Você está na página 1de 3

1.

Analisis laporan keuangan ICMD


ICMD (Indonesia Capital Market)
Disusun oleh lembaga Institute for Economic and Financials Research (lembaga
penelitian, penerbitan, konsultasi, dan penyelenggara event di bidang ekonomi
keuangan. ICMD merupakan produk ECFIN yang dihasilkan sejak tahun 1990
hingga saat ini dan menjadi referensi utama bagi para pelaku pasar modal guna
memperoleh informasi yang selengkap-lengkapnya tentang data dan informasi
emiten serta informasi lainnya yang terkait dengan pasr modal Indonesia,
khususnya di Bursa Efek Indonesia (BEI). ICMD menyangkut data seperti ; daftar
semua perusahaan di Indonesia, ranking perusahaan, klasifikasi perusahaan, data
keuangan lainnya.
Dengan ICMD, dapat mengetahui perusahaan mana saja yang sudah GO publik /
data lain misalnya pergerakan saham. Disini saya akan menganalisis laporan
keuangan PT. Visi Media Asia Tbk, dengan menggunakan referensi data yang saya
dapat dari ICMD.
2. Analisis ratio keuangan (Tabel)
Ratio
2009
Liquidity
1. Current ratio
2. Quick ratio
Assets Management
1. Inventory turnover
2. Total assets turnover
Debt
1. Debt ratio
2. Debt to equity ratio
Profitability
1. Gross profit margin
2. Net profit margin
3. ROI (return on investment)
4. ROE (return on common equity)

Tahun
2010

2011

1.11
0.92

2.58
2.29

1.71
1.57

5.33
0.42

3.62
0.42

3.38
0,41

0.33
0.50

0.47
0.90

0.34
0.52

0.47
0.23
9.51%
14.23%

0.59
0.00
0.17%
0.33%

0.69
0.03
1.09%
1.65%

3. Hasil analisis
a. Aspek Likuiditas
Aspek likuiditas perusahaan dapat dilihat dengan memperhitungkan Current
Rasio, Quick Ratio dan Cash Ratio. Rasio likuiditas ini bermanfaat untuk
menegtahui kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban kewajiban
jangka pendek. Semakin besar hasil perhitungan rasio rasio tersebut perusahaan
tersebut semakin baik.

Current ratio
PT Visi Media Asia Tbk pada tahun 2011 mengalami penurunan, hal ini
disebabkan adanya hutang lancar yang cukup besar yakni dari Rp. 352,705
pada tahun 2010 menjadi Rp. 681, 701 dan tidak di imbangi dengan kenaikan
aktiva lancar yang hanya naik sedikit (Rp. 909,828 tahun 2010 menjadi Rp.
1,167,392 tahun 2011).

Quick ratio
PT Visi Media Asia Tbk pada tahun 2009 mengalami kenaikan nilai ratio dari
0.92 menjadi 2.29 pada tahun 2010. Namun, pada tahun 2011 nilai ratio
perusahaan mengalami penurunan yang cukup besar menjadi 1,57. Meskipun
tidak banyak mengalami penurunan, kemungkinan perusahaan sangat berhatihati mengelola hutang sehingga justru dapat berdampak pada penghasilan
[rofit perusahaan.

b. Aspek Efesiensi
Aspek efisiensi suatu perusahaan untuk melihat efisiensi suatu perusahaan
menggunakan asetnya.

Inventory turnover
Rasio ini memperhitungkan harga pokok penjualan dibagi dengan inventory.
Dari hasil perhitungan PT Visi Media Asia Tbk dapat dikatakan mengalami
penurunan yang terus menerus dari tahun 2009 2011. Hal ini dikarenakan
perusahaan belum cukup efesien dalam mengelola aktivanya untuk membeli
persediaan/inventaris perusahaan.

Total assets turnover


Rasio ini memperhitungkan penjualan dengan total aset yang dimiliki
perusahaan. Dari hasil perhitungan total aset turnover untuk PT Visi Media
Asia Tbk dapat dikatakan kurang baik karena nilai rationya masih kurang dari

1. Hal ini menunjukkan perusahaan belum efektif dalam menggunakan


keseluruhan aktiva untuk melakukan penjualan dan mendapatkan laba.
c. Aspek leverage
Aspek ini untuk melihat atau mengukur komposisi modal perusahaan untuk
membiayai aktiva atau dapat dikatakan juga untuk mengukur resiko kemampuan
perusahaan membayar hutang. Dengan memperhitungkan rasio rasio yaitu Debt
Ratio dan Debt to Equity Ratio.

Debt ratio
Rasio ini memperhitungkan hutang dengan aktiva. Dari hasil perhitungan rasio
ini untuk PT Visi Media Asia Tbk cukup baik karena kurang dari 50% aktiva
yang dibiayai oleh hutang, karena semakin besar nilai rasio ini berarti semakin
besar pula aktiva yang dibiayai hutang sehingga perusahaan tersebut
mempunyai resiko yang tinggi.

Debt to equity
Rasio ini memperhitungkan perbandingan nilai hutang dan modal / equity.
Dari hasil perhitungan ratio, PT Visi Media Asia terjadi penurunan nilai ratio
yang cukup besar dari tahun 2010 sebesar 0.90 turun menjadi 0.52 pada tahun
2011. Hal ini bisa terjadi karena perusahaan pada tahun 2010 mengalami
kenaikan pada nilai hutangnya sehingga perusahaan mengeluarkan dana dari
modal untuk menutup beban tetap (misal: bunga, angsuran pinjaman) tersebut.

d. Aspek profitabilitas
Rasio ini dipakai untuk mengukur kemampuan perusahaan untuk menghasilkan
keuntungan. Dari hasil perhitungan rasio rasio yang berkenaan dengan aspek
profitabilitas adalah gross profit margin, net profit margin, ROI dan ROE.

Gross profit margin


Gross profit margin memperhitungkan laba kotor dibagi dengan penjualan
bersih. Dari hasil perhitungan PT Visi Media Asia dapat dikatakan sudah baik
karena nilainya mengalami kenaikan dari tahun 2009 2011.

Net profit margin


Rasio ini memperhitungkan laba bersih perusahaan dengan penjualan. Dari
hasil perhitungan PT Visi Media Asia pada tahun 2011 mengalami penurunan,
meskipun hanya sedikit namun dapat berpengaruh pada laba perusahaan.

ROI dan ROE dianalisis sendiri yaaa.....