Você está na página 1de 18

Hand Out Pertemuan ke-12

ANNELIDA

FORCEP RIO INDARYANTO, SPi

PROGRAM STUDI PERIKANAN


FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
• Annelida berasal dari bahasa latin, yaitu annelus = cincin
kecil dan oidos = lunak. Jadi annelida adalah cacing yang
berbentuk seperti cincin-cincin kecil yang diuntai
• Ciri khasnya adalah tubuh terbagi menjadi ruas-ruas yang
sama sepanjang sumbu anterior posterior
• Bagian tubuh paling anterior disebut prostomium bukan
suatu ruas dan pada ujung posterior disebut pigidium,
terdapat anus
• Segmentasi tidak hanya membagi otot daging tubuh saja,
juga menyekat rongga tubuh atau coelum dengan sekat
yang disebut septum, tiap septum terdiri dari 2 lapis
peritoneum
KELAS POLYCHAETA
• Morfologi
• Berasal dari bahasa yunani, yaitu poly =
banyak dan chaeta = sikat
• Hidup di laut, beberapa mempunyai toleransi
terhadap salinitas rendah dan telah beradaptasi
hidup di air payau dan air tawar
• Umumnya berukuran panjang 5 – 10 cm
dengan diameter 2 – 10 mm
• Morfologi dan anatomi sangat beragam
KELAS POLYCHAETA
• Fisiologi
• Cara makan bermacam-macam sesuai dengan kebiasaan hidupnya
• Mangsa terdiri atas berbagai avertebrata kecil yangn ditangkap dengan
pharinx yang dijulurkan. Pharinx biasanya terdapat rahang khitin
• Penyaring endapan atau deposit feeder secara langsung dapat menelan
pasir, bahan organik dicerna dan partikel mineral dikeluarkan bersama
sisa pencernaan melalui anus, secara tidak langsung butiran-butiran
makanan terperangkap dalam lendir tentakel dan kenudian dijilat oleh
bibir sekitar mulut
• Penyaring makanan atau filter feeder, menghuni lubang atau selubung,
tidak mempunyai pharinx, kepala dilengkapi radiole untuk menyaring
detritus dan plankton
KELAS POLYCHAETA
• Reproduksi
• Reproduksi aseksual terjadi secara pertunasan atau pembelahan
• Reproduksi seksual biasanya dioecious. Pada dasarnya hampir
semua ruas menghasilkan gamet namun pada beberapa jenis hanya
pada ruas tertentu saja
• Biasanya gamet dikeluarkan ke dalam rongga tubuh hingga
mencapai kematangan
• Beberapa jenis bersifat hermaprodit. Biasanya ruas abdomen
anterior menghasilkan telur dan bagian posterior menghasilkan
sperma namun ada jenis yang menghasilkan telur dan sperma pada
ruas yang sama
• Umumnya telur melayang sebagai plankton. Namun ada beberapa
jenis yang membungkus sekelompok telurnya dalam lendir dan
melekatkannya pada substrat
KELAS POLYCHAETA
• Nilai ekonomis dan peran dalam perairan
– Merupakan makanan alami yang baik bagi udang
windu, menjadikan warna udang lebih cemerlang,
berarti meningkatkan mutu udang
– Diperdagangkan untuk akuarium laut karena
keindahannya yang berbentuk seperti bunga dengan
warna seperti burung merak
– Merugikan karena sering membuat lubang dalam
cangkang mollusca terutama dalam cangkang tiram dan
akibatnya menurunkan harga tiram di pasaran
– Merupakan ektoparasit penghisap darah inang dengan
menusukkan stylet dan memompanya dengan pharinx
KELAS AEOLOSOMATA
• Morfologi
– Terdapat semacam clitelum yang terdiri atas kelenjar
ventral
– Merupakan cacing yang sangat kecil, masing-masing
zooid berukuran 1 – 10 cm
– Hidup dalam lingkungan inter stisial air payau dan air
laut
– Pada permukaan ventral terdapat cilia sebagai alat
gerak
– Jumlah ruas sedikit, septa tidak sempuna
– Pada ruas tubuh terdapat semacam cetae panjang
KELAS AEOLOSOMATA

• Reproduksi
– Reproduksi aseksual dengan pertunasan,
membentuk rangkaian zooid
– Reproduksi seksual, semua hernaprodit. Hanya
terdapat sebuah ruas yang mengandung ovari
dan dalam ruas yang di anterior dan
posteriornya terdapat testis
KELAS CLITELLATA
SUB KELAS OLIGOCHAETA
• Morfologi
– Dikenal dengan cacing tanah dan tubifex
– Banyak terdapat di air tawar beberapa di laut, air payau dan
darat. Umumnya pada daerah dangkal yang kurang dari 1 m
dan membuat lubang dalam lumpur
– Dalam bahasa yunani oligos = sedikit dan chaete = sikat
– Secara fungsional dan fisiologis terbagi menjadi 2 tipe,
yaitu; mikrodrile = spesies akuatik, berukuran 1 – 30 mm,
dinding tubuh tipis, agak transparan dan tipe megadrile =
spesies darat, dinding tubuh tebal, berukuran 5 – 30 cm
KELAS CLITELLATA
SUB KELAS OLIGOCHAETA

• Fisiologi
– Umumnya mendapat makanan dengan cara menelan
substrat, dimana bahan organik melalui saluran
pencernaan akan dicerna, kemudia tanah beserta sisa
pencernaan dibuang melalui anus
– Adakalanya makanan terdiri atas ganggang filamen,
diatom dan detritus
– Hampir semua bernapas dengan difusi melalui seluruh
permukaan tubuh
– Sistem peredaran darah polychaeta
KELAS CLITELLATA
SUB KELAS OLIGOCHAETA
• Reproduksi
– Semua hermaprodit dengan gonad yang jelas
– Pada jenis akuatik biasanya terdapat sebuah ruas berisi ovari dan
sebuah ruas lainnya berisi testis, ruas betina terletak di belakang
ruas jantan
– Reproduksi seksual melibatkan 2 ekor cacing, pada waktu
perkawinan terjadi pertukaran sperma yang disimpan dalam
spermatika
– Telur dikeluarkan dari gonophore betina dan diluncurkan ke arah
clitelum dimana terdapat dinding kokon
– Reproduksi aseksual terutama naididae dengan cara pembelahan
transversal menjadi 2 bagian atau lebih
KELAS CLITELLATA
SUB KELAS OLIGOCHAETA

• Nilai ekonomis dan peran dalam perairan


– Sebagai makanan ikan hias dengan sebutan
cacing rambut atau cacing sutera
– Seringkali merupakan inang perantara beberapa
parasit ikan
– Hidup di sungai yang tercemar dan saluran
pembuangan dari pemukiman
KELAS CLITELLATA
SUB KELAS BRANCHIOBDELLIDA
• Morfologi
– Berukuran 1 – 12 cm
– Tubuh terdiri atas 14 – 16 ruas, 4 ruas pertama tumbuh
menyatu menjadi kepala
– Tidak mempunyai cetae, pada rongga mulut terdapat 2
buah gigi
– Beberapa ruas posterior tumbuh menjadi alat penghisap
untuk menempel pada inang
– Semua hidup sebagai ektoparasit atau komensal pada
insang atau permukaan tubuh udang-udangan
KELAS CLITELLATA
SUB KELAS HIRUDINEA
• Morfologi
– Biasa disebut lintah
– Mudah dikenal dari bentuknya yang khas yaitu
mempunyai 2 buah alat penghisap, anterior dan
posterior
– Tidak mempunyai parapodia maupun cetae tetapi
mempunyai klitelum yang menghasilkan kokon
– Bentuk tubuh pipih dorsoventral dan ujung posterior
seringkali meruncing
– Jumlah ruas sejati yaitu 34 buah, tetapi kehadiran ruas-
ruas semu eksternal atau anuli mengaburkan jumlah
dan bentuk ruas sejati
KELAS CLITELLATA
SUB KELAS HIRUDINEA
• Fisiologi
– Saluran pencernaan lengkap
– Mulut berhubungan dengan rongga mulut yang luas
yang dilengkapi dengan 2 macam alat pencernaan,
yaitu belalai dan pharinx berotot yang dilengkapi
rahang bergigi
– Belalai lintah mempunyai otot yang kuat dan bukaan
berbentuk segitiga
– Jenis yang tidak mempunyai belalai pada waktu makan
menempelkan alat penghisap anteriornya pada
permukaan tubuh mangsa dan menyayat kulit mangsa
dengan tepi rahangnya
KELAS CLITELLATA
SUB KELAS HIRUDINEA
• Fisiologi
– Di balakang rahang terdapat pharinx berotot sebagai
pompa
– Kelenjar ludah menghasilkan anti coagulan yang
disebut hirudin, berfungsi untuk mencegah pembekuan
darah mengsa
– Alat pencernaan lainnya adalah esophagus yang
oendek, perut yang panjang disertai pelebaran perut
(gastric caeca), usus, rektum yang pendek dan anus
dorsal
– Sebagian besar ektoparasit yang menghisap darah dan
jenis lainnya banyak yang predator dan atau pemakan
bangkai
KELAS CLITELLATA
SUB KELAS HIRUDINEA

• Reproduksi
– Semua lintah hermaprodit
– Telur dikeluarkan 2 hari atau beberapa bulan
setelah perkawinan
– Kokon diletakkan di substrat atau sedikit
dibenamkan dalam lumpur
– Panjang kokon antara 2 – 15 mm tergantung
spesiesnya
– Beberapa jenis lintah dapat mencapai umur 10
– 15 tahun
KELAS CLITELLATA
SUB KELAS HIRUDINEA

• nilai ekonomis dan peran dalam perairan


– Digunakan dalam pengobatan tradisional untuk
menyembuhkan bengkak, memar, dan bengkak
pada sakit gigi
– Di rawa-rawa dan sawah merupakan gangguan
kecil pada kerbau dan manusia
– Di kolam ikan menimbulkan mortalitas yang
tinggi terhadap anak ikan