Você está na página 1de 3

Aplikasi kasus kasus

Kode etik dapat dipakai sebagai alat untuk menganalisis berbagai kasus dan
mendapatkan bebeapa pandangan yang tepat.
Kasus chip intel pentium
Pada akhir tahun 1994 media mulai melaporkan adadnya cacat dalam
mikroprocesor pentium terbaru yang dibuat oleh intel. Cacat pentium adalah
masalah yang sangat penting karena pentium digunakan pada 80% komputer
pribadi yang dibuat diseluruh dunia. Namun pada tahun 1994 terdapat cacat
yang berbeda yaitu cacad yang diketahui oleh pengguna. Cacat terjadi pada
floating-point unit (FPU) dan menyebabkan jawaban yang salah ketika operasi
aritmatika presisi-ganda.
Mula-mula respon intel terhadap laporan ini adalah menyangkal adanya masalah
dengan chip tersebut. Namun ketika jelas bahwa penyangkalan tersebut tidak
akurat, intel mengubah kebijakan dengan menyatakan bahwa meskipun ada
cacat pada chip tersebut, cacat tersebut tidak signifikan dan sejumlah besar
pengguna tidak akan mengetahuinya. Chip itu akan diganti secara gratis hanya
untuk pengguna yang dapat menunjukkan bahwa mereka memerlukan versi chip
yang tidak cacat.
Tentu saja kebijakan tersebut tidak memuaskan sebagian besar pemilik pentium.
Maka dari itu makan perusahaan Ibm membatalkan penjualan seluruh komputer
IBM yang mengandung chip yang cacat itu. Akhirnya setelah banyak publisitas
negatif dalam literatur komputer pribadi yang terkenal dan merebaknya tuntutan
dari para pengguna pentium, intel akhirnya setuju untuk mengganti chip yang
cacat tersebut dengan versi yang tidak cacaat untuk semua pelanggan yang
mminta chip itu diganti. Karna hal ini intel pun harus mengeluarkan tidak kurang
dari 475 juta dolar untuk menyelesaikan masalah ini.
Kasus beton landasan pacu di bandara internasional denver (DIA)
Pada awal tahun 1990, kota denver, colorado melaksanakan salah satu proyek
pekerjaan umum terbasar dalam sejarah pembangunan bandara baru untuk
menggantikan bandara internasional stapleton yang lama. .tentunya ukuran dan
kompleksitas tipe proyek ini akan menimbulkan banyak masalah
seperti
pembengkakan biaya, mengemukanya isu keselamatan dan kesehhatan kerja
dan munculnya kontroversi tentang perlu tidaknya proyek tersebut.
Mungkin masalah yang paling populer dalam pembangunan ini adalah tidak
berfungsinya komputer baru yang mengendalikan sistem penanganan bagasi
berteknologi tingggiyang dalam pengujian awalnya terud merusak dan
menempatkan begasi pada rute yang salah.. masalah sistem ini menunda
pembukaan bandara selama lebih dari setahun dan membuat kota
mengeluarkan biaya jutaan dolar untuk mengganti sistem dan kehilangan
pendapatan karena bandaa belum juga beroperasi.

Cerita tentang masalah beton di DIA pertama kali dilaporkan oleh danver post
pada awal agustus 1993ketika bandara hampir selesai. Dua subkontraktor
mengajukan tuntutan hukum melawan kontraktor yang mengajukan pengerasan
runway. Dua perusahaan subkontraktor tersebut mengklaim bahwa perusahaan
kontraktor tersebut memiliki hutang pada mereka. Sebagian tuntutan ini adalah
pernyataan bahawa kontraktor tersebut telah mengubah komposisis beton yang
digunakan untuk konstruksi runway dan apron, karena perusahaan kontraktor
mengurangi mutu beton dengan memperbanayak krikil, air,, dan pasir yang
mengakibatkan kekuatan beton lebih lemah. Motivasi perusahaan kontraktor
tersebut melakukan ini adalah untuk menghemat pengeluaran dan selanjutnya
meningkatkan keuntungan mereka.
Awalnya pejabat denver meremehkan laporan pengurangan mutu beton
tersebut, dan mempercayakan pada uji independen beton. Selanjutnya, pihak
kota denver memerintahkan pencuplikan sempel beton runway. Pengujian pda
sempel beton runway mempunyai kekuatan yang benar. Subkontraktor
menyatakan bahwa campuran yang tidak tepat dpat menghasilakan uji yang
benar, tetapi akan menyebabkan umur runway jadi lebih pendek. FBI pun
akhirnya turun tangan dalam penyelidikan kasus in, karena ijin transportasi
federal digunakan oleh denver untuk membantu keuangasn pembangunan
runway. Pada november 1994 di denven post memuat rician sejumlah besar
pernyataan kegiatan ilegal dan praktek tidak etis menyangkut konstruksi runway.
Pada musim panas 2003, DIA telah dioperasikan selama bertahun-tahun dan
tidak ada masalah yang muncul terkait dengan keadaan runway. Sayangnya
masalah ketahanan runwayb mungkin memang tidak muncul sampai beberapa
tahun pemakaian lagi.
Sementara itu, masih ada proses hukum dan
penyelidikan tentang masalah ini dan tindakan tidak etis lainnya seputar
pembangunan bandara ini.
Kasus penawaran kompetitif dan kasus paradyne
Meskipun penawaran kompetitif adalah praktek yang dikenal baik dalam
pembelian, prkatek ini dapat meimbulkan banyak msalah etika yang
berhubungan dengan dengan kecurangan dari pihak penjual dan dengan
ketidakadilan dari pihak penjual atau dengandari pihak pembeli dalam memilih
penjual. Ide yang melatar belakangi penawaran kompetitif adalah bahwa
pembeli bisa memperoleh suatu produk pada harga terbaik dengan mengadakan
kompetisi antar berbagai pemasok. Hal ini menimbulakn godaan untuk berbuat
curang dalam penawaran. Surat kabar juga banyak memberitakan tentang
kesepakatan dibawah penawaran untuk memenangkan kontrak, diikuti dengan
pembengkakakn biaya yang tidak terhindarkan, Mencuri informasi penawar lain
untuk dapat mengalahkan penawaran mereka dan sebagainya. Kasus paradyne
computer sangat berguna untuk mengilustrasikan beberapa bahaya yang
berhubungan dengan penawaran kompetitif.
Awal kasus ini terjadi ketika sosial security aministration (SAA) mengumumkan
permintaaan proposalsistem komputer untuk mengganti peralatan lama dikantor
lapangannya. SAA memerlukan komputer yang menyediakan akses ke database

pusat. Database ini digunakan oleh pejabat lapangan dalam pengeluaran nomor
jaminan sosial yang baru dan pemerosesan klaim keuntungan. SAA bermaksud
membeli sistem jadi yang telah terjual yang sudah ada dlaam lini produk pada
penjual, ketimbang sistem lama.
Masalah terjadi setelah pemberian kontrak, ketika komputer paradyne gagal
dalam ujipenerimaan. Persyaratan akhirnya diperlunak agar komputer dapat
memenuhinya. Setelah pengiriman, banayak pejabat SSA yang melapor bahwa
komputer itu sering tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Salah satu
persyaratan kontrak adalah bahwa komputer dapat berfungsi sepanjang 98%
waktu pemakaian. Persyaratan ini tidak tepenuhi hingga bulan 21 masa operasi.
Setelah 2 tahun akhirnya sistem adapat berjalan sesuai rencana..
Penyelidikan betahap yang dilakukan SSA mengindikasiaknbahwa produk yang
dipasok oleh paradyne bukanlah sistem yang telah terjual, melainkan sistem
yang menerapkan teknologi baru yang belum sempurna dan masih dalam
pengembangan.
Ada masalha lain yang berhubungan dengan performa paradyne selama proses
penawaran. RFP menyatakan bahwa sebelum pemenang penawaran ditetapkan,
ada demonstrasi awal produk bukan demonstrasi prototype, paradyne
mendemonstasikan komputer yang berbeda kepada SSA. Paradyne pura-pura
menyatakakan bahwa karena peralatan DEC berdasarkan processor 16-bit sama
seperti P8400 yang mereka tawarkan.Sebagian kekonyolan ini sebenarnya juga
merupakan SSA sendiri. Ada 6 penawar yang mengajukan tawaran untuk kontrak
tersebut. Situasi ini terselesikan ketika komputer paradyne akhirnya dapat
berfungsi sebagaimana mestinya. Meskipun demikian, akibat masalah ini ada
banyak penyelidikan dilakukan badan pemerintah.