Você está na página 1de 2

NAMA : GALANG IHSAN

KELAS : XI IPS 3/11

Artikel Membangun Kerukunan Beragama dalam Kehidupan Sehari-hari


Kerukunan beragama dalam keanekaragaman budaya dan adat istiadat
sudah menjadi aset bangsa Indonesia yang harus terus tetap dijaga. Kita tahu
bahwa agama masyarakat Indonesia sangat beragam dan berbeda-beda. Di sisi lain,
perbedaan adalah budaya indonesia. Kita lihat perbedaan agama sebagai kekayaan
bangsa Indonesia dimana dengan perbedaan tersebut masyarakat dapat saling
menghargai atau menghormati satu sama lain dan memperkaya keimanan dan nilai
keagamaannya masing-masing. Perbedaan tidak perlu kita jadikan sebagai alasan
adanya sebuah pertentangan yang dapat merusak kerukunan umat beragama di
Indonesia. Namun kita harus menganggap perbedaan itu sebagai satu dorongan
untuk menciptakan ruang lingkup yang aman, nyaman dan jauh dari pertentangan.
Sepanjang serajarah kita bisa mengatasi itu. Kerena kita memiliki alternatif untuk
mempersatukan perbedaan tersebut dengan mengacu pada Pancasila dan Undangundang Dasar 1945. Dengan berbagai tatanan yang sistematis dan terinci di
dalamnya. Pancasila merupakan dasar negara yang mengatur tentang beragama
seperti pada sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa. Dari sila pertama kita tahu
bahwa kita berhak memeluk agama kita masing-masing. Dalam UUD 1945 diatur
dalam BAB XI AGAMA yaitu tepatnya pasal 29 ayat 1 Negara berdasar atas
Ketuhanan Yang Maha Esa dan pasal 29 ayat 2 Negara menjamin kemerdekaan
tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat
menurut agamanya dan kepercayaan itu.
Dilihat dari pasal di atas kita tahu bahwa, negara Indonesia membebaskan
masyarakatnya untuk memilih agamanya masing-masing tanpa ada unsur paksaan
dari pemerintah, kerena itu termasuk hak dan kewajiban kita masing-masing
sebagai masyarakat Indonesia yang berdasarkan Pancasila. Oleh karena itu kecil
kemungkinan masyarakat Indonesia untuk tidak memiliki agama. Karena hal itu
sudah jelas ada dalam dasar negara kita sendiri, yaitu Pancasila.
Berbagai kendala pun sering kita hadapi untuk menciptakan kerukunan beragama,
baik kendala dari luar maupun dari negeri kita sendiri. Masyarakat Indonesia selalu
yakin bahwa kendala yang ada dapat diatasi. Karena banyak kendala yang kita
hadapi, bangsa Indonesia juga memiliki banyak solusi untuk menyelesaikannya.
Dari berbagai pihak telah sepakat untuk saling toleransi agar terjadi kerukunan

beragama. Baik pihak dari golongan rakyat, pemerintah maupun organisasi dan
instransi tertentu, turut berpartisipasi dan berperan aktif dalam kehidupan
beragama.
Komunikasi antar sesama yang kondusif adalah tujuan utama dari kerukunan
beragama. Agar tercipta lingkungan yang nyaman dan jauh dari konflik perbedaan
agama. Manusia adalah makhluk sosial yang tidak bisa hidup sendiri. Kerukunan
beragamapun akan sangat membantu manusia sebagai makhluk sosial yang berarti
membutuhkan bantuan orang lain. Jadi, dengan rukunnya antar agama akan
mendorong interaksi yang baik dan saling menguntungkan. Dapat pula kita
menyambung tali silaturahmi antar sesama manusia. Dalam konteks sosial,
masyarakat dapat berinteraksi dengan siapapun tanpa adanya batasan agama. Jadi
kita saling berbaur tanpa memandang agama.
Di Indonesia tidak ada budaya saling menhina antar agama. Menjatuhkan,
menjelek-jelekan dan terjadi kekacauan antar agama. Karena Indonesia termasuk
negara yang menjaga adat istiadatnya dan saling bertoleransi dan menghormati
umat agama yang heterogen di Indonsia. Toleransi agama adalah sikap saling
menghargai tanpa adanya tekanan dalam hal beragama.
Kerukunan beragama bukan merupakan kebutuhan atau tuntutan dari pemerintah.
Itu merupakan kewajiban, yang lebih luasnya mengenai kemanusiaan. Karena
hidup rukun dan damai adalah kewajiban kemanusiaan dari diri setiap orang. Oleh
sebab itu, orang yang tidak menghargai atau tidak toleransi sesama umat beragama
berarti dia menolak kemanusiaan. Berdasarkan Pacasila kita harus memiliki agama
yang pasti. Oleh karena itu bangunlah kehidupan beragama dengan kerukunan dan
kedamaian antar umat beragama. Kerukunan beragama bertujuan untuk
menciptakan interaksi sosial yang baik dan merupakan kepentingan negara dalam
mewujudkan negara yang aman, damai dan nyaman.