Você está na página 1de 23

ANALISA KERENTANAN

BERDASARKAN INDEKS
KERENTANAN PESISIR (IKP) PADA
PESISIR KABUPATEN BLITAR

Oleh :

Usfuri Qorina Putri


4311100078

Kondisi Umum Wilayah Kabupaten Blitar

Kabupaten Blitar merupakan salah satu dari wilayah


Propinsi Jawa Timur yang terletak di kawasan Selatan,
berbatasan langsung dengan Samudera Indonesia.Secara
geografis, Kabupaten Blitar terletak diantara 111o 40 112o
10 Bujur Timur dan 7o 58 - 8o 9 51 Lintang Selatan.
Kabupaten Blitar berbatasan dengan tiga kabupaten lain.
Berikut ini adalah batas-batas wilayah Kabupaten Blitar :
Sebelah timur
: Kabupaten Malang
Sebelah barat
: Kabupaten Tulungagung dan
Kabupaten Kediri
Sebelah utara
: Kabupaten Kediri dan
Kabupaten Malang

Sebelah selatan

: Samudera Indonesia

Secara administratif Kabupaten Blitar terdiri dari 22


kecamatan. Dari ke-22 kecamatan tersebut, terdapat 4
kecamatan yaitu Kecamatan Bakung, Kecamatan Wonotirto,
Kecamatan Panggungrejo dan Kecamatan Wates yang
wilayahnya sebagian berada di pesisir pantai dan berbatasan
langsung dengan Samudera Hindia. Sehingga terdapat
ancaman bencana tsunami yang sewaktu-waktu dapat
menimpa Kabupaten Blitar.

DEFINISI BENCANA (DISASTER) DAN


ANCAMAN (HAZARD)
Bencana adalah peristiwa yang mengancam dan
mengganggu kehidupan serta penghidupan
masyarakat yang disebabkan oleh faktor alam
maupun ulah manusia dan menimbulkan
kerugian.
Selain itu bencana merupakan konsekuensi dari
pengelolaan resiko yang tidak tepat.
Ancaman (hazard) merupakan peristiwa yang
mempunyai potensi dapat menimbulkan
kerusakan, kehilangan jiwa manusia atau
kerusakan lingkungan.

POTENSI BENCANA ALAM DI KABUPATEN


BLITAR

Bencana Letusan Gunung Berapi


Kawasan yang berada di Blitar Utara khususnya
yang berda di sekitar Gunung Kelud dan sekitar aliran
lahar tentunya menjadi daerah yang paling terkena
dampak letusan gunung berapi dibanding wilayah
Kabupaten Blitar yg lain.
Bencana Tanah Longsor
Bencana ini rawan terjadi di wilayah pegunungan
dan perbukitan.
Bencana Banjir
Di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Brantas.

Bencana Angin Puyuh


Bencana Tsunami
Bencana ini pastilah mengancam wilayah pesisir
selatan Kabupaten Blitar yang memang letaknya
berbatasan langsung dengan Samudera Hindia.

ANALISA KERENTANAN
(VULNERABILITY) DI PESISIR
KABUPATEN BLITAR

Yang akan dibahas kali ini adalah kecamatan di


Kabupaten Blitar yg memiliki wilayah di pesisir
pantai yaitu Kecamatan Bakung, Kecamatan
Wonotirto, Kecamatan Wates dan Kecamatan
Panggungrejo.
Kerentanan (Vulnerability) merupakan suatu
kondisi dari suatu komunitas atau masyarakat
yang mengarah atau menyebabkan
ketidakmampuan dalam menghadapi ancaman
bahaya. (Triutomo, et al.)

Menurut (Kaiser, dan Doukais dalam Wahyudi, et al)


membagi kerentanan pantai menjadi empat ketagori,
yaitu rendah - sedang - tinggi dan sangat tinggi.
Pembagian tersebut didasarkan pada perhitungan
indeks kerentanan pantai dari enam variabel resiko
(1) kemiringan pantai
(2) penurunan tanah
(3) perubahan garis pantai
(4) geomorfologi
(5) tinggi gelombang dan
(6) tinggi pasang surut

kerentanan wilayah pantai terhadap ancaman


kerusakan yang terjadi ditentukan berdasarkan
pembobotan dari 6 variabel fisik dan 3 variabel social
yang didapat dari 6 data fisik dan 3 data social ,
antara lain :
Tinggi

Daratan
Tata Guna Lahan
Kerapatan Vegetasi
Kemiringan
Run Up Tsunami
Ketersediaan Fasilitas Umum
Kepadatan Penduduk
Rasio Jenis Kelamin
Jumlah Rumah Tangga Miskin

Indeks Kerentanan Pantai (IKP)

Dengan :
IKP : Indeks kerentanan pantai
CVI : Coastal Vulnerability Index
Variabel : sesuai dengan ancaman bencana

VARIABEL TINGKAT KERENTANAN


No

Kecamatan

Ketinggian (m)

Topograf

Bakung

160

Pegunungan Berbatu

Panggungrejo

242

Lereng

Wates

302,5

Pegunungan Berbatu

Wonotirto

387

Pegunungan Berbatu

Variabel

Ketinggian

Deskripsi

Klasifkasi

Skor

321 - 400

Tidak rentan

241 - 320

Sedikit rentan

161 - 240

Cukup rentan

81 - 160

Rentan

0 - 80

Sangat Rentan

VARIABEL TINGKAT KERENTANAN


No

Kecamatan

Tata Guna Lahan

Bakung

Hutan

Panggungrejo

Perkebunan

Wates

Perkebunan

Wonotirto

Perkebunan

Variabel

Penggunaan Lahan

Deskripsi

Klasifkasi

Skor

Hutan, batuan cadas

Tidak rentan

Semak Belukar

Sedikit rentan

Ladang

Cukup rentan

Kebun

Rentan

Pemukiman, Sawah

Sangat Rentan

VARIABEL TINGKAT KERENTANAN


No

Kecamatan

Luas Hutan (Ha)

Bakung

4645

Panggungrejo

1766

Wates

250

Wonotirto

436

Variabel

Kerapatan vegetasi

Deskripsi

Klasifkasi

Skor

3717 - 4645

Tidak rentan

2729 - 3716

Sedikit rentan

1859 - 2728

Cukup rentan

930 - 1858

Rentan

0-929

Sangat Rentan

VARIABEL TINGKAT KERENTANAN


Fasilitas

Fasilitas

Fasilitas

No

Kecamatan

Pendidikan

Kesehatan

Peribadatan

Pasar

total

Bakung

52

52

95

203

Panggungrejo

39

66

160

270

Wates

36

48

131

218

Wonotirto

41

61

167

273

Variabel

Ketersediaan fasilitas
umum

Deskripsi

Klasifkasi

Skor

0 55

Tidak rentan

56 110

Sedikit rentan

111 165

Cukup rentan

166 220

Rentan

221 275

Sangat Rentan

VARIABEL TINGKAT KERENTANAN


No

Kecamatan

Kemiringan

Bakung

1,62

Panggungrejo

1,59

Wates

1,83

Wonotirto

1,76

Variabel

Kemiringan Pantai

Deskripsi

Klasifkasi

Skor

>40 %

Tidak rentan

25-40 %

Sedikit rentan

15-25 %

Cukup rentan

2-15%

Rentan

0-2%

Sangat Rentan

VARIABEL TINGKAT KERENTANAN


No

Nama Kecamatan

Run-Up Tsunami (m)

Bakung

0,5

Panggungrejo

0,5

Wates

0,5

Wonotirto

0,5

Variabel

Deskripsi

Tsunami

Skor

Tidak rentan

0.75 2 m

Sedikit rentan

2. 6 m

Cukup rentan

6- 16 m

Rentan

> 16 m

Sangat Rentan

<0.75 m
Pembagian Kelas Run-Up

Klasifkasi

VARIABEL TINGKAT KERENTANAN


No

Kecamatan

Kepadatan Penduduk (Jiwa/Km2)

Bakung

228

Panggungrejo

345

Wates

347

Wonotirto

216

Variabel

Kepadatan Penduduk

Deskripsi

Klasifkasi

Skor

0 - 70

Tidak rentan

71 - 140

Sedikit rentan

141 - 210

Cukup rentan

211 - 280

Rentan

281 - 350

Sangat Rentan

VARIABEL TINGKAT KERENTANAN


No

Kecamatan

Rasio jenis Kelamin (%)

Bakung

96

Panggungrejo

99,36

Wates

99,89

Wonotirto

100,69

Variabel

Pembagian rasio jenis


kelamin

Deskripsi

Klasifkasi

Skor

<20 %

Tidak rentan

20-49%

Sedikit rentan

50-79%

Cukup rentan

80 -100%

Rentan

>100%

Sangat Rentan

VARIABEL TINGKAT KERENTANAN


No

Kecamatan

Jumlah Rumah Tangga Miskin

Bakung

6446

Panggungrejo

3692

Wates

10415

Wonotirto

6270

Variabel

Jumlah rumah tangga


miskin

Deskripsi

Klasifkasi

Skor

0 - 2100

Tidak rentan

2101 - 4200

Sedikit rentan

4201 - 6300

Cukup rentan

6301 - 8400

Rentan

8401 - 10500

Sangat Rentan

Setelah dilakukan penilaian penilaian terhadap variabel-variabel


terkait, maka selanjutnya adalah menghitung nilai atau
melakuakan skoring IKP terhadap 4 kecamatan tersebut.
No

Kecamatan

RT

TG

KV

FU

KP

SR

RM

skor

indeks

Bakung

28

3.11

Panggungrejo

31

3.44

Wates

34

3.78

Wonotirto

32

3.56

Keterangan:
RT : Run up Tsunami
T : Tinggi Daratan
TG : Tata Guna Lahan
KV : Kerapatan Vegetasi
FU : Fasilitas Umum
KP : Kepadatan Penduduk
SR : Sex Ratio/Rasio Jenis Kelamin
RM : Rumah tangga Miskin
K : Kemiringan

KESIMPULAN

Kecamatan yang memiliki kerentanan pesisir paling tinggi


adalah Kecamatan Wates dengan indeks kerentanan
sebesar 3,78.
Indeks Kerentanan Pesisir di atas di dapat dari 6 Variabel
Fisik antara lain Ketinggian rata-rata daratan, Tata Guna
Lahan, Run up Tsunami, Kerapatan Vegetasi, Kemiringan
dan Ketersediaan fasilitas Umum. Selain itu juga terdapat
3 variabel social ekonomi yaitu Kepadatan Penduduk,
Rasio jenis kelamin dan Jumlah rumah tangga miskin.
Hasil tingkat kerentanan dapat dilanjutkan untuk
mengetahui tingkat risiko akibat ancaman tsunami.

Cukup Sekian dan Terima


Kasih