Você está na página 1de 8

UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

[ALJABAR LINEAR 1]
JURUSAN MATEMATIKA
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA

SILABUS, 2014

Sampul silabus ini adalah foto yang diambil dari sampul buku Larson, L.,
Hostetler, R.P., & Edwards, B.H. 2005. College Algebra: A Graphing
Approach. Boston, MA: Houghton Mifflin Company.

Program Studi Matematika


Jurusan Matematika
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Universitas Negeri Makassar
ALJABAR LINIER 1
DOSEN PENGAMPU

: Drs. Rusli, M.Si.

STATUS : PNS

KANTOR

: Jur. Matematika FMIPA UNM

SKS

NO TELEPON

: 874151. HP: 08124270989

ALAMAT E-MAIL

: rusli.siman@gmail.com

:3

WAKTU KONSULTASI : DESKRIPSI MATAKULIAH


Mata kuliah ini adalah matakuliah wajib yang mencakup materi berikut ini:
Sistem Persamaan Linear dan Matriks, Determinan, Vektor-vektor di Ruang Berdimensi 2 dan
Ruang Berdimensi 3, dan Ruang-ruang Vektor Euclidean.
PRASYARAT
Pernah mengikuti matakuliah: Pengantar Dasar Matematika, Ilmu Bilangan, dan Aljabar Rendah
KOMPETENSI KURIKULUM
Mata kuliah ini adalah mata kuliah yang akan memfasilitasi mahasiswa untuk menguasai
wawasan Aljabar Linier 1 serta memahami kaitan konsep-konsep matriks dan vector dalam
system persamaan linier dan dalam bidang lain.
Kompetensi Utama:
Memberikan pengetahuan aljabar linear dari sudut pandang Sistem Persamaan Linear dan
Matriks, Determinan, Vektor-vektor di Ruang Berdimensi 2 dan Ruang Berdimensi 3..
Kompetensi Inti (Hasil Belajar yang akan Dicapai/Tujuan Mata kuliah):
Mahasiswa dapat menjelaskan/memahami konsep dan pengertian aljabar linear dan
menggunakan dalam memecahkan masalah.
MATERI
Rujukan Utama:
1. Anton, Howard. 2000, Aljabar Linear Elementer, Edisi Ketujuh, Jakarta: Erlangga.
Pendukung:
1. Meyer, Carl D. 2000, Matrix Analysis and Applied Linear Algebra.

POKOK BAHASAN
Pokok bahasan yang tercakup dalam mata kulian ini adalah sebagai berikut:
1. Sistem Persamaan Linear dan Matriks.
a.
Pengantar Sistem Persamaan Linear
b.
Eliminasi Gauss
c.
Matriks dan Operasi Matriks
d.
Invers; Aturan Aritmetika Matriks
e.
Matriks Dasar dan Metode untuk Mencari A-1
f.
Hasil-hasil Selanjutnya Mengenai Sistem Persamaan dan Keterbalikan
g.
Matriks-matriks Diagonal. Segitiga, dan Simetris
2. Determinan.
a.Fungsi Determinan
b.Menghitung Determinan dengan Penghilangan Baris
c.Sifat-sifast Fungsi Determinan
d.Perluasan Kofaktor; Aturan Cramer
3. Vektor-vektor dalam Ruang Berdimensi 2 dan Ruang Berdimensi 3
a. Pengantar Vektor (Geometris).
b. Norma Suatu Vektor; Aritmetika Vektor.
c. Hasil Kali Titik; Proyeksi.
d. Hasil Kali Silang.
e. Garis dan Bidang dalam Ruang Berdimensi 3
4. Ruang-ruang Vektor Euclidean
a.
Ruang Berimensi-n Euclidean
b.
Transformasi Linear dari Rn ke Rm
c.
Sifat-sifat Transformasi dari Rn ke Rm
RENCANA KURIKULUM MATA KULIAH
Silabus ini memuat 4 pokok bahasan untuk 14 16 minggu sebagaimana yang tertera dalam
tabel di bawah ini. Perkuliahan direncanakan secara fleksibel. Jika karena beberapa hal,
perkuliahan tidak terlaksana pada minggu tertentu, maka kegiatan mahasiswa akan dilaksanakan
sedemikian rupa sehingga materi perkuliahan tetap bisa dilanjutkan.
Minggu
ke1

Kurikulum
Mata Kuliah
a.
Pengantar Sistem
Persamaan Linear
b.

Eliminasi Gauss

a.

Matriks dan

Tujuan yang akan Dicapai


Memperkenalkan beberapa terminologi
dasar dan mendiskusikan suatu metode
untuk menyelesaikan sistem persamaan
linear.
Memberikan suatu prosedur sistematis
untuk menyelesaikan system persamaan
linear; ini didasarkan pada gagasan
mereduksi matriks yang diperbesar
menjadi bentuk yang cukup sederhana
sehingga system persamaan tersebut bisa
diselesaikan dengan mencongak.
Meninjau susunan-susunan seperti itu

Operasi Matriks.

b.

Invers; Aturan
Aritmetika Matriks

a.

Matriks Dasar dan


Metode untuk Mencari
A-1

b.

Hasil-hasil
Selanjutnya Mengenai
Sistem Persamaan dan
Keterbalikan

a. Matriks-matriks
Diagonal. Segitiga, dan
Simetris

a.

b.

Fungsi Determinan

Menghitung
Determinan dengan
Penghilangan Baris

dengan susunan bilangan itu sendiri


srbagai objeknya dan mengembangkan
beberapa sifat-sifat susunan bilangan
tersebut untuk digunakan dalam tugastugas kita selanjutnya.
Melihat bahwa banyak aturan dasar
aritmetika untuk bilangan-bilangan real
juga berlaku untuk matriks tetapi ada
beberapa yang tidak.
Mengembangkan suatu algoritma
untuk mencari invers suatu matriks yang
bisa dibalik, dan kita akan mendiskusikan
sifat-sifat dasar matriks-matriks yang
dapat dibalik.
Menyusun hasil yang lebih banyak
mengenai system persamaan linear dan
ketrbalikan matriks. Hal akan membawa
kita ke suatu metode yang sama sekali
baru untuk menyelesaikan n persamaan
dalam n peubah.
Meninjau kelas-kelas matriks tertentu
yang mempunyai bentuk khusus. Matriksmatriks yang akan kita telaah dalam
bagian ini adalah matriks-matriks yang
paling penting dalam aljabar linear, dan
matriks-matriks ini akan muncul dalam
banyak situasi yang berbeda dalam buku
teks ini.
Menelaah fungsi determinan, yang
merupakan suatu fungsi bernilai-real dari
suatu peubah matriks dalam pengertian
bahwa fungsi tersebut menghubungkan
suatu bilangan real f(x) dengan suatu
matriks X. Apa yang akan kita lakukan
dalam fungsi-fungsi determinan akan
mempunyai penerapan penting pada teori
system persamaan linear dan juga akan
membawa kita pada suatu rumus eksplisit
untuk invers dari suatu matriks yang dapat
dibalik.
Menunjukkan bahwa determinan suatu
matriks bisa dihitung dengan mereduksi
matriks tersebut menjadi bentuk bariseselon. Metode ini penting karena bisa
menghindari penghitungan panjang yang
terjadi
dalam
penerapan
definisi

8
9

a.

Sifat-sifast Fungsi
Determinan.

b.

Perluasan Kofaktor;
Aturan Cramer

a. Pengantar Vektor
(Geometris).

b. Norma Suatu Vektor;


Aritmetika Vektor.
Ujian Tengah Semester
a. Hasil Kali Titik;
Proyeksi.

10

a. Hasil Kali Silang.

11

a. Garis dan Bidang


dalam Ruang
Berdimensi 3

12

a. Garis dan Bidang


dalam Ruang
Berdimensi 3 (lanjutan)

determinan secara langsung.


Mengembangkan beberapa sifat-sifat dasar
fungsi determinan. Apa yang kita lakukan
di sini akan member kita suatu wawasan
yang lebih luas mengenai hubungan antara
suatu
matriks
bujursangkar
dan
determinannya. Salah satu konsekuensi
segera dari materi ini adalah suatu uji
determinan untuk ada atau tidaknya invers
suatu matriks.
Mempertimbangkan suatu metode untuk
menghitung determinan yang berguna jika
kita menghitung secara manual dan yang
penting
secara
teoretis.
Sebagai
konsekuensi dari apa yang kita lakukan di
sini, kita akan memperoleh suatu rumus
untuk invers dari sutu matriks yang dapat
dibalik dan juga suatu rumus untuk
mencari penyelesaian system persamaan
linear tertentu dalam bentuk determinan.
Vektor-vektor ruang berdimensi-2 dan
ruang berdimensi-3 akan diperkenalkan
secara
geometris,
operasi-operasi
aritmetika pada vektor akan didefinisikan,
dan beberapa sifat dasar operasi-operasi
ini akan disebutkan.
Menetapkan aturan dasar dari aritmetika
vector.
Mendiskusikan cara mengalikan vektor
dalam ruang berdimensi-2 dan ruang
berdimensi-3, dan kami akan memberikan
beberapa penerapan perkalian ini pada
geometri.
Memperkenalkan sebuah jenis perkalian
vektor yang menghasilkan vektor-vektor.
Menggunakan vektor untuk menurunkan
persamaan garis dan bidang dam ruang
berdimensi-3, dan kita akan menggunakan
persamaan-persamaan
ini
untuk
menyelesaikan beberapa masalah-masalah
geometri dasar.
Melanjutkan penggunaan persamaanpersamaan
garis
dan
bidang
menyelesaikan beberapa masalah-masalah
geometri dasar.

13

Ruang Berimensi-n
Euclidean

14

Transformasi Linear dari


Rn ke Rm

15

Sifat-sifat Transformasi
dari Rn ke Rm

16

Ujian Akhir Semester

Memperluas gagasan yang melebihi ruang


berdimensi-3 dengan bekerja melalui sifatsifat analitis atau numerik dari titik dan
vektor dan bukannya melalui sifat-sifat
geometrisnya.
Menelaah fungsi berbentuk w = F(x),
dimana peubah bebas x adalah suatu
vektor dalam Rn dan peubah tak-bebas w
adalah suatu vektor dalam Rm. Kami akan
berkonsentrasi pada bagian khusus dari
fungsi-fungsi seperti itu yang disebut
transformasi linear merupakan dasar
dalam telaah aljabar linear dan
mempunyai banyak penerapan penting
dalam fisika, teknik, ilmu-ilmu social, dan
berbagai cabang matematika.
Menginvestigasi hubungan antara dapat
atau tidaknya suatu matriks dibalik dan
sifat-sifat matriks transformasi yang
berpadanan. Kita juga akan mendapatkan
karakterisasi transformasi linear dari Rn ke
Rm yang akan membentuk dasar untuk
transformasi linear yang lebih umum yang
akan didiskusikan pada bagian-bagian
selanjutnya, dan kami akan mendi
skusikan beberapa sifat geometris dari
vektor-eigen.

Mekanisme Perkuliahan:
Perkuliahan dilakukan dengan ceramah, diskusi tanya jawab, tugas-tugas (PR).
Tutorial:
Tutorial dilakukan diluar jadwal perkuliahan baik secara kelompok maupun secara individu,
utamanya menyangkut tugas-tugas yang diberikan.
PERTEMUAN TAMBAHAN
Pertemuan tambahan diberikan apabila ada perkuliahan tertentu yang tidak dapat terlaksana
karena satu dan lain hal, dan atas persetujuan mahasiswa, dan bilamana materi perkuliahan
masih ada yang belum selesai dibahas sementara ujian semester sudah harus dilaksanakan.
METODE PENILAIAN
Metode penilaian didasarkan dari hasil: rata-rata partisipasi dan Kuis (K), rata-rata nilai Tugas
(T), nilai Ujian Tengah Semester (UTS), dan nilai Ujian Akhir Semester (UAS).

NILAI AKHIR
Skor terakhir diberikan dengan rumus:
a (UAS ) b(UTS ) c.T d .K
N=
abcd
Catatan: a, b, c, d penentuannya dikondisikan.
Nilai akhir disesuaikan dengan pedoman penilaian
Nilai Kosong
Nilai kosong bilamana mahasiswa peserta tidak mengikuti ujian akhir karena frekuensi
perkuliahan di bawah 80%, sehingga tidak berhak mengikuti ujian akhir.
Nilai Tunda
Nilai tunda jika :
Mahasiswa telah memenuhi frekuensi kehadiran perkuliahan, tetapi berhalangan hadir, atau ikut
ujian akhir tetapi ada tugas-tugas tertentu yang belum masuk. Nilai tunda diberi batas waktu.
Drop Out Mata Kuliah
Mahasiswa men drop out mata kuliah dengan alasan tertentu.
KEBIJAKAN JURUSAN
Kehadiran: Kehadiran mahasiswa minimal 80% dari total frekuensi perkuliahan.
Pakaian: Tergantung Kebijakan jurusan/Fakultas/Universitas (Yang penting rapi dan sopan)

KEBIJAKAN DOSEN
Ketepatan Waktu: mahasiswa hadir tepat pada waktunya. Terlambat maksimal 10 menit setelah
berlangsung perkuliahan, dengan catatan masuk dengan tertip sehingga
tidak mengganggu jalannya perkuliahan yang sementara berlangsung.
Menyontek: Dalam ujian tidak diperkenankan menyontek, pelanggaran berarti tidak lulus
dalam ujian.
Telpon Genggam: Pada saat perkuliahan berlangsung, nada telpon genggem dimatikan (cukup
nada getar saja), jika ada yang menerima telpon diharapkan izin di luar ruangan perkuliahan.