Você está na página 1de 3

Febrinavega Wandy (405130099)

Hubungan Estrogen dengan Ossifikasi


Sejumlah penelitian telah menunjukkan bahwa hormon memiliki efek mendalam pada
pengembangan dan pemeliharaan kerangka mamalia. Efek ini meliputi induksi karakteristik
dimorfik seksual selama kehamilan, setelah melahirkan, dan periode pubertas (Turner et al.,
1994); regulasi pertumbuhan tulang linear pada kedua jenis kelamin, terutama selama masa
pubertas (Nilsson et al, 2005.); dan pengurangan tingkat remodeling tulang dan dengan
demikian perlindungan terhadap hilangnya tulang (bone loss) setelah kematangan seksual
(Manolagas et al., 2002). Mungkin efek estrogen yang paling signifikan terhadap tulang
selama perkembangan adalah pengaruhnya terhadap pertumbuhan tulang panjang. Pada
mamalia serta vertebrata lainnya, pertumbuhan tulang memanjang terjadi melalui proses yang
dikenal sebagai ossifikasi endokondral, di mana kondrogenesis (pembentukan tulang rawan),
diikuti oleh renovasi tulang rawan menjadi tulang (ossifikasi), berlangsung di growth plate di
ujung tulang panjang (Nilsson et al., 2005). 1
Estradiol Mempercepat Pembangunan Rangka
Estradiol adalah hormon seks utama pada wanita. Hormon ini juga ada dalam lakilaki, yang diproduksi sebagai produk metabolik aktif testosteron. Ini merupakan estrogen
utama pada manusia. Estradiol tidak hanya penting pada fungsi reproduksi dan seksual, tetapi
juga mempengaruhi organ-organ lain, termasuk tulang.1
ER ikut berperan dalam pembentukan tulang panjang dan tulang pipih, termasuk
kondrosit (Nilsson et al., 2003), osteoblas (Wiren et al., 2002), dan osteoklas ( Riggs et al.,
2002). Selanjutnya, penelitian in vitro telah menegaskan bahwa peran langsung estrogen pada
sel-sel ini adalah menginduksi respon yang pada akhirnya meningkatkan pengerasan,
termasuk sekresi protein matriks tulang oleh sel osteoblastlike, pelepasan faktor inhibisi
osteoblast-derived osteoclast seperti transforming growth factor b (TGFb), dan
penghambatan perekrutan osteoklas (Turner et al., 1994).1
Dalam percobaan menggunakan femur tikus, sejumlah kecil estrogen mempercepat
pertumbuhan linear femur, sementara pada saat yang sama mereka memicu resorpsi metafisis
trabekula. Estradiol dengan jumlah lebih besar akan menghambat resorpsi metaphyseal
trabekula, dan merangsang osteogenesis endosteal. 2
Dalam percobaan estrogen disuntikkan ke burung pipit laki-laki dan perempuan dalam
dosis yang memadai dan untuk waktu yang tepat, terjadi hyperossification pada tulang
burung tersebut. Tulang baru berasal dari endosteum, membentuk jaringan trabecular di
rongga sumsum. 3

Estrogen dalam patogenesis Ossification of the Spinal Ligament


Pengerasan ligamen tulang belakang (OSL) adalah suatu kondisi patologis yang
menyebabkan pembentukan tulang ektopik dan kemudian menghasilkan berbagai tingkat
defisit neurologis.
Penulangan dari posterior ligamentum longitudinal (OPLL) adalah suatu kondisi
kalsifikasi abnormal ligamentum longitudinal posterior. Lokasi yang paling umum adalah di
daerah tulang belakang leher. 4
Tingkat Total estrogen serum berkorelasi positif dengan tingkat pengerasan. In vitro 3,
17 -estradiol mempercepat produksi osteocalcin dan proliferasi pada sel dari pasien OPLL5
Estrogen dan metabolisme tulang
Estrogen berperan penting dalam pertumbuhan dan pematangan tulang serta dalam
regulasi turnover tulang pada tulang dewasa. Selama pertumbuhan tulang, estrogen yang
dibutuhkan untuk penutupan epiphyseal growth plates baik pada wanita dan pada laki-laki.
Defisiensi estrogen pd tulang muda menyebabkan peningkatan pembentukan osteoklas dan
resorpsi tulang. Pada menopause defisiensi estrogen menginduksi pengeroposan tulang
kortikal. Peningkatan resorpsi tulang yang sangat tinggi pada tulang spongiosa menyebabkan
hilangnya kepadatan tulang secara umum dan perusakan arsitektur tulang lokal karena
resorpsi penetratif dan microfraktur. Dalam tulang kortikal respon pertama saat penurunan
estrogen adalah peningkatan resorpsi endocortical. Kemudian peningkatan porositas
intracortical. Hal ini menyebabkan penurunan massa tulang, arsitektur terganggu dan
kekuatan tulang berkurang6. Peran estrogen ini digunakan sebagai pengobatan osteoporosis
yaitu dengan HRT (Hormon Replacement Therapy).

Sumber :
1. Bauer-Dantoin AC, Meinhardt DJ. 17b-Estradiol Exposure Accelerates Skeletal
Development

in

Xenopus

laevis

Tadpoles.

Anat

Rec

(Hoboken). 2010

Nov;293(11):1880-6. doi: 10.1002/ar.21226.


2. Suzuki HK. Effects of estradiol-17-beta-n-valerate on endosteal ossification and linear
growth in the mouse femur. Endocrinology. 1958 Dec;63(6):743-7.
3. Pfeiffer CA, Kirschbaum A, Gardner WU. Relation of Estrogen to Ossification and
the Levels of Serum Calcium and Lipoid in the English Sparrow, Passer Domesticus.
Yale J Biol Med. 1940 Dec; 13(2): 279284.2
4. Hai Li, Lei-Sheng Jiang, Li-Yang Dai. Hormones and growth factors in the
pathogenesis of spinal ligament ossification. Eur Spine J. 2007 Aug; 16(8): 1075
1084.
5. Byung-Wan Choi, Kyung-Jin Song, Han Chang. Ossification of the Posterior
Longitudinal Ligament: A Review of Literature. Asian Spine J. 2011 Dec; 5(4): 267
276.
6. Vnnen HK, Hrknen PL. Estrogen and bone metabolism. Maturitas. 1996
May;23 Suppl:S65-9.