Você está na página 1de 18

TUGAS BESAR KOMPUTASI TEKNIK

STRESS ANALYSIS DAN


DISPLACEMENT PADA PROTECTED
FLANGE COUPLING DAN SHAFTNYA

Nama : Anyes Ardin Bagaswara


NPM

: 1206217263

Jurusan

: Teknik Mesin

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS INDONESIA


2014

Abstrak
Makalah Tugas Besar Komputasi Teknik dengan judul Stress Analysis dan
Displacement pada Protected Flange Coupling dan Shaftnya berisikan tentang analisis
kekuatan dari sebuah kopling flens yang terbuat dari cast steel dengan shaft yang
terbuat dari steel. Kopling tersebut dikenakan gaya momen dan akan dianalisis
hasilnya. Jika kopling masih kuat maka tidak perlu diganti materialnya. Pada shaft juga
dikenakan gaya momen dan akan dianalisis hasilnya. Jika shaft masih kuat maka tidak
perlu diganti materialnya dan apabila dianalisis rusak, maka harus dilakukan modifikasi
ulang atau dengan mengganti materialnya.

I.

Latar Belakang
Kopling memiliki peranan sangat penting di dunia permesinan. Mesin-mesin
biasanya memiliki ukuran yang besar atau memerlukan pentransmisian daya dari
satu tempat ke tempat yang lain. Oleh karena itu, shaft atau poros yang diperlukan
untuk dapat memenuhi pengoperasian tersebut haruslah panjang dan kuat. Namun
tidak mungkin kita membuat sebuah shaft yang panjang dan langsung
menggunakannya pada pengoperasian daya tadi. Selain sangat sulit produksi shaft
yang panjang, shaft tersebut juga dapat dipastikan tidaklah kuat karena tanpa
dikenakan gaya pun shaft tersebut sudah mengalami bending karena menahan
massa shaft itu sendiri. Maka dari itu dibuatlah shaft-shaft yang berukuran tidak
terlalu panjang dan dihubungkan dengan kopling-kopling.
Kopling yang diperlukan dalam proses permesinan haruslah kuat, sehingga pada
saat pentranmisian daya kopling tidak rusak dan menyebabkan koneksi antar shaft
terputus sehingga mesin tidak beroperasi dengan benar. Maka dari itu diperlukan
stress analysis dan analysis displacement pada kopling yang akan digunakan.

II.

Permasalahan
Pada

makalah

ini

dirumuskan

beberapa

masalah

yang

akan

dicari

penyelasaiannya, yaitu:

III.

Bagaimana stress analysis pada kopling jika dikenai gaya momen?

Bagaimana displacement analysis pada kopling jika dikenai gaya momen?

Bagaimana stress analysis pada shaft jika dikenai gaya momen?

Bagaimana displacement analysis pada shaft jika dikenai gaya momen?

Dasar Teori
Kopling adalah suatu elemen mesin yang berfungsi untuk mentransmisikan daya
dari poros penggerak (driving shaft) ke poros yang digerakkan (driven shaft),
dimana putaran inputnya akan sama dengan putaran outputnya. Tanpa kopling,
3

sulit untuk menggerakkan elemen mesin sebaik-baiknya. Dengan adanya kopling


pemindahan daya dapat dilakukan dengan teratur dan seefisien mungkin.
Beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh sebuah kopling adalah:
1

Mampu menahan adanya kelebihan beban.

Mengurangi getaran dari poros penggerak yang diakibatkan oleh gerakan


dari elemen lain.

Mampu menjamin penyambungan dua poros atau lebih.

Mampu mencegah terjadinya beban kejut.

Untuk perencanaan sebuah kopling kita harus memperhatikan kondisi-kondisi


sebagai berikut:
1

Kopling harus mudah dipasang dan dilepas

Kopling harus dapat mentransmisikan daya sepenuhnya dari poros

Kopling harus sederhana dan ringan

Kopling harus dapat mengurangi kesalahan hubungan pada poros

Protected flange coupling adalah salah satu jenis kopling tetap yang berbentuk
seperti gambar berikut:

Kopling jenis ini memungkinkan pentransmisian daya tinggi dengan kecepatan


sedang. Seluruh komponen kopling terbuat dari steel sehingga kuat. Keunggulan
dari kopling jenis ini adalah memiliki pengaman pada pinggir koplingnya
sehingga lebih aman untuk pekerja dalam proses pengoperasiannya. Kopling ini
4

juga dapat dibongkar dan dipasang lagi dengan mudah tanpa harus merusak salah
satu komponennya, hanya perlu melepas atau memasang baut baut yang terdapat
pada flensnya.

IV.

Permodelan dan Metodologi


Stress analysis dan displacement analysis pada makalah ini menggunakan aplikasi
Autodesk Inventor 2013. Berikut adalah gambar model protected flange coupling
yang telah dibuat dan siap di analisis:

Metodologinya adalah dengan menggunakan menu stress analysis pada aplikasi


Autodesk Inventor 2013. Sedangkan material yang digunakan yaitu antara lain:

Name
General

Steel, Cast
Mass Density
Yield Strength
Ultimate Tensile Strength

7.85 g/cm^3
250 MPa
300 MPa
5

Young's Modulus
Stress
Poisson's Ratio
Shear Modulus
Expansion Coefficient
Stress Thermal
Thermal Conductivity
Specific Heat
female part.ipt
Part Name(s)
male part.ipt
Name
Steel
General
Mass Density
Name
Iron, Cast Yield Strength
Ultimate Tensile Strength
Mass Density
Young's Modulus
General Stress
Yield Strength
Poisson's
Ratio
Ultimate Tensile
Strength
Shear Modulus
Young's Modulus
Stress ThermalPoisson's Ratio
Expansion Coefficient
Stress
Thermal Conductivity
Shear Modulus
Specific Heat
Expansion Coefficient
Part Name(s) Thermal Conductivity
shaft.ipt
Stress Thermal
shaft.ipt
Specific Heat
ISO 4016 M14 x 60
key.ipt
Part Name(s)
ISO 4016 M14 x 60
key.ipt
ISO 4016 M14 x 60
ISO 4016 M14 x 60
ISO 4034 M14
ISO 4034 M14
ISO 4034 M14
ISO 4034 M14

V.

210 GPa
0.3 ul
80.7692 GPa
0.000012 ul/c
50 W/( m K )
460 J/( kg c )

7.85 g/cm^3
207 MPa
7.25 g/cm^3345 MPa
200 MPa 210 GPa
276 MPa 0.3 ul
120.5 GPa 80.7692 GPa
0.000012 ul/c
0.3 ul
56 W/( m K )
46.3462 GPa
460 J/( kg c )
0.000012 ul/c
50 W/( m K )
540 J/( kg c )

Simulasi dan Perhitungan


6

Berikut simulasi-simulasi stress analylis dan displacement:


1

Kopling
Simulasi model dikenakan gaya momen sebesar 10000 Nm searah jarum jam
pada kedua flensnya.

Von Mises Stress

1st Principal Stress

3rd Principal Stress

Displacement

10

Contact Pressure

11

Shaft
Simulasi shaft model dikenakan gaya momen sebesar 10000 Nm searah jarum
jam.

Von Mises Stress

12

1st Principal Stress

3rd Principal Stress

13

Displacement

14

Contact Pressure

15

VI.

Hasil dan Pembahasan


1

Kopling

Reaction Force and Moment on Constraints


Constraint
Name
Fixed
Constraint:1

Reaction Force
Component
Magnitude
(X,Y,Z)
0N
0N
0N
0N

Reaction Moment
Component
Magnitude
(X,Y,Z)
-84.897 N m
20096.9 N
0Nm
m
-20096.7 N m

Result Summary
Name
Volume
Mass
Von Mises Stress
1st Principal Stress
3rd Principal Stress
Displacement
Safety Factor
Stress XX
Stress XY
Stress XZ
Stress YY
Stress YZ

Minimum
2587120 mm^3
20.2935 kg
0.00287247 MPa
-22.7765 MPa
-251.026 MPa
0 mm
0.863522 ul
-143.028 MPa
-81.8964 MPa
-89.241 MPa
-209.653 MPa
-96.3173 MPa

Maximum
289.512 MPa
210.995 MPa
29.159 MPa
0.0706934 mm
15 ul
113.25 MPa
122.4 MPa
61.5572 MPa
158.879 MPa
101.743 MPa
16

Stress ZZ
-78.0277 MPa
140.752 MPa
X Displacement
-0.0705343 mm
0.0609822 mm
Y Displacement
-0.0626612 mm
0.0684845 mm
Z Displacement
-0.00936717 mm
0.00558907 mm
Equivalent Strain
0.00000001269 ul
0.00119483 ul
1st Principal Strain
-0.0000000156576 ul
0.0010667 ul
3rd Principal Strain
-0.00107854 ul
-0.00000000671544 ul
Strain XX
-0.000666124 ul
0.000623562 ul
Strain XY
-0.000836494 ul
0.000757716 ul
Strain XZ
-0.00084036 ul
0.000381069 ul
Strain YY
-0.00082242 ul
0.000824008 ul
Strain YZ
-0.00059625 ul
0.00062984 ul
Strain ZZ
-0.000444025 ul
0.000490288 ul
Contact Pressure
0 MPa
251.846 MPa
Contact Pressure X
-246.761 MPa
182.332 MPa
Contact Pressure Y
-136.459 MPa
170.261 MPa
Contact Pressure Z
-81.486 MPa
89.5999
Diketahui bahwa ultimate tensile strength dari material cast steel adalah 300 MPa,
dan pada analisis tidak ada hasil yang melebihi 300 MPa. Maka dapat dipastikan
bahwa kopling ini dengan dibebani gaya momen 10000 Nm masih dapat
beroperasi dan tidak break atau rusak.
2. Shaft
Reaction Force and Moment on Constraints
Constraint Name Reaction Force
Magnitude
Component
(X,Y,Z)
Fixed
224.409 N
-115.639 N
192.315 N
Constraint:1
1.43904 N

Reaction Moment
Magnitude
Component
(X,Y,Z)
9089.89 N m 11.4962 N m
-34.8865 N m
9089.81 N m

Result Summary
Name
Volume
Mass
Von Mises Stress
1st Principal Stress
3rd Principal Stress
Displacement
Safety Factor
Stress XX
Stress XY
Stress XZ
Stress YY
Stress YZ

Minimum
2587120 mm^3
20.2935 kg
0.0351226 MPa
-75.9486 MPa
-509.803 MPa
0 mm
0.446189 ul
-307.326 MPa
-229.056 MPa
-179.826 MPa
-272.51 MPa
-158.442 MPa

Maximum
463.929 MPa
548.759 MPa
92.8495 MPa
0.108563 mm
15 ul
298.164 MPa
218.154 MPa
157.395 MPa
288.214 MPa
183.475 MPa
17

Stress ZZ
-206.479 MPa
237.265 MPa
X Displacement
-0.078427 mm
0.107159 mm
Y Displacement
-0.105945 mm
0.0780801 mm
Z Displacement
-0.0067651 mm
0.004763 mm
Equivalent Strain
0.000000144951 ul
0.00201053 ul
1st Principal Strain
0.0000000690922 ul
0.00232576 ul
3rd Principal Strain
-0.00219273 ul
0.000000520727 ul
Strain XX
-0.00142476 ul
0.00105781 ul
Strain XY
-0.00141796 ul
0.00135048 ul
Strain XZ
-0.00111321 ul
0.000974352 ul
Strain YY
-0.000894193 ul
0.0010233 ul
Strain YZ
-0.000980831 ul
0.00143174 ul
Strain ZZ
-0.00103618 ul
0.000996559 ul
Contact Pressure
0 MPa
280.983 MPa
Contact Pressure X
-155.214 MPa
201.491 MPa
Contact Pressure Y
-181.324 MPa
131.741 MPa
Contact Pressure Z
-69.6146 MPa
73.9898 MPa
Diketahui bahwa ultimate tensile strength dari material steel adalah 345 MPa, dan
pada analisis terdapat dua hasil yang melebihi 345 MPa. Dua hasil tersebut adalah
Von Misses stress sebesar 463.929 MPa dan 1st Principal Stress sebesar 548.759
MPa. Maka dapat dipastikan bahwa shaft ini dengan dibebani gaya momen 10000
Nm sudah mengalami kegagalan dan tidak dapat beroperasi dengan baik.
VII.

Kesimpulan

Kopling yang dikenakan gaya momen sebesar 10000 Nm masih dapat


beroperasi dengan baik karena tidak ada hasil analis yang melebihi 300
MPa.

Shaft yang dkenakan gaya momen sebesar 10000 Nm sudah mengalami


kegagalan karena terdapat dua hasil analisis yang melebihi 345 MPa, yaitu
Von Misses stress sebesar 463.929 MPa dan 1st Principal Stress sebesar
548.759 MPa. Disarankan untuk mengganti material shaft dengan material
yang lebih kuat.

VIII.

Lampiran

IX.

Daftar Pustaka
A Textbook of Machine Design by R.S.KHURMI AND J.K.GUPTA

18