Você está na página 1de 39

Anatomi, Histologi, &

Fisiologi
Hepar dan Empedu

Hepar merupakan kelenjar/organ viseral


terbesar dalam tubuh manusia
Berat organ ini pada orang dewasa sekitar
1,5 kg (2% dr BB orang dewasa normal).
Permukaan hepar ditutupi o/ peritoneum
viseralis & dibawahnya tdp jaringan Ikat
padat Capsula Glissoni
Permukaan superior bbentuk cembung
Perm. posterior hati berbentuk cekung &
mrpkn atap dari ginjal kanan, lambung,
pankreas, dan usus

Letak :
Pada bagian atas cavum abdominis
Di bawah diafragma
Di kedua sisi kuadran atas (sebagian
besar terdapat pada sebelah kanan)

Batas Atas : sejajar ICS V kanan


Batas bawah : menyerong keatas
dari iga IX kanan ke iga VIII kiri

Permukaan Anterior dibagi mjd 2 lobus


o/ ligamentum falsiformis :
Lobus Dexter
Lobus Siniter

Lobus Dexter tdd 3 bagian utama


(dilihat dr permukaan Posterior) :
Lobus kanan atas
Lobus Kaudatus
Lobus Kuadratus

Tetak diantara Lig. Falsiformis


Dgn kandung Empedu

Peredaran Darah
Sumber suplai darah :
Vena Porta Hepatika
Basal dr Sal. Cerna & Limpa shg byk
mandung byk nutrien tp sdkit Oksigen
Arteri Hepatika
menyuplai darah toksigenisasi pd sel-sel hati

Porta hepatis adl fissura pada hati tempat


masuknya vena porta & arteri hepatika
serta tempat keluarnya duktus hepatika

Aliran darah dalam hati

Hati
Porta hepatis
V. Porta (75%), A. hepatika (25%)
Cbg v. porta, a. hepatika
v.interlobularis, a.interlobularis
Sinusoid hati
v. sentralis
V. Sublobularis
V. Hepatika
Vena cava inferior

Vesica fellea merupakan kantung


berongga berbentuk labu yang melekat
pada bagian bawah lobulus kanan hati.
berwarna hijau gelap - bukan karena
warna jaringannya, melainkan karena
warna cairan empedu yang
dikandungnya.
Organ ini terhubungkan dengan hati
dan usus dua belas jari melalui saluran
empedu.

Vesica fellea berukuran 10x4 cm &


Kapasitasnya sekitar 30-50 cc .
Dengan bagian-bagiannya yaitu:
Corpus tersusun atas otot polos dan
jaringan elastik, merupakan tempat
penampungan empedu
Fundus
Collum yang meneruskan sebagai
duktus cysticus

(Stendal C. PGGIF Testing, Blackwell Science,


1997;23-4.)

(CBD)
(Duktus kholedokus kom

Duktus2
Duktus Interkalaris

Duktus Hepatikus Kanan & Kiri

Duktus Hepatikus Komunis

Duktus Sistikus

Duktus Koledokus

Sfingter Oddi
Duodenum

Hati
Kandung empedu

Duktus hepatikus
komunis
Duktus sistikus

Duktus kholedukus
(d. biliaris komunis / CBD)

Kandung Empedu
(Gallbladder/Vesica velea)
FUNGSI :
1. Bekerja sebagai penampung
sekreta empedu (bile
juice).
2. Memekatkan (concentrate) sekreta
empedu dengan
menyerap air.

(Stendal C. PGGIF Testing, Blackwell Science, 1997;23-4.)

Perdarahan
Pasokan darah ke kandung empedu
adalah melalui arteri sistika; yang akan
terbagi menjadi anterior dan posterior,
secara khas merupakan cabang dari
arteri hepatika kanan
Drainase vena dari kandung empedu
(vena Sistika) biasanya ke dalam
cabang kanan dari vena porta.

Persarafan
Persarafannya berasal dari vagus
dan cabang simpatik yang melewati
celiac plexus (preganglionik T8-9)
Rangsangan motoris untuk kontraksi
kandung empedu dibawa melalui
cabang vagus dan ganglion seliaka.

Histologi Hati & Kandung


Empedu

Hepar dibagi menjadi unit-unit berbentuk prisma


polygonal yang disebut lobulus, terdiri atas
parenchyma hepar dengan diameter 0,72 mm.
Pada potongan terlihat bahwa lobulus berbentuk
sebagai segi enam dengan pembuluh darah yang
terdapat di tengah,yang disebut vena sentralis
Di dalam lobulus, sel hati/ hepatosit tersusun
membentuk lembaran setebal 1 2 sel.
Lembaran sel tadi tersusun radier terhadap vena
sentralis
Diantara lembaran sel hati terdapat sinusoid
berisi darah shg hati mempunyai struktur
kelenjar endokrin. Sinusoid saling berhubungan
satu dengan yg lain.

Batas-batas lobulus pada hepar manusia


tidak jelas, dipisahkan oleh jaringan pengikat
Pada sudut pertemuan antara lobuli yang
berdekatan terdapat bangunan jaringan
pengikat berbentuk segi tiga berisi saluransaluran yang disebut Canalis Portalis yang
terdiri dari pembuluh darah, pembuluh limfe,
saluran empedu dan serabut saraf.
Bangunan segitiga ini disebut Trigonum
Kiernanni.

Tunica Mucosa
Tunica mucosa melipat-lipat membentuk
rugae pada permukaan. Lipatan-lipatan
tersebut akan mendatar apabila vesica
fellea berisi penuh.
Epitel
Terdiri atas selapis sel silindris tanpa sel
piala. Pada permukaan sel terdapat banyak
microvilli.
Lamina Propria
Sebagai jaringan pengikat di bawah
epitel. Tidak diketemukan kelenjar kecuali
pada collum. Kelenjar ini menghasilkan
mucus Hepar.

Tunica Muscularis
Terdiri atas anyaman serabut-serabut
otot polos yang berjalan sirkuler dan
longitudinal.
Tunica Serosa
Bagian vesica fellea yang tidak
menempel pada permukaan hepar
dibungkus oleh peritoneum yang
melanjutkan diri membungkus hepar.
Peritoneum yang menutupi vesica
fellea merupakan tunica serosa.

Referensi
Moore Keith L, Agur Anne M R. 2002.
Anatomi Klinis Dasar. Jakarta: Hipokrates
Moore Keith L, Dalley Arthur F. 2006.
Clinically Oriented Anatomy Fifth Edition.
Lippincott Wiliams & Wilkins
Snell, Richard S. 2006. Anatomi Klinik Edisi
6. Jakarta: EGC
Sobbota. 2005. Atlas Anatomi Manusia
Sobbota Jilid 2. Jakarta: EGC
Fisiologi Sherwood
Histologi Junquerra
Histologi trisakti
39