Você está na página 1de 20

PHANTOM

Asuhan Persalinan Normal (APN)


Pembimbing: dr. Astri Diah A, Sp.OG, KFER

Rico Irawan (110103000055)


Kepaniteraan Klinik Modul Obstetri dan Ginekologi
RSUP Fatmawati
Periode 04 Agustus 10 Oktober 2014

APN
Persalinan dan kelahiran normal
adalah proses pengeluaran janin
yang terjadi pada kehamilan cukup
bulan (37-42 minggu), lahir spontan
dengan presentasi belakang kepala
yang berlangsung dalam 18 jam,
tanpa komplikasi baik pada ibu dan
janin

Tahapan persalinan normal


Kala I
Batasan mulai dari kontraksi uterus hingga
pembukaan serviks lengkap (10cm)
Pembagian:

Fase Laten
Dimulai sejak awal kontraksi penipisan dan
pembukaan serviks (bertahap)
Pembukaan serviks <4cm 8 jam

Fase Aktif
Frekuensi dan lama kontraksi meningkat (adekuat
>3x /10 menit
Pembukaan serviks >4cm - 10cm (kecepatan >1cm

KEMAJUAN
PERSALINAN

KEADAAN IBU

KEADAAN JANIN

His/Kontraksi
Frekuensi
Lamanya
Kekuatan
Kontrol jam sekali
pada fase aktif

Tanda vital
Status kandung
kemih
beri asupan per
oral
Kontrol tensi tiap
4 jam

Periksa DJJ tiap


jam pada fase
aktif

Pemeriksaan Vagina
Pembukaan serviks
Penipisan serviks
penurunan bagian
terendah
Molase
Kontrol tiap 4 jam
Pemeriksaan
abdomen/luar
Penurunan kepala
Kontrol tiap 2 jam pda

Perubahan
perilaku ; seperti
dehidrasi,
kebutuhan akan
dukungan

Jika selaput
ketuban pecah,
periksa;
warna cairan
kepekatan
jumlah cairan
Molase

PEMANTAUAN !

Kenali tanda dan gejala In Partu ( Kala


II )
Ibu merasa ingin meneran bersamaan
dengan terjadinya kontraksi
Ibu merasakan makin meningkatnya tekanan
pada rektum dan atau vagina
Perineum menonjol
Vulva-Vagina dan sfingter ani membuka
Pengeluaran lendir disertai darah meningkat

Periksa dalam

Pembukaan serviks telah lengkap


Kepala bayi terlihat di introitus
vagina

Sarung
tangan dalam
larutan klorin
0,5%

PEMANTAUAN
KEMAJUAN
PERSALINAN

KEADAAN IBU

KEADAAN JANIN

Usaha mengedan;

Periksa nadi dan


tekanan darah setiap
30 menit

Periksa detak
jantung janin
setiap 15 menit
atau lebih sering
dilakukan dengan
makin dekatnya
kelahiran.

Palpasi kontraksi
uterus :
Kontrol tiap 10 menit
Frekuensi
Lamanya
Kekuatan

Respon keseluruhan
pada kala II
keadaan dehidrasi
Perubahan sikap
Tingkat tenaga

Penurunan
presentasi dan
perubahan posisi
Warna cairan
tertentu

Persiapan Penolong
Persalinan
Penerapan prinsip dan praktik
pencegahan Infeksi (PI)
Cuci tangan
Memakai sarung tangan
Perlengkapan pelindung diri

Persiapan tempat persalinan


pencahayaan yang cukup, tempat tidur
dengan kasur yg dilapisi kain bersih,
ruangan harus hangat ( terhalang dari
tiupan angin secara langsung), meja
untuk tempat alat-alat.
Peralatan dan Bahan partus set,
hecting set, resusitasi bayi ( DTT ) dan
bahan-bahan dan perlengkapan obatobatan.
Persipan tempat dan lingkungan
untuk bayi suhu minimal 250C ,

Persiapkan
partus Set

Hecting
set
Oksi 10
U

Menyiapkan Ibu & Keluarga


Memberi informasi bahwa pembukaan sudah
lengkap dan bantu ibu dalam menentukan
posisi nyaman untuk meneran, dan juga
keluarga turut membantu.
Anjurkan istirahat ( minum,atur nafas) jika
belum ada dorongan meneran periksa DJJ.

Tanda pasti kala II persalinan:


Pembukaan serviks lengkap,
kepala janin terlihat di intraoitus
vagina
Dorongan
spontan
untuk
meneran
Tida
k

Ya

Anjurkan untuk perubahan posisi


Lakukan stimulasi
Minta ibu mengosongkan kandung
kemih
Anjurkan untuk minum
Nilai DJJ, kontraksi dan tanda-tanda
vital
Evaluasi dalam 60 menit
Dorongan
untuk
meneran

Ya

Tida
k
Bimbing Ibu meneran
saat

kontraksi
Anjurkan untuk minum
Anjurkan untuk perubahan
posisi
Lakukan stimulasi putting susu
Nilai DJJ setiap 5 menit

Ya

Lanjutkan dengan
penatalaksanaan
fisiologis:
Pecahkan selaput
ketuban
Bila belum pecah ,
anjurkan utk mulai
meneran
Nilai DJJ kontraksi
Tanda-tanda vital,
kandung kemih secara
rutin,
anjurkan untuk minum,
anjurkan perubahan
posisi

Bayi lahir
dalam waktu
60
pada multi
para
atau 120
menit
pd primipara
Ya

Lanjutkan
dengan
penatalaksanaa
n fisiologis
kala II persalinan
Bayi lahir
dalam waktu
60 menit
(/ segera
lahir)
Tida
k

Rujuk

Ya

Lanjutkan
manajemen
aktif
kala tiga
asuhan BBL

Tida
k

Pertolongan kelahiran bayi


Melindungi perineum
dengan satu tangan yang
dilapisi kain pembersih
pada saat kepala bayi
tampak di vulva dengan
diameter 5-6 cm,
sementara tangan lainnya
menahan kepala bayi
untuk menahan defleksi
kepala dan membantu
lahirnya kepala.

Tunggu kepala bayi


melakukan paksi luar

Usap muka bayi dengan


kain/kassa membersihkan
dari lendir dan darah

Memeriksa kemungkinan adanya LTP


kalau ada dan longgar lepaskan
melewati kepala bayi, jika lilitan erat
klem di dua tempat dan potong
diantara kedua klem tsb.

Melakukan pegangan biparietal setelah kepala


melakukan putaran paksi luar.
Melakukan gerakan kebawah untuk melahirkan bahu
depan dan gerakan ke atas untuk melahirkan bahu
belakang.
Menggeser tangan bawah untuk menyangga kepala
dan bahu, menggunakan tangan atas untuk
menelusuri dan memegang lengan dan siku sebelah
atas.
Lanjutkan penelusuran tangan atas ke punggung,
bokong, tungkai dan kaki. Memegang kedua mata kaki
dengan memasukan telunjuk diantara kaki dan
memegang masing-masing mata kaki dengan ibu jari
dan jari-jari lainnya.
Menilai bayi dengan cepat (30 s), letakan bayi diatas
perut ibu
Bungkus kepala dan badan bayi, biakan kontak kulit
ibu dan bayi

Kala III
Batasan : dimulai setelah bayi lahir
dan berakhir dengan lahirnya
plasenta
Tanda-tanda pelepasan plasenta :
Perubahan bentuk dan ukuran uterus
Tali pusat memanjang (45cm)
Semburan darah tiba-tiba

Manajemen Aktif kala III


Oksitosin 10 u IM 2 menit
setelah bayi lahir
Melakukan PTT
Masase fundus uteri setelah
plasenta lahir

Memindahkan klem hingga berjarak 5-10 cm dari vulva


Meletakkan satu tangan diatas kain pada perut ibu di tepi atas
simfisis, tangan lain meregangkan tali pusat
Pada saat uterus berkontraksi, meregangkan tali pusat ke arah
bawah sambil tangan yang lain mendorong uterus ke arah
dorso kranial
Melakukan peregangan tali pusat dan dorongan dorso kranial
sampai tali pusat terlepas
Jika plasenta tidak segera lahir dalam 15 menit
Ulangi pemberian oksitosin
Nilai kandung kemih
Keluarga menyiapkan rujukan
Mengulangi penegangan tali pusat 15 menit berikutnya
rujuk bila tidak lahir setelah 30 menit, dari kelahiran bayi
Memegang dan memutar plasenta hingga selaput ketuban
terpilin dan melahirkan plasenta
Memeriksa keutuhan plasenta
Massase Uteri

KALA IV
Pantau ibu 2-3x dalam 15 menit
petama, tiap 15 menit pada jam
pertama, dan tiap 30 menit pada jam
kedua
7 Baik :
1. Kontraksi uterus baik
2. Tidak ada perdarahan pervaginam atau alat genital lain
3. Plasenta dan selaput ketuban lahir lengkap
4. Kandung kemih kosong
5. Luka sudah tejahit baik
6. Ibu baik
7. Bayi baik

Buku acuan asuhan persalinan normal, Jakarta: JNPK-KR. 2007

KEBESIHAN DAN KEAMANAN


Dekontaminasi peralatan dengan
larutan klorin 0,5 %
Buang bahan terkontaminasi
Pastikan ibu nyaman
Dekontaminasi daerah yang
digunakan untuk melahirkan dengan
larutan klorin 0,5%
Cuci tangan dengan air mengalir
Lengkapi partograf
Saifuddin AB. Buku acuan nasional pelayanan kesehatan maternal dan neonatal.