Você está na página 1de 16

Agama Pagan di sebalik tanggal 25 disember

Sepintas lalu ...

Tujuan penulisan ini adalah sebagai wadah memaparkan pemahaman yang jelas terhadap
agama Yahudi dan Kristian. Kita tidak dapat lari daripada hakikat bahawa dunia Islam
tidak mampu memencilkan diri daripada pengaruh dua agama tersebut. Setiap hari kita
akan berhadapan dengan pengaruh mereka, secara rela atau terpaksa. Tambahan, isu
orang Melayu yang ingin dan sudah murtad daripada agama Islam semakin panas. Perlu
kita menghadapi isu ini dengan melengkapkan diri kita dengan ilmu. Pertama ilmu agama
Islam yang sebenar. Kedua, ilmu dalam memahami apa sebenarnya Yahudi dan Kristian.

Sekarang mari kita beralih ke hari kelahiran Yesus yaitu Natal. Secara umum Yesus
dianggap oleh umat Kristian lahir pada tanggal 25 Desember. Tetapi, para sarjana
Kristian yang cerdas tahu benar bahwa sebenarnya Yesus tidak lahir di hari ini. Sejarah
mencatat bahwa gereja Kristian awal merayakan di bulan Mei, April, atau Januari.
Beberapa kalangan Kristian percaya bahwa Yesus lahir 20 tahun sebelum tanggal yang
kini diterima (25 Desember 1). Jadi mengapa 25 Desember dipilih sebagai hari kelahiran
Yesus?

Ensiklopedia Grolier mengatakan:

Natal adalah perayaan kelahiran Yesus Kristus, dirayakan pada 25 Desember. Meskipun
kepercayaan mengenai Kristus dalam hal cerita kelahiran ditekankan, gereja tidak
meneliti perayaan untuk merayakan ini hingga abad ke 4. Sejak tahun 274, dibawah
pemerintahan kaisar Aurelian, Roma telah merayakan “Matahari Yang Tidak
Terkalahkan” pada tanggal 25 Desember. Di Gereja Timur, tanggal 6 Januari, sebuah hari
yang juga diasosiasikan dengan winter solstice, yang awalnya dipilih. Namun kemudian,
Gereja Barat menambahkan Eastern date sebagai perayaan Epiphany, dan Gereja Timur
menambahkan penanggalan Natal Gereja Barat. Lalu apa sebabnya gereja memutuskan
hari kelahiran Yesus jatuh pada tanggal 25 Desember.

Ada masyarakat India yang merayakan dengan cara mendekorasi rumah-rumah mereka
dengan karangan bunga, dan memberikan hadiah-hadiah kepada teman-teman mereka
pada tanggal 25 Desember ini. Masyarakan Cina juga merayakan 25 Desember dan
menutup toko-toko mereka.

Dewa pagan Buddha dipercaya lahir pada 25 Desember ketika ‘Roh Kudus’ turun pada
ibunya yang masih perawan bernama Maya. Kristus atau mesias terbesar dan tuhan
orang-orang Persia, yaitu Mithras, juga dipercaya lahir pada tanggal 25 Desember jauh
sebelum kedatangan Yesus.
Mithras

Orang-orang Mesir merayakan hari ini sebagai kelahiran kristus terbesar mereka bernama
Horus, tuhannya cahaya dan anak dari ‘Ibu perawan’ dan ‘ratu surga’, Isis.

Isis
Osiris, tuhan kematian dan bawah dunia di Mesir, anak ‘perawan suci’, juga dipercaya
lahir pada tanggal 25 Desember.

Orang-orang Yunani merayakan 25 Desember sebagai hari kelahiran Hercules, putra


dewa tertinggi Yunani yaitu Zeus, yang lahir dari rahim perempuan biasa bernama
Alcmene.

Bacchus, tuhan anggur dan pesta diantara orang-orang Roma (juga dikenal oleh orang-
orang pagan Yunani dengan nama Dionysus) juga terlahir pada tanggal 25 Desember.
Bacchus
Adonis, yang dipuja oleh orang-orang pagan Yunani sebagai dewa ‘kematian dan
kebangkitan’, terlahir tanggal 25 Desember. Para penyembahnya menyembahnya dalam
suatu perayaan tahunan yang mencerminkan saat-saat kematian Adonis dan kebangkitan
Adonis dari kematian, di tengah musim panas. Perayaan hari kelahiran ini dirakam dan
mengambil tempat di gua (cave) yang sama di Bethlehem yang juga disamakan oleh
orang-orang Kristian sebagai tempat kelahiran Yesus.

Adonis
Orang-orang Skandinavia merayakan 25 Desember sebagai hari kelahiran tuhan Freyr,
anak tuhan tertinggi bernama Odin.
GodFreyr
Orang-orang Romawi merayakan tanggal 25 Desember sebagai hari kelahiran dewa
matahari, Natalis Solis Invicti (‘Kelahiran Sol Yang Tak Terkalahkan’). Pada tanggal 25
Desember, orang-orang Romawi merayakan dan menutup semua toko-toko mereka. Ada
permainan dan para budak disenangkan hatinya di hari agung ini. Ingatlah bahwa orang-
orang Romawi inilah yang kemudian hari memimpin konsili Nicea (325 M) yang
memimpin untuk mengakui doktrin resmi agama Kristen yaitu ‘Trinitas’ sebagai konsep
Tuhan yang benar, dan adalah fakta juga bahwa orang-orang pagan Romawi inilah yang
kemudian menetapkan hari kelahiran Yesus jatuh pada tanggal 25 Desember juga. Kaisar
pagan Konstantin Yang Agung, yang memimpin konsili Nicea dianggap sebagai
perwujudan atau inkarnasi dari dewa tertinggi Romawi yaitu Dewa Matahari.

Edward Gibbon berkata:

Orang-orang Kristen Romawi, mengabaikan kelahiran beliau (Yesus), menetapkan secara


sungguh-sungguh perayaan 25 Desember, Brumalia, atau Winter Solistice, ketika setiap
tahun orang-orang Pagan merayakan kelahiran Sol. (Decline and Fall of the Roman
Empire, vol. ii, Gibbon, hal. 383)
Sol logo ianya juga dikenali dengan name Servants Of the Light

Perayaan Natal sekarang telah menggabungkan banyak sekali unsur ajaran agama Pagan,
seperti penggunaan holly (sejenis pohon berdaun hijau), mistletoe (nama tumbuh-
tumbuhan), Yule Logs (bongkahan kayu besar untuk unggun natal), dan wassail bowls.

Pohon Natal sendiri adalah benar-benar berasal dari tradisi perayaan agama pagan kuno
yang dikemudian hari diadaptasikan oleh gereja dalam setiap upacara agama di hari natal.
Para sarjana percaya bahwa perayaan Kristen ini aslinya berasal dari upacara keagamaan
orang-orang Jerman pra-Kristen dan masyarakat Celtic dalam merayakan winter solstice.
Pohon Natal yang dihiasi dengan cahaya dan dekorasi lainnya, dipercaya oleh orang-
orang pagan dapat melindungi melawan kekuatan roh jahat. Akhir bulan Desember
ditandai dengan permulaan a visible lengthening of daylight hours - kembalinya
kehangatan dan cahaya dan kekalahan kekuatan jahat dari dingin dan kegelapan. Pohon
Natal diturunkan dari pohon surga, sebagai simbol Eden, dari permainan misteri Jerman.
Pohon Natal mulai digunakan umat Kristen diabad 17, di Strasbourg, Perancis, kemudian
menyebar ke wilayah Jerman, lalu ke Eropa Utara dan Inggris Raya, dan kemudian ke
Amerika Serikat.

Natal adalah bukan hanya perayaan orang Kristian tetapi dipinjam dari paganisme kuno
dan diselip pada agama Yesus. Ada juga hari raya Paskah (Easter), perayaan santo
Yohanes, Holy communion, pengumuman bahwa perawan akan mengandung, asumsi
perawan, dll yang menyerap unsur ajaran agama pagan.

Secara nyata, umat Kristian telah melupakan kitab suci mereka sendiri mengenai
larangan untuk mengikuti ajaran agama pagan!

“maka hati-hatilah, supaya jangan engkau kena jerat dan mengikuti mereka, setelah
mereka dipunahkan dari hadapanmu, dan supaya jangan engkau menanya-nanya tentang
tuhan mereka dengan berkata: Bagaimana bangsa-bangsa ini beribadah kepada Tuhan
mereka Akupun mau berlaku begitu.(Ulangan 12:30 TB)

Sebagaimana telah kita semak di atas, berbagai sekte agama pagan menyembah matahari
sebagai tuhan mereka dan memilih hari winter solstice (25 Desember) sebagai hari
kelahiran tuhan mereka. winter solstice adalah waktu ketika matahari mencapai jarak
terjauh dari terbenam dan sekali lagi muncul pertama untuk terbit dan menjadi “terlahir
kembali”. Kemunculan ini akan berlanjut hingga siang dan malam sama panjangnya.
Pada point ini, Dewa Matahari akan muncul menjauhkan diri dengan “pangeran
kegelapan”. Ini akan terjadi pada vernal equinox atau Paskah. Situasi ini, bagaimanapun,
tidak akan lama, karena Dewa Matahri akan menang setelah Paskah, dan siang akan lebih
lama daripada malam.

Sekarang mati kita melihat kepercayaan pagan lainnya yang dikemudian hari diserap oleh
agama Kristian:

Attis:

Tuhan pagan Attis adalah anak dari perawan Nana. Ia adalah “Kristus” dan “putra
tunggalnya yang diperanakkan”. Darahnya dipercaya dapat memperbaharui kesuburan
bumi. Ia adalah sebuah simbol kekekalan. Ia dipercaya mati pada tanggal 24 Maret dan
bangkit kembali secara singkat setelah hari kematiannya.

Adonis atau Tammuz:

Ia terlahir dari seorang perawan dan “kristus” Suriah. Ia mati untuk menembus dosa
manusia, kemudian bangkit kembali dari kematian di musim semi.

Dionysus atau Bacchus:

Ia adalah “putra tunggal yang diperanakkan” oleh Yupiter, raja para dewa Romawi dan
tuan dari kehidupan dan kematian (Bagi orang-orang Yunani, bapaknya adalah Zeus). Ia
mempunyai nama dewa anggur dan pesta. Dionysus mati ditangan Titans, yang
mengoyak tubuhnya sebahagian, memanggang potongan tubuh, dan memakan tubuhnya.
Pada point ini Zeus campur tangan, menyelamakan beberapa potongan, dan menyuruh
Apollo menguburkan potongan-potongan tubuh Dionysus di Delphi. Dipercaya,
Dionysus bangkit dari kematian dan ia berkata kepada manusia,”Ini Aku yang
membimbingmu; ini Aku yang melindungimu, dan yang menyelamatkan mu; Akulah
Alpha dan Omega.”

Ia yang membunuh dosa manusia dan yang “orang yang dibunuh”, “penanggung dosa”,
dan “penebus”. Dalam merayakannya, para penyembahnya akan mengamati Sparagmos;
merobek bahagian haiwan yang hidup, memakan dagingnya, dan meminum darahnya;
para peserta percaya bahwa mereka ikut ambil bahagian dari tubuh dan darah tuhan. Juga
memainkan tahapan perayaan ini. Anggur adalah pusat dari kegiatan acara keagamaan
ini. Tidakkah sama dengan agama Kristian

Bel atau Baal:

Ia adalah dewa matahari Babylonia. Cerita kehidupan dan penderitaannya sebagian


diadaptasikan oleh para pengarang Injil dalam menyusun biografi Yesus Kristus. Disebut
tuan universal, ia dibunuh oleh monster-monster tetapi kembali hidup. Ia mati dan
bangkit kembali lalu dirayakan setiap tahun oleh masyarakat Kanaan dalam upacaya
ritual kesuburan.
Temple Of Baal

Osiris:

Ia adalah dewa Mesir, dewa kematian dan bawah dunia, lahir dari “perawan dunia” pada
tanggal 29 Desember. Ia mengajarkan kelemah-lembutan dan kedamaian. Anggur dan
jagung adalah penemuannya. Ia dikhianati oleh Typhen, dibunuh dan dikoyak-koyak
tubuhnya. Ia tinggal di neraka selama dua atau tiga hari dan tiga malam. Ia akan
mengadili manusia di kehidupan mendatang.

Mithras atau Mithra:

Ia adalah dewa matahari orang-orang Persia dan anak dari seorang perawan. Ia lahir pada
tanggal 25 Desember. Natal dan Paskah adalah dua dari perayaan agama penting dari
gerejanya. Penyembahnya mengobservasi pembaptisan, konfirmasi, dan makan malam
sakramen suci yang ketika itu ia akan ambil bahagian dari “dewa” mereka dalam bentuk
roti dan anggur.
Krishna:

Dewa India Krishna juga menanggung kepedihan luar biasa sebagaimana cerita
kehidupan Yesus versi Kristian. Krishna adalah inkarnasi dari Dewa India tertinggi yaitu
Dewa Vishnu (penjaga dan pelindung dunia) dalam rahim Devaki. Nabi Hindu Bala
meramalkan bahwa seorang juru selamat (kristus) akan “inkarnasi ke rumah Yadu, dan
lahir dari rahim Devaki (seorang perawan suci), dan menggantikan penindasan dunia dari
beban dosa dan kesedihan”. Pada saat kelahiran Krishna, para malaikat menyanyi
bersama dan menyatakan “Dikirim melalui wanita baik hati inilah, alam akan
dimuliakan.” Kelahirannya ditandai oleh sebuah bintang di surga. Meskipun darah
kerajaan mengalir ditubuh Krishna, ia terlahir disebuah gua (cave). Krishna dihadiahi
dengan hadiah kayu gaharu (sandalwood) dan haruman.Bapak asuhnya diperintahkan
untuk melarikan diri dan sembunyi dari Raja Kansa yang menginginkan nyawa
Krishna. Raja Kansa telah memerintahkan semua bayi laki-laki yang lahir pada malam
itu untuk dibunuh.

Satu dari mukjizat pertamanya adalah mengubati seorang penderita kusta. Ia selanjutnya
dibunuh dan mengakibatkan sebuah gerhana matahari dan sebuah bentuk lingkaran hitam
disekitar bulan. Roh-roh melihat pada semua sisi dan ia turun ke neraka, bangkit lagi, dan
diangkat ke syurga dengan disaksikan oleh banyak saksi mata yang menyaksikan tubuh
Krishna diangkat ke langit. Kelak Krishna akan “datang untuk kedua kalinya” di masa
yang akan datang yang mana para pengikutnya senantiasa menantikannya. Tak terhitung
banyaknya kesamaan-kesamaan lain dengan apa yang saat ini dikenal sebagai “agama
Kristian” meskipun agama Hindu telah wujud ratusan tahun sebelum kelahiran Yesus.
Berbagai riwayat dari masa kanak-kanak Krishna benar-benar berhubungan erat dengan
riwayat apocryphal masa kanak-kanak Yesus. Dalam syair epic kuno, Krishna
digambarkan sebagai seorang pahlawan besar, dan tidak sampai dengan abad 4 SM ia
telah diangkat ke posisi seorang tuhan (dewa).

Sarjana Kristian modern telah mengakui fakta bahwa tiga dekade pertama, “Agama
Kristian” masih menjadi sebuah sekte Yudaisme dan bahwa lima belas pertama uskup
agama Kristian dikhitan dan beribadah di sinagoga (bait) Yahudi. Kita telah semak
bersama di atas bagaimana pasca pengenalan agama Kristian kepada orang-orang
Romawi dan “pengawalan” Kerajaan Romawi terhadap agama Kristian yang mulai
melihat banyak �kebenaran� dari misi Yesus yang dahulu disembunyikan dari rasul-
rasul Yesus pertama.

Kita telah lihat juga bagaimana “Trinitas”, kelahiran Yesus pada tanggal 25 Desember,
perayaan Paskah, dan banyak doktrin pokok agama Kristian tidak di akui sebagai
“kebenaran’ hingga setelah agama Yesus diadaptasikan oleh orang-orang pagan itu yang
selama berabad-abad sebelumnya telah mengenal doktrin “Trinitas”, “juru
selamat/Kristus dari dosa”, “inkarnasi Tuhan”, “kematian dan kebangkitan”, “Natal dan
Paskah”, “tiga hari tiga malam di neraka”, “putra tunggal yang diperanakkan oleh
Tuhan”, “dibunuh oleh musuh”, dan banyak hal-hal lainnya yang kemudian
“diinspirasikan” kepada mereka oleh “Tuhan” agar di “tulis” dalam Bible sehingga
mereka dapat melihatnya secara jelas.

Jadi telah jelaslah bahwa tanggal 25 Desember itu sebenarnya tidak ada hubungannya sama
sekali degan agama Nasrani, apalagi dengan kelahiran Yesus (Isa). Dalam hal ini AI-Qur'an telah
memperjelaskan bahwa Nabi Isa kemungkinan besar tidak lahir pada tanggal 25 Desember
sebagiamana yang diyakini agama Kristian, Firman Allah Taala yang bermaksud :

"Maka rasa sakit akan melahirkan anak memaksa ia (bersandar) pada pangkal pohon kurma, dia
berkata : Aduhai, alangkah baiknya aku mati sebelum ini, dan aku menjadi barang yang tidak
berarti lagi dilupakan. Maka Jibril menyuruhnya dari tempat yang rendah: Janganlah kamu
bersedih hati, sesungguhnya Tuhanmu telah menjadikan anak sungai dibawahmu. Dan
goyahkanlah pangkal pohon kurma itu kearahmu, niscayo pohon itu akan menggugurkan buah
kurma yang masak kepadamu" (Maryam : 23 - 25).

Dari ayat diatas Nabi Isa dilahirkan bertepatan dengan musim Kurma atau paling tidak pohon
kurma masih berbuah, sedangkan bulan Desember dikenal sebagai bulan dimana pohon kurma
tidak atau belum ada buahnya. Oleh karena itu yang lebih mendekati kebenaran, hari kelahiran
Nabi Isa itu pada tanggal 13 Maret sebagaimana dirayakan oleh pemeluk Nasrani di Libanon dan
Syiria, sebab pada bulan Maret pohon kurma memang sedang berbuah.
Asal usul Pohon Natal
Sekarang dari manakah kita mendapatkan kebiasaan memasang pohon Natal itu? Di
antara para penganut agama Pagan kuno, pohon itu disebut "Mistletoe" yang dipakai pada
saat perayaan musim panas, kerana mereka harus memberikan persembahan suci kepada
matahari, yang telah memberikan mukjizat penyembuhan. Kebiasaan berciuman di
bawah pohon itu merupakan awal acara di malam hari, yang dilanjutkan dengan pesta
makan dan minum sepuas-puasnya, sebagai perayaan yang diselenggarakan untuk
memperingati kematian "Matahari Tua" dan kelahiran "Matahari Baru" di musim panas.

Rangkaian bunga suci yang disebut "Holly Berries" juga dipersembahkan kepada dewa
Matahari. Sedangkan batang pohon Yule dianggap sebagai wujud dari dewa matahari.
Begitu pula menyalakan lilin yang terdapat dalam upayara Kristian hanyalah kelanjutan
dari kebiasaan kafir, sebagai tanda penghormatan terhadap dewa matahari yang bergeser
menempati angkasa sebelah selatan.

Encyclopedia Americana menjelaskan sebagai berikut:

"The Holly, the Mistletoe, the Yule log …are relics of pre-Christian times."

"Rangkaian bunga Holly, pohon Mistletoe dan batang pohon Yule…yang dipakai
sebagai penghias malam Natal adalah warisan dari zaman sebelum Kristian."

Sedangkan buku Answer to Question yang ditulis oleh Frederick J. Haskins menyebutkan
bahwa:

"The use of Christmas wreath is believed by authorities to be traceable to the pagan


customs of decorating buildings and places of worship at the feast which took place at
the same time as Christmas. The Christmas tree is from Egypt, and its origin date from a
period long anterior to the Christian Era."

"Hiasan yang dipakai pada upacara Natal adalah warisan dari adat agama penyembah
berhala (paganisme), yang menghiasi rumah dan tempat peribadatan mereka yang
waktunya bertepatan dengan malam Natal sekarang. Sedangkan pohon Natal berasal
dari kebiasaan Mesir Kuno, yang masanya lama sekali sebelum lahirnya agama
Kristian."

Pohon Natal dalam Alkitab

Bagaimana Alkitab berbicara tentang Natal, atau mencatat pandangan para murid Jesus
atau Pengemudi geraja awal. Jawabannya sungguh sangat mengejutkan bagi kalangan
Kristian sendiri. Sebagaimana yang dikatakan Bibel (Alkitab) pada kitab Yeremia 10:2-4
yang berbunyi sebagai berikut:

"Janganlah biasakan dirimu dengan tingkah langkah bangsa-bangsa, janganlah gentar


terhadap tanda-tanda di langit, sekalipun bangsa-bangsa gentar terhadapnya. Sebab
yang disegani bangsa-bangsa adalah kesia-siaan."
"Bukankah berhala itu pohon yang ditebang orang dari hutan, yang dikerjakan dengan
pahat oleh tangan tukang kayu?

Orang memperindahnya dengan emas dan perak; orang memperkuatnya dengan paku dan
palu, supaya jangan goyang."

Itulah keterangan yang jelas dari Bibel tentang pohon Natal. Kita dilarang mengikuti
kebiasaan bangsa-bangsa penyembah berhala. Sebab hal itu merupakan perbuatan yang
sesat menyekutukan Tuhan. Pada ayat kelima dijelaskan bahwa:

"Pohon itu tidak bisa berbicara, dan orang harus mengangkatnya, karena ia tidak bisa
berjalan sendiri."
"Janganlah takut kepadanya, sebab ia tidak dapat berbuat jahat, juga tidak dapat
berbuat baik."

Sebab mereka bukanlah dewa yang harus ditakuti. Bagi mereka yang tidak pernah
membaca atau yang melupakan ayat ini, beranggapan bahwa tidak ada larangan untuk
membuat pohon Natal. Tetapi jika telah membacanya, apa yang harus dikatakan?

New Schaff-Herzog Encyclopedia of Religious Knowledge dalam artikelnya yang


berjudul "Christmas" menguraikan dengan jelas sebagai berikut:

"How much the date of the festival depended upon the pagan Brumalia (Dec.25)
following the Saturnalia (Dec.17-24), and celebrating the shortest day of the year and
the 'new sun'… can not be accurately determined. The pagan Saturnalia and Brumalia
were too deeply entrenched in popular custom to be set aside by Christian influence…
The pagan festival with its riot and merrymaking was so popular that Christians were
glad of an excuse to continue its celebration with little change in spirit and in manner.
Christian preachers of the West and the Near East protested against the unseemly
frivolity with which Christ's birthday was celebrated, while Christians of Mesopotamia
accused their Western brethren of idolatry and sun worship for adopting as Christian
this pagan festival."

"Sungguh banyak tanggal perayaan yang terkait pada kepercayaan kafir Brumalia (25
Desember) sebagai kelanjutan dari perayaan Saturnalia (17-24 Desember), dan
perayaan menjelang akhir tahun, serta festival menyambut kelahiran matahari baru.
Adat kepercayaan Pagan Brumalia dan Saturnalia yang sudah sangat populer di
masyarakat itu diambil Kristen…Perayaan ini dilestarikan oleh Kristen dengan sedikit
mengubah jiwa dan tata caranya. Para pendeta Kristen di Barat dan di Timur Dekat
menentang perayaan kelahiran Yesus Kristus yang meniru agama berhala ini. Di
samping itu Kristen Mesopatamia menuding Kristen Barat telah mengadopsi model
penyembahan kepada dewa Matahari."

Perlu diingat! Menjelang abad pertama sampai pada abad keempat Masehi, dunia
dikuasai oleh imperium Romawi yang paganis politeisme. Sejak agama Kristen masih
kecil sampai berkembang pesat, para pemeluknya dikejar-kejar dan disiksa oleh penguasa
Romawi. Setelah Konstantin naik tahta menjadi kaisar, kemudian memeluk agama
Kristen pada abad ke-4 M. dan menempatkan agama sejajar dengan agama kafir Roma,
banyak rakyat yang berbondong-bondong memeluk agama Kristen.

Tetapi karena mereka sudah terbiasa merayakan hari kelahiran dewa-dewanya pada
tanggal 25 Desember, mengakibatkan adat tersebut sulit dihilangkan. Perayaan ini adalah
pesta-pora dengan penuh kemeriahan, dan sangat disenangi oleh rakyat. Mereka tidak
ingin kehilangan hari kegembiraan seperti itu. Oleh karena itu, meskipun sudah memeluk
agama Kristen, mereka tetap melestarikan upacara adat itu. Di dalam artikel yang sama,
New Schaff-Herzog Encyclopedia of Religious Knowledge menjelaskan bagaimana
kaisar Konstantin tetap merayakan hari "Sunday" sebagai hari kelahiran Dewa Matahari.
(Sun = Matahari, Day = Hari - dalam bahasa Indonesia disebut hari Minggu -- pen.) Dan
bagaimana pengaruh kepercayaan kafir Manichaeisme yang menyamakan Anak Tuhan
(Jesus) identik dengan Matahari, yang kemudian pada abad ke-4 Masehi kepercayaan itu
masuk dalam agama Kristen. Sehingga perayaan hari kelahiran Sun-god (Dewa Matahari)
yang jatuh pada tanggal 25 Desember, diresmikan menjadi hari kelahiran Son of God
(Anak Tuhan - Jesus).

Demikianlah asal usul "Christmas - Natal" yang dilestarikan oleh dunia Barat sampai
sekarang. Walaupun namanya diubah menjadi selain Sun-day, Son of God, Christmas dan
Natal, pada hakikatnya sama dengan merayakan hari kelahiran dewa Matahari. Sebagai
contoh, kita bisa saja menamakan kelinci itu dengan nama singa, tetapi bagaimanapun
juga fisiknya tetap kelinci.

Marilah kita kembali membaca Encyclopaedia Britannica yang mengatakan sebagai


berikut:

"Certain Latins, as early as 354, may have transferred the birthday from January 6th to
December, which was then a Mithraic feas … or birthday of the unconquered SUN …
The Syrians and Armenians, who clung to January 6th, accused the Romans of sun
worship and idolatry, contending… that the feast of December 25th, had been invented
by disciples of Cerinthus…"

"Kemungkinan besar bangsa Latin/Roma sejak tahun 354 M. telah mengganti hari
kelahiran dewa Matahari dari tanggal 6 Januari ke 25 Desember, yang merupakan hari
kelahiran Anak dewa Mitra atau kelahiran dewa Matahari yang tak terkalahkan.
Tindakan ini mengakibatkan orang-orang Kristen Syiria dan Armenia marah-marah.
Karena sudah terbiasa merayakan hari kelahiran Jesus pada tanggal 6 Januari, mereka
mengecam bahwa perayaan tanggal 25 Desember itu adalah hari kelahiran Dewa
Matahari yang dipercayai oleh bangsa Romawi. Penyusupan ajaran ini ke dalam agama
Kristen, dilakukan oleh Cerinthus…"
Asal usul Natal
Kita mewarisi Natal berasal dari Gereja Katolik Roma, dan gereja itu mendapatkannya
dari kepercayaan pagan (kafir) Politeisme, lalu dari manakah agama kafir itu
mendapatkan ajaran itu? Dimana dan bagaimana bentuk asli ajaran itu?

Bila kita telusuri mulai dari ayat-ayat Bible (Alkitab) sampai pada sejarah kepercayaan
bangsa Babilonia kuno, niscaya akan ditemukan bahwa ajaran itu berasal dari
kepercayaan berhala yang dianut oleh masyarakat Babilonia di bawah raja Nimrod
(Namrud - di masa inilah nabi Ibrahim lahir). Jelasnya, akar kepercayaan ini tumbuh
setelah terjadi banjir besar di masa nabi Nuh.

Nimrod, cucu Ham, anak nabi Nuh, adalah pendiri sistem kehidupan masyarakat
Babilonia. Sejak itulah terdapat dasar-dasar pemerintahan dan negara, dan sistem
ekonomi dengan cara bersaing untuk meraih keuntungan. Nimrod inilah mendirikan
menara Babel, membangun kota Babilonia, Nineweh dan kota-kota lainnya. Dia pula
yang pertama membangun kerajan di dunia. Nama "Nimrod" dalam bahasa Hebrew
(Ibrani) berasal dari kata "Marad" yang artinya "dia membangkang atau murtad" (Kerana
bahasa Ibrani serumpun dengan bahasa Arab, silakan anda membandingkan kata "Marad"
dengan kata Arab "Ridda" atau "murtad". Pen)

Dari catatan-catatan kuno, kita mengetahui perjalanan Nimrod ini, yang mengawali
pemurtadan terhadap Tuhan dan menjadi biang manusia pembangkang di dunia sampai
saat ini. Jumlah kejahatannya amat banyak, diantaranya, dia mengawini ibu kandungnya
sendiri yang bernama Semiramis. Setelah Nimrod meninggal dunia, ibu yang merangkap
sebagai istri tersebut menyebarkan ajaran bahwa Roh Nimrod tetap hidup selamanya,
walaupun jasadnya telah mati. Dia membuktikan ajarannya dengan adanya pohon
Evergreen yang tumbuh dari sebatang kayu yang mati, yang ditafsirkan oleh Semiramis
sebagai bukti kehidupan baru bagi Nimrod yang sudah mati. Untuk mengenang hari
kelahirannya, Nimrod selalu hadir di pohon evergreen ini dan meninggalkan bingkisan
yang digantungkan di ranting-ranting pohon itu. 25 Desember itulah hari kelahiran
Nimrod. Dan inilah asal usul pohon Natal.

Melalui pengaruh dan pemujaannya kepada Nimrod, Semiramis dianggap sebagai "Ratu
Langit" oleh rakyat Babilonia. Dengan berbagai julukan, akhirnya Nimrod dipuja sebagai
"Anak Suci dari Sorga". Melalui perjalanan sejarah dan pergantian generasi dari masa ke
masa, dari satu bangsa ke bangsa lainnya, penyembahan berhala versi Babilonia ini
berubah menjadi Mesiah Palsu yang berupa dewa Baal, anak dewa Matahari. Dalam
sistem kepercayaan Babilonia ini, "Ibu dan anak" (Semiramis dan Nimrod yang lahir
kembali) menjadi obyek penyembahan. Ajaran penyembahan kepada ibu dan anak ini
menyebar luas sampai di luar Babilonia dengan bentuk dan nama yang berbeda-beda,
sesuai dengan bahasa negara-negara yang ditempatinya. Di Mesir dewa-dewi itu bernama
Isis dan Osiris. Di Asia bernama Cybele dan Deoius. Dalam agama Pagan Roma disebut
Fortuna dan Jupiter. Bahkan di Yunani, China, Jepun, Tibet bisa ditemukan adat
pemujaan terhadap dewi Madonna, jauh sebelum Jesus lahir!

Sampai pada abad ke-4 dan ke-5 Masehi, ketika dunia pagan (penyembah banyak dewa)
Romawi menerima agama baru yang disebut "Kristian," dengan membawa adat dan
kepercayaan pagan mereka yang lama. Akibatnya kepercayaan kepada Dewi Madonna,
Ibu dan Anak juga menjadi popular, terutama di waktu hari Natal. Di setiap musim Natal
kita selalu mendengar lagu-lagu atau hymne: "Silent Night" atau "Holy Night" yang
sangat akrab dengan tema pemujaan terhadap Ibu dan Anak.

Kita yang sejak lahir diwarnai oleh alam budaya Babilonia, telah diajarkan untuk
mengagungkan dan memuliakan semua tradisi yang berasal dari zaman jahiliyah kuno
itu. Kita tidak pernah bertanya untuk mengetahui dari manakah asal usul adat seperti itu -
Apakah ia berasal dari ajaran Bible (Alkitab), ataukah ia berasal dari kepercayaan
penyembah berhala yang sesat?

Kita terperangah seakan-akan tidak mau menerima kebenaran ini, karena seluruh dunia
terlanjur telah melakukannya. Lebih aneh lagi, sebagian besar meremehkan dan
mencemooh kebenaran ini. Namun Tuhan telah berfirman kepada para utusannya yang
setia:

"Katakan dengan lantang,


dan jangan menghiraukan penghinaan mereka!
Kumandangkan suaramu seperti terompet!
Dan tunjukkan di depan umatKu tentang kesesatan mereka!"
Memang kenyataan ini sungguh sangat mengejutkan bagi mereka, meskipun ini adalah
fakta sejarah dan berdasarkan kebenaran dari Bibel (Alkitab).

Natal adalah acara ritual yang berasal dari masa Babilonia kuno yang belum mengenal
agama yang benar. Tradisi ini diwariskan puluhan abad yang lampau sampai kepada kita.

Di Mesir, ia dipercayai bahwa Dewi Isis (Dewi Langit) melahirkan anaknya yang tunggal
pada tanggal 25 Desember. Hampir semua orang-orang penyembah berhala (paganis) di
dunia waktu itu, merayakan ulang tahun (Natal) anak dewi Isis ini jauh sebelum kelahiran
Jesus.

Dengan demikian, sudah jelas bagi kita bahwa 25 Desember itu bukanlah hari kelahiran
Yesus Kristus. Para murid Jesus dan orang-orang Kristian abad pertama tidak pernah
menyelenggarakan Natal, meskipun hanya sekali. Tidak ada ajaran atau pun perintah
perayaan Natal di dalam Bibel. Sekali lagi, perayaan Natal atau Christmas itu adalah
ulang tahun anak dewa yang dianut oleh para paganis, dan bukan dari ajaran Kristen.
Percaya atau tidak, terserah anda!

Upacara ini berasal dari cara-cara pemujaan yang dikenal dengan "Chaldean Mysteries"
(Misteri Kaldea) berasal dari ajaran Semiramis, isteri Nimrod. Kemudian adat ini
dilestarikan oleh para penyembah berhala secara turun-temurun hingga sekarang dengan
wajah baru yang disebut Kristen.