Você está na página 1de 4

PENGAUDITAN I

Pertemuan III
Standar Pekerjaan Lapangan

Oleh:
Putu Megayanti (1206305078)

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS


UNIVERSITAS UDAYANA
REGULER
2014

A. Unsur-Unsur Standar Pekerjaan Lapangan


a. Standar Pertama
Standar pekerjaan lapangan pertama berbunyi :
Pekerjaan harus direncanakan sebaik-baiknya dan jika digunakan asisten
harus disupervisi dengan semestinya.
Penunjukan secara dini memungkinkan auditor merencanakan
pekerjaannya sedemikian rupa sehingga pekerjaan tersebut dapat dilaksanakan
dengan cepat dan efisien serta dapat menentukan seberapa jauh pekerjaan tersebut
dapat dilaksanakan sebelum tanggal laporan posisi keuangan (Standar Profesional
Akuntan Publik,SA Seksi 310:2011).
Supervisi mencakup pengarahan usaha asisten dalam mencapai tujuan
audit dan penentuan apakah tujuan tersebut tercapai. Unsur supervisi adalah
memberikan instruksi kepada asisten, tetap menjaga penyampaian informasi
masalah-masalah penting yang dijumpai dalam audit, me-review pekerjaan yang
dilaksanakan, dan menyelesaikan perbedaan pendapat di antara staf audit kantor
akuntan. Luasnya supervisi memadai dalam suatu keadaan tergantung atas banyak
faktor, termasuk komplesitas masalah dan kualifikasi orang yang melaksanakan
audit (Standar Profesional Akuntan Publik,SA Seksi 311:2011).
b. Standar Kedua
Standar pekerjaan lapangan kedua berbunyi :
Pemahaman memadai atas pengendalian intern harus diperoleh untuk
merencanakan audit dan menentukan sifat, saat, dan lingkup pengujian
yang akan dilakukan.
Dalam perencanaan auditnya, auditor harus mempertimbangkan sifat,
lingkup, dan saat pekerjaan yang harus dilaksanakan dan harus membuat suatu
program audit secara tertulis (atau set program audit tertulis) untuk setiap audit.
Program audit harus menggariskan dengan rinci prosedur audit yang menurut
keyakinan auditor diperlukan untuk mencapai tujuan audit. Bentuk program audit
dan tingkat kerinciannya sangat bervariasi sesuai dengan keadaan. Dalam
mengembangkan program audit, auditor harus diarahkan oleh hasil pertimbangan
dan prosedur perencanaan auditnya. Selama berlangsungnya audit, perubahan
kondisi dapat menyebabkan diperlukannya perubahan prosedur audit yang telah
direncanakan tersebut (Standar Profesional Akuntan Publik,SA Seksi 311:2011).

c.

Standar Ketiga
Standar pekerjaan lapangan ketiga berbunyi :
Bukti audit kompeten yang cukup harus diperoleh melalui inspeksi,
pengamatan, permintaan keterangan, dan konfirmasi sebagai dasar memadai
untuk menyatakan pendapat atas laporan keuangan yang diaudit.
Sebagian besar pekerjaan auditor independen dalam rangka memberikan
pendapat atas laporan keuangan terdiri dari usaha untuk mendapatkan dan
mengevaluasi bukti audit. Ukuran keabsahan (validity) bukti tersebut untuk tujuan
audit tergantung pada pertimbangan auditor independen; dalam hal ini bukti audit
(audit evidence) berbeda dengan bukti hukum (legal evidence) yang diatur secara
tegas oleh peraturan yang ketat. Bukti audit sangat bervariasi pengaruhnya
terhadap kesimpulan yang ditarik oleh auditor independen dalam rangka
memberikan pendapat atas laporan keuangan auditan. Relevansi, obejktivitas,
ketepatan waktu, dan keberadaan bukti lain yang menguatkan kesimpulan,
seluruhnya berpengaruh terhadap kompetensi bukti (Standar Profesional Akuntan
Publik, SA Seksi 326:2011).

B. Tahap-Tahap Pelaksanaan Pekerjaan Lapangan


Proses audit terdiri dari enam tahap (Zamzami, Faiz:2010), yaitu:
1) Persiapan Penugasan Audit
Persiapan penugasan audit adalah proses awal yang dilaksanakan pada
proses audit. Dalam tahap ini dimulai dengan penunjukan tim yang akan terlibat
dalam suatu penugasan oleh Satuan Audit Internal. Hal ini dilakukan dengan tujuan
agar tim yang akan melaksanakan tugas di suatu unit mempunyai payung hukum
yang kuat bahwa tim tersebut melaksanakan audit atas perintah dari atas dan bukan
karena kehendak pribadi.
2) Survey Audit Pendahuluan
Survey pendahuluan merupakan proses yang bertujuan untuk
mendapatkan pemahaman yang mendalam mengenai risiko dari suatu unit yang
akan diperiksa. Terdapat dua klasifikasi utama dari teknik-teknik audit pada tahap
survey pendahuluan, yaitu yang berkaitan dengan langkah-langkah survey

pendahuluan di kantor unit auditor internal (on desk/off site audit), dan di lokasi
unit yang diaudit (on site audit).
3) Pelaksanaan Pengujian
Pada tahap pelaksanaan pengujian ini auditor perlu mencari bukti yang
akan menguatkan informasi yang diperoleh pada survey pendahuluan tersebut.
Bukti audit yang cukup, kompeten, relevan dan catatan lainnya.
4) Penyelesaian Penugasan Audit
Penyelesaian penugasan audit ini merupakan tahapan terakhir dari proses
pekerjaan lapangan. Dalam tahap ini auditor mematangkan berbagai temuan yang
telah dirangkum selama proses pekerjaan lapangan. Di sini auditor memperoleh
keyakinan yang memadai bahwa temuan yang dirangkumnya telah dijalankan
sesuai prosedur, obyektif dan independen.
5) Pelaporan hasil audit
Laporan hasil audit ini merupakan media untuk menyampaikan
permasalahan serta temuan berikut dengan rekomendasi yang terdapat dalam suatu
unit kepada manajemen unit tersebut.
6) Pemantauan tindaklanjut
Tindak lanjut dilaksanakan berdasarkan kesepakatan yang telah disetujui
oleh auditee terkait dengan pelaksanaan rekomendasi yang telah diberikan.