Você está na página 1de 2

Analisis revenue cost rasio

Analisis revenue cost rasio menunjukkan manfaat atau keuntungan yang diperoleh dari
kegiatan usaha pembibitan tanaman sengon. Hasil analisis revenue cost rasio (R/C)
tergantung dari pendapatan/total revenue dan pengeluaran/total cost (TC) sebagai berikut :
x=

TR 9.561.000
=
=2,59
TC 3.686.000

Berdasarkan hasil perhitungan analisis revenue cost rasio (R/C) diperoleh nilai (R/C) sebesar
2,59. Berdasarkan kriteria revenue cos rasio (R/C) diperoleh nilai (R/C) > 1, sehingga dapat
diinterpretasikan bahwa usaha pembibitan tanaman sengon sangat menguntungkan.
Analisis Net Profit Value
NPV = Net Benefit Value x discount rate
NPV =5,875,000 7,5 =440.625
Analisis break event point
Keadaan BEP merupakan keadaan dimana penerimaan usaha pembibitan tanaman snegon
(TR) sama dengan biaya yang ditanggung (TC) atau TR=TC. Berikut hasil perhitungan BEP
BEP ( bibit ) =

total Biaya
Ha rga Per Unit

BEP ( bibit ) =

3.686 .000
=1228,67
3.000

Perolehan BEP (bibit) diatas artinya, titik impas akan dicapai saat budidaya pembibitan
tanaman sengon menghasilkan bibit tanaman sengon siap tanam sebanyak 1228,67 bibit.
B EP ( Rp )=

total biaya
total produksi

B EP ( Rp )=

3.686.000
=1.156
3187

Perolehan BEP (RP) diatas artinya, titik impas akan dicapai pada harga bibit sengon sebesar
Rp. 1.156 /bibit.
Analisis return on investmen
ROI=

labausaha
modal produksi

ROI=

5.875.000
=1,59
3.686.000

Berdasarkan perbandingan laba dan modal produksi diperoleh nilai ROI sebesar 1,59, yang
berarti bahwa besarnya keuntungan yang diperoleh dibandingkan dengan besarnya investasi
yang ditanamkan adalah baik. Artinya setiap moda sebesar Rp. 100 diperoleh keuntungan
sebesar Rp. 159,00
Analisis pay back period
pay back period=

total modal
lababersih

pay back period=

3.686 .000
=0,62 tahun
5.875 .000

Berdasarkan analisis pay back period tersebut, budidaya pembibitan tanaman sengon akan
mampu menghasilkan sejumlah investasi setelah 0,62 tahun.
Analisis kelayakan usaha
Untuk menilai kelayakan usaha digunakan analisis kriteria investasi Benefit Cost Rasio
(B/C).
B hasil penjualan
=
C modal produksi
B 5.875.000
=
=1,59
C 3.686.000
B/C ratio menunjukkan perbandingan antara keuntungan dan biaya produksi. Berdasarkan
perhitungan B/C ratio, diperoleh nilai B/C ratio adalah 1,59. Berdasarkan kriteria nilai B/C,
nilai B/C ratio yang diperoleh lebih besar dari 1, sehingga dapat diinterpretasikan bahwa
usaha budidaya pembibitan tanaman sengon di desa Darungan layak dilaksanakan, atau dapat
dijelaskan bahwa dengan modal Rp. 3.686.000, dapat memperoleh hasil penjualan sebesar
1,59 kali jumlah modal.