Você está na página 1de 13

MAKALAH DASAR SISTEM

TELEKOMUNIKASI
APLIKASI SATELIT CUACA DALAM
BIDANG METEOROLOGI DAN
KLIMATOLOGI

DISUSUN OLEH :
CYNTHIA PUTRI W.
525140012
FAKULTAS TEKNIK
JURUSAN TEKNIK ELEKTRO
UNIVERSITAS TARUMANAGARA
2015

KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa karena
atas berkat dan karunia-Nya, tugas makalah Dasar Sistem Telekomunikasi yang
berjudul Aplikasi Satelit Cuaca dalam Bidang Meteorologi dan Klimatologi ini
dapat kami selesaikan.
Makalah ini disusun agar pembaca dapat mengetahui lebih jauh mengenai
satelit cuaca ( meteorologi dan klimatologi) dan aplikasinya. Tak ada gading yang
tak retak, begitu pula dengan makalah ini yang masih jauh dari sempurna, sehingga
kami sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari pembaca.
Demikianlah makalah ini kami buat, kami berharap makalah ini dapat
memberikan manfaat bagi para pembaca.

Jakarta, 26 Mei 2015

Cynthia Putri W.
525140012

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Perkembangan media komunikasi modern di dunia sekarang ini telah
mengalami kemajuan yang sangat pesat. Hal ini dapat dibuktikan dengan semakin
mudahnya untuk berkomunikasi (bertukar informasi) dengan orang lain tanpa
terkendala dengan faktor lokasi dan jarak. Misalnya, sekarang ini kita dapat dengan
mudah berkomunikasi dengan orang yang berada di tempat yang jauh, misalnya di
luar negeri dalam waktu yang singkat dan biaya yang dibutuhkan juga relatif murah .
Sebaliknya, sebelum adanya perkembangan media komunikasi modern, untuk
bertukar informasi dengan orang lain yang berada misalnya di kota lain cukup sulit
dan membutuhkan waktu yang cukup lama , dan biaya yang dikeluarkan juga lebih
besar dibandingkan sekarang ini. Sehingga , dapat dikatakan bahwa media
komunikasi telah memegang peranan penting dalam meningkatkan kenyamanan dan
kemudahan dalam kehidupan manusia sehari-hari.
Salah satu perkembangan media komunikasi yang memberikan manfaat yang
besar bagi kehidupan manusia adalah satelit. Satelit adalah benda yang mengorbit
benda lain dengan periode revolusi dan rotasi tertentu. Satelit banyak digunakan
untuk memenuhi kebutuhan permintaan jasa telekomunikasi dari daerah terpencil
yang sulit dijangkau oleh metoda gelombang mikro sebagai sistem darat (terestial).
Selain untuk komunikasi, satelit juga dapat digunakan untuk kepentingan militer,
pemetaan geografis bumi, navigasi, dan untuk penginderaan cuaca dan iklim. Satelit
yang berfungsi untuk melakukan penginderaan cuaca dan iklim disebut satelit cuaca.
Cuaca dan iklim adalah gejala alam yang terjadi secara alamiah, yang dapat
direkayasa namun tidak dapat diubah. Cuaca dan iklim sangat berpengaruh terhadap
aspek-aspek kehidupan manusia, khususnya di bidang pertanian, penerbangan, dan
kelautan sehingga setiap perubahannya haruslah diperhatikan dengan seksama agar
tidak menimbulkan pengaruh negatif terhadap aktivitas-aktivitas manusia. Apabila

dicermati dengan baik, akibat dari perubahan iklim dan cuaca seperti angin topan
dapat dihindari. Oleh karena itu, berdasarkan pemaparan di atas, penulis bermaksud
untuk mengulik lebih jauh tentang aplikasi sistem komunikasi satelit di bidang
meteorologi dan klimatologi.
2.1 Rumusan Masalah
Bagaimana satelit cuaca mengirimkan informasi tentang perubahan cuaca?
Aplikasi apa saja yang dapat dimanfaatkan dari sistem komunikasi satelit
cuaca?
2.2 Tujuan
Mengetahui bagaimana sistem kerja dari satelit cuaca.
Mengetahui aplikasi dari pemanfaatan sistem komunikasi satelit cuaca.

BAB II
SATELIT

2.1 DEFINISI SATELIT


Satelit adalah benda yang mengorbit benda lain dengan periode revolusi
tertentu (Wikipedia.com). Berdasarkan bentuk dan kegunaannya, satelit dapat
dibedakan menjadi : satelit militer, satelit komunikasi, satelit iptek, dan satelit cuaca.
Satelit cuaca adalah salah satu instrumen yang sering digunakan dalam
penginderaan jauh. Penginderaan jauh adalah pengukuran atau akuisisi data dari
sebuah objek yang tidak secara fisik melakukan kontak dengan objek tersebut dari
jarak jauh, (misalnya dari pesawat, pesawat luar angkasa, satelit, kapal atau alat lain.
Contoh lain dari penginderaan jauh antara lain satelit pengamatan bumi untuk
pengamatan topografi atau bentuk permukaan bumi, pengamatan dalam bidang
hidrologi, geologi, dan lainnya.
Posisi satelit pada orbitnya ada tiga macam, yaitu:

Low Earth Orbit (LEO): 500-2.000 km di atas permukaan bumi.


Medium Earth Orbit (MEO): 8.000-20.000 km di atas permukaan

bumi.
Geosynchronous Orbit (GEO): 35.786 km di atas permukaan
bumi.

Seluruh pergerakan satelit dipantau dari bumi dengan stasiun pengendali. Cara kerja
dari satelit yaitu dengan cara uplink dan downlink. Uplink yaitu transmisi yang
dikirim dari bumi ke satelit, sedangkan downlink yaitu transmisi dari satelit ke
stasiun bumi.
Komunikasi satelit pada dasarnya berfungsi sebagai repeater di langit.
Satelit juga menggunakan transponders, yaitu sebuah alat untuk memungkinkan
terjadinya komunikasi 2 arah.

Umumnya komunikasi satelit menggunakan banyak transponders.


Contohnya Intelsat VIII menggunkan 44 transponders dapat mengakomodir 22.500
telepon sirkuit dan 3 channel TV, pada masa sekarang ini dapat mengakomodir
komunikasi di Asia dan Afrika. Transponder merupakan singkatan dari transmitter
responder yang bermakna sebuah perangkat otomatis yang menerima, memperkuat
dan mengirimkan sinyal dalam frekuensi tertentu.
Antena satelit sangat penting peranannya dalam jaringan komunikasi
satelit. Karena benda yang ini berfungsi sebagai penerima transimisi di setiap
kawasan di dunia. Sedangkan satellite spacing (penempatan satelit) digunakan agar
dalam melakukan transmisi lebih mudah berdasarkan kawasannya. Sumber tenaga
satelit diperoleh melalui sinar matahari yang diubah ke bentuk listrik yang
menggunakan sel surya .
2.2 JENIS-JENIS SATELIT
Berdasarkan fungsinya, satelit dapat dibedakan menjadi :

Satelit astronomi adalah satelit yang digunakan untuk mengamati planet,

galaksi, dan objek angkasa lainnya yang jauh.


Satelit komunikasi adalah satelit buatan yang dipasang di angkasa dengan
tujuan telekomunikasi menggunakan radio pada frekuensi gelombang mikro.
Kebanyakan satelit komunikasi menggunakan orbit geosinkron atau orbit
geostasioner, meskipun beberapa tipe terbaru menggunakan satelit pengorbit

Bumi rendah.
Satelit navigasi adalah satelit yang menggunakan sinyal radio yang disalurkan
ke penerima di permukaan tanah untuk menentukan lokasi sebuah titik

dipermukaan bumi.
Satelit mata-mata adalah satelit pengamat Bumi atau satelit komunikasi yang

digunakan untuk tujuan militer atau mata-mata.


Satelit tenaga surya adalah satelit yang diusulkan dibuat di orbit Bumi tinggi
yang menggunakan transmisi tenaga gelombang mikro untuk menyorotkan

tenaga surya kepada antena sangat besar di Bumi yang dpaat digunakan untuk

menggantikan sumber tenaga konvensional.


Satelit cuaca adalah satelit yang diguanakan untuk mengamati cuaca dan

iklim Bumi.
Satelit miniatur adalah satelit yang ringan dan kecil. Klasifikasi baru dibuat
untuk mengkategorikan satelit-satelit ini: satelit mini (500200 kg), satelit
mikro (di bawah 200 kg), satelit nano (di bawah 10 kg).
Adapun tipe dasar satelit meteorologi adalah orbit geostationary dan orbit
polar.
1. Geostationary Satellite
Satelit ini mengorbit di khatulistiwa pada tingkat kecepatan putar yang sama
dengan rotasi bumi. Mereka mengorbit pada ketinggian 36000 km diatas titik
tetap di permukaan bumi. Karena posisinya yang tetap, satelit ini mampu
memonitor suatu region secara terus-menerus. Contohnya adalah GOES 9
(Geostationary Operational Environmental Satellite) yang merupakan satelit
GOES terbaru dan diluncurkan pada tanggal 23 mei 1995. Citra yang
diperoleh satelit ini merupakan citra real time, artinya begitu kamera
mengambil gambar maka langsung ditampilkan , sehingga memungkinkan
stasiun ramalan cuaca untuk memonitor proses dari sistem cuaca yang besar
seperti fronts (batas transisi antara dua massa udara), storms (badai) and
hurricanes (angin ribut). Arah dan kecepatan angin juga bisa diperkirakan
berdasar monitoring pergerakan awan.
2. Polar Orbiting Satellites
Satelit ini mengorbit hampir paralel dengan garis meridien bumi dan
melewati kutub utara dan kutub selatan bumi tiap kali revolusi bumi. Saat
bumi berotasi menuju timur dibawah satelit, tiap monitor mengoperkan
gambar kebarat sehingga menghasilkan gambar dengan area yang lebih besar.
Satelit polar memiliki keuntungan dalam memotret per-awanan yang tepat
berada dibawah mereka. Gambar satelit geostasioner untuk daerah kutub
terdistorsi disebabkan sudut penglihatan satelit yang sempit kekutub. Satelit

polar juga berputar pada ketinggian yang lebih rendah (kurang lebih 850 km)
sehingga mampu menyediakan informasi badai dan sistem perawanan yang
lebih mendetail.

Orbit satelit geostationer dan polar


2.3 SATELIT CUACA
Satelit cuaca adalah salah satu jenis satelit yang digunakan untuk
mengamati perubahan iklim dan cuaca di permukaan bumi. Seperti yang sudah
disebutkan sebelumnya, satelit cuaca memiliki dua tipe orbit yang mengitari equator
bumi , yaitu orbit geostationer dan orbit polar.
Satelit meteorologikal tidak hanya digunakan untuk pengamatan awan,
tapi juga digunakan untuk pengamatan efek polusi udara, aurora, arus energi, dan
untuk pengamatan lingkungan lainnya seperti gejala El Nino dan La Nina yang
semua informasinya dikumpulkan oleh satelit cuaca.
Satelit cuaca pertama, Vanguard 2, diluncurkan pada 17 Februari 1959.
Satelit ini dirancang untuk mengawasi tutupan awan, tetapi karena rotasi "axis" yang
jelek mencegahnya untuk mengambil data yang berguna. Satelit cuaca pertama yang
dianggap sukses adalah TIROS-1, diluncurkan oleh NASA pada 1 April 1960.
TIROS dioperasikan selama 78 hari dan terbukti jauh lebih sukses dari Vanguard 2.
TIROS membuat jalan bagi satelit cuaca lain yang lebih modern seperti proyek
Nimbus 3. Berawal dari proyek tersebut di tahun 1969, beragam informasi mengenai
temperatur yang terdapat di troposfer dapat diambil oleh satelit dari laut pasifik

maupun atlantik timur. Hal ini memberikan kemajuan yang signifikan dalam bidang
ramalan cuaca.
Adapun bagian dari suatu satelit cuaca adalah :

K-Band Ranging System (KBR)


Menyediakan sangat tepat (dalam waktu 10 pM) pengukuran perubahan
jarak antara kedua satelit yang diperlukan untuk mengukur fluktuasi gravitasi.

Ultra Stabil Oscillator (USO)


Menyediakan frekuensi generasi untuk memulai sistem K-band.

SuperStar Accelorometers (ACC)


Tepatnya mengukur percepatan non-gravitasi yang bekerja pada satelit.

Star Camera Assembly (SCA)


Tepatnya menentukan orientasi dua satelit dengan pelacakan relatif mereka
terhadap posisi bintang-bintang.

Coarse Earth and Sun Sensor (CES)


Menyediakan omnidirectional, handal, dan kuat, tapi cukup kasar, pelacakan
Bumi dan Matahari. Digunakan pada saat akuisisi awal dan kapanpun satelit
beroperasi dalam mode aman.

Center of Mass Trim Assembly (MTA)


Tepatnya mengukur offset antara massa satelit pusat dan massa "buktipercepatan" dan menyesuaikan pusat massa yang diperlukan selama
penerbangan.

Black-Jack GPS Receiver And Instrument Processing Unit (GPS)


Menyediakan pemrosesan sinyal digital, mengukur perubahan jarak relatif
terhadap konstelasi satelit GPS.

Globalstar Silicon Solar Cell Array (GSA)


Meliputi bagian luarnya pesawat ruang angkasa dan menghasilkan energi
listrik sebagai energi satelit.

2.4 APLIKASI SATELIT CUACA DI BIDANG KLIMATOLOGI DAN


METEOROLOGI
Dalam bidang klimatologi dan meteorologi, satelit cuaca bermanfaat untuk :

Membantu analisis cuaca dengan menentukan daerah tekanan rendah dan

daerah bertekanan tinggi, daerah hujan, dan badai siklon.


Mengetahui sistem atau pola angin permukaan.
Permodelan meteorologi dan data klimatologi.
Untuk pengamatan iklim suatu daerah melalui pengamatan tingkat kewarnaan
dan kandungan air di udara.

Dengan adanya satelit cuaca, memberikann pengaruh yang besar terhadap kemajuan
dunia peramalan cuaca.

BAB 3
KESIMPULAN

Adapun dua jenis orbit satelit yang tersedia adalah :


Geostationery Satellite mengorbit di khatulistiwa pada tingkat
kecepatan putar yang sama dengan rotasi bumi. Biasanya mengorbit pada
ketinggian

36000 km . Karena posisinya yang tetap, satelit ini mampu

memonitor suatu region secara terus-menerus.


Polar Orbiting Satellite mengorbit hampir paralel dengan garis
meridien bumi dan melewati kutub utara dan kutub selatan bumi tiap kali
revolusi bumi. Satelit ini berputar pada ketinggian yang lebih rendah (kurang
lebih 850 km) sehingga mampu menyediakan informasi badai dan sistem
perawanan yang lebih mendetail
Dalam bidang klimatologi dan meteorologi, satelit cuaca bermanfaat untuk :

Membantu analisis cuaca dengan menentukan daerah tekanan rendah dan

daerah bertekanan tinggi, daerah hujan, dan badai siklon.


Mengetahui sistem atau pola angin permukaan.
Permodelan meteorologi dan data klimatologi.
Untuk pengamatan iklim suatu daerah melalui pengamatan tingkat kewarnaan
dan kandungan air di udara.

DAFTAR PUSTAKA
http://akharisyuli.blogspot.com/2011/05/cara-kerja-satelit-gravitasi-dan-cuaca.html
R.R Kelkar. Satellite Meteorology. 2006 .
http://en.wikipedia.org/wiki/Satellite