalirkan minyak
rem atau cairan fluida dari master rem bagian atas menuju ke
bagian bawah.

FMEA
FMEA adalah suatu prosedur terstruktur untuk

mengidentifikasi dan mencegah sebanyak


mungkin mode kegagalan (failure mode). FMEA
digunakan untuk mengidentifikasi sumber-sumber
dan akar penyebab dari suatu masalah kualitas.

Elemen elemen FMEA


a.Tingkat Keparahan (Severity (S) )
Penilaian keseriusan efek dari bentuk kegagalan
potensial.
b. Keterjadian (Occurence (O) )
Adalah sesering apa penyebab kegagalan
spesifik dari suatu komponen tersebut terjadi.
c. Deteksi (Detection (D) )
Merupakan penilaian dari kemungkinan alat
tersebut dapat mendeteksi penyebab potensial
terjadinya suatu bentuk kegagalan.
d. Nomor Prioritas Resiko ( Risk Priority Number
(RPN) )
Merupakan
angka
prioritas
resiko
yang
didapatkan dari perkalian Severity, Occurence
dan Detection.

Langkah- langkah FMEA


1. Mengidentifikasi pada komponen.
2. Mengidentifikasi potensi failure mode
komponen.
3. Mengidentifikasi potensi efek kegagalan
komponen.
4. Mengidentifikasi penyebab-penyebab
kegagalan komponen.
5. Menentukan rating terhadap
severity,occurence,detection dan RPN
komponen.
6. Rekomendasi / usulan perbaikan.

Severity : Langkah pertama untuk menganalisa resiko, yaitu


menghitung seberapa dampak atau intensitas kejadian mempengaruhi
hasil akhir proses, berikut tabel rating yang dimulai dari 1 sampai 10,
dimana nilai 10 merupakan dampak yang paling terburuk.

Rating

Kriteria

Negligible severity (pengaruh buruk yang dapat diabaikan). Kita tidak


perlu memikirkan bahwa akibat ini akan berdampak pada komponen.

2
3

Mild severity (pengaruh buruk yang ringan). Akibat yang ditimbulkan


akan bersifat ringan, pengemudi tidak akan merasakan penurunan
kualitas komponen.

4
5
6

Moderet severity (pengaruh buruk yang moderet/sedang). Pengemudi


akan merasakan penurunan kualitas komponen, namun masih dalam
batas toleransi.

7
8

High severity (pengaruh buruk yang tinggi). Pengemudi akan


merasakan penurunan kualitas komponen yang berada diluar
toleransi.

9
10

Potential severity (pengaruh buruk yang sangat tinggi). Akibat yang


ditimbulkan sangat berpengaruh terhadap kualitas komponen lain.

Occurance : merupakan kemungkinan bahwa penyebab kegagalan


akan terjadi dan menghasilkan bentuk kegagalan selama masa
penggunaan. Penentuan nilai occurance bisa dilihat pada tabel dibawah
ini dilihat berdasarkan jarak tempuhnya :
Degree

Berdasarkan
Frekuensi Jarak
Tempuh

Rating

Remote

1000 km per 3 bulan

Low

3000 km per 3 bulan


5000 km per 3 bulan

2
3

Moderate

6000 km per 3 bulan


7500 km per 3 bulan
9000 km per 3 bulan

4
5
6

High

10.000 km per 3 bulan


12.500 km per 3 bulan

7
8

Very High

13.000 km per 3 bulan


15.000 km per 3 bulan

9
10

Detection : berfungsi untuk upaya pencegahan selama kendaraan


digunakan dan mengurangi tingkat kegagalan selama pengunaan.
Penentuan nilai detection dilihat berdasarkan kriteria frekuensi jarak
tempuh kendaraan tersebut.
Berdasarkan Frekuensi
Jarak Tempuh

Rating

Kriteria

Metode pencegahan sangat efektif. Tidak ada


kesempatan penyebab mungkin muncul

2
3

Kemungkinan penyebab terjadi sangat


rendah

4
5
6

Kemungkinan penyebab terjadi bersifat


moderat. Metode pencegahan terkadang
memungkinkan penyebab itu terjadi.

7
8

Kemungkinan penyebab terjadi masih tinggi.


Metode pencegahan kurang efektif.
Penyebab masih berulang kembali.

10.000 km per 3 bulan


12.500 km per 3 bulan

9
10

Kemungkinan penyebab terjadi masih sangat


tinggi. Metode pencegahan tidak efektif .
Penyebab masih berulang kembali

13.000 km per 3 bulan


15.000 km per 3 bulan

1000 km per 3 bulan

3000 km per 3 bulan


5000 km per 3 bulan
6000 km per 3 bulan
7500 km per 3 bulan
9000 km per 3 bulan

TABEL HASIL FMEA

FTA
Fault Tree Analysis adalah suatu analisis pohon

kesalahan secara sederhana dapat diuraikan


sebagai suatu teknik analitis. Pohon kesalahan
adalah suatu model grafis yang menyangkut
berbagai paralel dan kombinasi percontohan
kesalahan-kesalahan yang akan mengakibatkan
kejadian dari peristiwa tidak diinginkan yang
sudah didefinisi sebelumnya. Analisa pohon
kesalahan merupakan salah satu metode yang
dapat digunakan untuk menganalisa akar
penyebab dari suatu kegagalan.

Simbol dan Istillah dalam FTA


SIMBOL

KETERANGAN
Peristiwa Dasar

Suatu Kondisi atau batasan khusus


Kejadian yang tidak berkembang
Gerbang DAN
Kotak Kesalahan
Gerbang ATAU
Kejadian yang muncul secara normal
Kasus khusus dari gerbang DAN

Priority And
Exclusive Or

Langkah- langkah FTA


1.Mendefinisikan komponen komponen yang tidak
berfungsi.
2.Mendefinisikan kondisi awal komponen.
3.Mendifinisikan batasan pada sistem komponen,
yaitu batasan fisik dan batasan analitis.
4.Mulai membangun FTA.

FTA
Master Silinder Atas

Human error

Lupa
menggan
ti part

jatuh

Salah
pemasan
gan
barang

Kegagala
n
produksi

Material

Pemili
han
baha
n
salah

korosi
Master
rem
bocor

FTA
Handel rem

Human error

Kesalaha
n
produksi

Patah

Jatuh

Material

Karat

Tidak
homogen

FTA
Selang rem cakram

Human error

Tidak
memerha
tikan
penggun
aan
waktu
Kesalaha
n
produksi

jatuh

Material

Lapuk

Putus

Pecah
Terjadi
kebocoran

FTA
Master Silinder bawah

Human error

Lupa
menggan
ti barang
Salah
pemasan
gan
barang

Material

jatuh

Kampas
rem
habis

Karat

Salah
produksi
barang

Karet
piston
bocor

Selip

FTA
Piringan cakram

Human error

Salah
produksi
barang

jatuh

Material

Retak

korosi

Bengkok
Patah

Kesimpulan
1 Pada FMEA komponen/part pada motor vega zr

yang paling rentan terjadi kegagalan adalah


master silinder bawah dimana dengan nilai RPN
= 729
2 Pada FTA part yang rentan terjadi kegagalan
adalah master silinder bawah dikarenakan kotak
kegagalan dan peristiwa dasar yang terbanyak
dibandingkan dengan part yang lain
3 Metode FMEA dan FTA dalam menganalisa
suatu kegagalan umumnya memberikan hasil
yang sama

SEKIAN
DAN
TERIMA
KASIH