Você está na página 1de 1

3

Patofisiologi
Appendicitis pada umumnya disebabkan oleh obstruksi dan infeksi pada appendix. B
eberapa keadaan yang dapat berperan sebagai factor pencetus antara lain saumbata
n lumen appendix oleh mucus yang terbentuk terus menerus atau akibat feses yang
masuk ke appendix yang berasal dari secum. Feses ini mengeras seperti batu dan d
isebut fecalith.
Adanya obstruksi berakibat mucus yang diproduksi tidak dapatdikeluarkan dan tert
imbun didalam lumen appendix. Obstruksi lumen appendix disebabkan oleh penyempit
n lumen akibat hyperplasia jaringan limfoid submukosa. Proses selanjutnya infeks
i kuman ke dinding appendix sehingga terjadi proses infeksi. Tubuh melekukan per
lawanan dengan meningkatkan pertahanan tubuh tehadap kuman-kuman tersebut. Prose
s ini dinamakan inflmasi. Jika proses infeksi dan inflamasi ini menyebar sampe d
inding appendix, appendix dapat rupture. Dengan ruptur, infeksi kuman tersebut a
kan menyebar mengenai abdomen, sehingga terjadi peritonitis. Pada wanita bila ku
man sampai ke organ pelvis, maka tuba fallopi dan ovarium dapat dapat ikut terin
feksi dan mengakibatkan obstruksi pada salurannya sehingga dapat terjadi inferti
litas. Bila terjadi infeksi kuman, tubuh akan membatasi proses adnexa, sehingga
terbentuk masa peri-appendicular. Di dalamnya dapat terjadi nekrosis jaringan be
rupa abses yang dapat mengalami perforasi. Apendix yang ruptur juga dapat menyeb
abkan bakteri masuk ke aliran darah sehingga terjadi septicemia.