Você está na página 1de 21

HALAMAN PENGESAHAN

Laporan lengkap Biologi Dasar dengan judul Pengenalan dan Penggunaan


Mikroskop yang dibuat oleh :
Nama

: Anita Rahayu

NIM

:1414040007

Kelas

:Pendidikan Biologi

Kelompok

:V

telah diperiksa dan dikonsultasikan pada asisten dan koordinator asisten, maka
laporan ini dapat diterima.
Makassar,

Desember 2014

Koordinator Asisten,

Asisten,

(Djumarirmanto S.Pd)

(Rahmawati)
NIM:1214041017
Mengetahui,
Penanggung Jawab Laboran,

(Drs.H.Hamka L,M.Si.)
NIP. 196212311987021005

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Manusia memiliki kemampuan panca indera yang terbatas, sehingga untuk
memecahkan masalah ini dibutuhkan alat-alat yang didesain khusus sebagai alat
bantu. Salah satu contoh panca indera manusia yang kemampuannya terbatas adalah
mata. Mata merupakan panca indera manusia yang memiliki kemampuan untuk
melihat namun pada kenyataanya mata tidak selalu bisa berfungsi sebagaimana
kemampuannya. Mata tidak mampu melihat objek yang berukuran sangat kecil.
Namun di masa sekarang ini telah ditemukan alat yang memungkinkan seseorang
dapat melihat objek yang sangat kecil dengan mata telanjang alat tersebut adalah
Mikroskop. Mikroskop ditemukan oleh Antonie Van Leuwenhoek (1632-1723).
Antoni Van Leuwenhoek pertama kali menggunakan mikroskop untuk mempelajari
bakteri yaitu sel ragi dan sel darah. Kaca pembesar merupakan salah satu jenis
mikroskop yang paling sederhana. Namun jenis Mikroskop yang paling sering
digunakan dalam laboratorium sekolah atau kampus adalah mikroskop cahaya atau
mikroskop optic atau disebut juga Compound Light Mikroscope.
Mikroskop optic terdiri atas 2 yaitu, mikroskop biologi dan mikroskop stereo.
Mikroskop biologi digunakan untuk pengamatan benda tipis transparan sedangkan
mikroskop stereo digunakan untuk pengamatan benda-benda yang tidak terlalu besar
dan transparan atau tidak transparan. Pada percobaan kali ini jenis mikroskop yang
digunakan adalah mikroskop biologi.

Sebelum melakukan praktikum Pengenalan dan penggunaan Mikroskop ini


terlebih dahulu

harus membersihkan mikroskop dan memahami prinsip kerja

mikroskop agar hasil pengamatan yang diperoleh lebih jelas dan teliti.
B. Tujuan pratikum
Mahasiswa terampil menggunakan mikroskop biologi dengan cepat dan
aman untuk melihat sediaan sederhana.
C. Manfaat praktikum
1. Mampu mengetahui pengertian mikroskop, fungsi masing-masing dari bagian
mikroskop dan cara penggunaan mikroskop dengan baik sehingga nantinya
tidak akan menememukan kendala pada praktikum yang menggunakan
mikroskop.
2. Mampu mengenal dan mengetahui perbedaan struktur masing-masing objek
yang diamati.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

Mikroskop berasal dari bahasa yunani (Micros = kecil dan scopein = melihat)
adalah sebuah alat untuk melihat objek yang terlalu kecil untuk dilihat dengan mata
kasar. Ilmu yang mempelajari benda kecil dengan menggunakan alat ini disebut
mikroskopi, dan kata mikroskopik berarti sangat kecil, tidak mudah terlihat oleh mata
(Anonim, 2005).
Mikrobiologi dapat dianggap dimulai sejak manusia dapat membuat alat
pembesar yang cukup mampu melihat benda yang sangat kecil. Meskipun barangkali
Antony van Leeuwenhoek (1632-1723) bukan orang pertama yang melihat bakteri
dan protozoa, tetapi dialah yang melaporkan pertama kali melihatnya, kemudian
menggambar dan mendiskripsikan mikroorganisme. Alat pembesar yang digunakan
Leeuwenhoek merupakan mikroskop pertama dengan menggunakan lensa tunggal.
Mikroskop sekarang merupakan mikroskop menggunakan lensa majemuk (Anonim,
2014).
Jenis paling umum dari mikroskop dan yang pertama diciptakan adalah
mikroskop optis. Mikroskop ini merupakan alat optik yang terdiri dari satu atau
lebih lensa yang memproduksi gambar yang diperbesar dari sebuah benda yang
ditaruh di bidang fokal dari lensa tersebut. Berdasarkan sumber cahayanya,
mikroskop dibagi menjadi dua yaitu, mikroskop cahaya dan mikroskop elektron.
Mikroskop cahaya sendiri dibagi lagi menjadi dua kelompok besar, yaitu berdasarkan
kegiatan pengamatan dan kerumitan kegiatan pengamatan yang dilakukan.
Berdasarkan kegiatan pengamatannya, mikroskop cahaya dibedakan menjadi
mikroskop diseksi untuk mengamati bagian permukaan dan mikroskop monokuler
dan binokuler untuk mengamati bagian dalam sel. Mikroskop monokuler merupakan

mikroskop yang hanya memiliki 1 lensa okuler dan binokuler memiliki 2 lensa
okuler. Berdasarkan kerumitan kegiatan pengamatan yang dilakukan, mikroskop
dibagi menjadi 2 bagian, yaitu mikroskop sederhana (yang umumnya digunakan
pelajar) dan mikroskop riset (mikroskop

dark-field, fluoresens, fase kontras,

Nomarski DIC, dan konfokal) (Anonim, 2014).


Mikroskop optic terdiri dari 2 yaitu, mikroskop biologi dan mikroskop stereo.
Mikroskop biologi digunakan untuk pengamatan benda tipis transparan. Penyinaran
diberikan dari bawah dengan sinar alam atau lampu (Tim pengajar,2014).
Menurut Tim pengajar (2014), mikroskop biologi umumnya memiliki lensa
okuler dan lensa objektif dengan kekuatan pembesaran sebagai berikut:
1. Objektif 4x dengan okuler 10x, pembesaran 40x
2. Objektif 10x dengan okuler 10x, pembesaran 100x
3. Objektif 40x dengan okuler 10x, pembesaran 400x
4. Objektif 1oox dengan okuler 10x, pembesaran 1000x
Objektif yang paling kuat pada mikroskop optic 1000x disebut objektif emersi
karena penggunaanya harus dengan minyak emersi dan cara memakainya khusus
pula.
Mikroskop stereo digunakan untuk pengamatan benda-benda yang tidak terlalu
besar, transparan atau tidak. Penyinarannya dapat diatur dari atas maupun dari bawah
dengan sinar alam atau lampu. Memiliki dua buah objektif dan dua buah okuler,
sehingga diperoleh bayangan tiga dimensi dengan pengamatan dua belah mata.
Kekuatan tidak terlalu besar umumnya objektif 1x atau 2x dengan okuler 10x atau
15x (Tim pengajar , 2014).
Menurut Anonim (2014), Beberapa ketentuan dalam hal pemeliharaan mikroskop
adalah sebagai berkut :
1. Mikroskop harus disimpan di tempat sejuk, kering, bebas debu dan bebas dari uap
asam dan basa.Tempat penyesuaian yang sesuai ialah kotak mikroskop yang
dilengkapi dengan silica gel, yang bersifat higroskopis, sehingga lingkungan sekitar

mikroskop tidak lembab. Selain itu dapat pula diletakkan dalam lemari yang diberi
lampu untuk mencegah tumbuhnya jamur.
2. Bagian mikroskop non optik, terbuat dari logam atau plastik dapat dibersihkan
dengan menggunakan kain fanel. Untuk membersihkan debu yang terselip di bagian
mikroskop tersebut dapat digunakan kuas kecil atau kuas lensa kamera.
3. Lensa-lensa mikroskop (okuler, objektif, dan kondensor) dibersihkan dengan
menggunakan tisue lensa yang diberi alkohol 70%. Jangan sekali-kali membersihkan
lensa menggunakan sapu tangan atau lap kain.
4. Sisa minyak imersi pada lensa objektif dapat dibersihkan dengan xilol (xylene).
Pada penggunaan xilol haruslah hati-hati, jangan sampai cairan xilol menempel pada
bagian mikroskop non optik, karena akan merusak cat atau merusak bahan plastik.
5. Sebelum menyimpan mikroskop, bersihkan selalu mikroskop tersebut, terutama
hapus semua minyak imersi di permukaan lensa, sehingga partikel yang halus tidak
menempel dan menggumpal serta mengering. Minyak dan partikel halus pada lensa
dapat mengaburkannya dan menyebabkan goresan. Hal ini menurunkan kemampuan
lensa. Preparat yang tertinggal di atas meja mikroskop merupakan pertanda jelas
suatukelalaian/kecerobohan.
6. Sebelum menyimpan mikroskop, meja mikroskop diatur lagi dan lensa objektif
dijauhkan dari meja preparat dengan memutar alat penggeraknya ke posisi semula,
kondensor diturunkan kembali, lampu dikecilkan intensitasnya lalu dimatikan (kalau
mikroskop listrik).

BAB III
METODE PRATIKUM

A. Waktu dan tempat


Hari / Tgl : Rabu/10 Desember 2014
Pukul
: 07.30 - 09.10 WITA
Tempat : Green House Jurusan Biologi, FMIPA UNM
B. Alat dan bahan
1. Alat
a. Mikroskop biologi 1 buah
b. Kotak peralatan berisi:
Kaca benda 4 buah
Kaca penutup 4 buah
Cawan petri 1 buah
Pinset 1 buah
Pipet tetes 1 buah
c. Pisau silet 1 buah
d. Kain planel 1 buah
e. Lap katun 1 buah
f. Buku gambar dan pensil 1 buah
g. Tusuk gigi 1 buah
a. Bahan
a. Air suling secukupnya
b. Kertas saring atau kertas hisap 1 buah
c. Kapas atau kapuk 1 buah
d. Daun kembang sepatu (Hibiscus rosa-sinensis) 1 daun
e. Daun waru (Hibiscus tiliceus) 1 daun
f. Daun labu (Cucurbita moschata) 1 daun
g. Bawang merah (allium cepa) 1 buah
C. Langkah kerja
1. Menyiapkan mikroskop
a. Meletakkan mikroskop di atas meja kerja tepat di hadapan.

b. Membersihkan badan mikroskop dengan kain planel. Jangan menggosok


lensa dengan kain selain kain planel.
c. Membuka kotak peralatan dan mengeluarkan cawan petri yang berisi kaca
benda dan kaca penutup. Membersihkan kaca benda dengan kain katun
atau kain saring.
d. Di atas meja kerja hanya ada mikroskop, kotak peralatan dengan isinya,
buku penuntun dan catatan, bahan-bahan untuk pratikum. Hal lainnya
disingkirkan pada tempat lain yang sudah disediakan.
2. Mengatur masuknya cahaya ke dalam tubus
a. Memperhatikan keadaan ruangan praktikum, dari mana arah datangnya
cahaya yang lebih terang (dari depan, kiri, atau kanan). Mengarahkan
cermin mikroskop ke sumber cahaya tersebut. Membuka diafragma atau
memutar lempeng pada posisi lubang sedang. Mengatur posisi mikroskop
yang memiliki kondensor mendekati meja sediaan dan menggunakan
cermin datar. Untuk mikroskop tanpa kondensor menggunakan cermin
cekung.
b. Mengatur posisi revolver sehingga lensa objektif paling pendek
menghadap ke meja sediaan sampai bunyi klik.
c. Menurunkan tubus sampai jarak ujung objektif dengan meja sediaan 5-10
mm atau tubus turun maksimal.
d. Meneropong lewat okuler dengan mata kiri tanpa memicingkan mata,
akan nampak medan bundar putih. Jika terangnya tidak merata, cermin
digerakkan sampai terangnya rata. Kalau silau, mempersempit diafragma
atau lubang pada lempeng. Jika medan pandang masih kabur berarti
kurang cahaya yang masuk, diafragma dibuka dan gunakan medan lebih
besar pada lempeng.
3. Mengatur jarak lensa dengan sediaan
a. Dengan tangan, pengatur kasar atau makrometer diputar ke arah ibu jari,
tubus turun, apabila jarak objektif dengan meja sediaan mengecil, lakukan
hal yang sebaliknya. Mikroskop model lain yang tubusnya miring atau
tidak bisa naik turun, maka meja sediaan yang bergerak naik turun apabila
makrometer dan mikrometer diputar.
b. Memasang kaca benda yang berisi sediaan awetan di atas meja sediaan
sedemikian rupa sehingga bahan yang diamati berada di tengah lubang
meja, menjepit kaca benda dengan penjepit preparat sehingga tidak
goyang pada saat pengamatan.
c. Memperhatikan agar jarak objektif dengan kaca benda tidak lebih dari 10
mm. Jika jaraknya terlalu jauh, putar makrometer untuk menurunkan tubus

sambil dilihat dari samping ujung objektif mendekati kaca benda sampai
maksimun 5-10 mm.
d. Meneropong lewat okuler dengan tangan dalam keadaan sambil memutar
makrometer dengan menaikkan tubus perlahan-lahan. Mengamati medan
pandang sampai muncul bayangan. Kalau tubus telah diangkat setengah
putaran makrometer dan belum juga muncul bayangan, berarti bayangan
terlewatkan. Ulangi kembali langkah c, kalau sudah ada bayangan tapi
masih kabur, maka meneroponglah terus sambil memutar mikrometer naik
atau turun sampai bayangan jelas garis atau batasan-batasannya.
e. Memeriksa kembali perbesaran yang digunakan pada okuler dan objektif.
f. Kalau sudah diamati, selanjutnya mengeluarkan preparat.
4. Membuat preparat sederhana
Mengamati serat kapas/kapuk
a. Mengambil kaca benda yang sudah dibersihkan dan memegangnya serata
mungkin
b. Menetesi kaca benda dengan air jernih atau air suling satu tetes di tengahtengah
c. Mencabut satu kerat bahan dengan pinset dan meletakkannya di tengah
tetesan air
d. Tangan yang sebelah memegang kaca penutup antara ibu jari dengan
telunjuk pada sisi atau pinggir yang berlawanan
e. Sisi kaca penutup disentuhkan pada kaca benda dekat tetesan air dengan
kemiringan 450 kemudian melepaskan kaca penutup sehingga tepat
menutupi tetesan air. Kelebihan air yang merembes di tepi kaca di serap
dengan kertas saring.
f. Memasang preparat yang telah dibuat
pada meja sediaan dan
mengamatinya seperti langkah a, b,c dan d pada prosedur kerja cara
mengatur jarak lensa dengan sediaan.
5. Mengamati perbesaran
a. Bayangan yang sudah Nampak akan diperbesar lagi. Jangan menyentuh
posisi preparat atau tubus.
b. Memutar lensa objektif yang lebih panjang (kuat) hingga tegak lurus
dengan meja sediaan dan terdengar bunyi klik.
c. Meneropong sambil memutar micrometer sampai muncul bayangan yang
lebih besar. Mengamati bayangan yang ada!
d. Jika gagal menemukan bayangan yang lebih besar. Menaikkan tubus
dengan memutar makrometer berlawanan dengan arah ibu jari. Memutar
kembali revolver untuk mendapatkan posisi lensa objektif lemah (pendek)

pada posisi semula. Tanpa mengubah posisi preparat mengulangi kembali


langkah a,b, dan c pada prosedur cara mengatur jarak lensa dengan
sediaan melanjutkan ke langkah a,b, dan c pada prosedur kerja mengamati
perbesaran.
e. Apabila akan mengamati bahan yang lain, maka tubus dinaikkan. Lalu
mengeluarkan preparat yang sudah diamati dan membersihkan kaca benda
dan kaca penutup.
f. Membuat sediaan baru
g. Pada akhir kegiatan, perhatikan hal-hal berikut:
1. Preparat tidak boleh disimpan diatas meja sediaan, harus dikeluarkan.
2. Kaca benda dan kaca penutup yang digunakan untuk preparat basah
harus dibersihkan dengan kertas saring atau lap katun. Simpan dalam
cawan petri dan memasukkan kedalam kotak peralatan
3. Membersihkan badan mikroskop dengan kain planel, tubus
diturunkan serendah mungkin.
4. Menyimpan mikroskop dalam kotak mikroskop
5. Membersihkan semua peralatan yang telah dipakai dengan lap katun
dan menyimpannya dalam kotak alat.
6. Menyimpan peralatan pribadi pada kotak alat untuk dipakai pada
percobaan selanjutnya
7. Sampah dan sisa bahan yang tidak digunakan lagi dibuang di tempat
sampah.

BAB IV
HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Pengamatan
Gambar bagian-bagian mikroskop :
Mikroskop

Gambar pembanding

Keterangan
1. Lensa Okuler
2. Tabung
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Mikroskop
Revolver
Lensa Objektif
Meja Preparat
Kondensor
Diafragma
Kaki

Mikroskop
9. Cermin
10. Penjepit Kaca
Preparat
11. Lengan
Mikroskop
12. Mikrometer
13. Makrometer

Hasil pengamatan

N
o

Gambar pengamatan

Gambar kamera

Gambar Internet

Hibiscuss Tiliceus

Keterangan
1. dinding sel
2 .Nukleus
3. sitoplasma

1
Sumber:
http://biologiterlengka
p.blogspot.com/2012
Allium cepa

1. Nukleus
2. Dinding sel
3. sitoplasma
Sumber :
http://denisaputra

26.files.wordpress
.cor2011
Hibiscus Rosa-sinensis

1 sitoplasma
2 inti sel
3.sel-sel
epidermis

3
Sumber:

4. sel tetangga

http://herry70.blogspot 5. stomata
6. celah
.in/2014

Cucurbita Moschata

1. membran
2. dinding sel
3. inti sel

4
Sumber:http://anpertu
mhasilpengamatanmik
roskop.blogspot.com)

B. Pembahasan
Mikroskop adalah alat yang digunakan untuk melihat benda-benda renik yang
tidak dapat dilihat dengan mata telanjang. Mikroskop terdiri dari komponenkomponen dengan fungsinya berikut :
1. Lensa objektif, lensa ini berada dekat pada objek yang diamati dan berfungsi
menerima bayangan benda yang diamati kemudian membesarkannya.
2. Lensa okuler merupakan lensa yang berada dekat dengan mata pengamat dan
berfungsi menerima bayangan dari lensa objektif dan membesarkannya.
3. Makrometer (pengatur kasar), berfungsi sebagai alat penggerak tabung mikroskop
(tubus) ke atas atau ke bawah dengan jarak perpindahan yang besar (kasar).
4. Micrometer (pengatur halus), berfungsi sebagai alat penggerak tabung mikroskop
(tubus) ke atas atau ke bawah dengan jarak perpindahan kecil (halus).
5. Tabung mikroskop (tubus), berfungsi menghubungkan lensa okuler dengan lensa
objektif.
6. Revolver berfungsi sebagai tempat melekatnya lensa objektif berbagai ukuran dan
untuk mengatur perbesaran lensa objektif.
7. Lengan/pegangan mikroskop, Berfungsi untuk memegang mikroskop pada saat
memindahkan mikroskop
8. Cermin, berfungsi untuk menangkap dan memantulkan cahaya ke kondensor.
Cermin mempunyai dua sisi, sisi cermin datar dan sisi cermin cekung. Cermin data

digunakan bila sumber sinar cukup terang dan cermin cekung digunakan bila sumber
sinar kurang.
9. Kondensor, berfungsi menghimpun berkas cahaya dari cermin masuk ke lubang
meja sediaan.
10. Diagrafma merupakan alat yang dapat dibuka dan ditutup. Diafragma berfungsi
untuk mengatur banyak sedikitnya cahaya yang masuk kekondensor.
11. Meja sediaan, berfungsi sebagai tempat meletakkan kaca benda (objek glass).
12. Sengkeling/penjepit berfungsi untuk menjepit kaca benda agar tidak mudah
bergeser atau sebagai pengatur letak sediaan.
13. Penggerak mekanis, berfungsi sebgaai alat pengatur letek kaca benda pada meja.
14. Lubang meja sediaan, berfungsi sebagai tempat lewatnya cahaya dari kondensor
masuk ke objek glass terus ke lensa objektif.
15. Kaki mikroskop, Bentuk umum dari kaki mikroskop seperti tapal kuda yang
berfungsi menopang dan memperkokoh kedudukan mikroskop.
Adapun cara menggunakan mikroskop adalah sebagai berikut:
1.Meletakkan mikroskop pada tempat yang datar dan mudah untuk melakukan
pengamatan
2. Menghidupkan lampu atau mencari sumber cahaya untuk mendapatkan
pencahayaan yang baik.
3. Meletakkan sediaan/preparat yang akan diamati pada meja sediaan, kemudian
dijepit dengan penjepit objek.
4. Memulai pengamatn dengan menggunakan lensa objektif yang rendah terlebih
dahulu.
5. Mengatur dengan menggunakan pemutar jarak antara sediaan dengan lensa objektif
kira-kira 5 mm. pada mikroskop dengan pembatas, pergeseran akan berhenti pada
jarak ini.
6. Melihat melalui lensa okuler sambil menggeser jarak lensa okuler dan sediaan
menjauhi hingga sediaan terlihat (sediaan tepat fokus). Jika pada jarak sampai 2 cm

sediaan tidak terlihat ini berarti jarak focus terlewati atau sediaan tidak terletak di
bawah lensa objektif.
7. Setelah sediaan terlihat gunakan pemutar halur (mikrometer) untuk pengamatn
yang jelas.
8. Untuk memperoleh pembesar yang tinggi gunakan lensa objektif yang lebih tinggi
dengan cara memutar revolver. Kemudiaan tinggal menggunakan pemutar halus
untuk mendapatkan yang lebih baik.
Mikroskop digunakan untuk melihat bagian suatu objek atau preparat. Pada
kegiatan ini hal yang pertama kali dilakukan adalah membuat preparat. Caranya
adalah sebagai berikut:
1. Menyiapakan bahan yang akan diamati
2. Mengambil sedikit bagian dari bahan tersebut dan diletakkan diatas kaca benda
3. Kaca benda ditetesi air untuk memudahkan pengamatn, lalu ditutup menggunakan
kaca penutup/objek glass dengan kemiringan 45 agar tepat menutupi tetesan air
sehingga tidak terdapat gelembung.
4. Setelah itu, preparat diamati di bawah mikroskop. Disinilah kemampuan praktikan
dibutuhkan dalam menemukan dan melihat bayangan preparat yang diamati. Mulailah
dengan perbesaran yang paling rendah. Pada praktikum ini digunakan mikroskop
biologi yang memiliki perbesaran yang berbeda-beda yaitu :
a. 4 x 10 , dengan perbesaran total 40
b. 10 x 10, dengan perbesaran total 100
c. 40 x 10, dengan perbesaran total 400
d. 100 x 10, dengan perbesarn total 100
Maksud dari perbesaran 4x, 10, 40, dan 100x adalah perbesaran pada lensa
objektif yang digunakan sedangkan perbesaran 10x adalah perbesaran yang
digunakan pada lensa okuler.
Setelah melakukan pengamatan terhadap preparat/sediaan yang telah diamati
sebagai berikut:

1. Cucurbita Moschata (Daun labu)


Preparat yang dibuat berupa hasil kerokan pada bagian bawah daun labu. Saat
diamati dengan perbesaran 10 x 10 terlihat adanya trikoma yang berbentuk seperti
jarum yang terdapat pada rambut-rambut gatal permukaanya.
Daun labu atau Cucurbita moschata seperti daun tumbuhan
pada umumnnya, warna daun labu adalah hijau, tapi pada daun
labu pada pemukaaannya kasar. Daun labu memiliki bentuk sel
yang berupa trikoma jarum. Dikatakan trikoma jarum karena pada
bagian tepi selnya terdapat tonjolan keluar yang mirip dengan
bentuk jarum yaitu memanjang dan berbentuk runcing pada
ujungnya (Anonim, 2014)
2. Allium Cepa (Bawang merah)
Preparat yang dibuat berupa irisan tipis dari bawang merah. Saat diamati dengan
perbesaran 40 x 10 dapat dilihat bentuk sel dari Allium Cepa yang berbentuk seperti
batu bata yang tersusun rapat biasa disebut dengan sel gabus. Pada sel tersebut sangat
terlihat jelas inti selnya.
Bentuk sel epidermis bawang merah seperti balok yang disusun
miring. Sel epidermis bawang merah termasuk sel hidup, karena sel
bawang merah mempunyai inti sel, memliki cairan di dalamnya dan
ada aktivitas yang terjadi di dalamnya seperti pertukaran zat dalam
sel. cairan yang ada di dalam sel epidermis bawang merah disebut
nukleoplasma.

Fungsi

cairan

nukleoplasma

adalah

untuk

melindungi vakuola. Bawang merah memiliki struktur yang jauh


lengkap dari pada sel mati, yaitu memiliki, inti sel,dinding
sel,kloroplas,membran sel, dan sitoplasma. Sel pada bawang merah
berwarna merah mudah, hal ini di sebabkan karena bawang merah
mengandung plastid yang menghasilkan kloroplas. Adapun epitel
pada bawang merah mempunyai tiga bagian yaitu membran
plasma, inti sel, dan sitoplasma. Sel pada bawang merah dan epitel

mempunyai peran yang cukup penting bagi kelangsungan hidup


(Anonim, 2014)
3. Hibiscus Tiliceus (Daun waru)
Preparat yang dibuat berupa irisan yang sangat tipis dan transparan pada bagian
bawah daun waru . saat diamati dengan perbesaran 10 x 10 dapat dilihat adanya
trikoma yang berbentuk seperti bintang yang memiliki lima cabang dengan satu inti
ditengah yang masing-masing ujungnya meruncing seperti jarum. Trikoma pada Daun
waru termasuk jenik trikoma non-glandular
Fatimah (2007), menyebutkan bahwa ada beberapa bentuk
trikoma non-glandular yaitu:
1.Rambut uniseluler sederhana / multiseluler uniseriat : umumnya
dijumpai padaLauraceae, Moraceae, Triticum, Hordeum, Gossypium
(rambut biji),Ceiba pentandra(rambut buah).
2.Rambut skuamiform (bentuk sisik) yang multiseluler dan memipih
secara nyata sekalitidak bertangkai duduk disebut sisik bertangkai
rambut berbentuk perisai (peltata)
3.Rambut multiseluler yang berbentuk bintang (stelata) atau
berbentuk seperti tepat lilin(kandelabrum) Rambut bintang seperti
pada Styrax officinalis dan Hibiscus tiliaceus.
4. Hibicus rosa-sinensis (Daun kembang sepatu)
Perbesaran yang digunakan adalah perbesaran 10 x 10 . setelah diamati dapat
terlihat bentuk sel daun kembang sepatu dengan jelas. Bentuk selnya menyerupai
bentuk kulit kacang yang diantara kedua selnya terdapat stomata dan juga dapat
terlihat dengan jelas sel-sel epidermisnya.
jika dilihat dari susunan stomatanya Hibiscuss Rosa-sinensis
termasuk anomositik. jenis anomositik atau jenis Ranunculaceae
merupakan Sel penutup yang dikelilingi oleh sejumlah sel yang
tidak berbeda ukuran dan bentuknya dari sel epidermis lainnya.

Jenis ini umum terdapat pada Ranunculaceae, Capparidaceae dan


lain-lain (Murfid, 2012).

BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
Berdasarkan praktikum yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa mikroskop
merupakan alat bantu untuk melihat sesuatu yang berukuran sangat kecil (benda
renik) dan mahasiswa sudah mampu mengenali dan mengetahui bagian- bagian
mikroskop dan fungsinya masing-masing, serta mampu dan terampil menggunakan
mikroskop tersebut dengan cepat dan aman untuk melihat sediaan sederhana.

B. Saran
Sebelum memulai praktikum sebaiknya para praktikan sudah menguasai apa
yang akan dipraktikumkan dan ada baiknya jumlah mikroskop setiap kelompok
ditambah agar pada saat praktikum setiap anggota jadi lebih aktif dan bisa
mengefisienkan waktu sebaik mungkin.

DAFTAR PUSTAKA

Anonim.2011.Mikroskop.http://id.wikipedia.org/wiki/mikroskop. diakses di Makassar


pada tanggal 16 desember 2014
Anonim.2014.peralatandanprosedurlaboratorium.www.geoccities.wc. diakses di
Makassar pada tanggal 21 desember 2014
Anonim.2014.sejarahmikroskop.http://repository.usu.ac.id diakses di Makassar pada
tanggal 21 desember 2914
Anonim.2014.sel-selepidermis.https://plus.google.com. diakses
pada tanggal

21 desember 2014
Bajinjen.2014.jaringantumbuhan.https://bajinjen.wordpress.com.
diakses di Makassar
pada tanggal 21 desember 2014

Fatimatuz zahro.2012.trikoma.https://fazashine07.wordpress.com. diakses pada


tanggal 21 desember 2014
Murfid.2012.epidermisdanderivatnyahttp://murfidmuarib17.wordpress.com. diakses
pada tanggal 21 desember 2014
Tim Pengajar Biologi. 2014. Penuntun Praktikum Biologi Dasar. Makassar : FMIPA
UNM.

LAMPIRAN
Jawaban pertanyaan :
1. Nama-nama bagian optik dari mikroskop adalah :
a. Lensa objektif
b. Lensa okuler
c. Kondensor
d. Cermin
2. Nama-nama bagian mekanik dari mikroskop adalah :
a. Kaki
b. Tiang
c. Lengan
d. Pengatur kondensor
e. Diafragma
f. Meja sediaan
g. Sengkeling
h. Penggerak mekanis
i. Lubang meja sediaan
j. Makrometer
k. Mikrometer
l. Tubus
m. Revolver
3. Jika bayangan dalam medan digeser kekiri-depan,maka

kaca

benda/sediaan digeser ke arah kanan-belakang.bayangan yang muncul


sifatnya

nyata,terbalik,diperbesar,sehingga

berlawanan.

harusdigeser

ke

arah

4. Pengaruh negatif terhadap mikroskop kalau lensa digosok dengan kain


atau kertas biasa/kasar adalah akan menyebabkan lensa lecet sehingga
tidak maksimal dalam memperbesar objek yang di amati.