Você está na página 1de 3

ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN TETANUS

Th. Ratna Indraswati, SKp, MKep


PENGERTIAN
Tetanus adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh Clostridium Tetani yang mengeluarkan
eksotoksin.Kuman masuk melalui luka-luka, telinga (OMK),tonsil, saluran pencernaan, gigi
berlubang atau umbilicus.
Kuman ini mempunyai masa tunas antara 5-14 hari. Clostridium tetani adalah kuman anaerob
yang membentuk spora. Kuman-kuman ini menetap di tempat infeksi dan menghasilkan toksin.
Toksin ini menyebar secara limfohematogen sehingga menyebabkan susunan saraf motorik
menjadi sensitife sekali sehingga mudah menimbulkan kejang. Eksotoksin mengganggu
neurotransmitter (asetilkolin) dimana neurotransmitter ini berfungsi sebagai penghantar antara
presinap ke post sinap lalu ke motorik sehingga terjadi kontraksi otot.
GAMBARAN KLINIK
Mula-mula timbul trismus atau kesukaran membuka mulut, sehingga sukar menelan,
nyeri kepala dan anggota badan
Kemudian kaku kuduk, bila hebat timbul opisrtotonus, otot dinding perut kaku seperti
perut papan.
Kejang tonik bila dirangsang atau kejang spontan
Kesadaran tetap baik, mimik muka khas yaitu alis yang mengarah keatas, sudut mulut
tertarik keluar bawah dn bibit yang tertekan kuat pada gigi. Gambaran muka ini disebut
Risus Sardonikus.
PATOGENESIS
1. Luka dalam misalnya luka tusuk karena paku, pecahan kaca, kaleng, pisau dan benda
tajam.
2. Luka karena tabrakan atau kecelakaan kerja atau luka perang
3. Luka-luka ringan seperti luka gores, lesi pada mata, telinga atau gigitan serangga
PROGNOSIS DIPENGARUHI OLEH
Masa inkubasi yang pendek (kurang dari 7 hari)
Usia (neonatusdan usia tua/lebih dari 55tahun)
Frekuensi kejang yang sering
Kenaikan suhu badan yang tinggi
Penangananan yang lambat
Periode trismus dan kejang yang semakin sering
Adanya penyulit spasme otot pernafasan dan obstruksi jalan nafas.

Clostridum Tetani masuk ke dalam tubuh

Toksin

Tetanospasmin

Tetanospalisin

Masuk Myoneural
Juction

Merusak eritrosit
dan lekosit

Ketegangan/
Spasme Otot
Epistotonus

Kejang Abdomen

Spasme otot laring


Trismus

Masalah Keperawatan
1. Gangguan bersihan jalan nafas
2. Resiko gangguan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh
3. Resiko tinggi trauma
4. Kecemasan
DIAGNOSA KEPRWATAN DAN RENCANA
1. Tidak efektifnya bersihan jalan nafas berhubungan dengan spasme otot laring,sekret dan
aspirasi
Intervensi :
- Kaji status pernafasan seperti kedalaman, frekuensi,irama dan kerja otot-otot
pernafasan
- Auskultasi bunyi nafas ronchi dan bunyi tambahan
- Pasang spatel pelindung
- Lakukan suction jika perlu tiap kali tindkan tidak lebih dari 5-10 detik
- Berikan oksigen sesuai dengan terapi
- Kolaborasi terapio Antikonvulsan, Antibviotika,ATS
2. Resiko gangguan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan kekaukan
otot-otot rahang dan kesukaran menelan

Intervensi
- Kaji status nutrisi
- Obeservasi dan catat intake dan output
- Berikan nutrisi melalui NGT jika diperlukan
- Berikan nutrisi parenteral sesuai indikasi
- Timbang berat badan setiap hari
3. Resiko tinggi trauma berhubungan dengan epistotonus
Intervensi :
- Kaji stimulus yang dapat menyebabkan kejang
- Minimalkan/hindari hal-hal yang dapat merangsang timbulnya kejang
- Pasang penghalang tempat tidur
- Pasang spatel untuk mencegah tergigitnya lidah
- Berikan pengobatan sesuai dengan program medik
4. Gangguan proses keluarga (kecemasan orang tua) berhubungan dengan penyakit dan
hospitalisasi anak.
Intervensi :
- Kaji ketakutan,perhatian dan pendapat keluarga tentang penyakit/kondisi anak
- Mengakui perhatian dan kebutuhan orang tua akan informasi dan support
- Menjelaskan terapi dan respon anak
- Mendorong keluarga untuk terlibat dalam perawatan anak
- Berikan pujian atas usaha orang tua untuk berpartisipasi dalam perencanaan
perawatan.