Você está na página 1de 3

APLIKASI SEL ELEKTROLISIS : PEMURNIAN

Sel elektrolitik merupakan suatu sel elektrokimia dimana energy listrik digunakan untuk suatu
proses kimia. Salah satu aplikasi dari sel elektrolitik adalah pemurnian logam, berikut ini adalah cara-cara
pemurnian logam:
Sel elektrolitik yang dapat dipakai harus terbuat dari anode logam kotor/logam yang akan
dimurnikan, sedangkan katode terbuat dari logam murni yang dilapisi lapisan tipis grafit agar logam
murni yang dihasilkan mudah dilepas, sedangkan elektrolit yang digunakan adalah larutan garam dari
logam yang akan dimurnikan. Selama elektrolisis berlangsung logam kotor sebagai anode akan larut,
sedangkan logam murni akan diendapkan pada katode. Namun, pemurnian dengan cara ini hanyalah dapat
dilakukan untuk logam-logam yang keelektropositifannya rendah seperti Cu, Sn, Pb, Au, Zn, Cr, dan
Ni.Jadi metode ini digunakan untuk logam yang tidak bereaksi dengan air, mudah dioksidasi pada anode,
dan mudah direduksi pada katoda.
Contoh-contoh pemurnian dengan elektrolisis :
1.Aluminium
Cara untuk memperoleh alumuniun dengan elektrolisis tidak berhasil karena apabila larutan garam
aluminium dihidrolisis, air lebih mudah direduksi daripada Al3+. Ini berarti H2 terbentuk di katoda bukan
Al. Elektrolisis lelehan AlCl3 juga tidak berhasil karena dua hal: larutan tidak terbentuk iondan
senyawanya mudah menguap pada suhu tinggi. Elektrolisis oksida, Al2O3 juga tidak praktis karena titik
lelehnya yang tinggi (kira-kira 2000C). Pada tahun 1886, seorang sarjana berumur 22 tahun dari Oberlin
Collage bernama Charles Hall menemukan cara yang dapat diginakan untuk mengelektrolisis aluminium
oksida. Dia menggunakan campuran Al2O3 dengan klorit, Na3AlF3. Penambahan klorit ke dalam
aluminium oksida menurunkan temperatur campuran sampai 1000C, sehingga elektrolisis dapat
dilakukan. Bejana yang menampung campuran aluminium terbuat dari besi dilapisi karbon yang berfungsi
sabagai katoda. Batang karbon berfungsi sebagai anoda di masukkan ke dalam campuran ini dari atas.
Apabila terjadi reaksi redoks, eluminium murni diperoleh di katoda dan mengendap di dasar bejana.
Rekasi yang terjadi pada elektroda adalah
Anoda

3O2-(l)

Katoda

2Al3+(l)

Reaksi

2Al3+(l)

3O2-(l)

O2(g)

6e

6e

O2(g)

2Al(l)
+

2Al(l)

Sekarang klorit telah diganti dengan elektrolit sintesis yang terdiri dari campuran NaF, CaF2, dan
AlF3. Campuran ini memungkinkan terjadinya elektrolisis pada suhu yang rendah dan larutan lebih encer
daripada klorit yang digunakan oleh Hall. Campuran elektrolit dengan berat jenis yang lebih rendah lebih
mudah memisahkan lelehan aluminium.

2.Magnesium
Magnesium dijumpai dalam jumlah yang cukup banyak di dalam air laut. Ion magnesium
diendapkan dari air laut sebagai hidroksida, kemudian Mg(OH)2 diubah menjadi kloridanya dengan cara
mereduksikan dangan asam klorida. Setelah airnya menguap, MgCl2 dilelehkan dengan elektrolisis.
Magnesium dihasilkan di katoda dan klor di anoda.
Reaksi yang terjadi adalah
MgCl2(aq)

Mg(aq)

Cl2(g)

3.Tembaga
Penggunaan elektrolisis yang sangat menarik adalah pada pembersihan dan pemurnian tembaga.
Ketika mula-mula dipisahkan dari bijih tembaga, kemurnian kandungan logam tembaga kira-kira 99%,
sisanya terutama terdiri dari besi, seng, perak, emas, dan platina. Dalam proses pemurnian tembaga,
tembaga yang belum murni digunakan sebagai anoda dalam sel elektrolisis yang mengandung larutan
tembaga sulfat sebagai elektrolit. Katoda terdiri dari tembaga yang sangat murni. (Gambar 10.)

Gambar

10.

Pemurnian

Sumber:

tembaga
McMurry:

dengan

cara

elektrolisis
798

Ketika terjadi elektrolisis, hanya tembaga dan logam-logam aktif lainnya seperti besi atau seng
yang dapat dioksidasi dan larut dalam larutan. Perak, emas dan platina tidak larut dan mengendap di dasar
sel. Pada katoda hanya zat yang sangat mudah direduksi (Cu2+) yang dapat menarik elektron, jadi hanya
tembaga

yang

mengendap.

Hasil akhir dari elektrolisis adalah tembaga pindah dari anoda ke katoda, sedangkan Fe dan Zn
tinggal dalam larutan sebagai Fe2+ dan Zn2+. Endapan lumpur perak, emas, dan platina dikeluarkan dari
sel. Kemudian dijual dengan harga yang dapat menutupi biaya listrik yang dibutuhkan untuk elektrolisis
ini. Sebagai hasilnya, pemurnian logam tembaga (kira-kira kemurniannya 99,96%) relatif tidak mahal.
Dengan demikian, biaya total produksi tembaga cukup memadai karena termasuk penambangan bijih
kasar dan pemurniaan awalnya.