Você está na página 1de 2

9. a. Apa yang dimaksud dengan lesi fibrotik pada katup mitral?

Kelainan dimana terbentuk jaringan ikat (jarinngan parut) pada katup


mitral di jantung sebagai akibat dari proses penyembuhan bagian katup mitral
tersebut.
b. Apa penyebab lesi fibrotik pada katup mitral?
Disebabkan adanya lesi fokal yaitu hilangnya jaringan endothelial yang
melapisi jaringan berlemak. Hilangnya lapisan ini disebabkan karena adanya
peregangan dari sel-sel yang mengalami gangguan fungsi pada deformasi
dinding arteri atau karena toksin.
c. Apa dampak lesi fibrotik pada katup mitral?
Pada lokasi sel yang mengalami gangguan, Platelet akan melekat dan akan
terjadi pengeluaran faktor-faktor yang akan menyebabkan perkembangan dari
lesi.
5. a. Bagaimana pemeriksaan fisik yang normal (yang ada dalam skenario)?
Tekanan darah normal : 120/80 sampai dengan 145/90
Denyut nadi : 60-100 kali/ menit
Reflek babinski
Lakukan goresan pada telapak kaki dari arah tumit ke arah jari melalui
sisi lateral. Orang normal akan memberikan resopn fleksi jari-jari dan
penarikan tungkai. Pada lesi UMN (upper motor neuron) maka akan
timbul respon jempol kaki akan dorsofleksi, sedangkan jari-jari lain akan
menyebar atau membuka. Normal pada bayi masih ada.

b. Apa yang dimaksud dengan aritmia kordis?


Aritmia kordis adalah suatu tanda atau gejala dari gangguan detak
jantung yang tidak normal
c. Apa penyebab artimia kordis?

1.

Peradangan jantung, misalnya demam reumatik, peradangan miokard

(miokarditis karena infeksi)


2.

Gangguan sirkulasi koroner (aterosklerosis koroner atau spasme arteri

koroner), misalnya iskemia miokard, infark miokard.


3.

Karena obat (intoksikasi) antara lain oleh digitalis, quinidin dan obat-obat anti

aritmia lainnya
4.

Gangguan keseimbangan elektrolit (hiperkalemia, hipokalemia)

5.

Gangguan pada pengaturan susunan saraf autonom yang mempengaruhi kerja

dan irama jantung


6.

Ganggguan psikoneurotik dan susunan saraf pusat.

7.

Gangguan metabolik (asidosis, alkalosis)

8.

Gangguan endokrin (hipertiroidisme, hipotiroidisme)

9.

Gangguan irama jantung karena kardiomiopati atau tumor jantung

10.

Gangguan irama jantung karena penyakit degenerasi (fibrosis sistem konduksi

jantung)

d. Apa dampak aritmia kordis?

a.

Perubahan TD ( hipertensi atau hipotensi ); nadi mungkin tidak teratur; defisit


nadi; bunyi jantung irama tak teratur, bunyi ekstra, denyut menurun; kulit pucat,
sianosis, berkeringat; edema; haluaran urin menurun bila curah jantung menurun berat.

b. Sinkop, pusing, berdenyut, sakit kepala, disorientasi, bingung, letargi, perubahan pupil.
c. Nyeri dada ringan sampai berat, dapat hilang atau tidak dengan obat antiangina, gelisah
d. Nafas pendek, batuk, perubahan kecepatan/kedalaman pernafasan; bunyi nafas
tambahan (krekels, ronki, mengi) mungkin ada menunjukkan komplikasi pernafasan
seperti pada gagal jantung kiri (edema paru) atau fenomena tromboembolitik pulmonal;
hemoptisis.
e. Demam; kemerahan kulit (reaksi obat); inflamasi, eritema, edema (trombosis
siperfisial); kehilangan tonus otot/kekuatan
f. Palpitasi
g. Pingsan
h. Rasa tidak nyaman di dada
i. Lemah atau keletihan (perasaan
j. Detak jantung cepat (tachycardia)
k. Detak jantung lambat (bradycardia)