Você está na página 1de 53

ANALISIS REAL

(AFTER MIDDLE TEST)


1

Oleh :
Fidia Deny Tisna A.

REFERENSI
1.

2.

3.

Yuniarti, Desi. 2007, Diktat Kuliah Analisis Real.


Universitas Mulawarman. Samarinda.
Darmawijaya, Soeparna. 2006. Pengantar Analisis
Real. Universitas Gajah Mada. Yogyakarta.
Bartle, Robert G., and Sherbet, Donald R. 2011.
Introduction to Real Analysis Fourth Edition. John
Wileys & Son. United States of America.

2.1 BARISAN
Definisi 2.1.1 Barisan
Barisan bilangan real (barisan dalam R) adalah fungsi
yang diddefinisikan oleh himpunan N = {1,2,3,}
bilangan asli yang daerah hasilnya berada dalam
himpunan R atau dengan kata lain :

Disimbolkan : , , , ( , )
Contoh : =

1 1 1
, , ,
2 4 6

, =

1
;
2

, =

1
2
3

2.2 LIMIT BARISAN


Definisi 2.2.1 Barisan Konvergen
Barisan = ( ) dalam dikatakan konvergen ke
atau dikatakan limit dari ( ). Jika untuk
setiap > 0 maka terdapat bilangan asli ()
sedemikian sehingga untuk semua ()
memenuhi :
<
jika suatu barisan mempunyai suatu limit, dapat
dikatakan barisan tersebut koonvergen. Jika tidak,
maka barisan tersebut divergen
Note : K() digunakan untuk memilih K yang bergantung pada . Dalam banyak
kasus untuk mendapatkan nilai yang kecil dibutuhkan nilai K yang besar untuk
menjamin jarak < , untuk semua = ()

2.2 LIMIT BARISAN


Barisan yang mempunyai limit dituliskan lim = x
atau lim =

Teorema 2.2.2 Keunikan Limit


Sebuah barisan dalam R mempunyai paling banyak 1
limit.
Bukti
Misalkan dan adalah limit dari . Maka untuk
setiap > 0 maka terdapat sedemikian

sehingga < untuk semua . Dan


2

2.2 LIMIT BARISAN


untuk setiap > 0 maka terdapat " sedemikian

sehingga " < untuk semua .


2

Ambil = * , "+ (diambil yang k terbesar


karena kalau diambil k yang besar, maka untuk k
yang kecil pasti juga memenuhi), maka n
didapatkan :
| "| = | + "|

+ | "| < + =
2 2
Karena > 0 maka dapat disimpulkan " = 0
atau = "
6

2.2 LIMIT BARISAN


Definisi Ketetanggaan
Misalkan dan > 0 maka ketetanggaan dari a
adalah himpunan = * , < +.

Ilustrasi :

Penjabaran pertaksamaan : <


< <
< <+
7

2.2 LIMIT BARISAN


Teorema 2.2.3 Limit Barisan
Misalkan = ( ) adalah barisan bilangan real dan .
Pernyataan pernyataan berikut ini ekivalen :
a) X konvergen ke
b) Untuk setiap > 0 maka terdapat bilangan asli
sehingga untuk semua memenuhi : <
c)
Untuk setiap > 0 maka terdapat bilangan asli
sehingga untuk semua memenuhi : < <
+
d) Untuk setiap ketetanggaan , () dari , terdapat
bilangan asli K sedemikian sehingga untuk semua
, termasuk dalam ()

2.2 LIMIT BARISAN


Contoh :

1.

1
lim

=0

Bukti
Diketahui
1

0 =

maka jika didapatkan

< , sehingga jika diberikan > 0, terdapat K

sedemikan sehingga untuk memenuhi :


1
1
0 = <

1
Sehingga dapat dikatakan barisan konvergen ke 0

2.2 LIMIT BARISAN


Contoh :
1
2 +1

2. lim

=0

Bukti
1
Diketahui 2
+1
1
1
didapatkan

0 =

1
2 +1

<

1
2

<

maka jika

< , sehingga (sama dengan contoh


1) jika diberikan > 0, terdapat K sedemikan
sehingga untuk memenuhi :
1
1
0 = <
2
+1

1
Sehingga dapat dikatakan barisan 2 konvergen ke 0
+1

10

2.2 LIMIT BARISAN


Contoh :

3.

3+2
lim
+1

=3

Bukti
Diketahui

3+2
+1

3 =

3+233
1
1
1
=
=
< maka
+1
+1
+1

1
1
< , sehingga (sama dengan

jika didapatkan
contoh 1) jika diberikan > 0, terdapat K sedemikan
sehingga untuk memenuhi :
3 + 2
1
3 = <
+1

Sehingga dapat dikatakan

3+2
barisan
konvergen
+1

ke 3
11

2.2 LIMIT BARISAN


Contoh :
4. lim ( + 1 ) = 0

Bukti
Diketahui ( + 1
1
+1+

( +1+ )
)
( +1+ )
1
maka jika

1
<
+1+
1
1
didapatkan

+1
+1+

< , sehingga jika diberikan > 0,


terdapat K sedemikan sehingga untuk memenuhi :
1
( + 1 ) 0 =
<

Sehingga dapat dikatakan barisan( + 1 )


konvergen ke 0

12

2.3 TEOREMA LIMIT


Definisi 2.3.1 Terbatas
Misalkan S kosong dan S R,
i.
himp. S dikatakan terbatas keatas jika ada
bilangan u R sedemikian sehingga s u untuk
semua s S. Setiap bilangan u dikatakan batas
atas dari s.
ii.
himp. S dikatakan terbatas dibawah jika ada
bilangan w R sedemikian sehingga w s untuk
semua s S. Setiap bilangan w dikatakan batas
bawah dari s.
iii. Suatu himp. dikatakan terbatas jika himp. tersebut
terbatas keatas dan terbatas di bawah.
13

2.3 TEOREMA LIMIT


Contoh :
1)
= 2 , maka terbatas dibawah.
Dimana batas bawahnya = *| 2, +.
2)

, maka terbatas keatas

dengan batas atasnya = *| 1, + dan


terbatas dibawah dengan batas bawahnya =
*| 0, +.

14

2.3 TEOREMA LIMIT


Definisi 2.3.2 Supremum dan Infimum
a) Jika S terbatas keatas dan u dikatakan supremum
(atau batas atas terkecil) dari S jika memenuhi : i)
u batas atas dari S, ii) jika untuk v sembarang
merupakan batas atas dari S maka u v.
b) Jika S terbatas dibawah dan w dikatakan infimum
(atau batas bawah terbesar) dari S jika memenuhi
: i) w batas bawah dari S, ii) jika untuk t
sembarang merupakan batas atas dari S maka t
w.
15

2.3 TEOREMA LIMIT


Definisi 2.3.3 Barisan Terbatas
Barisan = ( ) dari bilangan real dikatakan
terbatas jika ada bilangan real M > 0 sedemikian
sehingga untuk semua n N.
Kemudian barisan terbatas jika dan hanya jika
nilai-nilai dari himpunan ( ) terbatas di R

16

2.3 TEOREMA LIMIT


Teorema 2.3.4
Barisan konvergen dari bilangan real adalah terbatas.
Bukti
Misalkan lim = dan > 0 maka terdapat

bilangan asli = () sedemikian sehingga


< untuk semu (karena barisan tsb
konvergen).
<
| | || < (ketaksamaan segitiga)
Bisa juga saya tulis :
| | || <
17

2.3 TEOREMA LIMIT


| | < +
Pertaksamaan diatas jika dituliskan dalam bentuk
barisan :
* 1 , 2 , , 1 , + +
Misalkan diambil
M = * 1 , 2 , , 1 , + +
Diperoleh .
Jadi terbukti barisan bilangan real konvergen itu
terbatas.
18

2.3 TEOREMA LIMIT


Teorema 2.3.5
a) Misalkan = ( ) dan Y = ( ) adalah barisan
bilangan real yang konvergen ke x dan y dan
misalkan maka barisan :
1) + +
2)
3)
4)
b) Jika = ( ) konvergen ke dan Z = ( ) adalah
barisan bilangan real tak nol yang konvergen ke z

dan jika z 0. maka .

19

2.3 TEOREMA LIMIT


Bukti a)
1) Diketahui
lim = maka untuk sembarang > 0 terdapat k1

sedemikian sehingga untuk semua 1,


memenuhi :

< <
2
lim = maka untuk sembarang > 0 terdapat k2

sedemikian sehingga untuk semua 2,


memenuhi :

< <
2

20

2.3 TEOREMA LIMIT


Kemudian lihat
+ + = ) + (
| | +
(Ketaksamaan segitiga)
Jika diambil sembarang > 0 maka terdapat
= *1, 2+ sedemikian sehingga untuk semua
:

+ + + < + =
2 2
Sehingga terbukti lim + = + atau
+ +

21

2.3 TEOREMA LIMIT


Bukti a)
2) Diketahui
lim = maka untuk sembarang > 0 terdapat k1

sedemikian sehingga untuk semua 1,


memenuhi :

< <
2
lim = maka untuk sembarang > 0 terdapat k2

sedemikian sehingga untuk semua 2,


memenuhi :

< <
2

22

2.3 TEOREMA LIMIT


Kemudian lihat
= ) + (
+ = | | +
(Ketaksamaan segitiga)
Jika diambil sembarang > 0 maka terdapat
= *1, 2+ sedemikian sehingga untuk semua
:

+ < + =
2 2
Sehingga terbukti lim = atau

23

2.3 TEOREMA LIMIT


Bukti a)
3) Diketahui
lim = maka untuk sembarang > 0 terdapat k1

sedemikian sehingga untuk semua 1,


memenuhi :

< <
2
lim = maka untuk sembarang > 0 terdapat k2

sedemikian sehingga untuk semua 2,


memenuhi :

< <
2

24

2.3 TEOREMA LIMIT


Kemudian lihat
= +
= ( ) + ( )
= ( ) + ( )
| ||( )| + |||( )|
(Ketaksamaan segitiga)
Karena terdapat pengali | | dan || maka dimisalkan
diambil M = maks* , + sehingga yang diketahui
dapat dibentuk :

<
2

<
2

25

2.3 TEOREMA LIMIT


Kemudian dari yang diketahui dan dari yang dilihat :
Jika diambil sembarang > 0 maka terdapat
= *1, 2+ sedemikian sehingga untuk semua
:
+

+ <
+
=
2
2
Sehingga terbukti lim = atau

26

2.3 TEOREMA LIMIT


Bukti a)
4) Diketahui
lim = maka untuk sembarang > 0 terdapat K

sedemikian sehingga untuk semua , memenuhi :


<
Kemudian lihat
= ( ) =
Karena terdapat pengali maka yang diketahui dapat
dibentuk :

<
<
+1

Jika = 0.

27

2.3 TEOREMA LIMIT


Kemudian dari yang diketahui dan dari yang dilihat :
Jika diambil sembarang > 0 maka terdapat
sedemikian sehingga untuk semua :

= c
<
+1
<
Sehingga terbukti lim = atau c

28

2.3 TEOREMA LIMIT


Bukti b)
Diketahui
lim = maka untuk sembarang > 0 terdapat k1

sedemikian sehingga untuk semua 1,


memenuhi :

< <
2
lim = maka untuk sembarang > 0 terdapat k2

sedemikian sehingga untuk semua 2,


memenuhi :

< <
2

29

2.3 TEOREMA LIMIT


Kemudian lihat


+
=
=



( ) + ( )
=

+
+

=




=
+

(Ketaksamaan segitiga)
Terdapat banyak sekali pengali :

1
, , ||
||

30

2.3 TEOREMA LIMIT


Akan tetapi yang paling krusial adalah

karena

pengalinya merupakan barisan (nilainya selalu


1
berubah-ubah), untuk dan || tidak bermasalah
||

karena nilainya tetap. Jadi akan dibuat pemisalan


sesuai harapan. Harapannya adalah :


+

1
1
.
. . +
. .
<
2

2
31

2.3 TEOREMA LIMIT


Sekarang pertanyaannya adalah berapakah nilai m ?
1
1
Jawabnya
dengan kata lain m =

inf*| |+. Pengali pengalinya sudah terdefinisi, sekarang


merubah yang diketahui :
.
<
<
2

.
<
.
<
+1 2
Kenapa yang berwarna merah bukan

? Karena jika x =

0 maka pertaksamaan tersebut tidak terpenuhi


Kemudian dari yang diketahui dan dari yang dilihat :

32

2.3 TEOREMA LIMIT


Jika diambil sembarang > 0 maka terdapat
= *1, 2+ sedemikian sehingga untuk semua
:




+

1 .
1
.
< .
+
. .
2
+1 2

= +
. <
2
+1 2

<

Sehingga terbukti lim

atau

33

2.4 BARISAN MONOTON


Definisi 2.4.1
Misalkan = ( ) barisan bilangan real. Kita dapat
mengatakan :
a) ( ) naik jika memenuhi ketaksamaan : 1 2
+1
b) ( ) turun jika memenuhi ketaksamaan :
1 2 +1
c) ( ) monoton jika ( ) naik atau ( ) turun.

34

2.4 BARISAN MONOTON


Contoh :
1)
Barisan naik : (1,2,3,4,); (1,2,2,3,3,3,4,4,4,4,);
(, 2 , 3 ,) jika > 1
2)
Barisan turun :
1 1 1
1
1 1 1
1
, , , , , ; , 1 , 2 , , 1 , ; (, 2 , 3 , , , )
1 2 3

1 2 2
2
jika 0 < < 1
3)
Barisan tak monoton :
+1, 1, +1, 1, , 1 +1 , ; (1, +2, 3, , 1 , )
4)
Barisan tak monoton tetapi akhirnya monoton :
1 1 1
7,6,1,2,3,4,5,6, ; (2,0, , , , )
2 3 4

35

2.4 BARISAN MONOTON


Teorema 2.4.2 Kekonvergenan monoton
Barisan bilangan real yang monoton, konvergen jika
dan hanya jika terbatas. Lebih jauh :
a) Jika X = ( ) adalah barisan naik terbatas maka
lim ( ) = sup ;

b)

Jika X = ( ) adalah barisan turun terbatas maka


lim ( ) = inf* ; +

Bukti a)
Diketahui
( ) naik dan terbatas maka +1 , dan
, M = batas atas.

36

2.4 BARISAN MONOTON


Misalkan = sup* ; n + maka
Jika diberikan > 0

< < +
< <
| | <
Dari ketaksamaan diatas dapat dilihat bahwa :
lim ( ) = = sup ;

37

2.4 BARISAN MONOTON


Bukti b)
Dimisalkan jika Y = ( ) barisan turun terbatas maka
X = = = ( ) barisan naik terbatas
Pada bukti a) telah ditunjukkan bahwa
lim ( ) = sup ; = lim ( )

= sup ; = inf* ; +
Analog : = = = ( )
lim ( ) = lim ( ) = inf ;

= inf* ; +
Dari persamaan diatas dapat dilihat bahwa lim ( ) =
inf* ; +

38

2.5 SUBBARISAN
Definisi 2.5.1
Misalkan = ( ) adalah barisan bilangan real dan
misalkan (indeks n) 1 < 2 < < adalah barisan
bilangan real monoton naik. Maka barisan = ( )
diberikan oleh (1 , 2 , , , ) disebut subbarisan
dari .

39

2.5 SUBBARISAN
Contoh :

Misalkan =

1 1 1
1 2 3

= * , , , + maka beberapa

contoh subbarisan dari X adalah


=
2
=

1 1 1
, , ,
2 4 6

1
2

1 1 1
, , ,
1 3 5

1
21

dimana 1 = 1, 2 =

1
2!

dimana 1 = 2, 2 =

3, , = 2 1

1 1 1
, , ,
2! 4! 6!

24, , = 2!

dimana 1 = 2, 2 = 4, , =

40

2.5 SUBBARISAN
Contoh yang bukan merupakan subbarisan dari X
1 1 1 1 1 1
1
1
1
adalah , , , , , , dan , 0, , 0, , 0,
2 1 4 3 6 5

Teorema 2.5.2
Jika barisan bilangan real = ( ) konvergen ke
bilangan real x maka setiap subbarisan = ( )
dari X juga konvergen ke x.
Bukti
Diketahui maka untuk sembarang > 0
terdapat K untuk setiap memenuhi : <
.

41

2.5 SUBBARISAN
Karena subbarisan mempunyai indeks 1 < 2 < <
adalah barisan naik maka berlaku
artinya terdapat k untuk semua sedemikian
sehingga < untuk sembarang > 0. Jadi
dapat diambil kesimpulan

42

2.5 SUBBARISAN
Teorema 2.5.3
Misalkan = ( ) adalah barisan bilangan real maka
pernyataan-pernyataan berikut ekivalen :
i.
= ( ) tidak konvergen ke
ii.
terdapat 0 > 0 sehingga untuk setiap
maka terdapat sedemikian sehingga
dan 0 .
iii.

terdapat 0 > 0 dan subbarisan X = ( ) dari


sehingga 0 untuk semua .
43

2.5 SUBBARISAN
Bukti keekivalenan
) ) : pernyataan ii) akan mengarah ke
pernyataan iii)
Misalkan 0 seperti penyataan ii) dan
1 , 1 1 dan 1 0
2 , 2 1 dan 2 0
3 , 3 1 dan 3 0
dst. Hingga didapatkan subbarisan = dari X
sehingga 0 untuk semua .
44

2.5 SUBBARISAN
Bukti keekivalenan
) ) : pernyataan iii) akan mengarah ke
pernyataan i)
Misalkan mempunyai subbarisan =
memenuhi kondisi iii) maka X tidak dapat konvergen
ke x. kenapa? Karena syarat untuk konvergen sesuai
teorema 2.5.1.

45

2.5 SUBBARISAN
Kriteria Divergen
Jika barisan = ( ) mempunyai sifat :
i.
= ( ) mempunyai subbarisan = ( ) dan
" = ( ) yang mempunyai limit yang tidak
sama.
ii.
tidak terbatas
Maka = ( ) divergen.

46

2.5 SUBBARISAN
Contoh :
1) Barisan = (1) divergen
Bukti :
Ambil = , = 2 , . = adalah subbarisan
dari karena untuk setiap = 2, , belaku :
1 < 2 < < < , indeks monoton naik dan .
lim = lim ( 1 ) = 1 , = 2 , .

lim

Ambil X = , = 2, 1 , . = adalah
subbarisan dari karena untuk setiap = 2 1, , belaku :
1 < 2 < < < , indeks monoton naik dan .
lim = lim ( 1 ) = 1 , = 2 1 , .
Karena

lim maka Barisan = (1) divergen.

47

2.5 SUBBARISAN
Contoh lain : dikerjakan sendiri

2) Barisan

1
1
1
(1, , 3, , 5, , )
2
4
6

48

2.5 SUBBARISAN
Teorema 2.5.4 Subbarisan Monoton
Jika = ( ) adalah suatu barisan bilangan riil, maka
ada subbarisan dari yang monoton.
Bukti
Karena subbarisan merupakan himpunan bagian dari
barisan maka :
Misalkan suku ke dari adalah suatu puncak,
jika untuk semua sehingga (artinya
nilai tidak pernah melebihi barisan)
49

2.5 SUBBARISAN
Catat, bahwa untuk barisan yang turun, setiap nilai
adalah puncak :
1 > 2 > 3 > >
,
>
Sedangkan untuk barisan naik
1 < 2 < 3 < <
,
>
Jadi tidak ada puncak.
Berdasarkan catatan diatas kita dapat melanjutkan
pembuktian dengan menganggap sebagai 2 kasus :
50

2.5 SUBBARISAN
Kasus 1. X mempunyai tak hingga banyak puncak.
Misalkan kita daftar puncak dengan indeks naik,
1 , 2 , 3 , . Karena setiap nilai adalah puncak maka :
1 2 3
Sehingga, subbarisan ( ) dari puncak adalah
subbarisan turun dari .
Kasus 2. X mempunyai berhingga (bisa nol) banyak
puncak.
Misalkan nilai puncak dapat kita tuliskan dengan indeks
naik, 1 , 2 , 3 , . Misalkan 1 = + 1 adalah indeks
pertama melebihi puncak terakhir. Karena 1 bukan
merupakan puncak, maka

51

2.5 SUBBARISAN
ada 2 > 1 sedemikian sehingga 1 < 2 , karena
2 bukan puncak maka ada 3 > 2 sedemikian
sehingga 2 < 3 , karena 3 bukan puncak maka
ada 4 > 3 sedemikian sehingga 3 < 4 , dst.
Sehingga kita mendapatkan subbarisan naik ( )
dari . Ilustrasinya :

dst

+1=1

52

2.6 TEOREMA BOLZANO WEIERSTRASS


Teorema 2.6.1 Teorema Bolzano Weierstrass
Suatu barisan bilangan rii yang terbatas mempunyai
subbarisan yang konvegen.
Bukti
Dari teorema 2.5.4, = ( ) adalah suatu barisan
maka subbarisan = ( ) monoton. Karena
barisan terbatas merupakan himpunan bagian dari
barisan maka subbarisan dari barisan terbatas juga
monoton. Dari teorema 2.4.2 teorema kekonvergenan
monoton (barisan monoton konvergen jika barisan
tersebut terbatas) maka subbarisan dari barisan
terbataas juga konvergen.

53