Você está na página 1de 73

Anatomi dan Fisiologi Kulit

Kulit,
kulit merupakan sesuatu yang
menakjubkan,
Peliharalah bagian luar dan yang ada di
dalamnya.

Kulit bagai kertas lilin yang


menampung segala sesuatu
didalamnya hingga tak menetes
keluar. (Art Linkletter, 1965)

Enak,
,,,,,,,

Kita mungkin tidak pernah


merenungkan secara mendalam
mengenai kulit kita
Kecuali pada saat kita terbuai oleh
kekaguman pada diri sendiri, atau
bahkan bila kulit kita sudah cacat
akibat suatu kelainan
7

Pengertian Umum
Kulit :
Struktur terluar tubuh yang menutupi tubuh
dan melindungi jaringan di dalamnya.
Pada kulit banyak mengandung ujung saraf
yang penting dalam pengaturan suhu tubuh
Memiliki dua lapisan:
Epidermis
Dermis

Penampang Kulit

ANATOMI KULIT

Epidermis
Merupakan bagian terluar dari kulit
Merupakan Epitel Squamosa berlapis
Nutrisinya di beri oleh limfe dan pembuluh
darah pada lapisan di bawahnya
Lapisan dasar sel epidermis berhubungan
dengan korium yang berisi pigmen. Pigmen
memberikan warna pada kulit dan melindungi
kulit dari pengaruh sinar matahari dan
ultraviolet
Korium: lapisan elastis yang tipis dimana
terdapat papila yang berfungsi sebagai
Dermatogliflik

11

EPIDERMIS
(KULIT ARI)
Terbentuk dari sel keratinosit
Terdiri 5 lapis :
1.STRATUM KORNEUM
2.STRATUM LUSIDUM
3.STRATUM GRANULOSUM
4.STRATUM SPINOSUM
5.STRATUM BASALIS

Bagian Epidermis
1. Lapisan bagian tanduk
Lapisan tanduk (stratum Korneum):
lapisan paling superficial, berbentuk sel
gepeng, tidak punya inti dan
protoplasma, dapat berubah menjadi
substansi tanduk disebut keratin yang
tahan air.
Lapisan jernih (stratum lusidum): berisi
protoplasma dengan sel inti berbentuk
gepeng
Lapisan granular (stratum granulosum):
Lapisan paling dalam yang mengandung
beberapa lapisan sel dengan
protoplasma granuler dan inti tertentu
13

2. Lapisan bagian germinatif


Lapisan sel duri (Spinosum)
Berisi sel berbagai bentuk, yang
mempunyai prosesus pendek, agak
berduri, runcing, bergabung dengan
inti tertentu
Lapisan sel basal
Berisi sel kolumnar yang etrsusun
diatas sebuah dasar membran

14

Aksesori Kulit
Kelenjar keringat
Kelenjar tubuler yang terdapat pada
bagian dalam kulit. Duktusnya terbuka
pada bagian epidermis dan membelit
menuju bagian dalam kulit disebut
kelenjar tubuh. Mensekresi keringat yang
mengandung air, garam dan produk
sampah lainnya. Rata-rata jumlah ekskresi
dalam 24 jam 500-600 ml. Jika cuaca
dingin, keringat sedikit tapi pengeluaran
lewat urin lebih banyak demikian
sebaliknya.
15

Rambut
Tumbuh dari lubang kecil pada
kulit yang disebut folikel rambut.
Bulubus rambut adalah bagian
rambut yang memanjang pada
folikel rambut.
Pada dasar rambut terdapat
papila mengandung pembuluh
darah dan saraf yang berfungsi
menyuplai rambut. Rambut selalu
tumbuh miring

16

Kuku
Lapisan tanduk epitalium-modifikasi
yang melindungi ujung jari. Tumbuh
dari sel epitel lunak pada dasar kuku.
Akar tertanam di lipatan sel pada
dasar kuku.

17

18

LESI BERBENTUK BERCAK PUTIH


(LEUKONIKIA)

Kelenjar sebasea
kelenjar sakuler kecil yang
mengeluarkan substansi seperti
minyak, yang disebut sebum.
Sebum melubrikasi kulit dan rambut
dan menjaga kulit lembut dan liat,
dapat di bentuk sehingga tidak mudah
patah. Sebum menempel dengan
debu dan bakteri oleh karena itu
harus sering di bersihkan agar bakteri
tidak masuk dalam kulit.
20

Fungsi Kulit
Mengatur suhu tubuh
Mencegah kehilangan cairan tubuh yg
esensial
Menyekresi produksi sampah
Merupakan organ raba dan sensasi yang
membuat kita peka terhadap lingkungan
Fungsi imunologi
Melindungi tubuh dari sinar ultraviolet
dan matahari
Memproduksi Kolekalsiferol
21

Pengontrolan Suhu Tubuh


Mekanisme pengaturan suhu tubuh
terdapat di hipothalamus yang bekerja
pada sistem umpan balik negatif. Bila
suhu tubuh meningkat, mekanisme
bekerja dan panas hilang dari tubuh. Bila
suhu tubuh turun panas akan disimpan
Produksi panas terutama akibat dari
metabolisme. Produksi panas meningkat
pada saat aktivitas otot dan menurun
saat tidur
22

Mekanisme kehilangan panas


Radiasi: perpindahan panas dari stu objek
ke objek lain tanpa kontak fisik antara
keduanya
Konduksi: perpindahan panas dari satu
molekul ke molekul lain.
Konveksi: Perpindahan panas dari tubuh ke
udara, yang kemudian meningkat dan
diganti oleh udara yang lebih dingin,
kemudian dipanaskan.
Evaporasi: pengeluaran yang disertai
dengan air (uap air)
Respirasi: melalui pernafasan
Ekskresi: melalui urin dan feces
23

Fase Penyembuhan Luka


Inflamasi: Sel darah putih bergerak ke
arah kulit yang cedera berfungsi untuk
mengeluarkan bakteri penyebab infeksi
Migrasi; Selama sel epitel bergerak di
bawah luka membentuk keropeng, sel
fibroblas bergerak menuju luka
menghasilkan kolegen sebagai faktor
regenerasi
Granulasi: perbaikan pembuluh darah
yang rusak
Proliferasi: tumbuhnya epitelium.
Maturasi: serat kolagen menarik tepi luka,
fibroblas berkurang suplai darah kembali
normal.
24

Inflamasi
Respon tubuh pertama kali saat
masuknya benda asing dalam tubuh
Tanda-tandanya:
Merah, Nyeri, Hangat, Bengkak,
Terkadang kehilangan fungsi
Hasil Akhir fase inflamasi adalah
vasodilatasi yang mengakibatkan
meningkatnya permeabilitas sel
makrofagosit untuk memakan bakteri.
Proses inflamasi juga sering
menyebabkan suhu tubuh meningkat
(demam)
25

Kekebalan (Imunitas)
Dua tipe imunitas:
Limfosit T: Mengikat dan memakan
benda asing. Sel T-killer: aktif
memakan benda asing. Sel T-helper:
membantu menghasilkan antibodi, sel
T-memori: mengenaliinvasi antigen
Limfosit B: menghasilkan molekul
protein spesifik disebut antibodi, yang
mengikat antigen
26

Tipe Imunitas
Kekebalan aktif alami: diperoleh ketika
keadaan sakit, dimana antibodi tetap
di dalam darah untuk mencegah
serangan penyakit yang sama
Kekebalan aktif buatan: melalui
imunisasi, dengan memasukkan sel
antigen yang telah dilemahkan
kedalam tubuh yang bertujuan untuk
menghasilkan antibodi
Kekebalan pasif alami: diturunkan dari
ibu ke fetus yang dikandungnya.
27

Reaksi alergi: reaksi antigen-antibodi


dalam tubuh, merupakan reaksi imun
akibat sel2 di dalam jaringan rusak.
Sering di sebabkan oleh substansi
protein yang disebut alergen. Pada
reaksi alergi tubuh mengeluarkan
histami yang menyebabkan
kemerahan, bengkak, urtikaria.
Autoimun: Tubuh menghasilkan
antibodi yang melawan selnya sendiri.
28

Cedera
Invasi benda asing
Makrofag
Inflamasi
Benda asing dimakan Antigen untuk
sistem imun
Pus

29

MORFOLOGI LESI KULIT


:
EFLORESENSI / Ujud kelainan kulit PRIMER
Makula : Perubahan warna kulit
Papula : Benjolan keci < 1/2mm
Nodula : Masa padat dibawah dermis
Tumor : Benjolan >1 cm
Plak
: Penonjolan kulit flat >1cm
Urtika : Edema pada dermis
Vesikula : Gelembung berisi cairan <1/2cm
Bula
: Vesikula yg besar
Pustula : Vesikula berisi nanah
Abses : Kumpulan nanah didalam
jaringan kutis/sub kutis.
Kista
: Rongga berisi cairan ,sel,sisa sel

Makula
hiper pigmentasi
hipopigmentasi
eritematosa

Papula

Plak

Nodula

Urtika

Vesikula

Bula

Pustula

Abses

Kista

Tumor

EFLORESENSI /Ujud Kelainan kulit SEKUNDER


Skuama : Sisik/Lapisan str korneum yg lepas
Krusta : Kerak / Cairan badan yg mengering
Erosi
: Kehilangan jaringan tidak
melampaui str basalis
Ekskoriasi: Kehilangan jaringan dibawah
epidermis
Ulkus
: Kehilangan jaringan lebih dalam
dari ekskoriasi punya tepi, dinding,
dasar dan isi
Sikatrik : Jaringan yg tak utuh,rilef kulit tak
normal, permukaan licin tak ada
adneksa kulit

Skuama / sisik

Krusta / kerak

Laserasi

Ekskoriasi

Ulkus

Sikatrik / jaringan parut

stage2

stage1

stage3

stage4

Trauma asam
nitrat

LESI MAKULA

PANU

GO
Vulvo-vaginitis

Akut

Kronis

Dermatitis atopik dewasa

Dermatitis atopik anak

Dermatitis atopik bayi

Neurodermatitis

Seboroik dermatitis

Dermatitis kontak

jam tangan

daun

Dermatitis stasis

Akne

Psoriasis

Lupus eritematosus

Carcinoma sel basal

Carcinoma sel basal

Carcinoma sel skuamosa

Hemangioma kapiler

Hemangioma kavernosa

Hemangioma campuran

Urtikaria

Kusta

PB

MB

Terima Kasih

73