Você está na página 1de 11

Anatomi dan Fisiologi Payudara

Definisi Payudara
Payudara wanita atau yang disebut glandula mammae adalah symbol dari
wanita dan feminitas tapi pada saat yang bersamaan payudara juga memiliki fungsi
penting, yaitu sebagai organ yang memproduksi air susu. Air susu sendiri berasal dari
kelenjar kecil yang menyerupai tandan buah anggur dalam payudara (lobulus) dan
dihantarkan oleh tubulus atau duktus sampai pada puting susu (nipple). ASI sangat
penting bagi kelangsungan pertumbuhan bayi yang baru lahir. Payudara sebenarnya
adalah kelenjar keringat yang dimodifikasi. Namun, saat kelenjar keringat
menghasilkan keringat, payudara menghasilkan susu.1

Anatomi
Setiap payudara terletak pada setiap sternum dan meluas hingga antara costa
kedua dan keenam. Pada arah medial, dibatasi oleh sisi bagian lateral dari sternum.
Dan pada arah lateral mencapai garis mid-axillaris. Payudara terletak pada fascia
superficialis dinding rongga diatas muskulus pektoralis major dan dibuat stabil oleh
ligamentum suspensorium.
Puting susu biasanya terletak pada ruang ICS IV pada wanita nullipara,
berwarna merah muda, coklat muda atau lebih gelap tergantung melanisasi tubuh.
Posisi puting biasanya berada di tengah depan, namun terkadang posisinya tidak tetap
bergantung pada ruang intercostal ketika payudara menggantung. Bentuknya
bervariasi mulai dari mengerucut (flattened), tergantung dari nervous, hormonal,
perkembangan dan faktor lain.1
Areola adalah suatu diskus pada kulit, yang membulat dan menjadi dasar dari
puting payudara, warnanya mulai dari merah muda hingga coklat kehitaman
tergantung pada paritas dan ras.

Bagian-bagian Payudara
Pada payudara terdapat tiga bagian utama, yaitu :
1.
2.
3.

Korpus (badan), yaitu bagian yang membesar.


Areola, yaitu bagian yang kehitaman di tengah.
Papilla atau puting, yaitu bagian yang menonjol di puncak payudara.

Gambar 2. Anatomi payudara

Korpus
Alveolus, yaitu unit terkecil yang memproduksi susu. Bagian dari alveolus
adalah sel aciner, jaringan lemak, sel plasma, sel otot polos dan pembuluh darah.
Lobulus, yaitu kumpulan dari alveolus. Lobus, yaitu beberapa lobulus yang
berkumpul menjadi 15-20 lobus pada tiap payudara. ASI di salurkan dari alveolus ke
dalam saluran kecil (duktulus), kemudian beberapa duktulus bergabung membentuk
saluran yang lebih besar (duktus laktiferus).
Areola
Sinus laktiferus, yaitu saluran di bawah areola yang besar melebar, akhirnya
memusat ke dalam puting dan bermuara ke luar. Di dalam dinding alveolus maupun
saluran-saluran terdapat otot polos yang bila berkontraksi dapat memompa ASI
keluar.
Papilla
Bentuk puting ada empat, yaitu bentuk yang normal, pendek/ datar, panjang
dan terbenam (inverted).

Bentuk puting susu normal

Bentuk puting susu panjang

Bentuk puting susu pendek

Bentuk puting susu terbenam/ terbalik

Kulit puting susu banyak mengandung pigmen tetapi tidak berambut. Papilla
dermis banyak mengandung kelenjar sabasea. Sedangkan kulit pada areola juga
banyak mengandung pigmen, tetapi berbeda dengan kulit puting susu, ia kadangkadang mengandung folikel rambut. Kelenjar sebaseanya biasanya terlihat sebagai
nodulus kecil pada permukaan areola dan disebut kelenjar Montgomery.2
Kelenjar payudara (mammae, susu) terletak di bawah kulit, di atas otot dada.
Manusia mempunyai sepasang kelenjar payudara, yang beratnya kurang lebih 200
gram, saat hamil 600 gram dan saat menyusui 800 gram.
Payudara dibagi menjadi empat kuadran. Dua garis khayalan ditarik melalui
puting susu, masing-masing saling tegak lurus. Jika payudara dibayangkan sebagai
piringan sebuah jam, satu garis menghubungkan jam 12 dengan jam 6 dan garis
lainnya menghubungkan jam 3 dengan jam 9. Empat kuadran yang
dihasilkannya adalah kuadran atas luar (supero lateral), kuadran atas dalam (supero
medial), kuadran bawah luar (infero lateral), dan kuadran bawah dalam (infro
medial).
Ekor payudara merupakan perluasan kuadran atas luar (supero lateral). Ekor
payudara memanjang sampai ke aksilla dan cenderung lebih tebal ketimbang
payudara lainnya. Kuadran luar atas ini mengandung masa jaringan kelenjar
mammae yang lebih banyak atau langsung di belakang areola dan sering menjadi
tempat neoplasia.
Pada kuadran medial atas dan lateral bawah, jaringan kelenjarnya lebih sedikit
jumlahnya, dan yang paling minimal adalah yang di kuadran medial bawah.
Jaringan kelenjar payudara tambahan dapat terjadi di sepanjang garis susu, yang
membentang dari lipatan garis aksillaris anterior, menurun hingga lipatan paha.
Payudara normal mengandung jaringan kelenjar, duktus, jaringan otot
penyokong lemak, pembuluh darah, saraf dan pembuluh limfe.3

1.2.4 Vaskularisasi Payudara


Arteri
Pasokan darah payudara berasal dari jaringan anastomosis kaya axial, mammae
internal dan arteri interkostal (Gambar 2).

Pembuluh darah terbesar muncul dari arteri torakalis interna, cabang perforasi
yang menembus dinding dada berdekatan dengan tepi sternal dari ruang interkostal
pertama sampai keempat. Pembuluh darah dalam ruang kedua biasanya yang
terbesar dari keempatnya.
Keempat cabang dari arteri aksilaris adalah:

toraks superior
Rami pektoralis a. thorako-akromialis. Arteri ini berjalan turun di antara
m. pektoralis minor dan m. pektoralis mayor. Pembuluh ini merupakan
pembuluh utama m. pektoralis mayor, arteri ini akan memberikan aliran

darah ke glandula mamma bagian dalam (deep surface)


Toraks lateral : Pembuluh darah ini berjalan turun menyusuri tepi lateral
muskulus (otot = m) pektoralis mayor untuk mendarahi bagian lateral

payudara.
Subscapular: A. thorako-dorsalis. Pembuluh darah ini merupakan cabang
dari a. subskapularis. Arteri memberikan aliran darah ke m. latissmus
dorsi dan m. serratus magnus. Walaupun arteri ini tidak memberikan
pendarahan pada glandula mamma, tetapi sangat penting artinya, karena
pada tindakan radikal mastektomi, pendarahan yang terjadi akibat
putusnya arteri ini sulit dikontrol, sehingga daerah ini dinamakan the
bloody angel

Vena
Pada daerah payudara terdapat tiga grup vena :
a. Cabang-cabang perforantes v. mammaria interna
Merupakan vena yang tersebar pada jaringan payudara yang mengalirkan
darah dari payudara dan bermuara pada v. Mammaria interna yang
kemudian bermuara pada v. minominata.
b. Cabang v. aksillaris, : terdiri dari v. thorako-akromialis. v. thoraklais lateralis
dan v. thorako-dorsalis.
c. Vena-vena kecil bermuara pada v. Interkostalis
Vena interkostalis bermuara pada v. Vertebralis, kemudian bermuara pada.
Azygos (melalui vena-vena ini, keganasan pada payudara akan dapat
bermetastase langsung ke paru).4

Jaringan Kelenjar, Duktus dan Jaringan Penyokong


Jaringan kelenjar terdiri dari 15-25 lobus yang tersebar radier mengelilingi
puting. Tiap-tiap segmen mempunyai satu aliran yang akan berdilatasi, sesampainya
di belakang areola. Pada retro areolar ini, duktus yang berdilatasi itu, menjadi lembut,
kecuali saat dan selama ibu menyusui, duktus ini akan mengalami distensi. Masingmasing duktus ini tak berisi, dan mempunyai satu bukaan ke arah puting (duktus
eksretorius).4
Tiap lobus dibagi menjadi 50-57 lobulus, yang bermuara ke dalam suatu
duktus yang mengalirkan isinya ke dalam duktus askretorius lobulus itu. Setiap
lobulus terdiri atas sekelompok alveolus yang bermuara ke dalam laktiferus (saluran
air susu) yang bergabung dengan duktus-duktus lainnya, untuk membentuk saluran
yang lebih besar dan berakhir ke dalam saluran sekretorik. Ketika saluran-saluran ini
mendekati puting, saluran-saluran ini akan membesar, untuk menjadi tempat
penampungan air susu (yang disebut sinus laktiferus), kemudian saluran-saluran
tersebut menyempit lagi dan menembus puting dan bermuara di atas permukaannya.5

Di antara kelenjar susu dan fasia pektrolis, juga di antara kulit dan kelenjar

tersebut mungkin terdapat jaringan lemak. Di antara lobulus tersebut, ada jaringan
ikat yang disebut ligamentum cooper yang merupakan tonjolan jaringan payudara,
yang bersatu dengan lapisan luar fasia superfisialis yang berfungsi sebagai struktur
penyokong dan memberi rangka untuk payudara.
a. Pembuluh Getah bening
Pembuluh getah bening aksilla: Pembuluh getah bening aksilla ini
mengalirkan getah bening dari daerah-daerah sekitar areola mamma,

kuadaran lateral bawah dan kuadaran lateral atas payudara


Pembuluh getah bening mammaria interna: Saluran limfe ini mengalirkan
getah bening dari bagian dalam dan medial payudara. Pembuluh ini
berjalan di atas fasia pektoralis lalu menembus fasia tersebut sistem
pertorntes menembus m. pektrolis mayor. Kemudian berjalan ke medial
bersama-sama dengan sistem perforantes menembus m. interkostalis dan
bermuara ke dalam kelenjar getah bening mamaria interna.
Dari kelenjar mammaria interna, getah bening mengalir melalui trunkus
limfatikus mamaria interna. Sebagian akan bermuara pada v. kava, sebagian
akan bermuara ke duktus thorasikus (untuk sisi kiri) dan duktus limfatikus
dekstra (untuk sisi kanan).
Pembuluh getah bening di daerah tepi medial kuadran medial bawah
payudara. Pembuluh ini berjalan bersama-sama vasa epigastrika superior,
menembus fasia rektus dan masuk ke dalam kelenjar getah bening
preperikadial anterior yang terletak di tepi atas diafragma, di atas
ligmentum falsiform. Kelenjar getah bening ini juga menampung getah
bening dari diafragma, ligamentum falsiforme dan bagian antero superior
hepar. Dari kelenjar ini, limfe mengalir melalui trunkus limfatikus
mammaria interna2

b. Kelenjar-kelenjar Getah Bening


Kelenjar getah bening aksilla. Terdapat enam grup kelenjar getah bening
aksilla:
Kelenjar getah bening mammae eksterna. Untaian kelenjar ini terletak di
bawah tepi lateral m. pektoralis mayor, sepanjang tepi medial aksilla. Grup
ini dibagi dalam 2 kelompok:
- Kelompok superior, terletak setinggi ingerkostal II-III

- Kelompok inferior, terletak setinggi interkostal IV-V-VI


Kelenjar getah bening scapula. Terletak sepajang v. subskapularis dan
thoralodoralis, mulai dari percabangan v. aksillaris mejadi v. subskapularis,
sampai ke tempat masuknya v. thorako-dorsalis ke dalam m. latissimus
dorsi.
Kelenjar getah bening sentral (central nodes). Terletak di dalam jaringan
lemak di pusat aksila. Kadang-kadang beberapa di antaranya terletak sangat
superficial, di bawah kulit dan fasia pada pusat aksila, kira-kira pada
pertengahan lipat aksila depan dan belakang. Kelenjar getah bening ini
adalah kelenjar getah bening yang paling mudah diraba dan merupakan
kelenjar aksilla yang terbesar dan terbanyak jumlahnya.
Kelenjar getah bening interpektoral (rotters nodes). Terletak antara m.
pektoralis mayor dan minor, sepanjang rami pektoralis v. thorakoakromialis. Jumlahnya satu sampai empat buah.
Kelenjar getah v. aksillaris. Kelenjar-kelenjar ini terletak sepanjang v.
aksillaris bagian lateral, mulai dari white tendon m. laitssimus dorsi sampai
ke sedikit medial dari percabangan v. aksillaris-v.thorako akromialis.
Kelenjar getah bening subklavikula. Terletak di sepanjang v.aksillaris,
mulai dari sedikit medial percabangan v.aksillaris-v.thorako-aktomialis
sampai dimana v. aksillaris menghilang di bawah tendo m.subklavius.
kelenjar ini merupakan kelenjar aksilla yang tertinggi dan termedial
letakya. Semua getah bening yang berasal dari kelenjar-kelenjar getah
bening aksilla masuk ke dalam kelenjar ini. Seluruh kelenjar getah bening
aksilla ini terletak di bawah fasia kostokorakoid.
Kelenjar getah bening prepektoral, Kelenjar getah bening ini merupakan
kelenjar tunggal yang kadang-kadang terletak di bawah kulit atau di dalam
jaringan payudara kuadran lateral atas disebut prepektoral karena terletak di
atas fasia pektoralis.
Kelenjar getah bening interna, Kelenjar-kelenjar ini terdapat di sepanjangt
trunkus limfatikus mammaria interna, kira-kira 3 cm dari tepi sternum,
terletak di dalam lemak di atas fasia endothoraiska. Pada sela tiga,
diperkiran jumlahnya sekitar 6-8 buah.3
Perkembangan Kehamilan , laktasi , dan Penuaan

Sebuah peningkatan dramatis dalam sirkulasi estrogen ovarium dan plasenta dan
progestin jelas terlihat selama kehamilan , yang memulai perubahan mencolok
dalam bentuk dan substansi dari payudara. Payudara membesar sebagai duktal dan
berproliferasi epitel lobular, kulit areolar gelap, dan aksesori kelenjar areolar
( kelenjar Montgomery ) menjadi menonjol . Pada trimester pertama dan kedua,
saluran cabang kecil dan berkembang. Selama trimester ketiga, tetesan lemak
menumpuk di epitel alveolar dan kolostrum mengisi ruang alveolar dan duktus.
Pada akhir kehamilan, prolaktin merangsang sintesis lemak susu dan protein.

Gambar 8. Perkembangan Payudara


Setelah melahirkan plasenta, progesteron dan estrogen menurun, yang
memungkinkan ekspresi penuh dari laktogenik prolaktin. Produksi susu dan
pelepasan dikendalikan oleh refleks saraf yang berasal dari ujung saraf kompleks
puting - areola. Laktasi membutuhkan stimulasi rutin pada saraf sehingga dapat
terus menghasilkan sekresi prolaktin dan susu. Oksitosin memulai kontraksi sel-sel
mioepitel, yang menghasilkan kompresi alveoli dan aliran susu ke dalam sinus
laktiferus. Setelah penyapihan dari bayi , pengeluaran prolaktin dan oksitosin
menurun. Menyebabkan peningkatan tekanan di dalam saluran dan alveoli, yang
menyebabkan atrofi epitel Gambar C). Dengan menopause terjadi penurunan
sekresi estrogen dan progesteron oleh ovarium dan involusi duktus dan alveoli

payudara. Sekitarnya meningkat fibrosa jaringan ikat dalam kepadatan, dan


jaringan payudara digantikan oleh jaringan adiposa Gambar D).5

DAFTAR PUSTAKA
1. Brunicardi et al. Schwartzs Principle of Surgery, The McGraw-Hill
Companies, USA. 2010.
2. Ellis, Harold. Anatomy and physiology of breast. 2013 [cited 2015 Dec 10].
Available

from:

www.surgeryjournal.co.uk/article/S0263-9319(12)00234-

7/abstract
3. Riggio E, Quattrone P, Nava M. Anatomical study of the breast superficial
fascial system: the inframammary fold unit European Journal of Plastic
Surgery August 2000, Volume 23, Issue 6, pp 310-315.
4. Nakajima, Hideo, Imanishi, Nobuaki, Aiso, Sadakazu. Arterial anatomy of the
nipple-areola complex. Journal of the American Society of Plastic Surgeon.
Volume 96 - Issue 4.
5. Jacques W. Maliniac, M.D. Breast deformities: Anatomical and physiological
cosiderations in plastic repair. The American Journal of Surgery Volume 39,
Issue 1, January 1938, Pages 5461.