Você está na página 1de 19

LAPORAN PENDAHULUAN

ANTE NATAL CARE (ANC)

A. KONSEP DASAR TEORI ANTENATALCARE


1. Pengertian
Antenatal care adalah pengawasan sebelum persalinan terutama ditujukan pada
pertumbuhan dan perkembangan janin dalam rahim, sedangkan pengawasan sebelum
persalinan terutama yang ditujukan pada ibu disebut anteportal care.
Perawatan antenatal care adalah asuhan yang diberikan oleh perawat dan medic
mulai dari konsepsi sampai persalinan.
Asuhan antenatal care adalah suatu program yang terencana berupa observasi,
edukasi, dan penanganan medic pada ibu hamil untuk memperoleh suatu proses
kehamilan dan persalinan yang aman.

2. Tujuan
a. Menjaga agar ibu sehat selama masa kehamilan, persalinan, dan nifas serta
mengusahakan bayi yang dilahirkan sehat.
b. Memantau kemungkinan adanya resiko-resiko kehamilan dan merencanakan
pelaksanaan yang optimal terhadap kehamilan resiko tinggi.
c. Menurunkan morbiditas dan mortalitas ibu pada perinatal.

3. Tanda Dan Gejala Kehamilan


Tanda dan Gejala (keluhan) normal pada wanita hamil adalah:
a. Morning Sickness
b. Emesis Gravidarum
c. Kaki kram
d. Varises tampak
e. Sesak bagian bawah
f. Pinggang pegel
g. Edema
h. Hemoroid

4. Perubahan Perubahan Dan Adaptif Pada Masa Kehamilan


a. Trimester I ( 0-12 minggu )
Seseorang yang mengalami kehamilan akan menunjukkan gejala-gejala yang
berasal dari buah kehamilan yaitu dari janin dan placenta.
1) Adanya hormon chorionic gonadotropic (HCG) dalam saluran kemih
2) Masalah gastro intestinal
a) Mual dan Muntah (4-6 minggu)
b) Morning sickness
c) Anorexia
d) Hiper Salivasi
e) Tak tahan terhadap bau-bau tertentu
3) Pengaruh Hormon Estrogen
Tonus otot menurun, mengakibatkan mual dan konstipasi
4) Perubahan Rahim
a) Pada kehamilan 7 minggu, rahim lebih kurang sebesar telur itik
b) Pada kehamilan 10 minggu, lebih kurang sebesar jeruk keprok
c) Pada kehamilan 12 minggu, lebih kurang sebesar kepalan tangan
5) Tanda-tanda Piscasick
Pembesaran dan perlunakan pada tempat implantasi
6) Tanda-tanda Hegar
Pada pemeriksaan dalam secara bimanual didapatkan seolah-olah, jari-jari
yang ada di luar bertemu dengan jari-jari yang ada di dalam, hal ini di
sebabkan oleh bertambahnya jumlah pembuluh darah pada rahim.
7) Traktus Urinarius
Kehamilan mengakibatkan uterus membesar dan menekan kandung kemih
sehingga didapatkan ibu sering kencing
8) Kardiovaskuler
a) Cardiac Volume meningkat lebih kurang 10% (lebih kurang 75 ml)
b) Diafragma terdorong kea rah atas kerena pembesaran uterus, posisi
jantung pada bagian kiri atas
c) Cardiac Output
1) Denyut jantung menungkat, nadi meningkat lebuh kurang 10-15
x/mnt
2) Filtrasi ginjal meningkat

3) Transportasi oksigen meningkat


9) Uterus
a) Pada saat tidak hamil beratnya 35-50 gr, volume 5-10 l
b) Istmus hipertropi, panjang lunak (tanda hegar)
10) Payudara
Menbesar, tegang, dan sedikit nyeri disebabkan pengaruh estrogen dan
progesterone yang merangsang ductus dan alveoli payudara
11) Vagina
a) Peningkatan vaskularisasi
b) Peningkatan sekresi putih kental bersifat asam
12) Respirasi
a) Estrogen meningkat, menyebabkan peningkatan jaringan ikat
b) Progesteron meningkat menyebabkab penurunan resistensi dengan
relaksasi otot polos yang memudahkan mengalirnya Co2 dari janin ke Ibu
c) Diafragma tertekan, kurang leluasa bergerak
13) Moskuloskeletal
a) Relaksasi persendian
b) Uterus memanjang mengakibatkan nyeri pada ligamen retundum
c) Perubahan postural,
(1) Saat pinggang untuk mengimbangi lordosis dan tarikan tulang
belakang
(2) Sakit pada anggota bagian atas oleh karena bahu dan dada terdorong
ke depan.
14) Kulit
Oleh karena pengaruh estrogen, kulit mengalami Hyper pigmentasi kloasma,
linea nigra dan strie gravidarum.
b. Trimester ke dua (12-28 minggu)
1) Uterus
a) Uterus membesar, hypertropi sel-sel otot
b) Dinding uterus tipis dan lunak
c) Fetus dapat dipalpasi pada abdomen
d) Uterus jadi bentuk ovale
e) Adanya kontraksi braxson his

2) Cervik
a) Terus memanjang
b) Adanya mucous plag
c) Sel otot Hypertropi
d) Kelenjar serviks aktif
3) Vagina
a) Sel otot Hypertropi
b) Adanya tebal
c) Adanya leukorhea
d) PH asam : 3,5-1,0
4) Payudara
a) Ductus dan aaveoli Hypertropi
b) Areola dan puting membesar
c) Mulai ada sekresi kolostrum
5) Sistem Kardiovaskuler
a) Volume darah meluas
b) Hb menurunakibat ekspirasi plasma lebih besar dari pada sel darah merah
c) Perubahan Output meningkat 30-50%
d) Stroke volume meningkat
e) Tekanan darah sama dan cenderung sedikit menurun
f) Terjadi Hypertropi supina khusus pada trimester kedeua akhir
6) Sistem Respiratori
a) Oksigen dalam darah meningkat
b) Pernafasan lebih dalam
c) Volume darah tidak meningkat
d) Konsumsi oksigen meningkat
e) Uterus membesar dan menekan diafragma menyebabkan sulit/sesak nafas
7) Sistem Urinary
a) Perubahan ukuran pada kandung kemih, meningkat
b) Edema fisiologis pada kandung kemih
c) Frekuensi berkemih menurun
d) Dilatasi ginjal dan ureter
e) Ibu rentan terhadap infeksi traktus urinarius
f) Filtrasi glomerulus meningkat 50%

g) Aliran plasma renal meningkat


h) Ekskresi glukosa, polipeptida, elektrolot dan vitamin yang larut dalam air
meningkat
8) Sistem Muskuloskeletal
a) Pusat graviti berubah akibat membesarnya uterus, lordosis fisiologis
b) Kramp pada kaki
9) Sisrem Integumen
a) Hyperpigmentasi terutama pada putting dan perineum
b) Adanya linea nigra
c) Adanya pulmar eritema
d) Rambut menjadi halus
e) Kuku lebih lunak, tingkat pertumbuhan meningkat
10) Sistem gastrointestinal
a) Mulut dan gigi
Hiperemia, sensitif terhadap zat iritan
b) Esofagus dan gaster
(1) Kapasitas lambung menurun
(2) Sekresi asam hydroverotik dan pepsin dalam lambung menurun
c) Liver
Meningkatnya serum posphatase, menurunnya albumin dan globulin
d) Pankreas
(1) Hypertropi Hyperplasia dan Hyperaktif sering terjadi pada sel-sel beta
(2) Kebutuhan fisiologis kehamilan, pankreas diabetes gestasional
e) Intestinal
(1) Waktu pengosongan lambunga meningkat
(2) Absorbsi nutrient dan air meningkat
11) Sistem Endokrin
a) Pituitary
(1) Sekresi hormone luteinising dan folikel stimulating hormone
(2) Prolaktin meningkat
b) Tiroid
(1) Vaskularisasi meningkat
(2) Meningkatnya T3 dan T4
(3) BMR meningkat

c) Para Tiroid
Hyperplasi, sekresi hormone meningkat
d) Adrenal
(1) Sekresi adenokortikotropic hormone (ACTH) meningkat
(2) Level kortisol meningkat
e) Placenta
Fungsi utuh dan kompleks
c. Trimester ketiga (28 minggu-kehamilan berakhir 38-42 minggu)
1) Sistem reproduksi
a) Uterus
Ukuran bertambah membesar, distensi miometrium, dinding menipis,
kontraksi Braxton hicks semakin jelas.
b) Serviks
Effacement, pengeluaran mukosa.
c) Vagina
Hiperemia, pertumbuhan lactobacil, leukhoren.
d) Payudara
Membesar tegang, kolostrum keluar.
2) Sistem kardiovaskuler
1) COP meningkat 40 %
2) Volume darah ibu meningkat 30-50 %
3) HR meningkat 15 X/menit
4) Stroke volume meningkat
5) Kerja kardiovaskuler meningkat sangat beresiko pada ibu dengan masalah
jantung.
3) Sistem pernafasan
a) Diafragma tertekan pembesaran uterus ke atas
b) Iga-iga expansi
c) Konsumsi oksigen meningkat
4) Sistem perkemihan
a) Dilatasi koliks renal, filterasi glomerulus meningkat
b) Frekuensi miksi meningkat
c) Konsentrasi albumin plasma menurun
5) Sistem muskuloskeletal

Lordosis, sulit berjalan, rebas-rebas ekstremitas


6) Sistem integumen
a) Strie semakin terlihat, pigmentasi meningkat
b) Rambut tipis dan rontok
c) Kuku cepat tumbuh dan mudah patah
7) Sistem gastrointestinal
a) Mulut dan gusi hiperemia, gusi sangat sensitif
b) Gastrik refluks, kapasitas gaster menurun
c) Mobilitas intestinal menurun, predisposisi konstipasi
8) Sistem endokrin
a) Pituitary
Prolaktin meningkat, oksitosin meningkat
b) Tiroid
BMR meningkat
c) Plasenta
Fungsi maksimal

5. Perubahan Psikologis
a. Reaksi-reaksi psikologi dan fokus perhatiannya perasaan well-being
menyadari bahwa kehamialan akan mudah dikenal orang lain.
b. Penerimaan terhadap kehamilan
Ambivalence sebagian besar dapat teratasi dan kehamilan dapat diterima.
c. Maternal role attainment
Replikasi berlanjut, peran model yang diperlukan pergerakan janin,
internalisasi dan fantasi.
d. Fantasi
Berlanjut, membantu ibu untuk mengenal perannya.
e. Hubungan dengan ibu
Semakin erat dan penting, tukar pengalaman, perlu penerimaan ibunya sebagai
support.
f. Hubungan dengan janin
Sadar dengan adanya pergerakan janin, memulai perilaku kontak dengan janin,
gerak janin diartikan sebagai bentuk komunikasi yang rutin
g. Body image

Janin merupakan bagian yang terpisah dari ibu, tanda-tanda kehamilan mulai
dapat diobservasi.
h. Waktu dan jarak
Kehamilan tidak lama akan berakhir, ibu terfokus pada janinnya, ibu mungkin
menarik diri dari orang lain.
6. Fase Fase Kehamilan
Dalam pertumbuhan janin ada beberapa fase yaitu :
a. Fase 0-4 minggu
Pada minggu awal ini, janin memiliki panjang tubuh kurang lebih 2 mm.
Perkembangannya juga ditandai dengan munculnya cikal bakal otak, sumsum
tulang belakang yang masih sederhana, dan tanda-tanda wajah yang akan
berbentuk.
b. Fase 4-8 minggu
Ketika usia kehamilan mulai mencapai 6 minggu, jantung janin mulai berdetak
dan semua organ tubuh lainnya mulai terbentuk. Muncul tulang-tulang wajah,
mata, jari kaki dan tangan.
c. Fase 8-12 minggu
Saat memasuki minggu-minggu ini, organ organ tubuh utama badannya,
sehingga dapat menampung otak yang terus berkembang dengan pesat. Janin
juga telah memiliki dagu, hidung, dan kelopak mata yang jelas. Di dalam
rahim, janin mulai diliputi cairan ketuban dan dapat melakukan aktifitas
seperti menendang dengan lembut. Organ-organ tubuh utama janin kini telah
terbentuk.
d. Fase 12-16 minggu
Paru-paru janin mulai berkembang dan detak

jantungnya dapat didengar

melalui alat ultrasonografi (USG). Wajahnya mulai dapat membentuk ekspresi


tertentu dan mulai tumbuh alis dan bulu mata. Kini dapat memutar kepalanya
dan membuka mulut. Rambutnya mulai tumbuh kasar dan berwarna.
e. Fase 16-20 minggu
Janin mulai dapat bereaksi terhadap suara ibunya. Akar-akar gigi tetap telah
muncul di belakang gigi susu. Tubuhnya ditutpi rambut halus yang disebut
lanugo. Si kecil kini mulai lebih teratur dan terkoordinasi. Janin bisa mengisap
jempol dan bereaksi terhadap suara ibunya. Ujung ujung indera pengecap

mulai berkembang dan bisa membedakan rasa manis dan pahit dan sidik
jarinya mulai nampak.
f. Fase 20-24 minggu
Pada saat ini, ternyata besar tubuh janin sudah sebanding dengan badannya.
Alat kelaminnya mulai terbentuk, cuping hidungnya terbuka dan ia mulai
melakukan gerakan pernafasan. Pusat-pusat tulangnya pun mulai mengeras.
Selain itu, kini ia mulai memiliki waktu-waktu tertentu untuk tidur.
g. Fase 24-28 minggu
Di bawah kulit, lemak sudah mulai menumpuk sedangkan di kulit kepalanya
rambut mulai bertumbuhan, kelopak matanya terbuka dan otaknya mulai aktif.
Ia dapat mendengar sekarang, baik suara dari dalam maupun dari luar
(lingkungan). Ia dapat mengenali suara ibunya dan detak jantungnya
bertambah cepat jika ibunya berbicara. Atau boleh dikatakan bahwa pada saat
ini merupakan masa-masa bagi sang janin mulai mempersiapkan diri
menghadapi hari kelahirannya.
h. Fase 28-32 minggu
Walaupun gerakannya sudah mulai terbatas karena beratnya semakin
bertambah, namun makanya sudah mulai bisa berkedip jika melihat cahaya
melalui dinding perut ibunya. Kepalanya sudah mulai mengarah ke bawah.
Paru-parunya belum sempurna, namun jika saat ini ia lahir ke dunia, si kecil
kemungkinan besar telah dapat bertahan hidup.

7. Periode Antenatal
Periode antenatal merupakan periode yang berlangsung selama masa
kehamilan. Terdapat beberapa pemeriksaan yang dilakukan selama periode
antenatal. Pemeriksaan tersebut bertujuan untuk menyiapkan fisik dan mental ibu
serta menyelamatkan ibu dan anak dalam kehamilan, persalinan dan masa nifas
agar sehat dan normal setelah ibu melahirkan pemeriksaan-pemeriksaan yang
dilakukan meliputi:
a. Anamnesis
1) Identitas pasien
Identitas umum, perhatian pada usia ibu, status perkawinan dan tingkat
pendidikan. Range usia reproduksi sehat dan aman antara 20-30 tahun.
2) Keluhan utama

Sadar/tidak akan kemungkinan hamil, apakah semata-mata ingin periksa


hamil atau ada keluhan atau masalah lain yang dirasakan.
3) Riwayat kehamilan sekarang/riwayat penyakit sekarang
Ada/tidaknya gejala dan tanda kehamilan. Jika ada amenorea, kapan hari
pertama haid terakhir, siklus haid biasanya berapa hari. Hal ini penting
untuk memperkirakan usia kehamilan menstrual dan memperkirakan saat
persalinan menggunakan rumus Naegele (H + 7, B -3, T +1) untuk siklus
28 + x hari. Ditanyakan apakah sudah pernah periksa kehamilan ini
sebelumnya atau belum. Tanyakan apakah ada keluhan atau masalah dari
sistem organ lain, baik yang berhubungan dengan perubahan fisiologi
kehamilan maupun tidak.
4) Riwayat penyakit dahulu
Riwayat penyakit sistemik lain yang mempengaruhi atau diperberat oleh
kehamilan (penyakit jantung, paru-paru, ginjal, hati, diabetes mellitus)
riwayat alergi makanan/obat. Ada/tidaknya riwayat operasi umum
maupun operasi kandungan (miomektomi, section cesarean dan lainnya).
5) Riwayat penyakit keluarga
Riwayat penyakit sistemik, metabolic, cacat bawaan.
6) Riwayat khusus obsetri ginekologi
Adakah riwayat kehamilan atau persalinan atau abortus sebelumnya
(ditanyakan dengan GxPxAx. Ada tidaknya masalah pada kehamilan
sebelumnya, penolong persalinan terdahulu, riwayat menarche, siklus
haid, ada tidaknya nyeri haid dan riwayat kontrasepsi, lama pemakaian.
7) Riwayat sosial/ekonomi
Pekerjaan, kebiasaan, kehidupan sehari-hari.
b. Pemeriksaan Umum
Pada ibu hamil yang datang pertama kali, lakukan penilaian keadaan umum,
kesadaran, komunikasi atau kooperatif, tanda vital (tekanan darah, nadi,
suhu, pernafasan), tinggi dan berat badan. Kepala ada atau tdaknya nyeri
kepala. Pada mata dinilai konjungtiva anemis atau tidak, sclera ikterik atau
tidak. Mulut dinilai ada stomatitis dan caries ada atau tidak, ada perdarahan
gusi atau tidak. Telinga dinilai ada radang dan lender atau tidak. Paru-paru,
jantung, dan abdomen lakukan inspeksi, palpasi, perkusi, dan auskultasi

umum. Ekstremitas diperiksa terhadap edema, pucat, sianosis, varises,


simetris.
c. Pemeriksaan Obsetrik
Pemeriksaan ini terdiri atas 2 macam pemeriksaan, yaitu pemeriksaan luar
dan pemeriksaan dalam. Sebelum pemeriksaan dilakukan kosongkan
kandung kemih ibu terlebih dahulu,

kemudian ibu diminta berbaring

terlentang dengan bahu dan kepala sedikit lebih tinggi (memakai bantal) dan
pemeriksaan dilakukan sebelah kanan yang diperiksa.
1) Pemeriksaan luar
a) Lihat apakah uterus berkontraksi atau tidak. Jika berkontraksi, harus
ditunggu sampai dinding perutnya lemas sehingga pemeriksaan
dapat dilakukan dengan teliti. Hal yang perlu diinspeksi adalah
wajah, leher, dada, perut, vulva, serta daerah ekstremitas (terutama
ekstremitas bawah).
b) Dengan cara palpasi, pemeriksaan yang umum dilakukan adalah
cara Leopold yang dibagi menjadi 4 tahap. Pada pemeriksaan
Leopold I, II, dan III pemeriksaan menghadap kea rah muka ibu,
sedangkan pada Leopold IV menghadap kearah kaki ibu.
(1) Leopold I
Pemeriksaan Leopold I digunakan untuk menentukan tinggi
fundus uteri dan meraba bagian janin yang di fundus dengan
kedua telapak tangan. Selain secara anatomi tinggi fundus uteri
dapat ditentukan dengan pita pengukur. Bandingkan usia
kehamilan yang didapat dengan hari peretama haid terkahir.
Selain itu, tentukan pula bagian janin pada fundus uteri, kepala
teraba sebagai benda keras dan bulat sedangkan bokong lunak
dan tidak bulat.
(2) Leopold II
Pada pemeriksaan Leopold II dapat ditentukan batas samping
uterus dan dapat pula ditentukan letak punggung janin yang
membujur dari atas ke bawah menghubungkan bokong dengan
kepala. Pada letak lintang dapat ditentukan kepala janin.

(3) Leopold III


Pada pemeriksaan Leopold III, ditentukan bagian apa yang
terletak disebelah bawah. Satu tangan meraba bagian janin apa
yang terletak di bawah (di atas simpisis) sementara tangan
lainnya menahan fundus untuk fiksasi.
(4) Leopold IV
Pada pemeriksaan Leopold IV selain menentukan bagian janin
mana yang terletak di sebelah bawah, juga dapat menentukan
berapa bagian dari kepala telah masuk ke dalam pintu atas
panggul. Bila kepala belum masuk pintu atas panggul teraba
baloltemen kepala.
(5) Auskultasi
Auskultasi dengan stestoskop kayu laenec atau alat doppler yang
ditempelkan di daerah punggung janin, dihitung frekuensi pada 5
detik pertama, ketiga, dan kelima, kemudian dijumlahkan dan
dikalikan 4 untuk memperoleh frekuensi satu menit. DJJ
terdengar pada kehamilan 18-20 mg dengan stetoskop Laennec,
sedangkan dengan Doppler terdengar pada kehamilan 12 minggu.
Dari hasil pemeriksaan luar diperoleh data berupa usia
kehamilan, letak janin, presentasi janin, kondisi janin serta
takasiran berat janin. Taksiran berta janin ditentukan berdasarkan
rumus Johnson Toshack. Perhitungan ini penting sebagai
pertimbangan memutuskan rencana persalinan pervaginam secara
spontan. Rumusnya :
Taksiran berat janin (TBJ) = ( tinggi fundus uteri N) x 155
N = 13 bila kepala belum melewati pintu atas panggul
N = 12 bila kepala masih berada di atas spina iskiadika
N = 11 bila kepala masih berada di bawah spina iskiadika

2) Pemeriksaan dalam
Siapkan ibu dalam posisi litotomi lalu bersihkan daerah vulva dan
peritenium dengan larutan antiseptic. Inspeksi vulva dan vagina apakah
terdapat luka, varises, radang, tumor. Selanjutnya lakukan pemeriksaan

inspekulo, lihat ukuran dan warna porsio, dinding, dan secret vagina.
Lakukan pemeriksaan colok vagina dengan memasukkan telunjuk dan
jari tengah. Raba adanya tumor atau pembesaran kelenjar di liang
vagina. Periksa adanya massa di adreksa dan parametrium. Perhatikan
letak, bentuk, dan ukuran uterus serta periksa konsistensi, arah, panjang
porsio, dan pembukaan serviks. Pemeriksaan dalam ini harus dilakukan
dengan cara palpasi bimanual.
Keadaan Yang Perlu Diperhatikan Pada Ibu Dan Janin
1.

Berat badan dan tinggi badan ibu


Pada pemeriksaan kehamilan pertama, perhatikan apakah berta
badan ibu sesuai dengan tinggi badan ibu dan usia kehamilan. Bila
berta badan ibu kurang atau lebih, cari dan atasi.

2.

Tekanan darah
Apabila kenaikan tekanan darah sistolik lebih dari 30 mmHg atas
mencapai 140 mmHg, atau kenaikan darah diastolic lebih dari 15
mmHg atau mencapai 90, pertimbangkan adanya preeklamsia,
eklamsia atau hipertensi dalam kehamilan.

3.

Tinggi fundus
Tinggi fundus uteri meningkat sesuai usia kehamilan. Peningkatan
tinggi fundus terutama pada kehamilan trimester ketiga.

4.

Denyut jantung janin (DJJ)


Frekuensi normalnya berkisar antara 120-160 x/mnt

5.

Edema pada tungkai bawah

6.

Besar dan letak janin

7.

Adanya pendarahan.

B. ASUHAN KEPERAWATAN TEORI ANTENATALCARE


1. Pengkajian dasar pada klien
a. Aktivitas dan istirahat
1) Tekanan darah lebih rendah dari normal pada 8-12 minggu pertama kembali
pada tingkat normal pada separuh waktu kehamilan teakhir
2) Denyut nadi meningkat 10-15 X/menit
3) Mur-mur sistolik pendek, dapat terjadi sehubungan dengan peningkatan
volume darah
4) Varises pada ekstremitas baah dan edema terutama pada trimester III
5) Episode sinkope
b. Integritas ego
1) Menunjukkan perubahan persepsi diri
2) Body image rendah
c. Eliminasi
1) Perubahan pada konsistensi dan frekuensi defekasi
2) Peningkatan frekuensi berkemih
3) Peningkatan berat jenis urin
4) Timbulnya hemoroid
d. Makanan dan cairan
1) Mual, muntah, terutama pada rimester pertama. Nyeri sering terjadi
2) Penambahan berat badan
2-4 kg pada trimester I dan 11-12 kg trimester II dan III
3) Membran mukosa kering, hipertrofi jaringan, gusi dapat mudah terjadi
perdarahan
4) Hb dan Ht rendah, mungkin ditemui (anemia fisiologis)
5) Glukosuria dan edema
e. Nyeri dan ketidaknyamanan
1) Keram kaki
2) Nyeri tekan, dan bengkak pada payudara
3) Kontraksi braxton hicks setelah 28 minggu
4) Nyeri punggung
f. Pernafasan
1) Mukosa tampak lebih merah dari biasanya

2) Frekuensi pernafasan dapat meningkat relatif terhadap ukuran / tinggi


uterus
3) Pernafasan thorakal
g. Keamanan
1) Suhu tubuh 360 C 370 C
2) DJJ terdengar pada usia kehamilan 17 20 minggu
3) Gerakan janin terasa pada usia kehamilan 20 minggu
4) Quickening pada usia kehamilan 16 20 minggu
5) Ballotement ada pada bulan ke 4 dan ke 5
h. Seksualitas
1) Berhentinya menstruasi
2) Perubahan respon / aktifitas seksual
3) Leukhorea
4) Peningkatan secara progresif ukuran uterus
5) Payudara membesar, hiperpigmentasi pada areola
6) Perubahan pigmentasi kloasma, lineanigra, palmal eritrema, spidernevi,
strie gravidarum
7) Tanda tanda hegar, chadwick positif
i. Interaksi sosial
1) Bingung atau meragukan perubahan peran yang diantisipasi
2) Tahap maturasi / perkembangan bervariasi dan dapat mundur dengan
stressor kehamilan
3) Respon anggota keluarga lain dapat bervariasi, dari respon positif dan
mendukung sampai disfungsional
j. Penyuluhan / pembelajaran
Harapan individu terhadap kehamilan, persalinan, melahirkan tergantung pada
usia, tingkat pengetahuan, pengalaman, paritas, keinginan terhadap anak, dan
stabilitas ekonomi
k. Pemeriksaan diagnostik
1) Darah : Hb, Golongan darah, screening HIV atau Hepatitis
2) Screening untuk TBC paru titer rubella
3) Test serum HSG

2. Diagnosa Keperawatan
1) Trimester I
a) Resiko tinggi terhadap perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh b.d
perubahan nafsu makan, mual dan muntah
b) Ketidaknyamanan b.d perubahan fisik dan hormonal
c) Resiko tinggi terhadap kekurangan volume cairan b.d hilangnya cairan yang
berlebihan ( muntah )
2) Trimester II
a) Tidak efektifnya pola pernafasan b.d pergeseran diafragma sekunder
kehamilan
b) Perubahan eleminasi urine berhubungan dengan pembesaran uterus,
peningkatan GFR, peningkatan sensitifitas fundus uteri
3) Trimester III
a) Perubahan pola seksual b.d perubahan hasrat seksual, ketidaknyamanan
b) Kurangnya pengetahuan ( kebutuhan belajar ) mengenai persiapan
persalinan / kelahiran perawatan bayi b.d kurangnya pengalaman, kesalahan
interprestasi informasi
3. Intervensi
1) Trimester I
a) Resiko tinggi terhadap perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh b.d
perubahan nafsu makan, mual dan muntah
Kriteria hasil :
(a) Menjelaskan komponen diet seimbang prenatal
(b) Mengikuti diet yang dianjurkan
(c) Mengkonsumsi zat besi atau vitamin
(d) Menunjukkan peningkatan berat badan (minimal 1,5 kg pada trimester
I)
Intervensi
(a) Tentukan asupan nutrisi / 24 jam
(b) Kaji tentang pengetahuan kebutuhan diet
(c) Berikan informasi tertulis diet prenatal & suplemen
(d) Tanyakan keyakinan diet sesuai budaya
(e) Timbang berat badan & kaji berat badan pregravid
(f) Berikan peningkatan berat badan selama trimester I yang optimal

(g) Tinjau tentang mual & muntah


(h) Pantau kadar hemoglobin, test urine (aseton, albumin, glukosa)
(i) Ukur pembesaran uterus
(j) Kolaborasi : program diet ibu hamil

b) Ketidaknyamanan berhubungan dengan perubahan fisik dan pengaruh


hormonal
Kriteria hasil :
Mengidentifikasi

tindakan

yang

melegakan

&

menghilangkan

ketidaknyamanan.
Melaporkan penatalaksanaan ketidaknyamanan
Intervensi
(a) Catat derajat rasa tidak nyaman minor
(b) Evaluasi derajat rasa tidak nyaman selama pemeriksaan lanjutan
(c) Anjurkan pemakaian korset uterus
(d) Tekankan menghindari stimulasi putting
(e) Instruksikan perawatan putting mendatar
(f) Kaji adanya hemoroid
(g) Instruksikan penggunaan kompres dingin & intake tinggi serat pada
hemoroid
(h) Instruksikan posisi dorsofleksi pada kaki & mengurangi keju atau susu
(i) Kaji tingkat kelelahan dengan aktifitas dalam keluarga
(j) Kolaborasi : suplemen kalsium

c) Resiko tinggi terhadap kekurangan volume cairan berhubungan dengan


hilangnya cairan yang berlebihan (muntah)
Kriteria hasil :
Mengidentifikasi & melakukan kegiatan untuk mengurangi frekuensi &
keparahan mual /muntah
Mengkonsumsi cairan sesuai kebutuhan
Mengidentifikasi tanda & gejala dehidrasi
Intervensi
(a) Auskultasi detak jantung janin (DJJ)
(b) Tentukan derajat mual atau muntah

(c) Kaji riwayat gastritis, kolesistitis


(d) Anjurkan mempertahankan asupan cairan
(e) Kaji suhu, turgor kulit, membrane mukosa, tekanan darah, intake &
output , timbang berat badan.
(f) Anjurkan asupan minuman manis , makan sedikit tapi sering, makan
roti kering sebelum bangun tidur.

I. Trimester II
a) Tidak efektifnya pola pernafasan berhubungan dengan pergeseran
diagfragma sekunder kehamilan
Kriteria hasil :
(e) Melaporkan penurunan keluhan
(f) Mendemonstrasikan fungsi pernafasan normal
Intervensi :
1. Kaji status pernafasan
2. Pantau riwayat medis (alergi, asma, TBC)
3. Kaji kadar hemoglobin dan tekankan pentingnya vitamin
4. Informasikan hubungan program & kesulitan pernafasan
5. Anjurkan istirahat & latihan berimbang
6. Tinjau tindakan pasien untuk mengurangi keluhan.

b) Perubahan eleminasi urine berhubungan dengan pembesaran uterus,


peningkatan GFR, peningkatan sensitifitas fundus uteri
Kriteria hasil :
(g) Mengungkapkan penyebab sering kencing
(h) Mengidentifikasi cara mencegah stasis urinarius
Intervensi
1. Berikan informasi perubahan berkemih
2. Anjurkan menghindari posisi tegak & supine dalam waktu lama
3. Berikan informasi intake cairan 6-8 gelas/hari
4. Kaji nokturia, anjurkan keagel exercise
5. Tekankan hygiene toileting, memakai celana dari katun & menjaga
vulva tetap kering

6. Kolaborasi : kaji riwayat medis (hipertensi, penyakit ginjal &


jantung)

II. Trimester III


a) Perubahan pola seksualitas berhubungan dengan perubahan struktur
tubuh & ketidaknyamanan
Kriteria hasil :
(i) Mendiskusikan perubahan dalam hasrat seksual
(j) Identifikasi langkah mengatasi situasi
(k) Melaporkan adaptasi perubahan & modifikasi situasi selama
kehamilan
Intervensi
1. Tentukan pola aktivitas seksual pasangan
2. Kaji dampak kehamilan terhadap kehamilan
3. Diskusikan miskonsepsi seksualitas kehamilan
4. Anjurkan pilihan posisi koitus selama kehamilan
5. Informasikan tindakan yang dapat meningkatkan kontraksi
(stimulasi putting susu, orgasme pada wanita, sperma)
Kolaborasi : konseling bila masalah tidak teratasi