Você está na página 1de 8

Anatomi Katak

KATAK adalah Amphibia berasal dari kata amphi yang berarti rangkap
BIOS yang berarti kehidupan .Rana / katak mempunyai 2 macam
kehidupan ,yaitu kehidupan daratan & kehidupan dlm air .Rana merupakan
wakil pertama dari vertebrata yg memulai kehidupan daratan , sehingga
berlainnan dngan classis Osteichyes ,ia mempunyai alat alat yg sesuai
dengan kehidupan di daratan , misalnya adanya kaki kaki yg selain untuk
berenang juga untuk berjalan , pulmo dan lain lain .
Anura merupakan amphibia yg tidak berekor . Kepala dan badan tak ada
batas yang nyata . Kaki muca pendek, kaki belakang panjang untuk
meloncat.
Sifat sifat karakteristik amphibia:
1. Kulit licin mempunyai banyak glandulae (kelenjar) dan dan tidak
mempunyai sisik .
2. Mempunyai sepasang kaki untuk berjalan dan berenang.
3. Mempunyai 2 lubang hidung berhubungan dengan rongga mulut.
Membaran tympani di luar, lidah dapat di julurkan.
4. Cor beruang 3 terdiri dari 2 atria dan 1 ventrikel, erythrocyt oval dan
mempunyai nucleus.
5. Bernapas dengan paru paru dan kulit yang dewasa dan dengan insang
pada lavarnya.
6. Nervi cranialesnya berjumlah 10 pasang.
7. Temperatur badanya berubah menurut lingkungannya ( poikilotherm).
8. Pembuatan terjadi secara external.
9. Stadium larva mempunyai aquatis dan akan mengalami metamorphosis.
Badan amphibia terbagi atas 3 bagian yaitu :
1. Bagian caput ( kepala ) bentuknya kurang lebih segi tiga

2. Cervix(leher) tidak nyata


3. trunchus (badan) terdapat di sebelah caudal caput .Pada yg betina
relatif lebih besar .
A. Bagian Tubuh Katak

Bagian bagian tubuh katak sebagai berikut :


1. Caput (kepala)
a. Rostrum (moncong) dengan rima oris (celah mulut)
b. Nares anteriores (lubang hidung depan)
c. Organon visus (alat penglihatan)
2. Bagian-bagian organon visus
1) Palpebra superior (pelapuk mata atas)
2) Palpebra inferior (pelapuk mata bawah)
3) Membrane nictitans (selaput tipis)
4) Bulbus oculi (bola mata)
2. Membrane tympani (selaput pendengaran)
3. Cavum oris
3. Bagian-bagian dari cavum oris adalah:
a. Maxilla (rahang atas)
b. Mandibula (rahang bawah)
c. Palatum (langit-langit)
d. Lingua (lidah), memperhatikan bentuknya.
4. Extremitas liberae (anggota gerak bebas)
a Extremitas anterior (anggota gerak depan)

1)
2)
3)
4)

Brachium (lengan atas)


Antebrachium (lengan bawah)
Manus (tangan)
Digiti (jari)

5. Extremitas posterior (anggota gerak belakang)


1)
2)
3)
4)
5)

Femur (paha)
Crus (tungkai bawah)
Pes/pedes (kaki)
Digiti (jari)
Membrane renang

6. Alat-alat dalam
a. Topography (letak alat dalam yang satu terhadap yang lain)
1) Cor (jantung)
2) Hepar (hati), terdiri 2 bagian
Lobus dexter (kanan)
Lobus sinister (kiri)
3) Ventriculus (lambung) warna putih
4) Intestinum (usus)
5) Vesica urinaria (kantong kencing)
6) Pulmo (paru-paru)
7) Ovarium (khusus pada betina)
8) Testis (khusus pada jantan)
9) Ren (ginjal)
10) Lien (limpa)
7. Systema digestoria (sistem pencernaan)
1) Tractus digestivus (saluran pencernaan)

Cavum oris (rongga mulut) dengan lingua


Pharynx (tekak)
Oesophagus (kerongkongan)
Ventriculus (lambung)
Interstinum (usus)
Cloaca

2) Glandula digestoria (kelenjar pencernaan)


Hepar (hati)
Vesica fellea (kantong empedu), warna hijau
Pancreas, warna kekuning-kuningan
8. Systema respiratoria (system pernapasan)

Pernapasan pada katak dewasa dengan pulmo dan kulit. Pernapasan


menggunakan pulmo, jalan pernapasannya adalah sebagai berikut :
1)
2)
3)
4)
5)
6)
7)

Nares anterior (lubang hidung depan)


Cavum nasi (rongga hidung)
Nares posterior (lubang hidung belakang)
Cavum oris (rongga mulut)
Larynx
Bronchus
Pulmo (paru-paru)

B. Sistem Peredaran Darah Katak

Sistem peredaran darah pada katak terdiri dari, jantung beruang tiga,
arteri, vena, sinus, venosus, kelenjar limfa, dan cairan limfa.darah katak
tersusun dari plasma darah yang terang (cerah) dan berisi sel sel darah
(korpuskula), yakni sel sel darah merah , sel darah putih dan keeping sel
darah.
Jantung katak terdiri dari:
1. Sebuah bilik yang berdinding tebal dan letaknya disebelah posterior
2. Dua buah serambi , yakni serambi kanan (atrium dekster) dan serambi kiri
(atrium sinister)
3. Sinus venosus yang berbentuk segitiga dan terletak disebelah dorsal dari
jantung
4. Trunkus arteriosus berupa pembuluh bulat yang keluar dari bagian dasar
anterior bilik.
Jantung terdiri dari 3 ruangan yaitu atrium kiri, atrium kanan, dan satu
ventrikel. Di antara atrium dan ventrikel terdapat sekat. Antara atrium kanan
dan kiri terdapat katup. Sinus venosus terletak di sebelah dorsal jantung.

Aliran darah diawali dari seluruh tubuh yang kaya CO2 masuk ke
jantung melalui vena kava. Darah ini mula-mula berkumpul di sinus venosus
dan akan masuk ke atrium kanan, dan menuju ventrikel, lalu dipompa
menuju paru-paru. Selanjutnya, darah dari paru-paru yang kaya O2 masuk ke
atrium kiri dan menuju ventrikel. Selain dari paru-paru, O2 juga dapat
diperoleh melalui kapiler-kapiler di bawah kulit. O2 ini masuk ke dalam kulit
secara difusi.
Jadi, di dalam ventrikel kedua jenis darah bercampur. Selanjutnya, darah
kaya O2 dari ventrikel dipompa menuju arteri untuk diedarkan ke seluruh
jaringan tubuh. Kulit amfibi juga berperan sebagai alat pernapasan. Oksigen
masuk melalui kulit secara difusi, ke kapiler-kapiler di bawah kulit.
Darah beredar dari jantung ke seluruh tubuh, kemudian kembali lagi ke
jantung. Selain itu, juga terjadi aliran darah dari jantung menuju paru-paru,
kemudian kembali lagi ke jantung.
C. System pernafasan katak

Alat pernafasan pada katak berupa paru-paru, kulit, dan insang. Pada
stadium larva, yaitu berudu, hewan ini bernafas dengan insang luar. Insang
luar berupa 3 pasang lipatan-lipatan kulit yang banyak mengandung
pembuluh-pembuluh kapiler darah. Oksigen yang larut dalam air di sekeliling
insang berdifusi ke dalam kapiler-kapiler darah dan beredar ke seluruh
jaringan tubuhnya. Karbon dioksida dibawa kembali oleh darah ke alat
pernapasan untuk dikeluarkan dari tubuh.Pada salamander yang hidup di air,
terdapat insang luar yang tetap ada pada stadium dewasanya.
Paru-paru katak berjumlah sepasang. Struktur paru-paru katak berupa
kantong tipis yang elastis, dilengkapi dengan lipatan-lipatan pada
permukaan dinding dalamnya yang berguna untuk memperluas permukaan.
Pada permukaan dinding dalam terdapat kapiler-kapiler darah yang berfungsi
mengangkut O2 dari paru-paru ke jaringan-jaringan lain dan melepas CO2 ke
paru-paru.
Mekanisme Pernapasan Katak

Pada katak, baik saat berinspirasi (menghirup udara) maupun


berekspirasi (mengeluarkan CO2), mulutnya selalu dalam keadaan tertutup.
Pernapasan pada katak diatur oleh kontraksi dan relaksasi otot perut dan
otot rahang bawah. Alat-alat pernapasan katak terdiri dari : rongga mulut
koane paru-paru.
1. Inspirasi
Mula-mula otot sternohioideus berkontraksi sehingga rongga mulut
membesar. Hal ini menyebabkan udara masuk rongga mulut, lalu menuju
hulu tenggorokan lewat koane. Kemudian koane tertutup oleh klep, diikuti
dengan berkontraksinya otot rahang bawah dan otot geniohioideus yang
menyebabkan rongga mulut mengecil.
2. Ekspirasi
Fase ini diawali dengan mengendurnya otot rahang bawah dan
berkontraksinya otot perut dan otot sternohioideus, sehingga paru-paru
mengecil dan udara terdorong ke rongga mulut. Kemudian klep koane
membuka, sementara celah tekak menutup sehingga terjadi kontraksi
rahang bawah yang diikuti dengan berkontraksinya otot geniohioideus.
Sebagai akibatnya, rongga mulut mengecil sehingga mendorong udara kaya
CO2 keluar melalui koane.
Pernapasan dengan kulit berlangsung pada amfibi sewaktu di darat
maupun di air. Kulit katak selalu basah agar dapat berfungsi sebagai alat
pernapasan. Selain itu, kulit katak sangat tipis, mengandung kapiler-kapiler
darah, dan dilengkapi dengan kelenjar-kelenjar penghasil lendir di bagian
korium / dermisnya serta di bawah kulit.
D. System ekskresi pada katak

Saluran ekskresi pada katak yaitu ginjal, paru-paru,dan kulit. Saluran


ekskresi pada katak jantan & betina memiliki perbedaan, pada katak jantan
saluran kelamin & saluran urin bersatu dengan ginjal, sedangkan pada katak
betina kedua saluran itu terpisah. Walaupun begitu alat lainnya bermuara
pada satu saluran dan lubang pengeluaran yang disebut kloaka.

Sistem Reproduksi Katak


E. System reproduksi katak

Katak jantan dan katak betina dapat dibedakan bahkan oleh karakter
morfologi eksternal mereka. Organ yang bersangkutan dengan produksi
gamet [sperma dan ovum (sel telur)] disebut organ reproduksi utama. Organ
berkaitan dengan transportasi gamet jauh dari gonad disebut organ
reproduksi aksesori.
1. Organ reproduksi katak jantan
Dalam katak jantan organ reproduksi utama adalah sepasang testis
dan reproduksi aksesori organ adalah:
1 Vasa Efferentia,
2 Penawar Canal,
3 Tubulus Mengumpulkan,
4. urinogenital Saluran,
5. Kloaka dan
6 kloaka Aperture.
Laki-laki organ reproduksi terdiri dari sepasang testis bulat telur
kekuningan, yang ditemukan berpegang pada bagian atas ginjal oleh lipatan
ganda peritoneum yang disebut mesorchium. Vasa efferentia 10-12
jumlahnya dan setelah timbul dari testis dijalankan melalui mesorchium dan
masukkan ginjal dari pihak mereka. Dalam ginjal, rute membuka ke kanal
Penawar, yang akhirnya berkomunikasi dengan saluran urinogenital. Saluran
ini muncul dari ginjal dan akhirnya membuka ke kloaka. Kloaka adalah kecil,
ruang median yang digunakan untuk melewati kotoran, urin dan sperma ke
bagian luar.
2. Organ reproduksi katak betina
Dalam katak betina organ reproduksi utama adalah sepasang ovarium dan
organ reproduksi aksesori yaitu :
1. Sepasang saluran telur,
2. Kloaka
3. kloaka Aperture
Ovarium: Dalam katak muda setiap ovarium kecil, datar dan lobulated.
Dalam katak dewasa ini adalah kasus yang sama selama periode tahun

selain musim kawin. Ovarium ini diselimuti oleh mesovarium, lapisan tipis
peritoneum. Beberapa struktur kantung-seperti berongga membentuk
ovarium. Penampilan lobulated ovarium akibat struktur tersebut. Awalnya
warna ovarium kekuningan dengan bintik-bintik hitam kecil. Lumen ovarium
adalah bagian dari coelom tersebut. Itu diisi dengan cairan selom. Selama
musim kawin dinding ovarium menjadi bertatahkan dengan sejumlah besar
folikel ovarium. Setiap folikel ovarium berisi telur berkembang. Folikel
ovarium proyek menuju lumen ovarium. Ovarium seperti itu sangat jauh
membesar. Itu mencapai warna hitam dengan bintik-bintik kuning muda.
Setiap saluran telur adalah tabung panjang yang sempit dan sangat
melingkar. Hal ini dibagi menjadi tiga bagian sesuai dengan struktur dan
fungsinya.
(1). Saluran Oviducal,
(2). Oviduk dan
(3). Ovisac.
Akhir anterior saluran telur membentuk corong oviducal lebar dan
berjumbai. Corong ovoiducal terletak di sisi dorsal paru-paru. Margin dan
permukaan bagian dalam dari corong oviducal dilapisi oleh epitel bersilia.
Corong oviducal mengarah ke saluran telur. Saluran telur ini adalah lurus dan
berdinding tipis untuk jarak pendek. Setelah itu menjadi sangat melingkar
dan berdinding tebal. Saluran telur digulung ini berjalan ke posterior
sepanjang sisi luar ginjal. Bagian menghambat saluran telur menjadi
berdinding sangat tipis. Hal ini kantung-seperti dan disebut ovisac. Ovisac
terbuka dari ujung posterior di dinding dorsal kloaka oleh lubang individu
berbaring anterior dengan bukaan ureter. Kloaka terbuka ke bagian luar
dengan aperture kloaka pada bagian belakang tubuh. Pelepasan ovum pada
wanita disebut sebagai pemijahan.