Você está na página 1de 7

Artikel tentang Teori Darwin, dan Tanggapan siswa

Sysyana Citra R.
XII IPA 2
Teori Darwin
Telah banyak pemikiran tentang evolusi tercetus, namun yang paling fenomenal
adalah teori dari Charles Darwin. Pada 1859, Charles Darwin menerbitkan buku berjudul
On the Origin of Species by Means of Natural Selection or the Preservation of Favoured
Races in Th e Struggle for Life. Dalam bukunya ditekankan untuk bertahan hidup agar
tidak punah perlu perjuangan untuk hidup. Teori evolusi Darwin merupakan teori yang
didasar atas fakta hasil observasi baik dari lingkungan sekitar maupun dari peristiwa
alam.
Gagasan Charles Darwin dan Alfred Wallace tentang evolusi ditandai adanya 3
observasi dan 2 kesimpulan yaitu:

Observasi 1: Bila tidak ada tekanan dari lingkungannya, makhluk hidup cenderung
memperbanyak diri seperti deret ukur.

Observasi 2: Dalam kondisi lapangan, meskipun anggota populasi sering berubah dalam
jangka waktu panjang, besarnya populasi tetap.

Observasi 3: Tidak semua anggota spesies adalah sama, artinya terjadi variasi dalam
spesies.
Kesimpulan 1: Tidak semua telur dan sperma dapat menjadi zigot. Tidak semua zigot
menjadi dewasa. Tidak semua makhluk dewasa dapat bertahan dan mengadakan
reproduksi. Untuk dapat bertahan perlu perjuangan.

Kesimpulan 2: Dalam perjuangan hidup, varian yang baik akan menikmati hasil
kompetisi terhadap varian lain. Varian tersebut akan berkembang menjadi lebih banyak
dan akan mempunyai keturunan secara proporsional.
Asal mula spesies telah dipermasalahkan dengan pengertian apa yang dinamakan
spesies (baru) terjadi melalui seleksi alam, dan lingkungan hidup telah diperhitungkan.
Tahap berikutnya, ia mengemukakan teori yang dapat menjelaskan mengapa spesies
berubah. Ia mencatat bahwa ada waktu di mana organisme berjuang untuk tetap hidup

(survive). Teorinya tidak hanya menjelaskan mengapa spesies berubah, tetapi juga
mengapa mereka (burung finch) berjuang untuk hidup.
Perjuangan untuk hidup (struggle for existence), menghasilkan adaptasi ciri-ciri
atau karakter terbaik yang dapat memungkinkan organisme tersebut survive kemudian
menurunkan ciri-ciri tersebut ke-off spring dan secara otomatis meningkatkan frekuensi
dari satu generasi ke generasi berikutnya. Sementara kenyataan lain menunjukkan bahwa
lingkungan tidak pernah tetap, tetapi selalu berubah-ubah dari waktu ke waktu.
Gagasan

evolusi

yang

dicetuskan

Charles

Darwin

diilhami

beberapa

pendahulunya, antara lain Erasmus, kakek Charles Darwin; Thomas Robert Malthus, ahli
ekonomi; Charles Lyell, ahli geologi; dan Jean Baptista Lamarck. Pada dasarnya teori
Darwin dapat dibedakan atas dua hal pokok yaitu konsep tentang perubahan evolutif dan
konsep mengenai seleksi alam. Dalam hal ini Darwin menolak pendapat bahwa makhluk
hidup adalah produk ciptaan yang tak dapat berubah. Makhluk hidup yang sekarang
adalah produk dari perubahan sedikit demi sedikit dari nenek moyang/dari makhluk asal
yang berbeda dengan yang sekarang. Selanjutnya seleksi alam yang menuntun terjadinya
perubahan

tersebut.

Konsep perubahan secara evolusi dari makhluk hidup merupakan kesimpulan


Darwin dari adanya fosil-fosil yang ditemukan pada permulaan abad 19. Apa yang
ditemukan tersebut berbeda dengan makhluk yang ada sekarang dan walaupun tidak
sepenuhnya meyakinkan, fosil pada lapisan berbeda. Berbeda pula dari lapisan satu ke
lapisan berikutnya, terlihat adanya perubahan berkesinambungan, meskipun tidak
sepenuhnya dan hanya lokasi tertentu. Darwin telah menghabiskan waktu sekitar 20
tahun untuk mengumpulkan data lapangan yang kemudian disusunnya dalam suatu
deretan fakta yang sangat banyak.
Fakta tersebut menunjukkan dengan jelas bahwa sesungguhnya evolusi terjadi di
lingkungan makhluk hidup, dan atas dasar fakta tersebut Darwin merumuskan
wawasannya tentang seleksi alam, dengan mengemukakan dua makna wawasan yaitu
adanya evolusi organik dan evolusi organik terjadi karena peristiwa seleksi alam.

1. Fakta yang menjadi dasar Teori Seleksi Alam Darwin yang dikenal sebagai prinsip
seleksi alam Darwin.
a. Fertilitas makhluk hidup yang tinggi. Oleh karena tingkat kesuburan makhluk
hidup yang tinggi, maka apabila tidak ada hambatan atas perkembangbiakan suatu spesies
dalam waktu singkat seluruh dunia tidak akan mampu menampungnya. Akan tertapi
kenyataan yang terjadi tidaklah demikian.
b. Jumlah individu secara keseluruhan hampir tidak berubah. Sekalipun tingkat
kesuburan tinggi namun pada kenyataannya jumlah individu tidak melonjak tanpa
terkendali. Nampaknya ada faktor lain yang membatasi dan mengatur pertambahan
jumlah individu suatu spesies di satu tempat. Faktor-faktor pembatas dan yang mengatur
jumlah individu itulah yang menyebabkan individu-individu berhasil tetap hidup,
sekalipun banyak individu turunan yang dihasilkan, tetapi banyak juga yang mati.
c. Perjuangan untuk hidup Supaya dapat tetap hidup setiap makhluk hidup harus
"berjuang" baik aktif maupun pasif. Pada umumnya perjuangan untuk hidup terjadi
karena adanya persaingan, baik antar individu se-spesies ataupun yang berlainan spesies;
pemangsaan, termasuk parasitisme; perjuangan terhadap alam lingkungan yang tidak
hidup seperti iklim, dan lain-lain.
d. Keanekaragaman dan hereditas makhluk hidup baik tumbuhan maupun hewan
sangat beraneka ragam. Keanekaragaman tersebut antara lain berkenaan dengan struktur,
tingkah laku, maupun aktivitas. Keanekaragaman terlihat mulai dari tingkat
antarfilum/antardivisi, antarklas sampai dengan antarindividu se-spesies bahkan
antarindividu seketurunan. Tidak sedikit ciri yang menyebabkan keaneragaman tersebut
diturunkan pada generasi berikutnya, artinya dari generasi ke generasi selalu terdapat
keanekaragaman bahkan karena berbagai sebab keanekaragaman tersebut bertambah luas.
Adanya keanekaragaman itulah yang menyebabkan keberhasilan "perjuangan untuk
hidup" tidak sama antar satu individu dengan lainnya. Dalam hal ini ada individu yang
tidak mustahil jauh lebih berhasil dari yang lainnya.
e. Seleksi alam. Kenyataan terdapatnya keberhasilan "perjuangan untuk hidup"
yang tidak sama antar individu disebabkan ada individu yang lebih sesuai karena
memiliki ciri-ciri yang lebih sesuai dari yang lainnya. Individu yang lebih sesuai inilah
yang lebih berhasil dalam "perjuangan untuk hidup". Individu yang lebih berhasil yang

mempunyai peluang lebih besar untuk melanjutkan keturunan dan sekaligus mewariskan
ciri-cirinya pada generasi turunannya. Sebaliknya individu yang kurang berhasil lama
kelamaan akan tersisih dari generasi ke generasi.
f. Lingkungan yang terus berubah. Dalam situasi lingkungan yang terus
mengalami perubahan, makhluk hidup harus terus menerus mengadakan penyesuaian
melalui "perjuangan untuk hidup" yang tiada hentinya. Artinya peristiwa seleksi alam
berlangsung tiada hentinya dan sebagai akibatnya pada generasi tertentu akan muncul
individu yang memiliki ciri-ciri yang semakin adaptif, serta spesifik bagi situasi
lingkungannya.
2. Evolusi Organik terjadi karena peristiwa seleksi alam.
Makna utama wawasan Darwin dalam teori ini adalah bahwa evolusi organik
memang terjadi, dan bahwa evolusi organik tersebut terjadi karena peristiwa seleksi alam.
Dalam hubungannya dengan teori seleksi alam Darwin, terdapat kesan yang cukup kuat
bahwa peristiwa seleksi alam adalah sebab utama terjadinya evolusi. Di samping itu
peristiwa seleksi alam diartikan sebagai suatu perjuangan langsung antar individu sespesies ataupun antarspesies.
Munculnya teori seleksi alam Darwin ternyata menimbulkan banyak kontroversi
di kalangan para ahli biologi. Di samping itu pula mendapatkan reaksi keras dan
tantangan. Sejak semula teori seleksi alam Darwin ini ditafsirkan secara keliru sebagai
teori yang memperkenalkan bahwa manusia berasal dari kera. Reaksi dan tantangan
masih berkelanjutan hingga sekarang dan menjadi demikian kacaunya karena reaksi
agama dan sebagainya.. Dalam hal ini makna wawasan Darwin telah dipertentangkan
dengan ajaran agama atas dasar persepsi yang salah. Oleh karena itu peluang munculnya
pemikiran yang jernih atas teori seleksi alam Darwin berkurang atau hilang sama sekali
dan pada akhirnya menutup kemungkinan ditemukannya manfaat terapan dari teori
tersebut.
Sangat boleh jadi diantara kita tidak sedikit yang masih mempunyai persepsi
keliru atas teori seleksi alam Darwin. Sesungguhnya makna wawasan Darwin adalah
berkenaan dengan kedua makna yang telah disebutkan sebelumnya dan sama sekali tidak
memperkenalkan ajaran yang menyatakan bahwa manusia berasal dari kera. Namun

demikian, sebagai suatu teori keilmuan yang berkenaan dengan perkembangan


(perubahan) makhluk hidup, pada kenyataannya teori seleksi alam Darwin telah
mengalami perkembangan dan penyempurnaan. Hasil dari pengembangan dan
penyempurnaan tersebut telah melahirkan teori atau paham baru tentang seleksi alam
yang lebih dikenal dengan Neo Darwinisme.
------Tanggapan saya
Melihat dari ulasan yang saya peroleh dari internet website Koran Jakarta
tersebut, mereka mengungkapkan bahwa tidak ada kesalahan dengan teori tersebut,
mereka juga menulis bahwa teori Darwin ini telah melalui riset yang panjang sampai
akhirnya Darwin berhasil menerbitkan dua buah buku.
Secara tersirat, Darwin tidak percaya dengan paham creator atau penciptaan
(Tuhan) yang menciptakan makhluk hidup. Darwin lebih ke arah paham materialisme,
yaitu paham yang hanya bersandar pada materi yang tidak meyakini apa yang ada di balik
alam ghaib. Tidak meyakini alam ghaib berarti tidak meyakini adanya kekuatan yang
menguasai alam semesta ini. Dan hal ini secara otomatis menafikan adanya Tuhan
sebagai pencipta alam semesta. Karena menurut paham ini, alam beserta isinya berasal
dari satu sumber yaitu materi. Paham ini kebanyakan dianut oleh orang-orang yang
mengutamakan ilmu pengetahuan diatas segalanya daripada apapun.
Dari beberapa sumber yang saya baca, Darwin melakukan risetnya dengan
melalui beberapa ekspedisi yang membawanya pada pengamatan pada makhluk hidup.
Darwin tidak pernah menguji-nya secara khusus di laboratorium dengan menggunakan
berbagai perlakuan. Hal itu kemungkinan Darwin tidak mempunyai cukup waktu
(sebelum meninggal) untuk meneliti lebih jauh dan menguji hipotesa-nya.
Teori evolusi Darwin tidak mengulas tentang genetika (AND/ARN dan sel
makhluk hidup) yang notabene waktu itu belum diteliti dan belum ditemukan.
Dewasa ini, sudah berkembang berbagai disiplin ilmu, antara lain paleontology,
mikrobiologi, dan disiplin ilmu yang lain yang dapat menyanggah terori evolusi Darwin.
Sekarang, teori netral dan evolusi netral lebih bisa diterima oleh kalangan masyarakat.

Teori netral adalah teori yang menerangkan bahwa pada level molekul seleksi alam tidak
selalu bekerja. Bagian ADN atau protein yang bebas dari tekanan seleksi alam akan
mengalami evolusi netral. Evolusi netral adalah evolusi yang menghasilkan
keanekaragaman tanpa fungsi tertentu.
Sebenarnya teori Darwin tidak salah dan tidak juga sepenuhnya benar. Kala itu
Teori evolusi Darwin sangat menjadi rujukan karena belum adanya riset lebih lanjut,
apalagi tentang kemunculan sel hidup. Bahkan khusus untuk kemunculan sel hidup,
sampai sekarang para peneliti belum bisa menyimpulkan mengapa dan bagaimana
terjadinya sel hidup yang pertama. Bahkan, evolusionis berkebangsaan Turki Profesor Ali
Demirsoy, terpaksa memberikan pengakuan sebagai berikut: Sebenarnya, kemungkinan
terbentuknya sebuah protein dan asam nukleat (DNA-RNA)adalah di luar batas
perhitungan. Lebih jauh lagi, peluang munculnya suatu rantai protein adalahsedemikian
kecilnya sehingga bisa disebut astronomis,
Jika sebenarnya Teori Darwin sudah tidak dapat digunakan secara mentahmentah, seharusnya berbagai ahli harus mulai nengkaji-nya kembali agar tidak
menimbulkan polemik social. Apalagi adanya salah penafsiran tentang manusia berasal
dari kera. Jika itu dikatakan salah penafsiran, lalu kenapa saat dahulu mengambil sample
manusia? Kenapa tidak hewan selain manusia. Jika toh memang ada kesalahan penafsiran
saat itu, seharusnya ahli saat itu atau Darwin sendiri segera memberikan klarifikasi
tentang kekeliruan penafsiran yang terjadi dalam masyarakat.
Penggunaan teori evolusi pada buku pelajaran juga sedikit mengganggu, apalagi
bagi individu yang memeluk suatu agama. Pada beberapa buku, malah tidak dijelaskan
adanya teori netral yang notabene sudah sedikit jelas ke-absahan-nya karena dapat diuji
lewat ADN.
Demikian yang dapat saya ulas menurut apa yang saya ketahui dan beberapa
sumber pendek dari Harun Yahya. Kita mengakui sebagai umat beragama, bahwa Allohlah yang menciptakan kita sebagai individu, saling berpasang-pasangan, dan pasti akan
saling membawa manfaat satu sama lainnya. Namun semua kekuasaan Alloh tidaklah
dapat dijelaskan secara akal pikiran manusia.

Semoga ilmu pengetahuan terus berkembang dengan juga memperhatikan kondisi


masyarakat, dan hasil dari perkembangannya dapat digunakan untuk kebaikan umat
manusia secara unversla tanpa terjadi suatu perpecahan dan tendensi satu sama lain.