Você está na página 1de 6

ANALISA DATA

Data
DS:
1.

Tn. ST, seorang

Etiologi
Faktor presipitasi dan faktor

keperawatan
Ketidakefektifan

predis posisi

perfusi jaringan

supir truk
2.

berusia 38 th.
Datang ke IGD
dengan
berjalan

serebral
Terpajan bakteri dan virus
Masuk ke tubuh melalui berbagai
faktor

dipapah
istrinya karena
merasa kaki
dan tangannya
super lemas

Respon imun bawaan


mengakibatkan pengambilan
patogen oleh antigen matang
kedalam sel

dan jatuh dari


tempat tidur
saat ingin
3.

Pengaktifan sel dan Ab

bangun
Istrinya
menuturkan
2 hari yang lalu
kedua ujung

Ab terbentuk dan mengaktifasi


system complement dan PMN

ibu jari kaki


klien terasa
kesemutan
menjalar ke

Respon Limfosit berubah


terhadap Antigen

telapak kakinya
sampai ke
paha. Begitu
pula dengan

Limfosit menarik makrofag ke


saraf perifer

tangannya,
klien sulit
mengancingka
n baju atau
bahkan
memegang

Masalah

Limfosit dan makrofag


menyerang myelin

4.

sendok
bertambah

Menghancurkan myelin yang


mengelilingi akson

parah dengan
terasa lemas
pada kedua
tungkai atas
bawah dan

Konduksi salsatori tidak terjadi


dan tidak ada transmisi implus
syaraf

tidak hilang
meskipun
5.

istirahat
Klien juga
merasa kepala

Gangguan system syaraf perifer


dan kranial

dan
punggungnya
sakit, mual dan

Guillain Barre Syndrome

muntah 2x,
dada terasa
agak sesak
6. Klien terlihat

Disfungsi otonom

lemas dan
hanya

Kurang bereaksinya s.saraf

menganggukan

simpatin dan parasimpatis,

kepala saat

perubahan sensori

perawat
berkomunikasi
dengan klien
menggunakan

Gg Frekuensi jantung dan ritme,


perub. Tekanan

pertanyaan
tertutup,
sesekali

Pe curah jantung

menjawab
pendek dibantu
7.

istrinya
Klien merokok

COP

1 bungkus
sehari, kopi 3
gelas sehari,

Gg perfusi jaringan cerebral

minum air
putih 2-3 botol
air mineral
paling besar,
klien pekerja
keras, hanya
tidur 2 jam
sehari saat
bekerja
DO:
1.

TTV TD 120/80
mmHg; N
95x/mnt
regular; T: 37

C; P: 28x/mnt
2. Keadaan umum
tampak sakit
berat. TB
160cm. BB
3.

50kg
Ekspresi wajah
wajar,
perhatian baik.
Bicara sepatah
kata, lemah,
jelas. Proses

4.

pikir lancar
saraf V
penurunan
sensasi ki/ka,
saraf VII daya
perasa

5.

menurun
Hasil Lab.

DS:

Faktor presipitasi dan faktor

1. Klien merasa

predis posisi

kaki dan
tangannya super

Terpajan bakteri dan virus

lemas dan jatuh


dari tempat tidur
saat ingin
bangun
2. Klien datang ke
IGD RS Welas
Asih dnegan
berjalan di

Masuk ke tubuh melalui berbagai


faktor
Respon imun bawaan
mengakibatkan pengambilan
patogen oleh antigen matang

Hambatan

kedalam sel

mobilitas fisik

papah istri
3. Menurut istri
klien 2 hari
yang lalu kedua

Pengaktifan sel dan Ab

ujung ibu jari


kaki klien terasa
kesemutan
menjalar ke

Ab terbentuk dan mengaktifasi


system complement dan PMN

telapak kakinya
sampai ke paha.
4. Menurut istri
klien kesemutan

Respon Limfosit berubah


terhadap Antigen

juga menjalar ke
tangan klien,
klien sulit
mengancingkan

Limfosit menarik makrofag ke


saraf perifer

baju atau
bahkan
memegang

Limfosit dan makrofag

sendok.
5. Klien merasa

menyerang myelin

punggungnya
sakit
DO:

Menghancurkan myelin yang


mengelilingi akson

Pemeriksaan saraf
kranial : saraf V
penurunan sensasi

Konduksi salsatori tidak terjadi

ki/ka, , saraf VII

dan tidak ada transmisi implus

daya perasa

syaraf

menurun
Pemeriksaan
system motorik:
kekuatan otot atas

Gangguan system syaraf perifer


dan kranial

ki-ka 2-2 dan

bawah ki-ka 1-1.


Pemeriksaan
system sensoris:

Guillain Barre Syndrome

ka-ki hiperestesi
pada raba, suhu,
dan nyeri

Gg saraf perifer dan


neuromuskular

Parastesia dan kelemahan otot


kaki yang dapat berkembang ke
ekstremitas atas, batang tubuh
dan otot wajah

Kelemahan fisik umum, paralisis


otot wajah

Pe tonus otot seluruh tubuh,


perub. estetika wajah

Hambatan Mobilitas fisik

DS:
1.

Klien terkena GBS


Klien dan istri
sudah
diberitahukan

Biaya pengobatan mahal

penyakit yang

Istri resah dan bingung untuk

diderita adalah

mencari biaya pengobatan suami

penyakit pada
kekebalan

Ansietas

tubuh bernama
GBS oleh
2.

dokter.
Istri klien saat

Ansietas

ini bingung dan


resah karena
biaya yang
diperlukan
akan sangat
mahal karena
harus menebus
obat khusus
yang sangat
mahal.
DO : -

3. Diagnosa Keperawatan
a. Ketidakefektifan perfusi jaringan serebral b/d merokok
b. Hambatan mobilitas fisik b/d penurunan kendali otot, paralisis
c. Ansietas b/d perubahan dalam (status ekonomi, lingkungan, status
kesehatan, fungsi peran, status peran)