Você está na página 1de 18

APLIKASI ELEKTROKIMIA,

KOROSI DALAM KEHIDUPAN


SEHARI-HARI

NAMA
: M.
ISMAIL
KELAS
: XII
MIA 1

APLIKASI ELEKTROKIMIA DALAM KEHIDUPAN


SEHARI-HARI

Sel Elektrokimia merupakan suatu sel atau tempat terjadinya aliran


elektron yang disebabkan oleh perubahan energi kimia menjadi energi listrik
atau sebaliknya. Sel ini dikelompokkan menjadi dua macam yaitu :
1. Sel Volta
2. Sel Elektrolisis

1. SEL VOLTA
KOMPONEN SEL VOLTA
Rangkaian sel elektrokimia pertama kali dipelajari oleh LUIGI
GALVANI (1780) danALESSANDRO VOLTA (1800). Sehingga disebut sel
Galvani atau sel Volta.
Berikut ini adalah macam-macam aplikasi sel volta dalam kehidupan seharihari.
A. Aki / Baterai Timbal (Accu)

Nilai sel terletak pada kegunaannya. Diantara berbagai sel, sel timbal (aki)
telah digunakan sejak 1915. Berkat sel ini, mobil/sepeda motor dapat
mencapai mobilitasnya, dan akibatnya menjadi alat transportasi terpenting
saat ini. Baterai timbal dapat bertahan kondisi yang ekstrim (temperatur
yang bervariasi, shock mekanik akibat jalan yang rusak, dll) dan dapat
digunakan secara kontinyu beberapa tahun.

Dalam baterai timbal, elektroda negatif adalah logam timbal (Pb) dan
elektroda positifnya adala timbal yang dilapisi timbal oksida (PbO 2), dan
kedua elektroda dicelupkan dalam larutan elektrolit asam sulfat (H 2SO4).
Reaksi elektrodanya adalah sebagai berikut :

Anoda Pb (-)
: Pb + SO 42Katoda PbO2 (+) : PbO2 + SO42- + 4H+ + 2e
Reaksi total

: Pb + PbO 2 + 4H+ + 2SO42-

PbSO 4 + 2e
PbSO4 + 2H2O
2PbSO4 + 2H2O

Kondisi Saat aki digunakan :


Saat aki menghasilkan listrik, Anoda Pb dan katoda PbO 2 bereaksi dengan
SO42-menghasilkan PbSO4. PbSO4 yang dihasilkan dapat menutupi permukaan
lempeng anoda dan katoda. Jika telah terlapisi seluruhnya maka lempeng
anoda dan katoda tidak berfungsi. Akibatnya aki berhenti menghasilkan
listrik.
Saat aki menghasilkan listrik dibutuhkan ion H+ dan ion SO42- yang aktif
bereaksi. akibatnya jumlah ion H+ dan ion SO42- pada larutan semakin
berkurang dan larutan elektrolit menjadi encer maka arus listrik yang
dihasilkan dan potensial aki semakin melemah.

Oleh karena reaksi elektrokimia pada aki merupakan reaksi kesetimbangan


(reversibel) maka dengan memberikan arus listrik dari luar ( mencas )
keadaan 2 elektroda (anoda dan katoda) yang terlapisi dapat kembali seperti
semula. demikian pula ion akan terbentuk lagi sehingga konsentrasi larutan
elektrolit naik kembali seperti semula.
Anoda PbO2 ( - ) : PbSO4 + 2H2O
Katoda Pb ( + ) : PbSO4 + 2e
Reaksi total

PbO2 + 4H+ + SO42- + 2e


Pb + SO42-

: 2PbSO4 + 2H2O Pb + PbO2 + 4H+ + 2SO42-

Selama proses penggunaan maupun pengecasan aki terjadi reaksi sampingan


yaitu elektrolisis air dan tentu saja ada air yang menguap dengan demikian
penting untuk menambahkan air terdistilasi ke dalam baterai timbal. Barubaru ini jenis baru elektroda yang terbuat dari paduan timbal dan kalsium,
yang dapat mencegah elektrolisis air telah dikembangkan. Baterai modern
dengan jenis elektroda ini adalah sistem tertutup dan disebut dengan baterai
penyimpan tertutup yang tidak memerlukan penambahan air.

B. Baterai /
Sel Kering /
Sel Lelanche

Sel Leclanch ditemukan oleh insinyur Perancis Georges Leclanch (18391882) lebih dari seratus tahun yang lalu. Berbagai usaha peningkatan telah
dilakukan sejak itu, tetapi, yang mengejutkan adalah desain awal tetap
dipertahankan, yakni sel kering mangan.
Sel kering mangan terdiri dari bungkus dalam zink (Zn) sebagai elektroda
negatif (anoda), batang karbon/grafit (C) sebagai elektroda positif (katoda)
dan pasta MnO2 dan NH4Cl yang berperan sebagai larutan elektrolit.

1. Baterai Biasa
Anoda
: logam seng (Zn)
Katoda : batang karbon/gafit (C)
Elektrolit : MnO2, NH4Cl dan serbuk karbon (C)
Anoda Zn (-) : Zn
Zn 2+ + 2e
Katoda C (+) : 2MnO2 + 2NH4+ + 2e- Mn2O3 + 2NH3 + H2O
Reaksi total

: Zn + 2MnO2 + 2NH4+ Zn2+ + Mn2O3 + 2NH3 + H2O

2. Baterai Alkaline
Dalam sel kering alkalin, padatan KOH atau NaOH digunakan sebagai ganti
NH4Cl. Umur sel kering mangan (baterai biasa) diperpendek oleh korosi zink
akibat keasaman NH4Cl. Sedangkan pada sel kering alkali bebas masalah ini
karena penggantian NH4Cl yang bersifat asam dengan KOH/NaOH yang
bersifat basa. Jadi umur sel kering alkali lebih panjang.Selain itu juga
menyebabkan energi yang lebih kuat dan tahan lama.

Anoda Zn (-) : Zn
Katoda C (+) : 2MnO2 + H2O + 2eReaksi total

: Zn + 2MnO2 + H2O

Zn 2+ + 2e
Mn2O3 + 2OH
Zn 2+ + Mn2O3 + 2OH

3. Baterai Nikel-Kadmium
Mirip dengan baterai timbal, sel nikel-kadmium juga reversibel. Selain itu
dimungkinkan untuk membuat sel nikel-kadmium lebih kecil dan lebih ringan
daripada sel timbal. Jadi sel ini digunakan sebagai batu baterai alat-alat
portabel seperti : UPS, handphone dll.
Anoda Cd (-)
: Cd + 2OH
Cd(OH)2 + 2e

Katoda NiO2 (+) : NiO2 + 2H2O + 2e Ni(OH)2 + 2OH


Reaksi total

: Cd + NiO2 + 2H2O Cd(OH)2 + Ni(OH)2

C. Baterai Perak Oksida


Pernahkah kamu mendengar orang memakai alat bantu pendengaran?
Alat bantu pendengaran menggunakan baterai perak oksida.
Reaksi yang terjadi pada baterai perak oksida seperti berikut.
Anoda : Ag2O(s) + H2O(l) + 2e 2 Ag(s) + 2OH(aq)
Katoda:
Zn(s) + 2OH(aq) Zn(OH)2(s) + 2e
: Ag2O(s) + Zn(s) + H2O(l) 2Ag(s) + Zn(OH)2(s)

D. Sel bahan bakar


Sel bahan bakar telah digunakan pesawat ruang angkasa dalam program
Appolo ke bulan.
Pada sel bahan bakar biasanya menggunakan oksigen di katode dan satu
gas yang dapat dioksidasi pada anode. Adapun reaksi yang terjadi pada sel
bahan bakar adalah:

Anoda : 2H2(g) + 4OH(aq) 4H2O(l) + 4e


Katoda:
O2(g) + 2H2O(l) + 4e 4OH(aq)
: 2H2(g) + O2(g) 2H2O(l)
Uap air yang dihasilkan diembunkan dan ditambahkan dalam persediaan
air minum untuk para astronot. Sel bahan bakar ini memiliki kelebihan yaitu
efisien, sedikit pembakaran, bebas polusi, tidak berisik, dan mudah dibawa.
Sel bahan bakar tidak berhenti memberikan muatan selama ada sumber
bahan bakar, biasanya hidrogen dari gas alam dan oksigen dari udara.

2. Sel Elektrolisis

Sel Elektrolisis adalah sel yang menggunakan arus listrik untuk menghasilkan
reaksi redoks yang diinginkan dan digunakan secara luas di dalam
masyarakat kita. Baterai aki yang dapat diisi ulang merupakan salah satu
contoh aplikasi sel elektrolisis dalam kehidupan sehari-hari. Baterai aki yang
sedang diisi kembali (recharge) mengubah energi listrik yang diberikan
menjadi produk berupa bahan kimia yang diinginkan. Air, H2O, dapat
diuraikan dengan menggunakan listrik dalam sel elektrolisis. Proses ini akan
mengurai air menjadi unsur-unsur pembentuknya. Reaksi yang terjadi adalah
sebagai berikut :
2 H2O(l)> 2 H2(g) + O2(g)

Rangkaian sel elektrolisis hampir menyerupai sel volta. Yang membedakan sel
elektrolisis dari sel voltaadalah, pada sel elektrolisis, komponen voltmeter
diganti dengan sumber arus (umumnya baterai). Larutan atau lelehan yang
ingin dielektrolisis, ditempatkan dalam suatu wadah. Selanjutnya, elektroda
dicelupkan ke dalam larutan maupun lelehan elektrolit yang ingin
dielektrolisis. Elektroda yang digunakan umumnya merupakan elektroda
inert, seperti Grafit (C), Platina (Pt), dan Emas (Au). Elektroda berperan
sebagai tempat berlangsungnya reaksi. Reaksi reduksi berlangsung di katoda,
sedangkan reaksi oksidasiberlangsung di anoda. Kutub negatif sumber arus
mengarah pada katoda (sebab memerlukan elektron) dan kutub positif
sumber arus tentunya mengarah pada anoda. Akibatnya, katoda bermuatan

negatif dan menarik kation-kation yang akan tereduksi menjadi endapan


logam. Sebaliknya, anodabermuatan positif dan menarik anion-anion yang
akan teroksidasi menjadi gas. Terlihat jelas bahwa tujuan elektrolisis adalah
untuk mendapatkan endapan logam di katoda dan gas di anoda.
Ada dua tipe elektrolisis, yaitu elektrolisis lelehan (leburan) dan elektrolisis
larutan. Pada proseselektrolisis lelehan, kation pasti tereduksi di katoda dan
anion pasti teroksidasi di anoda. Sebagai contoh, berikut ini adalah reaksi
elektrolisis lelehan garam NaCl (yang dikenal dengan istilah sel Downs) :
Katoda (-)

: 2 Na+(l) + 2 e > 2 Na(s) .. (1)

Anoda (+)

: 2 Cl(l) Cl2(g) + 2 e .. (2)

Reaksi sel
[(1) + (2)]

2 Na+(l) + 2 Cl(l) > 2 Na(s) + Cl2(g) ..

Reaksi elektrolisis lelehan garam NaCl menghasilkan endapan logam natrium


di katoda dan gelembung gas Cl2 di anoda. Bagaimana halnya jika lelehan
garam NaCl diganti dengan larutan garam NaCl? Apakah proses yang terjadi
masih sama? Untuk mempelajari reaksi elektrolisis larutan garam NaCl, kita
mengingat kembali Deret Volta (lihat Elektrokimia I : Penyetaraan Reaksi
Redoks dan Sel Volta).

Pada katoda, terjadi persaingan antara air dengan ion Na+. Berdasarkan
Tabel Potensial Standar Reduksi, air memiliki Ered yang lebih besar
dibandingkan ion Na+. Ini berarti, air lebih mudah tereduksidibandingkan ion
Na+. Oleh sebab itu, spesi yang bereaksi di katoda adalah air. Sementara,
berdasarkanTabel Potensial Standar Reduksi, nilai Ered ion Cl dan air hampir
sama. Oleh karena oksidasi air memerlukan potensial tambahan
(overvoltage), maka oksidasi ion Cl lebih mudah dibandingkan oksidasi air.

Oleh sebab itu, spesi yang bereaksi di anoda adalah ion Cl. Dengan
demikian, reaksi yang terjadi pada elektrolisis larutan garam NaCl adalah
sebagai berikut :
Katoda (-)
(1)

2 H2O(l) + 2 e > H2(g) + 2 OH(aq) ..

Anoda (+)

: 2 Cl(aq) > Cl2(g) + 2 e .. (2)

Reaksi sel
: 2 H2O(l) + 2 Cl(aq) > H2(g) + Cl2(g) + 2 OH(aq)
. [(1) + (2)]
Reaksi elektrolisis larutan garam NaCl menghasilkan gelembung gas H2 dan
ion OH- (basa) di katoda serta gelembung gas Cl2 di anoda. Terbentuknya ion
OH pada katoda dapat dibuktikan dengan perubahan warna larutan dari
bening menjadi merah muda setelah diberi sejumlah indikator fenolftalein
(pp). Dengan demikian, terlihat bahwa produk elektrolisis lelehan umumnya
berbeda dengan produk elektrolisis larutan.

Selanjutnya kita mencoba mempelajari elektrolisis larutan Na2SO4. Pada


katoda, terjadi persaingan antara air dan ion Na+. Berdasarakan nilai Ered,
maka air yang akan tereduksi di katoda. Di lain sisi, terjadi persaingan antara
ion SO42- dengan air di anoda. Oleh karena bilangan oksidasi S pada SO4-2
telah mencapai keadaan maksimumnya, yaitu +6, maka spesi SO42- tidak
dapat mengalami oksidasi. Akibatnya, spesi air yang akan teroksidasi di
anoda. Reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut :

Katoda (-)
.. (1)
Anoda (+)
(2)

4 H2O(l) +

2 H2O(l) >

4 e >

2 H2(g) +

4 OH(aq)

O2(g) + 4 H+(aq) + 4 e ..

Reaksi sel
: 6 H2O(l) > 2 H2(g) + O2(g) + 4 H+(aq) + 4 OH
(aq) .. [(1) + (2)]
6 H2O(l) > 2 H2(g) + O2(g) + 4 H2O(l) . [(1) + (2)]
2 H2O(l) > 2 H2(g) + O2(g) .. [(1) + (2)]
Dengan demikian, baik ion Na+ maupun SO42-, tidak bereaksi. Yang terjadi
justru adalah peristiwa elektrolisis air menjadi unsur-unsur pembentuknya.
Hal yang serupa juga ditemukan pada proses elektrolisis larutan Mg(NO3)2
dan K2SO4.

Bagaimana halnya jika elektrolisis lelehan maupun larutan menggunakan


elektroda yang tidak inert, seperti Ni, Fe, dan Zn? Ternyata, elektroda yang
tidak inert hanya dapat bereaksi di anoda, sehingga produk yang dihasilkan
di anoda adalah ion elektroda yang larut (sebab logam yang tidak inert
mudah teroksidasi). Sementara, jenis elektroda tidak mempengaruhi produk
yang dihasilkan di katoda. Sebagai contoh, berikut adalah proses elektrolisis
larutan garam NaCl dengan menggunakan elektroda Cu :
Katoda (-)
.. (1)
Anoda (+)

2 H2O(l) +

2 e >

H2(g) +

2 OH(aq)

: Cu(s) > Cu2+(aq) + 2 e .. (2)

Reaksi sel
: Cu(s) + 2 H2O(l) > Cu2+(aq) + H2(g) + 2 OH(aq)
.. [(1) + (2)]

Dari pembahasan di atas, kita dapat menarik beberapa kesimpulan yang


berkaitan dengan reaksi elektrolisis :
1. Baik elektrolisis lelehan maupun larutan, elektroda inert tidak akan
bereaksi; elektroda tidak inert hanya dapat bereaksi di anoda
2. Pada elektrolisis lelehan, kation pasti bereaksi di katoda dan anion pasti
bereaksi di anoda
3. Pada elektrolisis larutan, bila larutan mengandung ion alkali, alkali
tanah, ion aluminium, maupun ion mangan (II), maka air yang mengalami
reduksi di katoda
4. Pada elektrolisis larutan, bila larutan mengandung ion sulfat, nitrat, dan
ion sisa asam oksi, maka air yang mengalami oksidasi di anoda

Salah satu aplikasi sel elektrolisis adalah pada proses yang disebut
penyepuhan. Dalam prosespenyepuhan, logam yang lebih mahal dilapiskan
(diendapkan sebagai lapisan tipis) pada permukaan logam yang lebih murah
dengan cara elektrolisis. Baterai umumnya digunakan sebagai sumber listrik
selama proses penyepuhan berlangsung. Logam yang ingin disepuh berfungsi
sebagai katoda dan lempeng perak (logam pelapis) yang merupakan logam
penyepuh berfungsi sebagai anoda. Larutan elektrolit yang digunakan harus
mengandung spesi ion logam yang sama dengan logam penyepuh (dalam hal
ini, ion perak). Pada proses elektrolisis, lempeng perak di anoda akan
teroksidasi dan larut menjadi ion perak. Ion perak tersebut kemudian akan
diendapkan sebagai lapisan tipis pada permukaan katoda. Metode ini relatif
mudah dan tanpa biaya yang mahal, sehingga banyak digunakan pada
industri perabot rumah tangga dan peralatan dapur.

B. Aplikasi Elektrolisis dalam kehidupan sehari - hari.


A. Elektroplatting
Elektroplatting adalah aplikasi elektrolisis pada pelapisan suatu logam atas
logam yang lain. Teknik ini bisa dipakai untuk memperbaiki penampakan dan
daya tahan suatu logam. Contohnya, suatu lapisan tipis logam chromium
pada bemper baja mobil untuk membuatnya menarik dan melindunginya dari

karat. Pelapisan emas dan perak dilakukan pada barang-barang perhiasan


yang berasal dari bahan-bahan logam yang murah. Berbagai lapisan-lapisan
tipis logam tersebut ketebalannya berkisar antara 0,03 s/d 0,05 mm.
B.

Pembuatan Aluminium

Bauksit adalah biji aluminium yang mengandung Al 2O3-. Untuk mendapatkan


aluminium, bijih tersebut dimurnikan dan Al 2O3 nya dilarutkan dan
didisosiasikan dalam larutan elektrolit eryolite. Pada katoda, ion-ion
aluminium direduksi menghasilkan logam yang terbentuk sebagai lapisan
tipis dibagian bawah wadah elektrolit. Pada anoda yang terbuat dari karbon,
ion oksida teroksidasi menghasilkan O2 bebas.
Reaksinya adalah :
Al3+ + 3e- Al(l) (katoda)
2O2- O2(g) + 4 e- (anoda)
4Al3+ + 6O2- 4Al(l) + 3O2(g) (total)

C.

Pembuatan Magnesium

Sumber utama magnesium adalah air laut. Mg 2+ mempunyai kelimpahan


terbesar ketiga dalam laut, kalahannya oleh ion natrium dan ion klorida.
Untuk memperoleh magnesium, Mg(OH)2diendapkan dari air laut. Pemisahan
itu dilakukan dengan cara filtrasi dan lalu dilarutkan dalam asam hidroklorit.
Mg(OH)2 + 2HCl MgCl2 + 2H2O
Larutan MgCl2 diuapkan dan menghasilkan MgCl 2 padat yang lalu dilelehkan
dan akhirnya dielektrolisa. Magnesium bebas akan diendapkan pada katoda
dan gas klorin dihasilkan pada anoda.
MgCl2(l) Mg(l) + Cl2(g)

D.

Penyulingan Tembaga

Salah satu elektrolisis yang paling menarik adalah pemurnian atau


penyulingan logam tembaga. Tembaga dapat dimbil dari bijinya, dengan cara
ini sampai ke tingkat kemurnian 99%. Pengotornya sebagian besar adalah
perak, emas, platina, besi dan seng menurunkan konduktivitas listrik
tembaga secara drastis sehingga harus disuling ulang sebelum dipakai
sebagai kawat atau kabel.Tembaga tidak murni dipakai sebagai elektroda
sebagai anoda pada sel elektrolisis yang mengandung larutan tembaga sulfat
dan asam sulfat (sebagai elektrolit). Katoda pada sistem ini adalah tembaga
dengan kemurnian tinggi. Jika selnya dijalankan pada tegangan yang
diperlukan, hanya tembaga dan pengotornya yang lebih mudah teroksidasi
daripada tembaga, seng dan besi yang larut disekitar anoda. Logam-logam
yang kurang aktif akan runtuh dan

mengendap dibagian dasar wadah. Pada katoda, ion tembaga direduksi tetapi
ion seng dan ion besi tertinggal dilarutan karena lebih sukar tereduksi dari
pada tembaga. Secara pelan-pelan tembaga anoda terlarut dan tembaga
katoda makin tumbuh. Suatu saat tembaga akan mempunyai kemurnian
99,95%!
Kotoran yang terkumpul dibagian bawah biasanya disebut sebgai anoda,
dapat dipindahkan secara periodik dan nilai perak, emas dan platina dapat
pula dihitung untuk memperoleh total efisiensi pelaksanaan proses
penyulingan.

E.

Elektrolisis Brine

Brine (=air asin) adalah larutan natrium klorida jenuh. Pada katoda, air lebih
mudah direduksi daripada ion natrium dan gas H2 akan terbentuk. Reaksi :
2e- + 2H2O H2(g) + 2OH-(aq)
Walaupun air lebih mudah teroksidasi daripada ion klorida, namun seperti
telah disebut bahwa ada faktor-faktor yang kompleks yang mempengaruhi
sehingga yang teroksidasi adalah ion klorida.

KOROSI
Secara umum defenisi dari korosi adalah perusakan material secara kimia
atau elektrokimia dengan lingkungan. Selain itu korosi juga di definisikan
sebagai degradasi material (logam dan paduannya) akibat reaksi kimia
dengan lingkungan. Contoh perusakan kimia adalah pengkaratan yang terjadi
akibat gas pada temperature tinggi, sedangkan reaksi elektrokimia dapat di
lihat pada sel galvanik.
Adapun syarat terjadinya korosi adalah :
Adanya katoda
Adanya anoda
Adanya lingkungan
Tanpa adanya salah satu syarat di atas maka korosi tidak akan terjadi. Korosi
tidak dapat di hilangkan tetapi hanya dapat di minimalisir pertumbuhannya.
Pada proses korosi ada dua reaksi yang menyebabakan terjadinya korosi
yaitu reaksi oksidasi dan reaksi reduksi. Pada reaksi oksidasi akan terjadi
pelepasan elektron oleh material yang lebih bersifat anodik. Sedangkan
reaksi reduksi adalah pemakaian elektron oleh material yang lebih bersifat
katodik.

idrasi Fe2O3 . xH2O.


Berdasarkan sifatnya korosi terbagi atas :
1. Korosi Aktif
Ciri-ciri dari korosi aktif ini antara lain :
Mudah melepaskan ion
Mudah menempel di tangan
Contoh : Paku yang berkarat
2. Korosi Pasif
Ciri-ciri dari korosi pasif ini antara lain :
Sulit melepaskan ion
Sulit menempel di tangan
Contoh : Korosi pada AL
c. Jenis-Jenis Korosi dan Pengendaliannya
1.

Uniform or general attack corrosion (korosi seragam)

Korosi seragam adalah korosi yang terjadi pada permukaan material akibat
bereaksi dengan oksigen Biasanya korosi seragam ini terjadi pada material
yang memiliki ukuran butir yang halus dan homogenitas yang tinggi
Cara pengendalian dari korosi seragam adalah :
-Dengan melakukan pelapisan dengan cat atau dengan material yang
anodik.

lebih

- Melakukan inhibitas dan cathodic protection.


2.

Rithing Corossion (Korosi Sumuran atau kawah)

Korosi sumuran adalah korosi yang terjadi akibat cacat pada permukaan
material seperti celah atau lubang kecil. Pada daerah cacat ini akan lebih
anodik dibandingkan permukaan material sehingga korosi akan menuju
bagian dalam material.

Cara pengendalian korosi sumuran adalah :


Hindari permukaan logam dari cacat goresan.
Perhalus permukaan material.
Hindari variasi yang sedikit pada komposisi material.
3.

Crevice Corrosion (korosi celah)

Korosi celah adalah korosi yang di temukan pada daerah berkonsentrasi


rendah atau korosi yang terjadi pada celah yan terbentuk akibat
pendempetan material. Pada celah, kadar oksigen lebih rendah dari
lingkungannya sehingga elektron akan berpindah pada kadar oksigen yang
tinggi sehingga terjadi korosi. Korosi celah sering terjadi pada sambungan
paku.
Cara pengendalian korosi celah :
-Hindari pemakaian sambungan paku keling atau baut, gunakan sambungan
las.
- Gunakan gasket non absorbing.
-Usahakan menghindari daerah dengan aliran udara.
4.

Intergranular Corrosion (korosi batas butir)

Korosi batas butir adalah korosi yang terjadi pada atau di sepanjang batas
butir dan batas butir bersifat anodik dan bagian tegah butir bersifat katodik.
Korosi ini terjadi akibat presipitasi dari pengotor seperti khromium di batas
butir, yang menyebabkan batas butir menjadi rentan terhadap serangan
korosi. Dimana presipitat krom karbida terbentuk karena karbon meningkat
yang ada di sekitarnya, sehingga krom disekitarnya akan berkurang dan
terjadi korosi. Proses terbentuknya presipitat karbon karbida disebut
sentisiasi. Terjadi pada temperatur 500-800 sehingga kekurangan krom yang
memudahkan terjadinya korosi.
Cara pengendalian korosi batas butir adalah :
Turunkan kadar Karbon dibawah 0,03%.
Tambahkan paduan yang dapat mengikat Karbon.

Pendinginan cepat dari temperatur tinggi.


Pelarutan karbida melalui pemanasan.
Hindari Pengelasan.
5.

Stress Corossion (korosi tegangan)

Korosi tegangan adalah korosi yang di sebabkan adanya tegangan tarik yang
mengakibatkan terjadinya retak. Tegangan ini di sebabkan pada temperatur
dandeformasi yang berbeda.
Cara pengendalian korosi tegangan adalah :
-Turunkan besarnya tegangan
-Turunkan tegangan sisa termal
- Kurangi beban luar atau perbesar area potongan
6.

Errosion Corrosion (korosi erosi)

Korosi erosi adalah korosi yang di sebabkan oleh erosi yang mengikis lapisan
pelindung material , zat erosi itu dapat berupa fluida yang mengandung
material abrasive. Korosi tipe ini sering di temui pada pipa-pipa minyak.
Faktor-faktor yang mempengaruhi korosi ini antara lain :
Persentase ketidaksamaan, material yang lebih anodik
Area permukaan Anodik dan Katodik
Temperatur
Persentase larutan elektrolit
Kesediaan oksigen

Cara pengendalian korosi erosi :


Menghindari partikel abrasive pada fluida
Mengurangi kecepatan aliran fluida

7.

Selectif Corrosion

Selectif corrosion adalah korosi yang menyerang unsur di dalam logam akibat
perbedaan potensial unsur utamanya. Korosi ini di sebabkan karena
komposisi yang tidak merata pada material. Korosi ini biasa terjadi pada pipapipa besi cor
Cara pengendalian selective korosi :
Menghindari komposisi yang berbeda dari material penyusun.
8. Korosi Galvanik
Korosi galvanik adalah korosi yang terjadi pada dua logam yang berbeda jenis
jika di hubungkan. Korosi ini juga terjadi karena pasangan elektrikal pada dua
logam atau paduan logam yang memiliki perbedaan komposisi. Logam yang
lebih anodik akan terkorosi sementara logam lainnya yang lebih katodik akan
terlindungi. Posisi logam pada deret volta akan menentukan apakan suatu
logam lebih anodik atau katodik.

A. Pengendalian korosi galvanic adalah :


- Hindari pemakaian 2 jenis logam yang berbeda
- pergunakan logam yang lebih anodik dengan rasio yang lebih besar
dibanding logam katodik
- Lapisi pada pertemuan dua logam yang berbeda jenis
- Gunakan logam ketiga yang lebih anodic

B. Metoda-metoda yang di lakukan dalam pengendalian korosi adalah :


- Menekan terjadinya reaksi kimia atau elektrokimianya seperti reaksi anoda
dan katoda
- Mengisolasi logam dari lingkungannya

- Mengurangi ion hydrogen di dalam lingkungan yang di kenal dengan


mineralisasi
- Mengurangi oksigen yang larut dalam air
- Mencegah celah atau menutup celah
- Mengadakan proteksi katodik,dengan menempelkan anoda umpan.

Reaksi anoda dan katoda


Tuliskan tolong satu cth anoda katodanya van........hehehhe