Você está na página 1de 30

BESARAN DAN

SATUAN
NOTASI ILMIAH
DAN
ANGKA PENTING

Kompetensi Dasar:
Mengukur besaran fisika (panjang,
massa, dan waktu).

Indikator Pencapaian
Kompetensi
Siswa dapat mengkonversikan

bilangan desimal menjadi notasi


ilmiah dengan benar.
Siswa dapat menentukan
banyaknya angka penting pada
suatu bilangan dan melakukan
perhitungannya.

Tujuan Pembelajaran
Siswa dapat mengkonversikan bilangan desimal menjadi

notasi ilmiah.
Siswa dapat menentukan banyaknya angka penting pada

suatu bilangan.
Siswa dapat membulatkan bilangan sesuai dengan aturannya.
Siswa dapat melakukan perhitungan penjumlahan dan

pengurangan angka penting.


Siswa dapat melakukan perhitungan perkalian dan pembagian

angka penting.
Siswa dapat melakukan perhitungan perpangkatan dan

pengakaran angka penting.

Apa yang dimaksud


Pengukuran?

Mengapa
pengukuran itu
penting?

Apa manfaat
pengukuran?

Pengukuran dalam
Fisika
Pengukuran dalam fisika
terbentang mulai dari
ukuran partikel yang sangat
kecil, sampai dengan
ukuran yang sangat besar.

Massa bumi kira-kira


6000 000 000 000 000 000 000
000 kg

Massa sebuah elektron kira-kira


0,000 000 000 000 000 000 000
000 000 000 911 kg

Bagaimana cara
menuliskan bilanganbilangan tersebut agar
lebih mudah?

NOTASI ILMIAH

Dalam

notasi ilmiah, hasil


pengukuran dinyatakan sebagai:

di mana:

adalah bilangan asli


n disebut eksponen
disebut bilangan penting
disebut orde besar

Contoh:
Konversikan bilangan-bilangan berikut
ke dalam notasi ilmiah

927,4 m =

0,000 653 kg =
1002 =

6000 000 000 000 000 000 000 000 kg


=

0,000 000 000 000 000 000 000 000 000


000 911 kg
=

Manakah yang lebih


mudah?
Menggunakan bilangan
desimal atau dengan
menggunakan notasi ilmiah?

Apa yang dimaksud


angka penting?

ANGKA PENTING
Definisi:

semua angka yang diperoleh dari hasil


pengukuran, yang terdiri dari angka eksak
dan satu angka terakhir yang ditaksir (atau
diragukan).
Banyak angka penting yang dilaporkan
sebagai hasil pengukuran mencerminkan
ketelitian suatu pengukuran. Makin banyak
angka penting yang dapat dilaporkan,
makin teliti pengukuran tersebut.

Ketentuan Angka
Penting:

1. Semua angka yang bukan nol merupakan angka


penting.
Contoh : 6,89 ml memiliki 3 angka penting.
78,99 m memiliki 4 angka penting.
2. Semua angka nol yang terletak diantara
bukan nol merupakan angka penting.
Contoh : 1208 m memiliki 4 angka penting.
2,0067 memiliki 5 angka penting.

3. Semua angka nol yang terletak di belakang


angka bukan nol yang terakhir, tetapi
terletak di depan tanda desimal adalah angka
penting.
Contoh : 70000, ( 5 angka penting).
4. Angka nol yang terletak di belakang angka
bukan nol yang terakhir dan di belakang tanda
desimal adalah angka penting.
Contoh: 23,50000 (7 angka penting).

5. Angka nol yang terletak di belakang angka


bukan nol yang terakhir dan tidak dengan
tanda desimal adalah angka tidak penting.
Contoh : 3500000 (2 angka penting).
6. Angka nol yang terletak di depan angka bukan
nol yang pertama adalah angka tidak penting.
Contoh : 0,0000352 (3 angka penting).

Aturan Pembulatan
Jika angka pertama setelah angka yang hendak

dipertahankan adalah 4 atau lebih kecil, maka


angka itu dan seluruh angka disebelah
kanannya ditiadakan.
Contoh
(1) 75,494= 75,49 (angka 4 yang dicetak tebal
ditiadakan).
(2) 1,00839= 1,008 (kedua angka yang
dicetak tebal ditiadakan)

Jika angka pertama setelah angka yang akan

anda pertahankan adalah 5 atau lebih besar,


maka angka tersebut dan seluruh angka di
bagian kanannya ditiadakan. Angka terakhir yang
dipertahankan bertambah satu.
Contoh:
(1) 75,496= 75,50 (angka 6 yang dicetak tebal
ditiadakan dan angka 9 ditambah 1).
(2) 1,00839= 1,0084 (angka 9 yang
dicetak tebal ditiadakan dan angka 3
ditambah 1)

Aturan
Penjumlahan dan Pengurangan
Apabila anda melakukan operasi

penjumlahan atau pengurangan, maka


hasilnya hanya boleh mengandung satu
angka taksiran
(catatan : angka tafsiran adalah angka
terakhir dari suatu angka penting).

Contoh :

Jumlahkan 273,219 g; 15,5 g; dan 8,43 g!

Aturan Perkalian dan


Pembagian

1. Pada operasi perkalian atau pembagian,


hasil yang diperoleh hanya boleh
memiliki jumlah angka penting sebanyak
bilangan yang angka pentingnya paling
sedikit.

Contoh :

Hitunglah operasi perkalian berikut ini!


0,6283 x 2,2 cm

2.Hasil perkalian atau pembagian antara


bilangan penting dengan bilangan
eksak/pasti hanya boleh memiliki angka
penting sebanyak jumlah angka penting
pada bilangan penting.

Contoh :

Tebal 25 Lembar kertas HVS adalah


0,65 cm. Hitunglah tebal 1 lembar kertas
HVS!

Aturan
Perpangkatan dan Pengakaran

Hasil perpangkatan atau pengakaran


antara bilangan penting hanya boleh
memiliki angka penting sebanyak angka
penting pada bilangan penting yang
dipangkatkan atau diakarkan.


Contoh:

1.

2.

Terima Kasih