Você está na página 1de 3

Cara Uji Kadar Oksigen Terlarut Pada Air Musi

Hari / Tanggal

: Selasa, 14 Oktober 2014

Tujuan

: Untuk menentukan beban pencemaran akibat buangan


penduduk atau dari limbah industri

Prinsip

:
Analisa BOD merupakan analisa empiris yang mencoba
mendekati secara global proses-proses mikrobiologis yang
benar-benar terjadi di dalam air. Pemeriksaaan BOD
didasarkan atas reaksi oksidasi zat organik dengan oksigen
di dalam air dan bakteri aerobik. Dasar pengukuran BOD
adalah selisih oksigen terlarut awal (DO 0) dengan oksigen
terlarut lims hari (DO5).

Bahan

: Air sungai musi

Alat

:
1. Buret
2. Botol BOD
3. Erlemeyer
4. Pipet ukur
5. Gelas ukur
6. Pipet volume
7. Balon hisap
8. Beaker glass
9. Inkubator (suhu 20oC pada saat pengujian)
10. Aerator

Reagensia

:
1. Natrium Tio Sulfat
2. Indikator amilum 2%
3. Larutan pengencer
1

4. MnSO4
5. NaOH-KI
6. H2SO4 1 : 5 N
Cara Kerja

:
1. Persiapan Benda Uji
o Sediakan contoh uji yang telah di ambil dengan metode
pengujian contoh uji kualitas air
o Apabila contoh uji diperkirakan mempunyai kadar BOD
tinggi, maka dilakukan pengenceran dengan larutan
pengencer BOD
o Larutan pengencer diaerasi dengan aerator selama 10 menit
o Masukkan ke dalam 2 botol BOD 100-300 ml sampai
meluap
o Tutup botol BOD dan hindari terjadinya turbulensi dengan
gelembung udara selama pengisian
2. Persiapan Pengujian
Siapkan peralatan dan bahan penunjang uji untuk pengujian
oksigen terlarut.
3. Prosedur Uji Kadar BOD
a. Periksa kadar oksigen terlarut nol hari dari salah satu botol
BOD yang berisi benda uji sesuai dengan metode pengujian
oksigen terlarut dalam air.
b. Simpan botol BOD yang berisi benda uji ke dalam lemari
pengeram bersuhu 20oC dan eramkan selama 5 hari
c. Periksa kadar oksigen terlarut lima hari sesuai metode
pengujian oksigen terlarut dalam air
d. Apabila contoh uji diencerkan, lakukan langkah nomor 3a
sampai 3c terhadap larutan pengencer untuk pengerjaan
blanko.
4. Pengujian Oksigen Terlarut
o Ambil contoh yang sudah disiapkan, tambahkan 0,5 ml
MnSO4 dan 0,5 ml NaOH-KI dengan ujung pipet tepat di
atas permukaan larutan.
2

o Tutup dengan segera dan homogenkan sampai terbentuk


gumpalan sempurna
o Biarkan gumpalan mengendap selama 5 menit sampai 10
menit
o Tambahkan 1 ml H2SO4 1 : 5 N tutup dan homogenkan
hingga endapan larut sempurna
o Pipet 50 ml dan masukkan ke dalam erlemeyer
o Titrasi dengan Natrium thio sulfat 0,025 N dengan indikator
amilum sampai warna biru tepat hilang
o Catat ml larutan Natrium thio sulfat yang digunakan.
Hasil

Perhitungan kadar DO/OT,


Oksigen terlarut , DO /OT (mg/ L)=

V x N x 8 x 1000
50

3,3 x 0,025 x 8 x 1000


50
= 13,2 mg/l

Kesimpulan

: Dari hasil kesimpulan diatas dapat disimpulkan bahwa hasil


oksigen terlarut adalah 13,2 mg/l.