Você está na página 1de 17

----------------------- Page 1----------------------STRATEGI MANAJEMEN PERUBAHAN UNTUK MENDUKUNG IMPLEMENTASI

SISTEM INFORMASI RUMAH SAKIT STUDI KASUS: RSUD RAA SOEWONDO PATI
Achmad Nizar Hidayanto, Dian Setia Hartana, dan Ika Chandra Hap
sari
Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Indonesia, Kampus Baru UI Depok, Jawa Bara
t, 16424, Indonesia
E-mail: nizar@cs.ui.ac.id
Abstrak
Seiring dengan perkembangan rumah sakit dan teknologi informasi, Sistem
Informasi Rumah Sakit
(SIRS)
RAA Soewondo
dirasa tidak mampu
lagi memenuhi
kebutuhan
informasi. Keterbatasan
tersebut membuat pihak manajemen berencana mengganti SIRS
mereka. Agar implementasi SIRS
yang baru dapat berhasil, perlu dilakukan strategi manajemen perubahan
yang tepat pada rumah sakit.
Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi manajemen perubahan
untuk implementasi SIRS
di RAA
Soewondo.
Penelitian dilakukan
menggunakan
p
engambilan
data melalui kuesioner,
wawancara,
dan observasi.
Tindakan
perubahan
didapat
dengan
analisis SWOT,
kemudian
dikelompokan ke dalam metode manajemen untuk membuat strategi manajemen
perubahan. Metode
manajemen perubahan yang digunakan adalah Anderson dan Anderson Nine Ph
ase Model. Dari hasil
penelitian, didapatkan hasil bahwa faktor resistensi karyawan relatif k
ecil. Tindakan perubahan yang
sesuai dengan
manajemen
perubahan
adalah dukungan
pimp
inan
untuk implementasi
perubahan
SIRS, membuat persamaan visi dan misi ke semua bagian
rumah sakit tentang perubahan SIRS,
merancang keadaan perubahan yang diinginkan dengan memerhatikan divisi
yang terpengaruh oleh
perubahan
SIRS
ini, melakukan
penggantian
dengan
me
tode pararel
cutover , memberikan
penghargaan kepada karyawan yang ikut menyukseskan program ini, serta m
embuat kebijakan baru
agar kebijakan yang sudah berjalan menjadi permanen.
Has
il akhir menunjukkan
secara umum
karyawan rumah sakit setuju akan perubahan SIRS saat ini.
Kata Kunci: manajemen perubahan, sistem informasi rumah sakit, strategi
perubahan
Abstract
Along with the development of hospitals and information technology, the
Soewondo RAA Hospital
Information System (SIRS) felt unable to meet the infor
mation needs. These limitations make the
management of SIRS plans to replace their SIRS. In ord
er for successful implementation of new

SIRS,
change management
strategy needs to be done right
at the hospital. This study aims to
formulate strategies for implementing change management in the RAA Soew
ondo SIRS. The study
was conducted using data collection through questionnaires,
interviews, and observation. Action
changes obtained with SWOT analysis and then grouped into a management
method for making the
change management strategy. Change management method that
had been used is Anderson and
Anderson Nine Phase Model. The study shows that the staff s resistance
is relatively small. Action
changes according that related to change management is lea
dership support for implementation of
changes to SIRS, making equality vision and mission to all parts of the
hospital about the change of
SIRS, designing state of the desired changes with respect to the divisi
on that is affected by changes in
SIRS, do the replacement with parallel cutover method , presents awards
to employees who make this
program
succeed, and create new policies to estabilish poli
cies that are already running
to be
permanent. The final results shows: in general, the employees agreed to
change the current SIRS.
Keywords: change management, hospital information systems, strategy chan
ges
1.

Pendahuluan
dan

moral

dijiwai
etika

demi

kepuasan
masyarakat.

Untuk
mencapai
visi dan
misi ini,
Rumah sakit RAA Soewondo sebagai rumah
do
tidak dapat lepas dari peranan
sakit
umum
daerah
Pati memiliki
visi menjadi
nformasi (TI).
pusat
pelayanan
kesehatan
terbaik di wilayah
em Informasi Rumah Sakit (SIRS) RAA
Karasidenan Pati dan juga menjadi tumpuan dan
yang
ada saat ini kurang
mampu
kebanggaan
masyarakat
serta
karyawan
tahun
butuhan informasi untuk mendukung
2015.
Misinya
adalah
memberikan
pelayanan
bisnis.
SIRS
saat
ini menggunakan
kesehatan bermutu, profesional, terjangkau, serta
OS Foxpro 2.0 yang bersifat
client-

RAA Soewon
teknologi i
Sist
Soewondo
memenuhi ke
proses
Windows

108
----------------------- Page 2----------------------Hidayanto, et al., Strategi Manajemen Perubahan untuk Mendukung Implem
entasi Sistem Informasi 109
server
melalui
jaringan Local
Area
Network
Penyebab
Resistensi
terhadap
(LAN)
rumah
sakit. Biaya
perawatan
SIRS
stensi muncul pada saat perubahan
menjadi mahal karena telah menjadi sistem yang
i. Resistensi
dapat
jelas terlihat

Faktor
Perubahan, resi
yang

terjad

unik dan legacy pada saat ini. Oleh karena itu,


ataupun
tersirat (implisit). Faktor
perbaikan
dan
pengembangan
SIRS
perlu
kan dapat dibedakan menjadi dua
dilakukan.
akan
individu
dan
penolakan
Pihak
rumah
sakit akan
mengganti
SIRS
[5].
Faktor
penyebab
resistensi
yang lama dengan yang baru. Pihak rumah sakit
itu: rasa
aman,
faktor
ekonomi,
berencana
melakukan
migrasi
SIRS
ke dalam
ketidakpastian,
dan
kebiasaan.
bentuk
desktop
based
client-server
sehingga
tor penyebab resistensi organisasi
mudah
dioperasikan
dalam
lingkungan
internal
u: dampak luas perubahan, inersia
rumah sakit. Agar proses implementasi berjalan
ancaman
alokasi
sumber
daya,
lancar dan sesuai dengan jadwal yang ditetapkan
ekuasaan,
ancaman
keahlian,
dan
maka
perlu dilakukan
manajemen
perubahan
ral.
proyek TI yang tepat. Hal ini karena salah satu
perubahan
adalah
aplikasi
alasan
utama
penyebab
kegagalan
dalam
kemampuan, alat, dan teknik untuk
pengimplementasian
proyek
adalah
kurangnya
perubahan
menjadi
sebuah
implementasi proses manajemen perubahan, tidak
atau menjadi
sebuah
strategi [6].
hanya di bagian TI tetapi di seluruh organisasi [1].
ubahan
meliputi
3 hal yaitu: (1)
Penelitian
ini bertujuan untuk mengetahui
rea di dalam organisasi dan teknis
tingkat
resistensi karyawan
terhadap
sistem
berubah. (2) People yaitu perubahan
informasi
yang baru. Selain itu, penelitian ini
tingkah laku, dan budaya yang harus
bertujuan
untuk
mencari
strategi
manajemen
m perubahan [7]. (3) Process yaitu
perubahan
yang
cocok
diterapkan
pada
SIRS
yang
harus
dilakukan
untuk
RAA
Soewondo
Pati. Analisis yang
digunakan
membentuk,
dan
dalam penelitian ini adalah analisis kuantitatif dan
ikan
semua
perubahan
secara
kualitatif,
dengan
memperhatikan
keadaan
n menyeluruh.
internal dan eksternal rumah sakit.
Penggantian
Sistem
Informasi.,
Penelitian terkait, beberapa penelitian yang
etode dalam penggantian SI dalam
terkait
dengan
topik
ini telah
dilakukan
[8].
Pertama,
Metode
Immediate
sebelumnya. Penelitian yang dilakukan oleh Jack
ode
ini memiliki
tingkat risiko
dan
Peiper [2] menyebutkan
bahwa
inisiatif
mentasi yang tinggi namun cepat
terhadap perubahan perlu dilakukan oleh manajer
enggantikan sistem informasi lama.

(eksplisit)
penyebab penola
yaitu

penol

organisasi
individu

ya

persepsi,
Sedangkan

fak

ada enam yait


kelompok,
ancaman

inersia struktu
Manajemen
pengetahuan,
menggabungkan
proyek

dan

Strategi

per

Content yaitu a
yang

harus

pola

pikir,

diperlukan dala
tindakan
merencanakan,
mengimplementas
terintegrasi da
Metode
terdapat tiga m
organisasi
Cutover.

Met

kegagalan imple
dalam

hal

proyek agar proyek dapat berjalan dengan sukses.


yang
dibutuhkan
kecil. Kedua,
Penelitian
yang
dilakukan
oleh Levinson
[1]
rel
Cutover. Metode
ini memiliki
menghasilkan
kesimpulan
bahwa
salah satu
iko kegagalan
implementasi
yang
penyebab
kegagalan
dari suatu proyek
adalah
implementasi
nanti terdapat
dua
kurangnya implementasi dari proses
manajemen
dan baru) yang berjalan pada saat
perubahan, tidak hanya di bagian TI, tetapi juga
aan.
Pemutusan
sistem
informasi
dalam
organisasi
secara keseluruhan.
Metode
an
bila pengguna
sudah siap dan
yang
digunakan
dalam
penelitian
ini adalah
gan
sistem yang baru. Metode
ini
metode
yang sebelumnya
telah digunakan
oleh
investasi
TI
yang
tinggi
untuk
Mutholib,
E.A
[3]. Persamaan
dari
ketiga
sistem berjalan.
Ketiga, Metode
penelitian
tersebut
adalah penggunaan
strategi
Metode ini adalah penggabungan
manajemen
perubahaan
untuk
mendukung
sebelumnya. Penggantian sistem
implementasi sistem yang baru.
per fase. Misalnya terlebih dahulu
Analisis
SWOT,
Strengh,
Weakness,
1 unit bisnis d kemudian baru unit
Opportunity,
dan Threat
(SWOT)
diperlukan
n, atau dilakukan per aplikasi.
dalam menganalisis keadaan rumah sakit saat ini.
dan Anderson Nine Phase Change
Strength dan Weakness merupakan
faktor-faktor
Model ini berisi sembilan fase
internal dalam organisasi. Sedangkan Opportunity
Setiap
fase terdiri dari beberapa
dan Threat merupakan
faktor yang berasal dari
n tugas yang
dapat
diikuti untuk
luar organisasi. Hasil SWOT yang didapat akan
mendesain,
dan
digunakan untuk merumuskan strategi organisasi
i perubahan.
secara sistematis [4]. Dalam kasus ini, hasil dari
o lead the change. Dalam fase ini,
analisis SWOT akan digunakan
sebagai
strategi
people leader. Key people leader
perubahan dalam implementasi SIRS baru.
menyiapkan pemimpin yang akan

Investasi

TI

Metode

Para

tingkat

ris

rendah.

Pada

sistem

(lama

yang

bersam

lama

dilakuk

terbiasa

den

memiliki
menyediakan

Phased Cutover.
dari dua metode
lama dilakukan
dilakukan oleh
bisnis yang lai
Anderson
Process Model.
perubahan.
aktivitas

da

merencanakan,
mengimplementas
Prepare t
ditentukan key
bertujuan untuk
mengendalikan p

erubahan. Create Organizational


----------------------- Page 3----------------------110Journal of Information Systems, Volume 6, Issues 2, October 2010
Vision,
Commitment,
and Capacity. Fase ini
yang memiliki
aliran dana
dan
bertujuan
menbangun
pengertian,
komitmen,
asi.
Terdapat
tiga
kategori
momentum dan kapasitas perubahan,
khususnya

bagian-bagian
aliran
pertanyaan

inform
da

lam kuesioner
ini, yaitu: kategori
di antara
para stakeholder,
dan
pada seluruh
ng pengorganisasian rumah sakit,
elemen organisasi umumnya. Assess the Situation
, dan
fungsi teknologi informasi,
to
Determine
Design
Requirements.
Fase
ini
mampuan komputer responden.
bertujuan melihat keadaan dan situasi yang ada
data sekunder
didapat dengan
pada
organisasi
untuk
membuat
rancangan
dari pihak
kedua seperti
perubahan
yang realistis. Design
the Desired
yang sesuai dengan
penelitian di
State. Fase ini membantu organisasi
merancang
Data sekunder juga diambil dari
keadaan perubahan yang diinginkan. Analyze the
dan jurnal yang berkaitan dengan
Impact.
Fase
ini
menganalisis
pengaruh
.
perubahan
didalam
organisasi,
orang, dan
s penelitian di rumah sakit RAA
kebiasaannya sebagai dasar untuk merencanakan
ari dari enam tahapan. Pertama,
proses
implementasi
yang realistis. Plan
and
masalah
sebagai
dasar
Organize
for
Implementation.
Fase
ini
, melakukan studi pustaka untuk
mengidentifikasi
langkah
apa yang diperlukan
masi dan data yang diperlukan
untuk menuju ke arah keadaan yang diinginkan.
persiapan
penelitian. Ketiga,
Implement
the
Change.
Fase
ini
data, baik data primer
maupun
mengimplementasikan
perubahan
di dalam
, melakukan analisis resistensi
organisasi. Celebrate and Integrate the New State.
Analisis ini
akan menghasilkan
Pada
fase ini dirayakan kemenangan
atas hasil
faktor-faktor yang menyebabkan
perubahan
yang
didapat
dan
memberi
tahu
olakan
terhadap
SIRS. Kelima,
organisasi
bahwa
mereka
sudah masuk
dalam
dilakukan
untuk menghasilkan
keadaan yang baru. Learn and Course Correct.
ahan yang sesuai dengan kondisi
Fase
ini menciptakan
mekanisme
untuk
terus
aat ini. Keenam, mengelompokkan
memerbaiki
keadaan
yang
sudah berubah
dan
perubahan
ke dalam
metode
menjadikannya permanen.
ahan
Anderson dan
Anderson.

wawasan

tenta

kategori

tugas

serta kategori ke
Sedangkan
cara

mengambil

dokumentasi
rumah
buku

sakit.
referensi

tujuan penelitian
Tahap prose
Soewondo

terd

mengidentifikasi
penelitian. Kedua
mendapatkan infor
untuk

membuat

pengumpulan
sekunder. Keempat
perubahan.
output

berupa

terjadinya

pen

analisis SWOT
tindakan
rumah

perub
sakit

langkah-langkah
manajemen

perub

Pengelompokan
2.
n

ini
bertujuan
Metodologi
tindakan perubahan

untuk
mengklasifikasika
menjadi
strategi manajeme

n perubahan.
Penelitian
ini menggunakan
metodologi
penelitian
studi kasus
pada
organisasi
yang
n Pembahasan

3.

Analisis da

bergerak
di bidang layanan kesehatan. Metode
penelitian
yang
digunakan
adalah
metode
nologi informasi saat ini, SIRS di
penelitian
kuantitatif dan kualitatif. Metodologi
berusia kurang lebih lima
penelitian
ini mengikuti
metode
penelitian
gunakan bahasa pemrograman
Mutholib
yang
juga dilakukan
di rumah
sakit
LAN
Network
Novel.
SIRS
ini
dengan sedikit perubahan yang disesuaikan [3].
ngkungan Disk Operating System
Metode
Pengumpulan
Data, ada dua jenis
ang digunakan untuk mencatat
data yang dikumpulkan pada penelitian ini, data
dan data pasien menggunakan
primer dan data sekunder. Data primer adalah data
e dari Foxpro (dbf dan fxp file ).
yang
diambil langsung
dari rumah
sakit RAA
ai
saat ini berukuran
1-2Gb.
Soewondo. Sedangkan data sekunder merupakan
ta pasien
di dalam
database
data yang diperoleh dari pihak kedua.
nomor
registrasi pasien
yang
Data primer
didapatkan
dengan tiga cara,
salnya: 01896209, 2 digit terakhir
yaitu
wawancara,
observasi,
dan kuesioner.
un). Nomor registrasi ini dapat
Wawancara dilakukan pada direktur dan beberapa
tuk
mengakses
database
yang
pejabat
rumah sakit yang berhubungan
dengan
SIRS.
Wawancara
dilakukan
untuk mengetahui
alan dengan sistem server client.
lebih
mendalam
permasalahan
yang ada pada
idak memiliki harddisk dan harus
proses
rencana
implementasi
SIRS
baru.
loppy
Drive disket
untuk dapat
Observasi
dilakukan
untuk mengetahui
keadaan
sistem server. Server utama
dan
lingkungan rumah sakit dalam kegiatannya sehariditempatkan
pada sebuah ruang
hari. Cara ini lebih digunakan untuk mengetahui
conditioner.
Ruangan
ini juga
keadaan
langsung
di lapangan
terhadap proses
kantor bagian SIM yang terdiri
implementasi
SIRS
baru. Kuesioner
diberikan
Ruang kantor ini juga dijadikan
kepada
karyawan
rumah
sakit khususnya
di
impanan
alat-alat
komponen

Kondisi tek
RSUD RAA Soewondo
tahun dengan meng
FoxPro

2.0

berjalan dalam li
(DOS). Database y
data

transaksi

internal databas
Database

samp

Penulisan

da

menggunakan
bersifat unik (mi
menunjukkan

tah

digunakan

un

berbeda.
SIRS

berj

Sistem client t
boot

dengan

terkoneksi

F
ke

backup

server

kecil

ber-air

digunakan sebagai
dari enam orang.
tempat

peny

----------------------- Page 4----------------------Hidayanto, et al., Strategi Manajemen Perubahan untuk Mendukung Implem
entasi Sistem Informasi 111
komputer seperti monitor, PC, atau printer yang
r utama bila terjadi kerusakan
ditempatkan
sebagai cadangan
ataupun
sedang
k terganggu dan proses sistem
dalam perbaikan. Server utama berupa PC rakitan
berjalan. SIRS juga
terhubung

menggantikan serve
sehingga SIRS tida
informasi

tetap

dengan
spesifikasi Processor
( Pentium
4 2.6
i kabel jaringan lokal ke hampir
Ghz), Memory 1 Gb, Hard disk
40
Gb,
ah sakit, terutama bagian yang
Gigabit LAN, dan DVDRW optical drive.
formasi dan aliran dana.
Sistem SIRS saat ini adalah gabungan dari
Teknologi
Informasi,
sistem
beberapa
sistem informasi dari tiap bagian dan
h
sakit yang sekarang
berjalan
terpusat
ke satu server dan database.
SIRS
dengan sistem yang baru. Proses
menggunakan LAN untuk koneksi ke client tanpa
ai
yang transparan dan akurat
memiliki
hubungan
ke luar (Internet). Sistem
ian
utama
perbaikan.
Saat ini
informasi
tersebut
antara lain: (1) Sistem
asi
masih
menggunakan
acuan
informasi
Pembayaran,
(2) Sistem
informasi
dan lama bekerja di rumah sakit.
Pendaftaran,
(3) Sistem
informasi Logistik, (4)
yang baru menggunakan acuan
Sistem informasi
Farmasi, (5) Sistem informasi
unit cost, investasi unit dan
jasa
Rawat Jalan,(6) Sistem informasi Rawat Inap, (7)
hasil pendapatan
dari transaksi
Sistem
informasi
Keperawatan,
(8) Sistem
ehatan
akan
diberikan
kepada
informasi Rekam Medis.
memberikan
layanan kesehatan,
Selain
sistem informasi
yang terintegrasi
dimasukkan
kedalam
dana
pos
dalam satu SIRS ini, rumah sakit RAA Soewondo
Dana
pos
remunerisasi
akan
juga
memiliki beberapa
sistem informasi
lain,
seluruh karyawan rumah sakit
yang terpisah dari SIRS. Sistem informasi yang
masing-masing karyawan. Poin
dimaksud
adalah sistem kepegawaian
(SIMDA)
atas jabatan, lama bekerja, dan
yang terhubung ke Pemda Pati, Sistem Mobilisasi
seseorang di rumah sakit. Telah
Dana yang terhubung dengan Bank Daerah Jawa
ru akan menggunakan aplikasi
Tengah, sistem ASKES yang terhubung dengan
ekstop, bukan DOS seperti saat
Askes Persero, serta Sistem Jaminan Kesehatan
Masyarakat Miskin (Jamkeskin) yang terhubung
oner, total responden kuesioner
dengan Departemen Kesehatan RI (DEPKES).
g yang terbagi dalam 2 bagian
Kekurangan
dan
kelebihan
SIRS saat ini,
34 responden
(44%)
di Bagian
terdapat lima kekurangan yang ada pada sistem
euangan, 44 responden (56%)
saat ini.Pertama, Shared database violation, yaitu
ayanan. Bagian
Administrasi
dan
keterbatasan fitur pada database internal Foxpro
sub bagian Program dan SIM,
tidak
memungkinkan
record
data
yang sama

ke client melalu
seluruh bagian rum
memiliki aliran in
Perbaikan
informasi
akan

ruma

diganti

remunerasi

pegaw

menjadi

perhat

sistem

remuner

tingkat

jabatan

Sistem

informasi

berbeda

yaitu

pelayanan.

50%

pelayanan

kes

individu
50%

yang
sisanya

remunerisasi.
dibagikan

kepada

berdasarkan
ini

poin

dibedakan

risiko

pekerjaan

disepakati SIRS ba
yang berjalan di d
ini.
Hasil Kuesi
ini adalah 78 oran
utama

yaitu

Administrasi dan K
di

Bagian

Pel

Keuangan meliputi
Keuangan,

dan

Tata Usaha.
Bagian Pelayanan
dimodifikasi pada saat yang bersamaan. Kedua,
meliputi
Seksi
Pelayanan,
Keperawatan,
dan
SIRS
yang dibuat dalam bahasa pemrograman
Penunjang
(la
boratorium,
farmasi). Responden
Foxpro tidak dapat dijalankan pada processor di
kuesioner
sebag
ian
besar adalah staff bagian,
atas Pentium
4. Ketiga, PC
Client harus boot
Apoteker, Pelayana
n Informasi, dan kepegawaian.
dengan floppy disket untuk dapat koneksi dengan
Terdapat
dua r
esponden
yang
menjabat sebagai
SIRS.
Ketersediaan
disket saat ini sudah
dua Kepala Bagian
dan tiga Kepala Instansi.
menjadi
barang langka
dan jarang ditemui
di
Posisi
RS
UD
RAA
Soewondo
Dibanding
pasaran.
Keempat,
menu
pada SIRS
sangat
Rumah
Sakit
Lain, sebanyak
67% responden
banyak
dan untuk kembali
menuju
menu awal
menjawab
RAA
Soewondo
menempati
posisi
harus
melewati
beberapa
menu
didepannya.
terdepan,
24%
responden
menjawab
RAA
Proses
ini sangat lama dan memakan
waktu
Soewondo
mem
iliki
posisi yang sama
dengan
dibandingkan
dengan
model
menu
drop-down
rumah sakit la
in, dan 4% menjawab tidak tahu.
pada
aplikasi desktop
base. Terakhir
adalah
Keberhasilan
Sosialisasi
di RS
RAA
aplikasi. Foxpro
2.0 tidak didukung
lagi oleh
Soewondo, sebanyak
90% responden menyatakan
Microsoft. Aplikasi ini dirilis terakhir pada versi bahwa kegiatan s
osialisasi di rumah sakit berjalan
2.6 dan berganti nama dengan
Visual Foxpro.
lancar, 8%
me
ngatakan
tidak ada sosialisasi di
Microsoft sendiri sudah tidak lagi menjual Visual
rumah sakit, dan s
isanya menjawab tidak tahu.
Foxpro dan hanya support sampai tahun 2015.
Peranan
Atasan
dalam
Penyampaian
Sedangkan
kelebihan
SIRS
Foxpro
ini
Informasi, sebany
ak 90% responden mengatakan
adalah
ukuran
programnya
yang kecil, client
keberhasilan keg
iatan tergantung pada dukungan
diskless dan membutuhkan sumber daya komputer
seluruh
tingkat
an
organisasi. Hanya
6% yang
yang rendah seperti processor dan memory yang
mengatakan
b
ahwa keberhasilan kegiatan rumah
kecil. Kemudian server utama memiliki satu buah
sakit
dilakuka
n
oleh
dukungan
operasional
backup
server
yang
berfungsi
untuk
(Kepala Bagian dan
Staff) dan sisanya menjawab
----------------------- Page 5----------------------112Journal of Information Systems, Volume 6, Issues 2, October 2010
penyampaian informasi dilakukan oleh dukungan
membantu karyawannya dalam
eksekutif (Direktur dan Asisten Direktur).
jaan mereka sehari-hari.
Cara penyampaian informasi kegiatan
Wawancara.
Wawancara
dilakukan

SIRS juga mampu


memercepat peker
yang

Hasil

paling
efektif menurut
hasil kuesioner,
46%
apa
pejabat
di lingkungan
rumah
responden menjawab melalui pertemuan berkala,
Soewondo
untuk
mendapatkan
18%
menjawab
melalui
rekan
kerja, 17%
sudut pandang mereka. Informasi
menjawab
dalam
setiap
kesempatan,
15%
ari hasil wawancara
mengenai
apa
responden menjawab penyampaian paling efektif
lah mereka
lakukan atau apa yang
melalui surat atau memo dan sisanya menjawab
lakukan
untuk implementasi
SIRS
lain-lain
(saat apel pagi
kantor
dan
papan
Hasil wawancara tersebut terdiri dari
pengumuman).
) Adanya
keluhan
dari bagian
Kemudahan
Operasional
SIRS, sebanyak
masi, dan Rekam Medis tentang
80%
responden mengatakan bahwa SIRS yang
karang karena kurang memadai.
ada saat ini mudah dioperasikan. Sedangkan 16%
raturan dari pimpinan rumah sakit
responden
mengatakan
operasional
SIRS
agak
kan komputer. Karyawan rumah
susah, dan sisanya mengatakan susah.
umur
20-35
tahun
diwajibkan
Penggantian SIRS Baru, sebanyak 74% (55
komputer
sesuai
dengan
responden)
setuju dengan adanya
penggantian
3) Ruang server sudah berpindah
SIRS
lama.
55 responden
ini meliputi
25
ali. Ruang
server saat
ini masih
responden dari bagian Administrasi dan Keuangan
n kantor bagian SIM dan gudang
dan 30 responden bagian Pelayanan. Hanya 16%
omputer.
(4) Aplikasi
rusak atau
responden
(12
orang) yang
mengatakan
tidak
terjadi rata-rata 1-2 kali dalam
setuju
meliputi
7 responden
dari
bagian
h sakit RAA Soewondo baru saja
Administrasi
dan Keuangan
dan 5 responden
i Badan Layanan Umum Daerah
bagian Pelayanan. 2 responden (3%) mengatakan
enyusunan
anggaran
dana
dan
lain-lain (tergantung
atasan), 9 responden
(7%)
pegawai
menjadi
lebih fleksibel
tidak mengisi data isian kuesioner.
UD. (6)
SIRS
lama
tidak
Terdapat beberapa masukan yang diberikan
l memenuhi persyaratan BLUD
oleh responden yang menjawab setuju. (a) Setuju
han
sistem remunerasi
berbasis
SIRS diganti bila langkah pengoperasiannya lebih
wan,
bukan
berbasis pangkat
atau
mudah
dari SIRS
sebelumnya.
(b) Data
yang
di rumah
sakit. (7) Penganggaran
dihasilkan lebih cepat dan akurat. (c) Setuju bila
pembuatan
dan implemetasi
SIRS
ditambah
program
baru namun
program
lama
dimasukkan
kedalam
RAPBD

kepada

beber

sakit

RAA

informasi

dari

didapatkan
saja

yang

akan

te

baru

mereka

11

nanti.
poin. (1

Keperawatan, Far
SIRS yang ada se
(2) Adanya

pe

untuk

mengguna

sakit

dengan

menggunakan
pekerjaannya. (
sampai

3 k

digabung

denga

komponen

komponen

rusak

sehari. (5) Ruma


berubah

menjad

(BLUD).

pengangkatan
sejak menjadi BL
memadai dalam ha
yaitu
kinerja

peruba
karya

lama

bekerja

dana

untuk

baru

sudah

tidak harus diganti. (d) Penggantian SIRS sesuai


2010. (8) Pemimpin rumah sakit
dengan perkembangan era komputerisasi.
SIRS
yang
baru
nanti dapat
Selain
itu terdapat
dua alasan responden
jadi lebih absah sehingga tidak
tidak setuju dengan
perubahan
SIRS. (a) SIRS
dalam
mengambil
kebijakan. (9)
yang
sekarang
sudah cukup
memadai
sehingga
udah menjadi bagian yang penting
tidak perlu diganti. (b) SIRS
lama hanya
perlu
rumah
sakit melayani
pasiennya.
disempurnakan saja tanpa harus diganti.
SIRS dapat mengganggu proses
Peranan
SIRS
dalam Mencapai
Visi, Misi
umah
sakit dan dapat mengganggu
dan Tujuan. Dari 78 responden ini, 72 responden
ien.
(10) Tidak ada reward dan
(93%) mengatakan bahwa SIRS sangat membantu
alam
keterlibatan karyawan
dalam
mencapai visi, misi, dan tujuan rumah sakit RAA
SIRS
baru. (11) Belum
adanya
Soewondo. 4 responden (5%) mengatakan sedikit
tentang
perubahan
SIRS
baru
di
membantu,
1 responden
tidak
tahu, dan
1
sakit.
responden
tidak
mengisi form .
72 responden
servasi. Observasi
dilakukan pada
(92%)
dari 78 total responden
menggunakan
rumah
sakit RAA
Soewondo.
Hasil
komputer dalam pekerjaannya sehari-hari, hanya
diri dari 12 poin. (1) Tidak
ada
6 responden yang tidak menggunakan komputer.
erubahan
SIRS
dalam
lingkungan
Kemudian
sebanyak
68 responden,
(94%)
Hal ini ditunjukkan
dengan
tidak
mengatakan
bahwa
SIRS
dapat
mempercepat
yawan
yang
diberikan
kuesioner
pekerjaanya
dan
hanya
4 responden
yang
ana
perubahan
SIRS.
(2) Ruang
menjawab
tidak mempercepat
pekerjaan
sehariki
pendingin
ruangan
dan UPS
hari.
an
jika listrik mati. (3) Jumlah
Dapat disimpulkan bahwa SIRS membantu
adalah
lima orang dan hanya ada
visi, misi dan tujuan rumah sakit RAA Soewondo.
kerja (07.00-14.00).
Jika
terjadi

kabupaten

Pati

mengharapkan
membuat data men
terjadi
Divisi

bias
SIM

dalam

proses

Gangguan

pada

pelayanan

kenyamanan

pas

punishment

implementasi
sosialisasi
lingkungan rumah
Hasil

Ob

lingkungan
observasi

ter

sosialisasi
rumah

sakit.

tahunya

kar

tentang

renc

server

memili

untuk

cadang

pegawai

SIM

pada

jam

kerusakan pada m
alam hari, maka karyawan yang
----------------------- Page 6----------------------Hidayanto, et al., Strategi Manajemen Perubahan untuk Mendukung Implem
entasi Sistem Informasi 113
mengetahuinya
akan menghubungi
kepala
akukan input dan merubah data.
Perbaikan baru akan dikerjakan pada pagi harinya.
yawan
yang diberikan oleh bagian

SIM.

dengan cepat mel


Pelatihan

kar

Karyawan
SIM akan
datang lebih awal
untuk
mempelajari
SIRS sudah
tidak ada
mengatasi
kerusakan.
(4) Jumlah
kunjungan
pembelajaran
operasional
SIRS
pasien
rawat jalan cukup
tinggi, ditunjukkan
eh atasan kepada staff -nya dalam
dengan
banyaknya
antrian
pada
bagian
ercepat proses pekerjaan di unit
pendaftaran pasien dan pelayanan oleh dokter. (5)
erjadi perubahan SIRS maka atasan
Pengguna
SIRS
sudah terbiasa dengan
aplikasi
yang harus memberikan pelatihan
yang
berjalan saat ini. Mereka
dengan
mudah
staff-nya.
Mereka
menganggap
dapat segera mengoperasikan SIRS jika ada data
diberikan oleh bagian SIM masih
yang
perlu di-input atau
diubah. (6) Terdapat
dan kurang
mendalam
di bagian
pengumuman standar operasional prosedur (SOP)
ah yang menyebabkan munculnya
yang ditempel di depan monitor tiap client. SOP
apan SIRS baru.
tersebut
memberitahukan
langkah
yang
harus
harus diberikan
untuk mengurangi
dilakukan jika pengguna menemui masalah pada
plementasi
SIRS.
Resistensi
ini
SIRS. Hal ini untuk mempermudah pengguna jika
namun tetap harus diperhatikan.
ada
masalah
dengan
SIRS
dan
mencegah
t dilakukan adalah meningkatkan
pengguna merusak SIRS lebih lanjut. (7) Bagian
asi kepada karyawan rumah sakit.
pelayanan
laboratorium
harus
memberikan
emberikan
pelatihan
operasional
pelatihan
sendiri
kepada
staff-nya
untuk
esuai dengan unit layanan.
mengoperasikan peralatan laboratorium. Peralatan
ini dapat
dimasukkan
ke dalam
laboratorium
mengharuskan
mereka
memakai
jemen
Anderson
dan
Anderson
komputer.
(8) Laboratorium
tidak
memiliki
memertegas
dan
memberikan
Laboratory
Information
System sehingga
data
sesuai dengan resistensi yang ada
analisis
yang dihasilkan dari alat laboratorium
yang memakai komputer harus dimasukkan ulang
alisis Lingkungan
Rumah Sakit.
ke dalam SIRS. (9) Penyediaan
pelatihan tidak
an kekuatan yang dimiliki rumah
diberikan
oleh bagian
SIM
jika pengadaan
Adanya
peran
atasan
dalam
perangkat
lunak
(software)
tidak
menjadi
informasi
kegiatan. (2) Kemauan
tanggung
jawab mereka. (10) Komputer
yang
g tinggi untuk empelajari
aplikasi
dipakai oleh client memiliki spesifikasi Pentium 3
pekerjaannya. (3) Tingkat kepatuhan
atau
Pentium
4 tanpa hard disk. (11) Bagian
ng tinggi akan
proses perubahan
Keperawatan
dan Laboratorium
bekerja 24 jam

SIM

untuk

lagi.

Proses

diberikan

ol

rangka untuk mem


tersebut. Bila t
unit layananlah
lagi

kepada

pelatihan

yang

bersifat umum
mereka. Hal inil
resistensi pener
Solusi
resistensi

im

walaupun

kecil

Solusi yang dapa


kegiatan sosiali
Kemudian

SIRS baru yang s


Solusi
metode

mana

untuk

lebih

masukan

yang

di rumah sakit.
Kedua, An
Terdapat
sakit.

delap
(1)

penyampaian
karyawan
baru

yan

sesuai

karyawan
SIRS.

ya
(4) Kes

ediaan
karyawan
untuk dijadikan
dan
dibagi dalam
shift. (12) Secara
umum
ya bila teman
menemui
kesulitan.
pengguna
SIRS
patuh
pada
peraturan
yang
giatan sosialisasi dan implementasi
ditetapkan rumah sakit dan akan melakukan apa
(6) Adanya
standar
operasional
yang
ditetapkan
tanpa banyak
upaya
untuk
ang baik dan mudah di tiap unit
meyakinkannya.
menggunakan
SIRS. (7) Adanya
Proses
analisis dilakukan
terhadap
tiga
an
oleh atasan. (8) Peningkatan
faktor,
yakni analisis faktor resistensi, analisis
unit layanan
rumah
sakit dengan
lingkungan
Rumah
Sakit, dan analisis tindakan
perubahan.
Terakhir
akan
dilakukan
juga menganalisis kelemahan yang
pengelompokkan
tindakan perubahan
ke dalam
sakit. (1) Frekuensi
pertemuan
strategi perubahan.
jarang (1 bulan sekali). (2) Jumlah
Pertama, Analisis Faktor Resistensi. Hanya
berjumlah
5 orang dan bertugas
sebagian
kecil yang
menolak
pergantian
SIRS
erja kantor. (3) Kurang samanya
yaitu
sebesar 16%
(12 responden)
dari total
i terhadap keperluan SIRS baru. (4)
responden. Mereka berargumen bahwa SIRS yang
lagi pelatihan TI untuk karyawan
ada
saat ini sudah cukup memadai
dan hanya
sekarang tidak dapat di-upgrade
perlu disempurnakan
saja. Dari 16% responden
lagi. (6)
Adanya
aplikasi
dan
yang menolak, dua diantaranya memiliki jabatan
yang bukan
di bawah tanggung
Kepala Instansi Penunjang rumah sakit. Observasi
SIM. (7) SIRS sekarang memiliki
dilakukan pada rumah sakit khususnya pada unit
am pilihan menu dan tidak dapat
pelayanan
dan
unit
administrasi
yang
grafik atau chart. (8) Belum
menggunakan
komputer
sebagai
bagian
dari
em remunerasi
karyawan
berbasis
pekerjaan
mereka
sehari-hari.
Dari observasi
plikasi
di beberapa unit layanan
terlihat bahwa
pengguna
SIRS
sudah terbiasa
rasi dengan SIRS. (10) Penggunaan
dengan kondisi operasional saat ini. Mereka dapat

tempat
(5)

bertan
Waktu

yang

ke

cukup.

prosedur (SOP) y
layanan

yang

review

kegiat

kinerja

tiap

adanya SIRS.
Peneliti
dimiliki
yang

rumah

terlalu

staf TI

hanya

hanya pada jam k


visi

dan

Tidak

mis

adanya

baru. (5) SIRS


kinerjanya
perawatan
jawab

SI

bagian

kekurangan

dal

menampilkan
tersedia

sist

kinerja. (9) A
tidak

terinteg

SIRS lama.

----------------------- Page 7----------------------114Journal of Information Systems, Volume 6, Issues 2, October 2010


Terdapat lima peluang yang dimiliki rumah
ukseskan
implementasi
SIRS. (4)
sakit. (1) Kunjungan pasien yang tinggi. (2) Posisi
tanggung
jawab
divisi SIM
untuk
rumah sakit yang terdepan dalam pelayanan medis
rumah sakit. (5) Pembuatan aturan

untuk

meny

Perluasan
mengatur SI/TI

di Kabupten Pati. (3) Penguasaan SI merupakan


s
tentang
penggunaan
SIRS.
6)
bagian
dari
persaingan.
(4)
Meningkatnya
kemampuan
pengetahuan
tuntutan masyarakat akan pelayanan rumah sakit
aplikasi SI dalam
penilaian
kinerja
yang
bermutu.
(5) Adanya
kerja sama dengan
(7) Lakukan
survei dan
wawancara
pihak
ketiga seperti ASKES,
Bank
Jateng,
dan
apatkan
informasi
perubahan
apa
Jamkesmas.
diinginkan
pengguna
terhadap
SIRS
Terakhir,
peneliti
juga
menganalisis
lih metode penggantian SIRS yang
ancaman yang dimiliki rumah sakit. (1)
Vendor
mengganggu
pelayanan
pasien dan
SI/TI bisa masuk ke rumah sakit tanpa melewati
lainnya.
bagian SIM tetapi langsung berhubungan dengan
sepuluh
tindakan
perubahan
unit layanan. (2) Dana anggaran perubahan dan
kombinasi
Threats-Strengths.
(1)
implementasi SIRS baru yang tidak begitu besar
s dan pemanfaatan SIRS lama. (2)
dibanding rumah sakit pemerintah lainnya di Jawa
ndor
yang
memiliki
badan
hukum
Tengah. (3) Banyaknya rumah sakit swasta yang
(3) Memonitor kinerja vendor dalam
berdiri di Kabupaten Pati
atau implementasi
SIRS
baru. (4)
Ketiga,
Tindakan
Perubahan
Berdasarkan
roses perubahan penggantian SIRS
Matriks
SWOT
(tabel
I). Matriks
SWOT
lan tepat waktu. (5) Menggunakan
dilakukan
untuk
membuat
tindakan
perubahan
ikasi
pemrograman
yang
didukung
yang
diperlukan agar
implementasi
SIRS
baru
esar,
stabil, teruji, dan berprospek.
berjalan lancar. Tindakan perubahan didapat dari
kan
teknologi
informasi
open
keadaan
lingkungan
internal dan
eksternal
di
k
pembuatan
SIRS
yang terbukti
rumah sakit RAA Soewondo.
teruji. (7) Melakukan
testing SIRS

yang

jela

Memasukkan
operasional
karyawan.
untuk

mend

saja

yang

baru. (8) Memi


tepat

tanpa

proses bisnis
Terdapat
berdasarkan
Penutupan akse
Mencari
yang

ve
baik.

pembuatan
Menjaga agar p
lama

berja

bahasa

apl

perusahaan
(6)

Mengguna

source

untu

handal

dan

baru sebelum d
ipakai di seluruh unit layanan. (8)
TABEL I
SOP sesuai dengan SIRS baru.
MATRIKS TINDAKAN PERUBAHAN BERDASARKAN MATRIKS
ksi
aplikasi yang terpisah dengan
SWOT

Penyempurnaan
(9) Interkone
SIRS

(10)

Studi

banding
Strengths

SIRS

baru.

dengan
Weaknesses
rumah sakit la

in.
Opportunities
enam
Threats

OpportunitiesOpportunitiesStrenghts
Weaknesses
tindakan
perubahan
Threats-Strenghts
Threats-Weaknesses

Terdapat
berdasarkan

Threats-Weaknesses.

(1)
Memberikan pen

ghargaan kepada karyawan yang


Terdapat
delapan
tindakan
perubahan
kinerja dan mendukung
suksesnya
berdasarkan
kombinasi
Opportunities-Strenghts
SIRS.
(2)
Mengganti
SIRS
matriks
SWOT.
(1) Memertahankan
dukungan
lama. (3) Menghentikan
dukungan
atasan
dan manajemen
untuk
proses perubahan
RS lama. (4) Pembuatan SOP
SIRS
SIRS lama ini. (2) Melakukan sosialisasi kegiatan
dimengerti
oleh penggunanya.
(5)
perubahan SIRS baru ke seluruh level organisasi.
stem remunerasi karyawan berbasis
(3) Evaluasi berkala pelaksanaan SIRS baru. (4)
6)
Informasikan
kepada
seluruh
Pelatihan SIRS baru secara bertahap yang sesuai
bahwa
implementasi
SIRS
baru
pada
bagian unit layanan
kritis dan memiliki
dampak yang besar terhadap
perubahan
ini. (5)
pokkan
Tindakan
Perubahan
ke
Memberdayakan
peran
atasan
untuk
tegi Perubahan.
Tindakan
perubahan
menyukseskan
implementasi
SIRS
baru. (6)
dihasilkan
melalui
analisis matriks
Melakukan review kegiatan implementasi secara
nya akan dikelompokkan menjadi
berkala. (7) Lakukan analisis dampak penerapan
men perubahan. Model manajemen
implementasi
terhadap
masing-masing
unit
dibuat
berdasarkan
Anderson
and
layanan dan pasien rumah sakit. (8) Pembuatan
ine
Phase Change
Process
Model.
peraturan atau kebijakan dalam hal penggunaan
l pengelompokan strategi perubahan
SIRS baru.
nderson
and
Anderson
Nine
Phase
Terdapat
delapan
tindakan
perubahan
Model.
berdasarkan
kombinasi
Opportunitiesrtama, p repare to lead the change.
Weaknesses. (1) Meningkatkan jumlah tenaga TI
hap
ini,
dilakukan
kegiatan:
dan kualitas SDM TI. (2) Melakukan pertemuan
dukungan atasan dan manajemen
tingkat manajemen untuk melakukan persamaan
roses
perubahan
SIRS
lama,
visi dan tujuan
dari perubahan
SIRS
ini. (3)
peran
atasan
untuk
Meningkatkan
frekuensi pertemuan
di tiap unit
mplementasi SIRS baru, perluasan

baik

dalam

implementasi
FOXPRO
terhadap
yang

SI
mudah

Pembuatan

si

kinerja.

karyawan
berhasil.
Pengelom
Dalam

Stra

yang

telah

SWOT, selanjut
model

manaje

perubahan
Anderson

Berikut

hasi

menurut

Change Process
Tahap pe
Pada

ta

memertahankan
untuk

memberdayakan
menyukseskan i

----------------------- Page 8----------------------Hidayanto, et al., Strategi Manajemen Perubahan untuk Mendukung Implem
entasi Sistem Informasi 115
tanggung jawab divisi SIM untuk mengatur SI/TI
kasi SI dalam penilaian kinerja

operasional

apli

rumah sakit, peningkatan jumlah tenaga TI dan


erikan
penghargaan
kepada
kualitas
SDM
TI. Tahap
kedua,
create
baik
dalam
kinerja
dan
organizational
vision, commitment.
Pada
tahap
uksesnya
implementasi
SIRS,
ini, dilakukan
kegiatan: melakukan
sosialisasi
ukungan
terhadap SIRS
lama,
kegiatan
perubahan SIRS
baru ke seluruh level
dan pemanfaatan
SIRS
lama,
organisasi,
melakukan
pertemuan
level
pada
seluruh karyawan
bahwa
manajemen untuk melakukan persamaan visi dan
SIRS
baru
berhasil. Tahap
tujuan
dari perubahan SIRS
ini. Tahap ketiga,
nd course correct. Pada tahap
assess
the situation to determine design. Pada
kegiatan: melakukan
review
tahap ini, dilakukan kegiatan: studi banding SIRS
ntasi
secara berkala, evaluasi
dengan rumah sakit lain, melakukan survei dan
an SIRS baru, pembuatan SOP
wawancara
untuk
mendapatkan
informasi
dimengerti oleh penggunanya,
perubahan
apa saja yang diinginkan pengguna
uran
atau kebijakan dalam hal
terhadap SIRS baru. Tahap keempat, design the
u.
desire state. Pada tahap ini, dilakukan kegitan:
menggunakan bahasa aplikasi pemrograman yang
didukung
perusahaan
besar, stabil, teruji, dan
berprospek,
menggunakan
teknologi
informasi
kesimpulan-kesimpulan
dari
open source untuk pembuatan SIRS yang terbukti
yakni: (1) Terdapat
resistensi
handal
dan teruji, interkoneksi aplikasi
yang
relatif kecil (16%)
terhadap
terpisah dengan dari SIRS baru, pembuatan sistem
aru, (2) Tindakan perubahan
remunerasi
karyawan
berbasis
kinerja. Tahap
dicari menggunakan kombinasi
kelima,
analyze
the impact. Pada
tahap ini,
odel yang digunakan untuk
dilakukan kegiatan: melakukan testing SIRS baru
strategi
perubahan
dari
sebelum dipakai di seluruh unit layanan, memilih
ahan
adalah
Anderson
and
metode
penggantian
SIRS
yang tepat tanpa
ep Change Process Model, (4)
menggangu
pelayanan
pasien dan proses bisnis
ubahan
digunakan
dalam proses
lainnya, melakukan
analisis dampak
penerapan
SIRS
agar proses
perubahan
implementasi
terhadap
masing-masing
unit
dengan
tujuan perubahan,
(5)
layanan dan pasien rumah sakit. Tahap keenam,
SIRS pada rumah
sakit RAA
p lan and organize for implementation. Pada tahap
rusnya mudah
dilakukan
karena
ini, dilakukan
kegiatan: pelatihan SIRS
baru

karyawan,

memb

karyawan

yang

mendukung

menghentikan

penutupan

akses

informasikan

ke

implementasi
kesembilan, learn a
ini,

dilakukan

kegiatan
berkala

impleme

SIRS

pelaksana
yang

mudah

pembuatan

perat

penggunaan SIRS bar


4.

Kesimpulan
Terdapat

penelitian

ini,

individu

yang

implementasi SIRS b
SIRS

yang

baru,

matriks SWOT, (3) M


mengelompokkan
tindakan

perub

Anderson Nine
Manajemen

St
per

implementasi
berjalan
Proses
Soewondo
sebagian

sesuai
perubahan
seha
besar

responden
mendukung
adanya
secara
bertahap yang sesuai pada bagian unit
yang ada saat ini.
layanan kritis dan memiliki dampak yang besar
yang dapat diberikan
untuk
terhadap
perubahan ini, meningkatkan
frekuensi
oses
implementasi
SIRS
baru
pertemuan
di tiap unit untuk
menyukseskan
lanjutan dapat dilakukan untuk
implementasi SIRS, pembuatan aturan yang jelas
an
atau tingkat keberhasilan
tentang penggunaan SIRS, mencari vendor yang
tasi
SIRS
dalam
kaitannya
memiliki badan hukum yang baik, menjaga agar
strategi manajemen perubahan
proses perubahan penggantian SIRS lama berjalan
lain itu pembuatan strategi dan
tepat
waktu. Tahap
ketujuh,
implement
the
k TI khususnya dalam proyek
change.
Pada
tahap ini, dilakukan
kegiatan:
dengan vendor
dapat dibuat
mengganti SIRS lama, me-monitor kinerja vendor
pihak
manajemen
dalam
dalam pembuatan atau implementasi SIRS baru.
pelaksanaan
dan
pengawasan
Tahap kedelapan, celebrate and integrate the new
n
strategi ini dapat dijadikan
state. Pada
tahap
ini, dilakukan
kegiatan:
ian selanjutnya di rumah sakit
memasukkan
kemampuan
pengetahuan

perubahan pada SIRS


Saran saran
memercepat

pr

adalah penelitian
melihat

penerap

proses

implemen

dengan

penerapan

di rumah sakit. Se
langkah dalam proye
implementasi
untuk

SIRS

membantu

memperlancar
proyek.

Pembuata

bahan untuk penelit


RAA Soewondo.

----------------------- Page 9----------------------116Journal of Information Systems, Volume 6, Issues 2, October 2010


Referensi
Organizational

[5]

S.P. Robbin,

Behavior, 10th

ed., Prentice H
all, Upper Saddle River, 2003.
[1] M. Levinson, When Failure is Not Option, [6] B.P. Lientz &
K.P. Rea, Breakthrough
IT
Framingham, 2006.
Change
mana
gement, Elseiver
Butterwoth
[2] T.D. Jick & M.A.
Peiperl, Managing
Heinemann, USA,
2004.
Change: Cases and Concepts, McGraw-Hill
[7] D. Anderson
& L.A. Anderson,
Beyond
Irwin, New York, 2002.
Change
Manag
ement:
Advanced Strategies
Strategi
Manajemen
for
Today s
tr
[3] E.A.
Mutholib,
ansformational
Leader s,
Perubahan
Untuk
Mempercepat
Jossey-Bass, US
A, 2001.
Implementasi
Sistem
Informasi
Rumah
[8] P. Phookun,
Audit
of IT
Systems
Sakit: Studi Kasus Rumah Sakit Medistra,
Development,
Ph.D
Thesis, Magister
of Information
http://www.asos
ai.org/journal2002/articles_1
Technology,
Universitas
Indonesia,
.htm, 2002, ret
rieved December 21, 2009.

[4]

Indonesia, 2007.
E.E. Tozer,
Strategic
IS/IT
planning,
Professional
ed., Betterworth-Heinemann,
Boston, 1996.