Você está na página 1de 4

Anamnesis Dyspnea

Oleh :
Anisa Ika Pratiwi

1518012119

Perceptor :
dr. Andreas Infianto, Sp. PP

KEPANITERAAN KLINIK ILMU PENYAKIT DALAM


RUMAH SAKIT UMUM AHMAD YANI
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS LAMPUNG
AGUSTUS 2015

I.

Definisi Dyspnea

Dyspnea (sesak nafas) adalah gejala yang paling sering dan paling mencemaskan
penderita, sehingga memaksa penderita datang ke dokter. Seperti rasa sukar
bernafas atau nafas tidak enak, yang biasanya dilukiskan oleh penderita sebagai
napas pendek (shortness of breath).

II.

Pola Pernapasan Abnormal

Beberapa macam pola pernapasan yang abnormal :


a. Ortopnea :
sesak napas bertambah berat bila penderita berbaring.
b. Polipnea :
frekwensi pernapasan yang meningkat, selalu disertai dengan dispnea.
c. Hiperpnea :
dalamnya napas yang meningkat, tetapi distres minimal. Frekwensi dapat
meningkat (kussmaul), normal atau menurun.
d. Bradipnea :
pernapasan yang lambat, biasanya dalam (terkadang dangkal), pada uremi,
koma diabetik dll.
e. Pernafasan Asmatik :
fase inspirasi pendek (short gasp), sedangkan fase ekspirasi memanjang
disertai wheezing dan ada rasa stres yang menyolok.
Dyspnea merupakan gejala berbagai gangguan patofisiologi :
a.
b.
c.
d.
e.
f.
III.

Obstruksi jalan nafas


Stifflung /retraksi ( menurunnya elaktisitas paru)
Meningkatnya kerja pernapasan
Diffusi (gangguan transfer oksigen)
Cardiac output yang tidak memadai
Anemia
Evaluasi Dignostik

Terutama yang paling penting menilai penderita dyspnea adalah lamanya, terusmenerus atau remiten.

Dyspnea yang timbulnya perlahan-lahan dan makin lama makin berat dan
berlangsung bertahun-tahun merupakan gejala bronkitis obstruktif menahun,
emfisema paru atau penyakit parekim paru yang difus dan progresif.

IV.

Kategori Dyspnea

Penderita dengan dyspnea dapat digolongkan


dalam 3 kategori utama :
1. Dyspnea akut
Penyebab dyspnea akut :
a. Edema paru akut oleh karna kegagalan bilik kiri pada penderita
penyakit jantung atau hipertensi.
Disertai :
dahak kental berwarna kemerahan dan berbuih
batuk
nyeri kardiovaskular dan
edema paru
b. Trombo emboli paru akut.
Disertai :
batuk darah
nyeri dada atau efusi pleura dan
homans sign
c. Pneumonia.
Disertai :
gejala panas
menggigil
nyeri dada
batuk dan
dahak purulen atau rusty sputum.
d. Pneumothoraks.
Disertai :
nyeri dada dan
dyspnea berkurang bila paru sudah mengembang
kembali.
e. Obstruksi laring
f. Obstruksi trakea
2. Dyspnea progresif menahun
Keluhan yang paling sering adalah sesak nafas. Salah satu penyebabnya
adalah :

a. Kegagalan jantung kongestif.


Disertai :
sesak nafas saat berkerja, lambat laun bertambah

berat, bahkan saat istirahat.


terbangun pada saat malam hari.

terbangun pada malam hari dan


batuk dan pengeluaran dahak.

b. PPOK
Disertai :

3. Dyspnea paroksismal yang berulang


Jenis dyspnea ini biasanya dijumpai pada :
a. Penderita asma bronkial.
Pada waktu serangan disertai :
batuk dan
wheezing

Daftar Pustaka

Hariadi S. Amin M. Wibisono M. J. et al. 2012. Dasar-Dasar Diagnostik


Fisik Paru. Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga. Surabaya.
Isselbacher. K. J, Braunwald. E, Wilson. J. D, et al. 1999. Harrison PrinsipPrinsip Ilmu Penyakit Dalam Volume 1. Ed 13. EGC. Jakarta.
Isselbacher. K. J, Braunwald. E, Wilson. J. D, et al. 1999. Harrison PrinsipPrinsip Ilmu Penyakit Dalam Volume 3. Ed 13. EGC. Jakarta.