Você está na página 1de 17

ANGGARAN DASAR

LEMBAGA BANTUAN HUKUM JUNJUNG KEADILAN


MUKADIMAH
Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Junjung Keadilan, untuk pertama
kalinya didirikan di Kota Purbalingga pada hari Selasa Kliwon tanggal 30 Juni
2015 oleh Soemarjono, S.H.dan Pangkat Sugiharto, S.H. di RT. 01 RW. 04 Desa
Kalimanah Wetan, Kabupaten Purbalingga, Provinsi Jawa Tengah.
Disamping sebagai wadah berhimpunnya advokat dan orang/pakar yang
peduli di bidang hukum, lembaga ini didirikan untuk; lebih memperkuat gerakan
sosial di dalam memperjuangkan hukum yang adil dan demokratis dalam hal
memberikan bantuan hukum bagi rakyat dengan mengusung tema Keadilan
Untuk Rakyat.
Lembaga akan fokus bekerja di dalam memberikan bantuan hukum dan
pembangunan kesadaran hukum dan hak-hak rakyat terhadap negara serta gerakan
demokratis,
pembangunan

maka

pemikiran

masyarakat

jangka

sipil yang

pendek

untuk

melihat

perspektif

sadar hukum dan paham untuk

memperjuankan hak-hak mereka di depan hukum secara damai dan saling


menghargai perbedaan, menjadi latar belakang pentingnya suatu wadah untuk
dapat turut andil didalam membangun masyarakat yang sadar hukum. Selanjutnya
lembaga ini tercatat secara legal, tercatat sebagai lembaga yang memiliki kekuatan
hukum berdasarkan Akta Notaris : . . . .

BAB I
NAMA, KEDUDUKAN, BENTUK DAN LAMBANG
Pasal 1
1. Organisasi ini bernama Lembaga Bantuan Hukum Junjung Keadilan yang
selanjutnya disingkat LBH JK.
2. LBH Junjung Keadilan ini berkedudukan pusat di Kota Purbalingga.
Pasal 2
LBH Junjung Keadilan berbentuk Perkumpulan
Pasal 3
LBH Junjung Keadilan berlambangkan timbangan yang digenggam dan dijunjung
tegak.

BAB II
WAKTU PENDIRIAN
Pasal 4
LBH Junjung Keadilan didirikan untuk waktu yang tidak ditentukan lamanya dan
untuk pertamakalinya didirikan dan dideklarasikan di Purbalingga pada tanggal 30
Juni 2015 (tanggal tiga puluh juni tahun dua ribu lima belas).

BAB III
PRINSIP ORGANISASI
Pasal 5
1. LBH Junjung Keadilan memfokuskan diri pada kerja-kerja advokasi
penegakan hukum.
2. LBH Junjung Keadilan memfokuskan diri pada masyarakat miskin dan
terpinggirkan.
3. LBH Junjung Keadilan bersifat terbuka, kritis dan memfokuskan diri pada
penegakan hukum, hak azasi manusia dan pengembangan sistem hukum yang
adil dan demokratis.

BAB V
AZAS, PEDOMAN DAN KODE ETIK
Pasal 6
LBH Junjung Keadilan berasaskan pancasila sebagai sumber hukum.
Pasal 7

LBH Junjung Keadilan berpedoman pada semangat dan prinsip-pronsip keadilan.


Pasal 8
1. LBH Junjung Keadilan memiliki kode etik untuk mengarahkan aktivitas
profesional anggotanya.
2. Kode Etik Dibuat oleh Badan Pengurus dan diusulkan ke Badan Pengawas
yang ditetapkan dalam rapat kerja.

BAB VI
VISI
MISI
Pasal 9
Visi LBH Junjung Keadilan Adalah :
Terwujudnya gerakan demokratisasi dan pembaharuan dibidang hukum dalam
rangka terbentuknya tatanan hukum yang berkeadilan sosial dalam berbagai
aspek.
Pasal 10
Untuk mencapai Visi LBH Junjung Keadilan melakukan Misi antara lain :
1. Mendorong jaminan akses hukum bagi masyarakat miskin dan
terpinggirkan untuk mampu memperjuangkan hak dan kepentingannya
baik secara sendiri-sendiri maupun secara bersama-sama.
2. Terlibat aktif dalam kerjasama regional, nasional dan internasional sebagai
upaya pembaharuan hukum di indonesia.
3. Meningkatkan fungsi layanan hukum bagi masyarakat miskin dan
terpinggirkan.
4. Mendorong lahirnya organisasi masyarakat sipil yang kritis.

BAB VI

RUANG LINGKUP ORGANISASI


Pasal 11
Wilayah Kerja LBH Junjung Keadilan meliputi

BAB VII
KEANGGOTAAN
Pasal 12
Keanggotaan LBH Junjung Keadilan bersifat perseorangan dan terbuka bagi
setiap pekerja hukum dan orang-orang yang consern terhadap perjuangan
pembaharuan hukum di indonesia.
Pasal 13
Keanggotaan LBH Junjung Keadilan terdiri atas anggota biasa dan anggota luar
biasa.
Pasal 14
Hak-hak anggota meliputi :
1. Hak partisipasi, yaitu hak untuk ikut serta dalam kegiatan yang
dilaksanakakn oleh organisasi.
2. Hak bicara, yaitu hak untuk mengajukan saran dan atau kritik baik secara
lisan maupun tulisan.
3. Hak membela diri, jika dikenai sanksi organisasi.
4. Hak memilih dan dipilih menjadi badan pengurus harian.
5. Berhak mendapatkan pembelaan hukum oleh LBH Junjung Keadilan yang
diatur lebih lengkap lagi dalam kode etik.
Pasal 15
Kewajiban anggota meliputi :

1. Mentaati anggaran dasar,anggaran rumah tangga dan aturan organisasi


lainnya.
2. Menjaga nama baik LBH Junjung Keadilan.
3. Mematuhi kode etik LBH Junjung Keadilan.

Pasal 16
Anggota dapat dikenai sanksi organisasi termasuk pemecatan sebagai anggota.

BAB VIII
STRUKTUR ORGANISASI
Pasal 17
Pengambilan keputusan tertinggi organisasi dipegang oleh Rapat Pleno LBH
Junjung Keadilan.
Pasal 18
Pimpinan pelaksana organisasi dipegang oleh badan pengurus harian yang terdiri
dari badan pengawas dan badan pelaksana harian LBH Junjung Keadilan.
Pasal 19
Badan pengawas dapat membentuk komisi kode etik dengan melibatkan badan
pengurus yang bersifat ad hoc berdasarkan laporan masyarakat.
Pasal 20
Aspirasi dan kepentingan anggota dapat dilakukan oleh badan pengawas.

Pasal 21
Pengawasan dan pengelolaan dana dan aset organisasi dilakukakn oleh badan
pengawas.

BAB IX
KEKAYAAN DAN ASET
Pasal 22
1. Kekayaan perkumpulan terdiri dari kekayaan pertama berupa sejumlah uang
sebesar Rp.5.000.000 (lima juta rupiah) yang terpisah dari kekayaan pribadi
badan pengurus (badan pengawas dan badan pelaksana harian) dan dapat
diperbesar dengan :
a. Bantuan dan sokongan dari pemerintah republik indonesia atau pemerintah
negara lain ataupoun lembaga-lembaga nasional dan internasional lainnya
masyarakat dan badan-badan atau pihak-pihak yang menaruh minat untuk
mendukung tujuan perkumpulan yang tidak mengikat.
b. Iuran anggota.
c. Infak, wakaf dan hibah warisan.
d. Hasil usaha perkumpulan dan pendapatan lain yang sah.
2. Uang yang segera tidak dibutuhkan untuk keperluan sehari-hari LBH Junjung
Keadilan disimpan pada salah satu Bank atas nama perkumpulan atau
disimpan menurut cara-cara yang ditentukan oleh badan pelasana harian.
3. Sebagaimana pendapatan dan kekayaan perkumpulan hanya dipakai untuk
pencapaian visi dan misi perkumpulan, dengan syarat hal tersebut tidak
dimaksudkan untuk menghalangi pembayaran dan imbalan yang wajar dan
tepat kepada setiap badan pengrus atau pegabdi diperkumpulan atas jasa yang
benar-benar diberikan kepada LBH Junjung Keadilan.

Pasal 23
Pengelolaan dan pemeliharaan dana dan aset dilakukan oleh badan pelaksana
harian LBH Junjung Keadilan.

BAB X

PEMBUBARAN ORGANISASI
Pasal 24
1. Pembubaran LBH Junjung Keadilan hanya bisa dilakukan melalui keputusan
Rapat Pleno atas usulan yang disetujui sedikitnya oleh plus satu suara
anggota perkumpulan.
2. Apabila LBH Junjung Keadilan dinyatakan bubar, maka Rapat Pleno tersebut
berkewajiban membentuk tim likuidasi guna menyelesiakan hutang piutang
organisasi serta menyerahkan sisa kekayaan lbh Junjung Keadilan kepada
organisasi sosial yang se visi.

BAB XI
PERUBAHAN DAN ATURAN TAMBAHAN
Pasal 25
Perubahan anggaran dasar ini hanya dapat dilakukan dan ditetapkan oleh
keputusan Rapat Pleno.

Pasal 26
Anggaran dasar ini berlaku sejak tanggal ditetapkan dan hal-hal yang belum diatur
dalam anggaran dasar ini diatur dalam anggaran rumah tangga dan atau lampiran
aturan pokok organisasi.

Ditetapkan di Purbalingga,
Tanggal , 30 Juni 2015

Pendiri

Soemarjono, S.H.

Pangkat Sugiharto, S.H.

ANGGARAN RUMAH TANGGA


LEMBAGA BANTUAN HUKUM (LBH) JUNJUNG KEADILAN

BAB I
ANGGOTA

Pasal 1
Anggota adalah orang yang telah memenuhi syarat keorganisasian.
Pasal 2
1.
2.
3.
4.
5.

Syarat menjadi anggota biasa LBH Junjung Keadilan adalah :


Memiliki komitmen untuk pembaharuan hukum.
Memiliki alokasi waktu minimaluntuk memeilihara komitmennya.
Tidak Diskrimantif tidak terlibak Korupsi dan Pelanggaran HAM.
Status anggota berakhir apabila;
a. Meninggal dunia
b. Mengundurkan diri.
c. Dipecat berdasarkan komisi ad hoc.

Pasal 3
Untuk menjadi anggota biasa, seorang harus ;
1. Mendaftarkan diri secara tertulis kepada pengurus LBH Junjung Keadilan.
2. Mendapatkan rekomendasi sekurang-kurangnya 3 orang anggota LBH
Junjung Keadilan.
3. Penetapan dan pengesahan anggota dilakukan oleh badan pengurus yang
dilaporkan di Rapat Pleno.

Pasal 4
PEMECATAN
1. Pemecatan terhadap anggota dapat dilakukan apabila :
2. Anggota telah melakukan perbuatan yang bertentangan dengan anggaran
dasar, anggaran tumah tangga dan kode etik LBH Junjung Keadilan.
3. Anggota telah melakukan perbuatan yang melanggar hukum yang telah
mempunyai putusan pengadilan yang tetap.
4. Anggota yang tidak memenuhi kewajiban organisasi dan telah mendapat
peringatan cara lisan dan tulisan dari badan pengurus LBH Junjung Keadilan.
5. Menyalahgunakan organisasi untuk kepentingan Pribadi.

Pasal 5
Prosedur pemecatan anggota adalah :
1. Sebelum pemecatan dilakukan badan pengurus lbh Junjung Keadilan
memberikan teguran lisan sebanyak 3 kali, dan teguran tertulis sebanyak 3
kali.
2. Peringatan lisan dilakukan dengan melalui pemanggilan tertulis.
3. Peringatan tertulis dilakukan jika peringatan lisan tidak dipatuhi ioleh anggota.
Pasal 6
Anggota yang dipecat berhak melakukan pembelaan ketika di lakukan peringatan
lisan dan pembelaan disertai dengan bukti-bukti dan saksi.
Pasal 7
Kewajiban anggota :
1. Menaati Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga, Kode Etik dan SOP
LBH Junjung Keadilan.
2. Membayar iuran 6 bulanan minimal lima puluh ribu rupiah.
3. Aktif mengikuti kegiatan lbh Junjung Keadilan.
4. Menjaga nama baik dan kehormatan lbh Junjung Keadilan.

Pasal 8
Hak-hak anggota :
1. Setiap anggota berhak dicalonkan menjadi badan pengawas dan badan
pengurus LBH Junjung Keadilan sesuai dengan mekanisme yg berlaku.
2. Setiap anngota berhak memberi hak suara dalam pemilihan badan pengawas
dan badan pengurus LBH JUNJUNG KEADILAN.
3. Anggota berhak atas fasilitas sesuai dengan konstribusinya di LBH Junjung
Keadilan.

BAB II

RAPAT PLENO
Pasal 9
1. Rapat Pleno merupakan forum tertinggi organisasi dan diselenggarakan setiap
tiga tahun sekali jika dimungkinkan.
2. Rapat Pleno menetapkan / melakukan perubahan terhadap anggaran
dasar,anggaran rumah tangga dan kode etik organisasi serta pokok-pokok
program kerja organisasi.
3. Kogres memilih dan menetapkan badan pengurus dan badan pengawas LBH
Junjung Keadilan.
4. Rapat Pleno menerima atau menolak laporan pertanggung jawaban Badan
Pengurus dan badan Pengawas.
5. Rapat Pleno menetapkan keanggotaan organisasi.
6. Rapat Pleno dapat membentuk lembaga otonom yang melakukan hal-hal
khusus (komisi ad hoc).
7. Rapat Pleno menetapkan hal-hal lain yang dianggap perlu tanpa melanggar
Anggaran Dasar dan anggaran rumah tangga serta kode etik LBH Junjung
Keadilan.

Pasal 10
Materi ongres disipakan oleh panitia Rapat Pleno yang terdiri badan pengawas
dan badan penggurus dan anggota LBH Junjung Keadilan.
Pasal 11
Kepanitiaan, lokasi dan anggaran Rapat Pleno ditetapkan oleh badan pengurus
selambat-lambatnya enam bulan sebelum Rapat Pleno.
Pasal 12
Tata tertib Rapat Pleno
1. Peserta konres terdiri dari anggota organisasi, badan pengurus, badan
pengawas, dewan pendiri dan calon anggota LBH Junjung Keadilan.

2. Peserta Rapat Pleno harus menerima materi-materi yang akan dibahas dalam
Rapat Pleno minimal satu minggu sebelum dilaksanakan Rapat Pleno.
3. Rapat Pleno bisa dibuka dan dinyatakan sah apabila dihadiri oleh plus 1
jumlah anggota sah organisasi sesuai dengan data base anggota LBH Junjung
Keadilan yang ada didata base organisasi.
Pasal 13
Rapat Pleno luar biasa
1. Rapat Pleno luar biasa dapat dilakukan apabila badan pengurus dan badan
pengawas terbukti melanggar anggaran dasar,anggaran rumah teangga dan
kode etik organisasi.
2. Rapat Pleno luar biasa bisa dilakukan dan dinyatakan sah apabila di hadiri
oleh plus 1 orang anggota yang terfdaftar dalam data base organisasi.

BAB III
BADAN PENGURUS
Pasal 14
1. LBH Junjung Keadilan dipimpin oleh satu orang ketua dan badan pengurus
yang dipilih dalam Rapat Pleno.
2. Ketua Badan pengurus diberi wewenang untuk menyusun dan menentukan
divisi-divisi serta menyusun program kerja dan SOP organisasi.
3. Sususnan lengkap divisi-divisi program kerja dan SOP paling lambat
dilaporkan ke badan pengawas dan dewan pendiri selambat-lambatnya 1 bulan
setelah Rapat Pleno.
4. Badan pengurus dan badan pengawas dapat dipilih selama dua periode.
Pasal 15

1. Ketua Badan pengurus bertugas melaksanakan pokok-poko program kerja dan


hasil Rapat Pleno lainnya.
2. Ketua bandan pengurus LBH Junjung Keadilan berhak mengangkat dan
memberhentikan pegawai kantor atau staf divisi yang diputuskan dalam rapat
internal badan pengurus.
3. Ketua badan pengurus lbh Junjung Keadilan menyusun dan menetapkan
rennstra dan sop serta anggaran tahunan.

BAB IV
BADAN PENGAWAS
PASAL 16
Ketua dan anggota badan pengawas dipilih oleh Rapat Pleno.
1. Badan pengawas bertugas mengawasi kinerja badan pengurus LBHJunjung
Keadilan.
2. Badan pengawas sewaktu-waktu bisa mengambil alih kepengurusan organisasi
jika dipandang perlu dikarenakan badan pengurus tidak bekerja sesuai dengan
mandat organisasi.
3. Badan pengawas berjumlah lima orang.
Pasal 17
1. Badan pengawas bertugas menyalurkan aspirasi dan memperjuangakan
kepentingan organisasi.
2. Badan pengawas mengawasi dan mengontrol kebijakan kebijakan organisasi
yang dijalankan oleh badan pengurus.
Pasal 18
1. Rapat badan pengawas dilaksankan sekurang-kurangnya satu tahun sekali
yang anggarannya disiapkan secara mandiri.
2. Rapat badan pengawas dipimpin oleh ketua dan anggota.
3. Hasil keputusan rapat disampaikan kepada dewan pendiri dan anggota.

BAB V
RAPAT-RAPAT
Pasal 19
Macam-macam rapat dalam organisasi LBHJunjung Keadilan
1. Rapat badan pengawas.
2. Rapat badan pengurus
3. Rapat tahunan.
Pasal 20
Pengaturan dan wewenang masing-masing rapat ditentukan oleh ketua badan
pengurus dan ketua badan pengawas dan dilaporkan ke dewan pendiri.
BAB VI
KEUANGAN
Pasal 21
1. Badan pengurus wajib mengusahakan dana bagi kegiatan operasional
organisasi.
2. Dapat mengembangkan kemandirian dana bagi program-program organisasi
yang telah ditetapkan dalam Rencana Startegis (Renstra) LBH Junjung
Keadilan.
3. Tata cara penyaluran dana dan pelaporan ditetapkan melalui Standar
Operasional Prosedur (SOP) keuangan yang ditetapkan oleh Badan Pengurus.
Pasal 22
Kriteria sumber dana yang diperbolehkan :
Yang tidak mengurangi independensi organisasi.
Sumber dana tersebut bukan hasil dari tindak pidana atau kejahatan keuangan.
Kriteria selanjutkan ditetapkan oleh ketua badan pengurus.

BAB VII
TRANPARANSI PENGGUNAAN DANA
Pasal 23
1. Setiap satu tahun sekali badan pengurus melalui ketua LBH Junjung Keadilan
melaporkan setiap kegiatan dan penggelolaan dana dalam bentuk laporan
tertulis yang dimuat di media internet (website/blog) dan dikirimkan kepada
dewan pengawas serta dewan pendiri.
2. Laporan pertanggung jawaban penggunaan dana dilakukan tiap semester
(enam bulan) dan diumumkan ke publik melalui situs resmi LBH Junjung
Keadilan

BAB VIII
PERUBAHAN DAN ATURAN TAMBAHAN
Pasal 26
Perubahan anggaran rumah tangga hanya dapat dilakukan oleh badan pendiri yang
disepakati oleh plus satu anggota yang hadir dalam Rapat Pleno organisasi.
Pasal 25
Angaran rumah tangga ini berlaku sejak diterbitkan dan ditetapkan dan hal-hal
yang belum diatur akan diatur dalam peraturan organisasi lainnya.

Ditetapkan di Purbalingga,
Tanggal , 30 Juni 2015

Pendiri

Soemarjono, S.H.

Pangkat Sugiharto, S.H.