Você está na página 1de 17

Analgesia spinal

Lis Linch Sinaga


Florencia
Alex Toman

Definisi
Analgesia spinal ialah pemberian obat

anestetik lokal kedalam ruang subaraknoid


Anestesia spinal diperoleh dengan cara
menyuntikkan anestetik lokal kedalam
ruang subaraknoid

Indikasi

Bedah ekstremitas bawah


Bedah panggul
Tindakan sekitar rektum-perineum
Bedah obstetri-ginekologi
Bedah urologi
Bedah abdomen bawah
Pada bedah abdomen atas dan bedah pediatri

biasanya dikombinasi dengan anestesia


umum-ringan

Kontra indikasi absolut


Pasien menolak
Infeksi pada tempat suntikan
Hipovolemia berat, syok
Kuagulopati atau mendapat terapi

antikoagulan
Tekanan intrakranial meninggi
Fasilitas resusitasi minim
Kurang pengalaman

Kontra indikasi relatif


Infeksi sistemik
Infeksi sekitar tempat suntikan
Kelainan neurologis
Kelainan psikis
Bedah lama
Penyakit jantung
Hipovolemia ringan
Nyeri punggung kronis

Persiapan analgesia spinal


1. Informed consent tidak boleh memaksa

pasien
2. Pemeriksaan fisik tidak ada kelainan
tulang punggung
3. Pemeriksaan laboratorium anjuran
Hemoglobin, hematokrit, PT, dan PTT(partial
thromboplastin time)

Peralatan analgesia spinal


1. Peralatan monitor tek darah, nadi,

oksimetri denyut dan EKG


2. Peralatan resusitasi
3. Jarum spinal dengan ujung tajam atau
ujung pensil

Teknik analgesia spinal


Posisi duduk atau posisi tidur lateral dekubitus
dengan tusukan pada garis tengah ialah posisi
yang paling sering dikerjakan
1. Setalah dimonitor, tidurkan pasien
dekubitus lateral. Buat pasien membungkuk
maksimal agar prosesus spinosus mudah
teraba
2. Perpotongan antara 2 garis yang
menghubungkan kedua krista iliaka dengan
tulang punggung ialah L4-L5. tentukan tempat
tusukan misalnya L2-3, L3-4 atau L4-5.

3. Sterilkan tempat tusukan dengan betadin


atau alkohol
4. Beri anestesi lokal pada tempat tusukan,
misalnya lidokain 1-2% 2-3 ml.
5. Cara tusuk median atau paramedian
6. Posisi duduk sering dikerjakan untuk
bedah perineal misalnya bedah haemoroid

Anestetik lokal untuk analgesia


spinal
Anestetik lokal yang sering digunakan

jenis hiperbarik (anestesi lokal dengan


berat jenis lebih besar dari CSS) dengan
mencampur
anestesi
lokal dengan
Anestesi
Berat
Sifat
Dosis
lokal
jenis
dekstrosa
Lidokain
2% plain
5% dalam
dekstrosa
7,5%

1.006
1.033

Isobarik
hiperbarik

20-100mg
(2-5ml)
20-50mg (12ml)

Bupivakain
(markain)
0,5% dalam
air
0,5% dalam
dekstrosa

1.005
1.027

Isobarik
Hiperbarik

5-20 mg(14ml)
5-15 mg (13 ml)

Penyebaran anestetik lokal

A. Faktor utama

B.

Berat jenis anestetika lokal


Posisi pasien
Dosis dan volum anestesi lokal
Faktor tambahan
Ketinggian suntikan
Kecepatan suntikan
Ukuran jarum
Keadaan fisik pasien
Tekanan intraabdominal

Lama kerja anestesi lokal


Jenis anestesia lokal
Besarnya dosis
Ada tidaknya vasokonstriktor
Besarnya penyebaran anestetika lokal

Komplikasi tindakan
Hipotensi berat cegah dengan infus

cairan elektrolit 1000ml atau koloid 500ml


sbelum tindakan
Bradikardi
Hipoventilasi
Trauma pembuluh darah
Trauma saraf

Komplikasi pasca tindakan


Nyeri tempat suntikan
Nyeri punggung
Nyeri kepala
Retensio urin
Meningitis

Obat anestesi lokal


1. Gol ester : prokain, tetrakain
2. Gol Amida : lidokain, bupivakain