Você está na página 1de 10

Tugas E- Learning Agama Islam II

Faisal Setiawan (141211132031/BP-C)

Penjelasan seorang sarjana muslim dapat memberikan manfaat bagi dirinya, keluarga dan
lingkungan sekitar
Menjadi pribadi yang bermanfaat adalah salah satu karakter yang harus dimiliki oleh
seorang pelajar muslim. Pelajar muslim lebih diperintahkan untuk memberikan manfaat bagi
orang lain, bukan hanya mencari manfaat dari orang atau memanfaatkan orang lain. Ini adalah
bagian dari implementasi konsep Islam yang penuh cinta, yaitu memberi. Sebaik-baik manusia
adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain (HR. Ahmad, Thabrani, Daruqutni. Dishahihkan
Al Albani dalam As-Silsilah As-Shahihah). Sedangkan menurut firman ALLAH SWT dalam
Quran disebutkan Jika kalian berbuat baik, sesungguhnya kalian berbuat baik bagi diri kalian
sendiri (QS. Al Isra :7).
Bagi seorang mahasiswa, mendapatkan ilmu yang bermanfaat adalah sebuah dambaan.
Maksud dari ilmu yang bermanfaat di sini adalah ilmu yang menjadikan pemiliknya semakin
dekat dengan Allah SWT. Ilmu yang bermanfaat akan menjadikan pemiliknya menuju kepada
kejayaan dunia akhirat. Sedangkan ilmu yang tidak bermanfaat hanya akan menjadikan
pemiliknya menjadi santapan neraka. Dalam sebuah hadits diriwayatkan bahwa kelak di neraka
ada orang yang berkeliling dengan usus terburai akibat siksa yang didapatkannya.
Keikhlasan menjadi dasar pertama dalam setiap amal perbuatan manusia. Tak terkecuali
bagi seorang mahasiswa. Lebih khusus lagi bagi mereka yang menuntut ilmu agama Islam.'
Rasulullah SAW bersabda: "Sesungguhnya amal-amal itu tergantung pada niatnya. Dan
seseorang itu hanya akan memperoleh dari apa yang diniatkannya." (Hadits Shahib). Karena itu,
seorang mahasiswa hendaklah meniatkan pencarian ilmunya semata-mata menaati perintah Allah
(lillah) dan menyadari bahwa segala aktivitas belajarnya karena pertolongan Allah semata-mata
(billah). Bukan untuk yang lain dan bukan karena pertolongan selain Allah.
Niat mencari ilmu ini sangat penting agar aktivitas belajar membuahkan kebaikan dan
terhindar dari keburukan dan kehancuran dunia akhirat. Rasulullah SAW
bersabda:"Barangsiapayang belajar ilmu yang seharusnya hanya digunakan untuk meraih ridha
Allah (ilmu agama), dia tidak mencarinya kecuah hanya untuk mendapatkan harta dunia, maka ia
tidak akan merasakan bau surga di hari kiamat. " (HR. Abu Dawud dengan sanadyang shahih).
Dalam sebuah hadits lain, Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapayang menuntut ilmu untuk
menghina orang-orang bodoh, atau untuk saling menyombongkan diri terbadap para Ulama atau
untuk memalingkan wajah-wajah manusia kepadanya, maka hendaklah ia mencari tempat
duduknya di neraka. " (HR. At Turmudzi).
Syaikh Az Zarnuji memberikan keterangan tentang hadits-hadits keikhlasan didalam
belajar, "Kecuall jika ia mencari jabatan untuk memerintahkan kebaikan dan mencegah
kemungkaran (amar ma'ruf nahi munkar), merealisasikan nilai-nilai kebenaran, dan memuliakan
agama, bukan untuk dirinya sendiri -atau hawa nafsunya. Maka yang demikian itu boleh sesuai
dengan kadar amar ma'ruf nahi munkar." Tentunya semuanya harus dengan niat lillah-billah.

Tugas E- Learning Agama Islam II


Faisal Setiawan (141211132031/BP-C)

Ketika seseorang belajar dengan niat menegakkan agama Allah dan dilandasi dengan niat lillahbillah, maka ia akan dipermudah urusan belajarnya oleh Allah SWT. Hal ini sebagaimana janji
Allah SWT dalam firmannya "Wahai orang-orang yang beriman, jika kalian menolong (agama)
Allah, maka Allah akan menolong kalian dan akan mengokohkan telapak kaki kalian," (QS.
Muhammad: 7).
Setelah seseorang berniat secara benar sesuai dengan ajaran agama, maka tahap berikutnya bagi
seorang penuntut ilmu adalah memilih pengetahuan yang benar dan tepat. Ilmu yang benar dan
tepat mengandung dua hal yaitu
1. ilmu yang diperlukan setiap saat dalam hidupnya. Misalnya ilmu akidah. Ilmu ini
membahas tentang keyakinan-keyakinan atau lebih spesifik tentang ma'rifat billah
(mengenal Allah). Syaikh Ibnu Ruslan berkata: "Kewajiban pertama bagi manusia adalah
mengenal Allah dengan seyakin-yakinnya. Selanjutnya, seseorang hendaklah
mempelajari kewajiban-kewajiban syariat, seperti puasa, shalat, dan jika ia telah mampu,
hendaknya ia mempelajari hukum-hukum zakat dan haji. Demikianlah, maka hendaknya
ia mempelajari ilmu-ilmu agama yang berkaitan dengan kewajiban-kewajiban hidup
sehari-hari.
2. ilmu yang berkaitan dengan posisi dimana ia berada. jika seseorang menjadi seorang
guru, maka hendaknya ia mempelajari bagaimana menjadi guru yang baik dalam sudut
pandang Islam. Jika ia seorang politisi, maka hendaknya ia belajar bagaimana etika
politik dalam Islam dan konsep-konsep politik Islam. Jika ia seorang pengusaha,
hendaknya ia mempelajari etika usaha dalam Islam dan konsep usaha dalam Islam.
Demikianlah, maka hendaknya seseorang memfokuskan kajian kepada bidang-bidang
yang ditekuninya.
Seorang pelajar muslim hendaknya memiliki etika dalam mencari ilmu agar ilmu tersebut
menjadi bermanfaat dan membawa berkah bukan justru menhhujatnya dihari kiamat. Adapun 13
kiat dalam mencari ilmu sehingga dapat menuai berkah yaitu

IKHLAS KARENA ALLAH

Hal utama yang harus dimiliki oleh seorang pencari ilmu adalah ikhlas karena Allah
SUBHANAHU WA TAALA dalam berbicara dan beramal.Rasullulah shallallahu alaihi wa
sallam, menjelaskan bahwa diterimanya amal sholeh tergantung pada niat dan keikhlasan
dalam tujuan. Jadi, apabila seorang pelajar muslim selalu ikhlas, ia pasti meraih pahala yang
besar dan selalu diberkahi dalam usahanya. Imam Al-Ghazali berkata Beberapa malam
telah kau hidupkan dengan mengulang-ulang belajar dan menelaah berbagai buku, dan
beberapa malam kau haramkan dirimu untuk tidur. Aku tidak tau apa motivasi yang
mendorong mu berbuat itu?. Jika niatmu untuk meraih materi duniawi, menarik serpihannya,
dan memperoleh kedudukan, lalu berbangga diri dihadapan kawan-kawan dan orang-orang
sesamamu, maka celakalah engkau. Celakalah engkau! Namun, jika maksudmu adalah demi

Tugas E- Learning Agama Islam II


Faisal Setiawan (141211132031/BP-C)

menghidupkan syariat nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam dan menyucikan


akhlakmu, serta mengalahkan jiwamu yang selalu memrintahkan kejahatan, maka
beruntunglah engkau. Beruntunglah engkau!

AMALKAN ILMU JAUHI MAKSIAT

Dari Malik bin Dinar Rahimahullah, ia berkata: seseorang yang berilmu namun tidak
mengamalkannya, maka nasehatnya selalu meleset dari hati, seperti tetesan air meleset dari
batu yang licin. Banyak dalil dari kitab dan sunnah juga pandangan ulama tentang
mengamalkan ilmu dan peringatan terhadap ilmu tanpa amal, sekaligus ucapan yang tak
disertai dengan perbuatan (Q.S.As-Shaff: 2-3) dan (Q.S Al-Baqarah:44). Ilmu yang
bermanfaat adalah ilmu yang pengaruhnya dapat dilihat oleh orang lain dalam diri si
empunya ilmu, sebagai cahaya di wajahnyadan rasa takut kepada Allah dalam hatinya,
istiqomah dalam tingkah lakunya, jujur kepada Allah dan kepada sesama manusia dan
kepada dirinya sendiri. Serta ilmu itu disertai amal dan itulah ilmu yang tak terputus. Sebuah
hadist berbunyi Apabila mati anak adam terputuslah amalnya keculai 3 perkara, yaitu :
shodaqah jariah, ilmu yang bermanfaat dan doa anak yang sholeh. Seorang pelajar harus
berjuang melawan dirinya sendiri dengan meninggalkan maksiat, untuk menolongnya
mendapatkan keberkahan ilmu dan cahayanya. Karena maksiat adalah kegegelapan dalam
hati., dan hati yang gelap tidak memiliki tempat untuk cahaya ilmu didalamnya, kecuali
dengan bertaubat dan bersikap jujur bersama Allah SUBHANAHU WA TAALA. Oleh
sebab itu, pencari ilmu harus mengontrol keadaan dirinya, senantiasa melakukan intropeksi
diri dan memohon diri ketika berhasrat melakukan maksiat. Selain itu, ia harus berhatimuhati terhadap tipu daya nafsu dan bisikan setan.

TAWADHUK

Allah memerintahkan rasul-Nya shallallahu alaihi wa sallam untuk bersikap tawadhuk,


merendahkan hati dan berlemah lembut. Dan rendakanlah hatimu bagi orang-orang yang
mengikutimu, yaitu orang-orang yang beriman (QS. Asy-Syuara:215). Dari Mujahid
rahimahullah, ia berkata, Tidak akan bisa belajar seorang pemalu dan seorang yang
sombong . Dari Fudhail bin Iyaah rahimahullah, ia berkata. Sesungguhnya Allah
Subhanahu wa taala mencintai orang pandai yang tawadhuk dan membeci orang pandai
yang arogan. Barang siapa bertawadhuk karena Allah niscaya Allah wariskan kepadanya
Ilmu hikmah. Dari Masna rahimahullah, ia berkata : cukuplah seseorang disebut berilmu
dengan takut kepada Allah dan disebut bodoh karena bangga dengan ilmunya.

HORMATILAH ULAMA DAN MAJELIS ILMU

Apabila penuntut ilmu mendengar dari gurunya sebuah hadist atau suatu masalah yang sudah
ia ketahui, seharusnya ia tidak ikut berbicara dalam meriwayatkannya, akan tetapi diamlah
dan dengarkanlah. Rasulullah memperingatkan kita agar menjahui debat, jika tak dilakukan
dengan lebih baik, sebagaimana sabda-nya : Tidaklah suatu kaum tersesat setelah meraih

Tugas E- Learning Agama Islam II


Faisal Setiawan (141211132031/BP-C)

hidayah kecuali karena mereka suka berdebat. Imam Malik rahimahullah berkata Berdebat
tentang ilmu membuat hati menjadi besar menjadi besar dan memancing caci-maki .
Bertanya adalah kunci ilmu. Akan tetapi bertanya hanya untuk tujuan mendapatkan
pengetahuan dan pemahaman sekalgus mendapatkan kebenaran. Imam Ghazali berkata
Barangsiapa melontarkan pertanyaan dan sanggahan dengan perasaan hasad dan benci,
maka meskipun setiap kali kamu jawab dengan jawabaan terbaik, terbenar, dan terjelas pun
tidak menambahkan kepadanya selain kebencian dan permusuhan. Karena itu, janganlah
kamu repot-repot menjawabnya. Hasan bin Ali berkata kepada putranya, Hai anakku, jika
kamu bergaul dengan ulama, maka jadilah kamu orang yang lebih suka mendengarkan
dengan baik dan janganlah kamu memutuskan pembicaraan seseorang meskipun ia berbicara
panjang, sehingga ia berhenti berbicara.

BERSABAR

Perbuatan taat yang lebih membutuhkan kesabaran adalah mencari ilmu untuk meraih ilmu
untuk meraih ridha Allah Subhanahu wa taala, lebih-lebih karena jiwa cenderung kepada
perilaku santai dan bermalas-malas. Usaha mencari ilmu membutuhkan pengorbanan besar,
bersusah payah, sedikit tidur, meninggalkan aneka kenikmatan dunia, mendatangani para
ulama, belajar ulang, berfikkir, mengikuti pelajaran dan sebagainya. Al-Hafizh Ibnu Abdil
Barr meriwayatkan dari Yahya bin Abi Katsir, bahwa ia berkata : Aku mendengar ayah
berkata : Ilmu tidak bisa diraih dengan santai. Said bin Jubair rahimahullah berkata,
seseorang tetap menjadi orang berilmu selama ia tetap belajar. Jika ia meninggalkan belajar
dan mengira bahwa dirinya sudah cukup dengan apa yang dimiliki, maka ketika itulah ia
menjadi orang bodoh.

TERUSLAH MENCARI

Bertanya adalah kunci ilmu. Bertambahnya ilmu dengan berusaha mencari dan diraihnya
ilmu dengan bertanya. Ilmu diperoleh dengan lisan yang pandai bertanya dan hati yang selalu
berfikir dan berdzikir. Berambisilah mendapatkan ilmu. Seorang penyair berkata: Sebaikbaik penghibur dan teman adalah buku. Seperti hadist yang berbunyi Saudaraku, takkan
kau capai ilmu kecuali dengan 6 hal, kan ku beritahu kepadamu rinciannya dengan jelas :
Cerdas, bersemangat, bersungguh-sungguh, bekal materi, bersama guru, dan waktu yang
panjang. Al-Khatib Al-Baghdadi meriwayatkan dari Al-Junaid bahwa ia berkata : Tak
seorang pun yang mencari sesuatu dengan sungguh-sungguh dan jujur kecuali ia pasti
mendapatkannya. Kalau pun tidak meraih semuanya, maka sebagiannya.

JUJUR DAN AMANAH

Ada beberapa masalah yng harus dtegaskan agar pelajar muslim tidak terjerumus dalam
pengkhianatan dan kebohongan. Siaga dan Perhatikan Saat Menerima Ilmu : Dalam hal ini
pelajar diharapkan memiliki sifat amanah dlam mencari ilmu agar benar-benar siaga dalam
mencari ilmu. Kembali kepada kebenaran ketika salah : Jika menyampaikan suatu pendapat

Tugas E- Learning Agama Islam II


Faisal Setiawan (141211132031/BP-C)

kemudian disanggah oleh orang yang lebih tinggi ilmunya, atau sejajar, atau dibawahnya,
sehingga ia tahu bahwa pendapatnya salah dan yang benar adalah pendapat sahabatnya, maka
ia menarik kembali pendapatnya dan berterima kasih kepada sahabatnya. Menjauhi
kecurangan dalam ujian dan karya ilmiah. Pelajar yang amanah memiliki kedudukan
terhormat dan tinggi, sehingga banyak orang mengambil manfaat dari ilmunya, bahkan
jumlah orang yang mengambil manfaat darinya semakin banyak.

SEBARKAN DAN AJARKAN

Dhahak bin Muzahim rahimahullah berkta : Pintu pertama ilmu adalah diam, yang ke-2
mendengarkannya, yang ke-3 mengamalkannya dan yang ke-4 menyebarkan dan
mengajarkannya. Abdullah bin Mubarak rahimatulah berkata, orang yang bakhil akan
terkena tiga musibah dia mati kemudian ilmunya hilang, dia melupakannya dan dia
mengekor pada penguasa.

ZUHUD TERHADAP DUNIA

Zuhud bukan berarti meninggalkan dunia, menjauhi apa yang ada di dalamnya, menjauhi
manusia dan memakai pakaian yang kasar, compang-camping. Melainkan mengambil dari
dunia segala sesuatu yang mendukung untuk taat kepada Tuhan, menjadikan dunia, harta dan
perhiasan hanya ditanganmu saja bukan di hatimu dan menjadikan usahamu dalam dunia
untuk membantu ketaatan di akhirat. Allah tidak menjadikan 2 hati dalam rongga dada
manusia. Oleh karena itu tidak akan bertemu dalam hati seorang muslim, yaitu dalam 2 hal :
Semangat mencari ilmu dan mencintainya dan Semangat memburu dunia serta
memperebutkan kesenangannya.

MENJAGA DAN MEMANFAATKAN WAKTU

Belajar diwaktu muda dengan pikiran yang sempurna dan otak yang segar membuat hapalan
lebih mudah melekat dengan kuat. Al-Hasan Al-Bashri rahimahullah berkata, jauhilah
sikap suka menunda-nunda (taswif), sebab engkau hidup dihari ini bukan dihari esok. Jika
esok masih ada, bersikaplah seperti hari ini. Waktu pagi adalah waktu yang baik untuk
belajar karena pada waktu itu, kondisi kita luang, pikiran masih jernih dan tubuh masih segar.
Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda : Waktu utama adalah waktu sahur
(menjelang subuh), sebab merupakan waktu istijabah (pengabulan doa) dan waktu turunnya
rahmat. Dari Ismail bin Uwais, ia berkata : Jika engaku ingin mengahapal sesuatu, maka
tidurlah. Lalu bangunlah menjelang subuh, nyalakan lampu dan perhatikan tulisan niscaya
engaku tidak melupakannya. Insya Allah. Sebaik-baik waktu adalah waktu sebelum
subuh/saat zuhur), pertengahan siang, waktu petang sebelum Isya. Menghafal dimalam hari
lebih baik dari pada menghapal di siang hari. Imam Ibnu Jamaah rahimahullah berkata,
Janganlah belajar ketika lapar, haus, sedih, marah, mengantuk dan stress. Jangan pula
belajar dalam kondisi dangat dingin dan terik yang sangat menyengat, sebab akan

Tugas E- Learning Agama Islam II


Faisal Setiawan (141211132031/BP-C)

mengganggu. Jangan Lupa Berdoa : Ya Allah berkahilah umurmu dan jadikanlah umur itu
penuh kebahagian karena ketaatan kepada Mu.

KAJILAH ILMU BERULANG-ULANG

Dari Az-Zuhri berkata : Yang bisa menghilngkan ilmu itu hanya lupa dan tidak mengulang
(mudzakarah). Dari Abu Abdillah Jafar bin Muhammad bahwa ia berkata : Hati itu
laksana tanah, ilmu adalah tanamannya dan mudzakarah adalah airnya, ketika siraman air
terputus dari tanah, maka keringlah tanamannya.

SOPAN DAN MEMILIKI RASA MALU

Al- Imam Ibnul Qayyim Al-Jauziyah berkata, Orang yang berilmu dan ahli berfatwa, tidak
ada sesuatu yang lebih ia butuhkan dari sikap santun, tenang dan sopan. Itulah kelambu bagi
ilmuny dab perhiasannya. apabila ia kehilangn itu, maka ilmunyaseperti badan yang
telanjang tanpa busana. Sopan dan punya rasa malu adalah sifat yang harus dimiliki oelh
setiap pelajar, agar berbeda dari teman-teman dan para tetangganya. Karena itu, seorang
pelajar idak boleh bersenda gurau bersama mereka, dan tidak menyibukkab diri denga urusan
remeh sebab hal itu akan menghilangkan kemuliaan dan kedudukannya. Sesungguhnya
Allah mencintai perkara-perkara yang luhur dan mulia dan membenci perbuatan yang hina .
Malik berkata, orang yang mencari ilmu harus memiliki sifat sopan, takut kepada Allah dan
menelusuri jejak orang-orang sebelumnya. Banyak bercanda dan tertawa akan menurunkan
wibawa dan menghilangkan muniah (harga diri).

BERSAHABAT DENGAN ORANG SALEH

Seseorang tergantung kepada agama teman akrabnya, karena itu, hendaklah seseorang
memperhatikan siapakah yang akan dijadiakan teman akrab. Sahabat merupakan penarik
kalau ia saleh maka ia akan menggandengmu kepada kebaikan, namun kalau tidak baik maka
ia akan merusak agama dan duniamu, serta menyibukkanmu dengan urusan dunia, sehingga
engkau terhalang dari belajar, berprestasi dan ilmu yang bermanfaat. Ali bin Abu Thabib r.a,
berkata, janganlah bergaul dengan orang yang bodoh jauhkan dirimu darinya dan dia darimu.
Betapun banyak orang penyantun binasa karena bergaul dengan orang bodoh. Seseorang
dinilai dari sahabatnya sebab seseorang sama dengan sahabatnya
Siapa yang menyelesaikan kesulitan seorang mumin dari berbagai kesulitan2 dunia, Allah
akan menyelesaikan kesulitan2nya di hari kiamat. Dan siapa yang memudahkan orang yang
sedang kesulitan niscaya akan Allah mudahkan baginya di dunia dan akhirat (HR. Muslim).
Setelah mendapatkan pengetahuan selama belajar baik secara intern maupun ekstern langkah
selanjutnya bagaimana cara agar menjadi mahasiswa yang bermanfaat? Berikut langkah langkah
menjadi mahasiswa yang bermanfaat yaitu
a. Menjadi Pribadi Yang Bermanfaat Adalah Kemauan

Tugas E- Learning Agama Islam II


Faisal Setiawan (141211132031/BP-C)

Kuncinya adalah kemauan, kemauan kita memberikan manfaat kepada orang lain. Jika kita
punya harta, kita bisa memberikan manfaat kepada orang lain dengan harta. Jika kita punya
ilmu, kita bisa memberikan manfaat ilmu kepada orang lain. Jika kita punya tenaga, kita bisa
memberikan manfaat dari tenaga kita kepada orang lain. Ini adalah langkah awal, mahasiswa
harus memiliki kemauan untuk memberikan manfaat kepada orang lain. Bagaimana pun
kondisinya. Jangan malah mencari-cari cara untuk mendapatkan manfaat dari orang lain
bahkan memanfaatkan orang lain.
b. Take Action Now
Apa yang bisa mahasiswa lakukan sekarang untuk memberikan manfaat kepada orang
lain?.Lihat sekitar Anda, adakah yang bisa Anda bantu. Adakah yang bisa Anda lakukan
untuk memperbaiki lingkungan, rumah, atau kantor Anda? Akan banyak yang bisa Anda
lakukan untuk memberikan manfaat kepada orang lain.
c. Biasakanlah Memberikan Manfaat, Jadikan Gaya Hidup Anda
Jika memberikan manfaat kepada orang sudah menjadi kebiasaan, maka mahasiswa tersebut
sudah mulai menjadi pribadi yang bermanfaat. Pada langkah 2, mahasiswa baru disebutkan
melakukan kebaikan (belum menjadi akhlaq), namun jika sudah menjadi kebiasaan dan
menjadi gaya hidup Anda, maka Anda sudah mulai menjadi pribadi yang bermanfaat. Ini
yang kada dilupakan orang. Banyak yang hanya membahas sampai melakukan kebaikan
dengan cara membantu orang orang lain. Namun itu belum menjadi kepribadian, baru sebatas
mau melakukan. Sebuah tindakan, akan menjadi sebuah akhlaq saat Anda sudah melakukan
dengan biasa tanpa memikirkannya terlebih dahulu. Anda memberi, belum tentu kepribadian
Anda. Namun jika Anda sudah biasa memberi dan menjadi gaya hidup Anda, barulah disebut
kepribadian.
d. Tingkatkan Manfaat Diri Anda
Harus ditingkatkan? Tentu saja, sebab menurut hadits diatas tidak hanya mengatakan menjadi
pribadi yang bermanfaat, tetapi ada kata superalif yaitu paling. Artinya Anda ditantang untuk
menjadi juara dalam kebaikan. Anda harus menjadi yang paling memberikan manfaat kepada
orang lain. Bukan sekedar memberikan manfaat.
Demikianlah, selanjutnya, jika seseorang sudah berilmu, beramal dengan ilmunya dan ikhlas
didalam amalnya, maka sebentar lagi kejayaan akan datang.

Tugas E- Learning Agama Islam II


Faisal Setiawan (141211132031/BP-C)

Penjelasan Sikap Sarjana Muslim Terhadap Budaya Istiadat dan Kemajuan Teknologi
Sesuai Kaidah Islam
Kata budaya merupakan kata majemuk dari budi dan daya, yang berarti hasil yang
diperoleh dari cipta, karsa, dan rasa. Secara lebih luas kebudayaan mengandung pengertian
meliputi pengetahuan, kepercayaan, seni, moral, hukum, dan adat istiadat dan pembawaan
lainnya yang diperoleh dari anggota masyarakat(Munandar Soelaiman, 1992 dalam Zakky
Mubarak, 2010).
Kebudayaan atau peradaban yang berdasarkan pada nilai nilai ajaran islam disebut
kebudayaan islam. Dalam pandangan ajaran islam, aktivitas kebudayaan manusia harus
memperoleh bimbingan agama yang diawayuhkan oleh Allah SWT melalui para nabi dan rasul
Nya. Dengan demikian, agar kebudayaan terlepas dari ajaran yang sesat dan sebaliknya
mengikuti jalan yang benar dan terpuji yang dilandasi oleh ajaran agama. Islam mengajarkan
kepada umatnya untuk selalu beramal dan berkarya, untuk selalu menggunakan pikiran yang
diberikan Allah untuk mengolah alam dunia ini menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi
kepentingan manusia. Dengan demikian, Islam telah berperan sebagai pendorong manusia untuk
berbudaya. Dan dalam satu waktu Islamlah yang meletakkan kaidah, norma dan pedoman.
Oleh karena itu, mungkin bisa dikatakan bahwa kebudayaan itu sendiri, berasal dari agama.
Kebudayaan Islam adalah peradaban yang berdasarkan pada nilai-nilai ajaran Islam.
Motivasi Islam dalam Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Iptek atau Ilmu
Pengetahuan dan Teknolgi, merupakan salah satu hal yang tidak dapat kita lepaskan dalam
kehidupan kita. Kita membutuhkan ilmu karena pada dasarnya manusia mempunyai suatu
anugerah terbesar yang diberikan Allah SWT hanya kepada kita, manusia, tidak untuk makhluk
yang lain, yaitu sebuah akal pikiran. Dengan akal pikiran tersebutlah, kita selalu akan
berinteraksi dengan ilmu. Akal yang baik dan benar, akan terisi dengan ilmu-ilmu yang baik
pula. Sedangkan teknologi, dapat kita gunakan sebagai sarana untuk mendapatkan ilmu
pengetahuan itu sendiri. Wahyu Allah berfungsi sebagai sinyal dan dorongan kepada manusia
untuk mendalami pemahaman sehingga mampu membaca setiap perubahan zaman dan
pergantian masa.Beberapa motivasi islam dalam pengembangan Iptek yang terdapat didalam AlQuran yaitu
1. Yang mengetahui pengertian ayat-ayat mutasyabihat hanyalah Allah dan orang- orang
yang dalam ilmunya (QS.2:7)
2. Orang berilmu mengakui bahwa tidak ada Tuhan selain Allah (QS.3:18)
3. Di atas orang berilmu, masih ada lagi yang Maha Tahu (QS.12:76)
4. Bertanyalah kepada ahli ilmu kalau kamu tidak tahu, (QS.16:43, dan 21:7)
5. Jangan engkau turuti apa-apa yang engkau tidak mempunyai ilmu tentang itu
(QS.17:36)
6. Kamu hanya mempunyai ilmu tentang ruh sedikit sekali (QS.17:85)
7. Memohonlah kepada Allah supaya ilmu bertambah (QS.20:114)

Tugas E- Learning Agama Islam II


Faisal Setiawan (141211132031/BP-C)

8. Ilmu mereka (orang yang menolak ajaran agama) tidak sampai tentang akhirat
(QS.27:66)
9. Hanyalah orang-orang berilmu yang bisa mengerti (QS.29:43)
10. Yang takut kepada Tuhan hanyalah orang-orang berilmu (QS.35:28)
Dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi, umat Islam hendaknya
memiliki dasar dan motif bahwa yang mereka lakukan tersebut adalah untuk memperoleh
kemakmuran dan kesejahteraan di dunia sebagai jembatan untuk mencari keridhaan Allah
sehingga terwujud kebahagiaan di dunia dan di akhirat. Kesimpulanya,motivasi-motivasi islam
yang termuat dalam Al-quran,Al-Hadist dan sunnah harus dijadikan sebagai pemicu atau
penyemangat dalam mengembangkan ilmu pengetahuan yang sesuai dengan ajaran islam.
Perspektif Al Quran dan As Sunnah tentang Iptek Menjadikan aqidah Islam sebagai
landasan pemikiran (qaidah fikriyah) bagi seluruh ilmu pengetahuan. Ini bukan berarti menjadi
aqidah Islam sebagai sumber segala macam ilmu pengetahuan, melainkan menjadi standar bagi
segala ilmu pengetahuan. Dengan jelas kita tahu bahwa Rasulullah Saw telah meletakkan aqidah
Islam sebagai dasar ilmu pengetahuan, sebab beliau menjelaskan, bahwa fenomena alam adalah
tanda keberadaan dan kekuasaan Allah,Bukan semata-mata karena hasil pemikiran manusia.
Kedua, menjadikan syariah Islam (yang lahir dari aqidah Islam) sebagai standar bagi
pemanfaatan Iptek dalam kehidupan sehari-hari. Standar atau kriteria inilah yang seharusnya
yang digunakan umat Islam, bukan standar manfaat (pragmatisme/utilitarianisme) seperti yang
ada sekarang. Standar syariah ini mengatur, bahwa boleh tidaknya pemanfaatan Iptek, didasarkan
pada ketentuan halal-haram (hukum-hukum syariah Islam). Umat Islam boleh memanfaatkan
Iptek jika telah dihalalkan oleh syariah Islam. Sebaliknya jika suatu aspek Iptek dan telah
diharamkan oleh syariah, maka tidak boleh umat Islam memanfaatkannya, walau pun ia
menghasilkan manfaat sesaat untuk memenuhi kebutuhan manusia. Kesimpulanya, menurut
perspektif islam,ilmu pengetahuan yang sesuai dengan aqidah dan telah di sahkan syariah islam
dapat diterima,diamalkan dan dikembangkan, sedang yang bertentangan dengannya, wajib
ditolak dan tidak boleh diamalkan. Konsep Pengembangan Iptek Agama islam adalah agama
yang sangat memperhatikan ilmu pengetahuan. Islam mendorong umatnya agar terus menuntut
ilmu dalam segala aspek kehidupan. Islam adalah agama yang selalu sesuai dengan
perkembangan zaman dan dapat diterapkan dalam segala tempat. Allah memerintahkan hambaNya melalui ayat Al-Quran untuk terus meningkatkan kemampuan ilmiahnya. Dalam Surat
Taha (144) Allah berfirman:Tuhanku tambahkanlah ilmu pengetahuanku. Rasulullah dalam
sabdanya menyatakan:Ada dua keinginan yang tidak pernah terpuaskan, yaitu keinginan untuk
mencari ilmu dan mencari harta. (M. Quraihs Shihab, 1996: 447). Ilmu pengetahuan
menyediakan suatu cara untuk meneliti alam semesta dan segala isinya guna menyingkap
kehebatan Allah, sehingga pengetahuan tersebut disampaikan pada seluruh manusia. Dengan
demikian agama mendorong ilmu pengetahuan.
Banyak hikmah yg dapat di ambil dari Al Quran, Al Quran mempunyai multifungsi
bagi umat manusia, yg terlihat pd ayat-ayatnyadan dikuatkan oleh hadits, yang menyebutkan

Tugas E- Learning Agama Islam II


Faisal Setiawan (141211132031/BP-C)

bahwa Al Quran adalah sebagai berikut: 1.Pedoman hidup yg harus dipegang erat oleh kaum
muslimin. 2.Petunjuk bagi umat manusia. 3.Pembeda antara yang benar dan yang salah Bacaan
utama yang bernilai ibadah. 4.Inspirator dan pemacu terhadap kemajuan Iptek. 5.Penyembuh
bagi orang-orang mumin. 6.Rahmat bagi orang-orang mukmin. 7.Pemberi peringatan bagi orangorang yg lalai Dewasa ini, ilmu pengetahuan dan teknologi sudah semakin berkembang. Di
eraglobalisasi seperti sekarang ini, manusia memang perlu mengembangkan Iptek dalam
kehidupan yang semakin modern. Perkembangan Iptek dapat memperbaiki kualitas hidup
manusia. Berbagai saran modern industri, komunikasi dan transportasi, misalnya terbukti sangat
bermanfaat. Namun, di sisi lain Iptek tidak jarang berdampak negatif karena merugikan dan
membahayakan kehidupan dan martabat manusia. Disinilah peran Al Quran menjadi sangat
penting dengan menjadikan Al Quran sebagai pedoman hidup agar tidak terjerumus pada hal-hal
negatif sebagai dampakberkembangnya Iptek. Al Quran dan agama harus senantiasa kita jadikan
sebagai tuntunan untuk menjalani kehidupan. Jika manusia menjadikan aqidah islam sebagai
landasan Iptek, bukan berarti bahwa konsep Iptek wajib bersumber kepada Al Quran dan AlHadits, artinya bukan berarti bahwa ilmu astronomi, geologi, agronomi, dan lainsebagainya,
harus didasarkan pd ayat tertentu dalam Al Quran, tetapi yang dimaksud adalah konsep Iptek
wajib berstandar pada Al-Quran dan Al-Hadits. Iptek tidak boleh bertentangan dengan Al
Quran. Pentingnya ilmu menurut islam, dorongan serta kewajiban mencari dan menuntut ilmu
telah menjadikan dunia islam pada suatu masa di zaman lampau telah menjadi pusat
pengembangan ilmu dan kebudayaan. Pada masa yang akan datang kejayaan tersebutakan
berulang jika pemeluk agama islam menyadari makna bahwa umat Nabi Muhammad S.A.W.
merupakan umat yang terbaik, Insyaallah.