Você está na página 1de 5

Agar Tidak Mudah Terlacak di Firefox

Menjelajah internet bisa menjadi hal yang membahayakan bagi sebagian orang yang peduli akan
keamanan data penting. Dengan mengunjungi beberapa situs, secara tidak sadar kamu bisa dengan
mudah terlacak oleh berbagai pihak yang hendak mengambil keuntungan mereka sendiri. Entah itu
berupa menyusupkan iklan terselubung, malware atau bisa pula sampai pada tahap yang berbahaya,
seperti melacak keberadaan suatu akun atau password dari data yang dimiliki.
Oleh karena itu ada baiknya kamu melakukan sedikit pencegahan. Cara ini memang bukan satu-satunya
dalam hal pencegahan tetapi bisa menjadi salah satu cara agar privasi lebih terjaga. Berikut langkah
yang bisa kamu lakukan untuk meningkatkan perlindungan saat menjelajah di internet, khususnya bagi
pengguna peramban Firefox.
1. Aktifkan Do Not Track

Dengan mengaktifkan feature Do Not Track, kamu akan melindungi privasi dengan tidak mengijinkan
suatu situs yang dikunjungi agar tidak melacak lokasi pengguna. Feature ini belum aktif secara default,
oleh karena itu mesti diaktifkan secara manual. Caranya, klik Menu>Options>Privacy. Beri tanda
centang pada pilihan Tell sites that I do not want to be tracked untuk mengaktifkannya.
2. Search Suggestions

Firefox akan mengirim tiap huruf yang kamu ketikkan pada kolom Search dan menyimpannya secara
default pada search engine. Hal ini bisa membantu mempercepat pencarian yang dilakukan jika
sebelumnya pernah mengetikkan suatu kata kunci dan hendak menggunakannya kembali. Namun
dengan beberapa alasan, fungsi ini terkadang bisa menggangu. Jika tidak ingin orang lain mengetahui
mengenai apa saja yang pernah dicari pada kolom Search, bisa mematikan fungsi ini. Caranya, klik
kanan pada kolom Search dan hilangkan tanda centang pada opsi Show Suggestions. Untuk
menghilangkan atau menghapus kata kunci yang telah ada sebelumnya, klik Clear Search History.
3. Safe Browsing

Firefox menggunakan teknologi pendeteksian anti pishing dan malware yang sama dengan Google
Chrome. Mirip dengan Chrome, Firefox juga akan mengunduh sejumlah daftar situs berbahaya tiap 30
menit berdasarkan data yang diperoleh dari Google. Jadi, jika kamu coba mengakses situs berbahaya
tersebut, Firefox akan mengirim peringatan mengenai status dari situs tersebut. Pastikan fungsi ini aktif
pada Firefox kamu. Caranya, klik Menu>Options>Security. Jika pilihan Block repoted attack sites
dan Block reported web forgeries sudah tercentang berarti fungsi ini sudah aktif. Hilangkan tanda
centang jika ingin menonaktifkannya, namun tentu saja hal ini bisa beresiko.

4. Cookies

Cookies ibarat mata uang yang memiliki dua sisi berlawanan, disatu sisi bisa membantu pengguna
untuk mempercepat akses ke suatu situs yang sebelumnya pernah dikunjungi, namun disisi lain bisa
juga membahayakan karena dari sinilah para penjahat cyber bisa menyusup, melacak, dan mengambil
data penting dari Cookies. Masuk ke Menu>Options>Privacy. Pada pilihan Firefox Will, ganti
menjadi Use custom settings for history.

Beberapa situs yang menampilkan iklan pop-up atau sejenisnya bisa melacak keberadaan pengguna
melalui berbagai situs yang pernah dikunjungi dari cookies pihak ketiga. Untuk menghindari
pelacakan, kamu bisa menonaktifkannya dengan menghilangkan tanda centang pada pilihan Accept
third-party cookies. Mematikan fungsi ini bisa menyebabkan beberapa situs tidak bisa diakses, jika
hal ini terjadi kamu bisa mengaktifkannya kembali.

Cookies memang bisa digunakan sebagai media untuk melacak keberadaan pengguna. Beberapa situs
tidak bisa diakses jika kamu menonaktifkan cookies secara permanen. Oleh karena itu kamu bisa

mengatur agar Firefox secara otomatis menghapus cookies yang tersimpan setiap menutup atau keluar
dari peramban. Caranya cukup dengan mengaktifkan pilihan Clear history when Firefox closes.
Pada pilihan Settings, Anda bisa menentukan jenis data yang ingin dihapus dan pilih OK.
5. Crash Reports dan Performance Data

Firefox akan mengirim data jika terjadi permasalahan seperti crash atau sistem yang tidak stabil ke
server Mozilla. Nantinya Mozilla akan menggunakan laporan tersebut untuk memperbaiki
permasalahan yang ada dan membantu mengoptimalkan fungsi Firefox. Namun demikian feature ini
rentan pula dilacak dan disalahgunakan oleh penyusup yang bisa memanfaatkan celah dari pengiriman
data. Meski resikonya terbilang kecil, kamu bisa saja mematikan fungsi ini. Caranya melalui
Menu>Options>Advanced>Data Choices. Pada dua pilihan paling bawah yaitu Enable Firefox
Health Report dan Enable Crash Reporter, bisa kamu matikan.
6. Gunakan Add-on

Untuk menghindari pelacakan secara otomatis dan cepat, kamu bisa menggunakan salah satu add-on.
Cara instalasinya, klik Menu>Add-ons. Pada kolom Search ketikkan NoScript Security Suite. Klik
ikon Install untuk memasangnya. Restart Firefox untuk mengaktifkan add-on tersebut.
Sumber : http://www.pcplus.co.id/2014/11/tutorial/agar-tidak-mudah-terlacak-di-firefox/