Você está na página 1de 8

OBAT ANALGETIK

1.

Paracetamol/Acetamino Nama Dagang:


phen
Kategori : Bebas
Sediaan:

Tylenol, Panadol, Sanmol

Preg. Cat. : B

Mekanisme:

Mekanisme utama aksi: penghambatan siklooksigenase


(COX) , efek dominan pada COX - 2 shg mencegah
metabolisme asam arakidonat menjadi prostaglandin H2 .
Penghambatan COX enzim mengurangi konsentrasi
prostaglandin E2

DIH, ISO

ESO:
KI:
Interaksi:
DIF

Tablet 250 mg, 500 mg


Kaplet 500 mg
Sirup 120 mg/5 ml
Kapsul 500 mg

Kemerahan pada kulit, nefrotoksik, hepatotoksik,


anemia
Hipersensitivitas terhadap acetaminophen
1. Hydantoin (2): meningkatkan resiko hepatotoksik.
Efek terapeutik asetaminofen dapat menurun
Solusi: resiko hepatotoksis meningkat saat
pemakaian asetaminofen dengan dosis tinggi dan
hydantoin secara bersama
2. Etanol (2): meningkatkan resiko hepatotoksik

Solusi: berikan informasi untuk tidak konsumsi alcohol


atau parasetamol berlebih

Informasi:

2.

Asam Mefenamat
Kategori : Obat keras
Preg.
C
Cat. :
D (t.3)

obat dapat masuk kedalam air susu


Tidak boleh digunakan bersama dengan etanol karena
meningkatkan resiko hepatotoksik

Nama Dagang: Ponstel, Ponstan


Sediaan:
Tab. 250; 500 mg
Mekanisme:
Menghambat
sintesis
prostaglandin
dengan
menurunkan aktivitas enzyme COX
ESO:
Pusing, mual muntah, gastric/duodenal ulcer
KI:
Hipersensitif dgn asam mefenamat atau gol. NSAID
Interaksi:
1. Methotrexate (1) toksisitas mtx ( stoamtitis, bone
DIF
marrow suppression, nefrotoksik) meningkat.
Solusi : monitor level MTX, pertimbangkan untuk
memberikan durasi yang lebih lama leucovorin
rescue therapy pada pasien yang menerima NSAIDs
2. Aminoglikosida (2) konsentrasi plasma
gol.aminoglikosida
(amikacin,
neomycin,
tobramycin, dll) mungkin meningkat pada bayi
premature.

Solusi : Kurangi dosis aminoglikosida


3. antikoagulan (2) NSAID mungkin meningkatkan
resiko pendarahan akibat antikoagulan oral
Solusi : monitor dan beritahuu pasien agar melapor
pada dokter jika ada tanda-tanda bleeding

3.

Ibuprofen
Kategori : OTC
Preg.
C
Cat. :
D (t.3)

Informasi:

Diminum sesudah makan untuk mengurangi resiko


ulcer/gastritis

Nama Dagang:
Sediaan:
Mekanisme:

Advil, Proris
Kaplet 200 mg; sirup 100mg/5mL
menghambat terbentuknya prostaglandin dengan
menurunkan aktivitas dari enzim siklooksigenase
Pusing, mual muntah, gastric/duodenal ulcer
Hipersensitif dgn ibuprofen, aspirin, NSAIDs lainnya
1. Aspirin (1): efek kardioprotekstif dosis rendah
aspirin menurun. Gastric irritant
2. Metotreksat (1): meningkatkan toksisitas
metotreksat (MTX)
Solusi: monitoring gangguan renal yg daapat
memberikan gambaran toksisitas MTX
3. Warfarin (1): meningkatkan aktifitas antikoagulan
dan resiko pendarah
Solusi: monitoring scr seksama dan laporkan bila
terjadi tanda dan gejala pendarahan
Diminum setelah makan, tablet kunyah mungkin
mengandung phenilanaline.

ESO:
KI:
Interaksi:
DIF

Informasi:

4.

Kalium diklofenak
Nama Dagang:
Kategori : OTC
Sediaan:
Preg.
C
Mekanisme:
Cat. :
B (gel
topical 3%)
ESO:
KI:
Interaksi:
DIF

Informasi:

Cataflam
Tablet, delayed released, enteric coated : 50mg ; 75mg
menghambat enzim COX-1 dan 2, mengurangi
pmbentukan prostaglandin
edema, dizziness, sakit kepala, rash, mual, muntah
alergi NSAIDs, penderita jantung yg telah operasi
bypass
1. turunan salisilat (1): menurunkan efek antiplatelet
aspirin,
solusi: mengganti analgesik yg bkn NSAIDs,
ataudiberi jeda 1 jam setelah minum aspirin
2. Metotreksat (1): meningkatkan toksisitas
metotreksat (MTX)
Solusi: monitoring kadar methotrexate pd pasien jgn
sampai toxic
3. Anti-koagulan,warfarin,heparin (1): meningkatkan
efek antikoagulan dan resiko pendarahan
Solusi: monitoring pasien jika trjadi tanda
pendarahan dihentikan penggunaan atau lapor dokter
penggunaan sesuai petunjuk, jgn menaikkan dosis

tanpa konsul dokter, tidak menggerus atau kunyah


tablet.
Minum banyak air atau dengan makan untuk
mengurangi gangguan GI
Hindari alcohol, aspirin, atau inflamasi lain kecuali
disetujui dokter
5.

Na Diklofenak
Kategori : OWA
Preg.
C
Cat. :

Nama Dagang:
Sediaan:
Mekanisme:
ESO:
KI:
Interaksi:
DIF
Informasi:

6.

Metampiron/Antalgin
Kategori : OWA
Preg.
C
Cat. :
D (t.3)

Nama Dagang:
Sediaan:
Mekanisme:
ESO:
KI:
Interaksi:
DIF
Informasi:

7.

Asetosal
Kategori
Preg.
Cat. :

: OTC
C
D (t.3)

Nama Dagang:
Sediaan:
Mekanisme:
ESO:
KI:
Interaksi:
DIF

Nilaren, Neurofenac
Tablet 25; 50; 75 mg
menghambat enzim siklooksigenase 1 dan 2 (COX-1
dan COX-2)
edema, dizziness, diare, dispepsia
hipersensitif diklofenak
1. Peningkatan efek diklofenak oleh kortikosteroid.
Penurunan efek diklofenak oleh beta bloker.
hati hati pemakaian pada: wanita hamil trimester 1,
wanita laktasi, pasien dengan riwayat tukak peptik
Antalgin, Betalgin
Tablet 500 mg
Mengurangi produksi prostaglandin yang dihasilkan
oleh kaskade asam arakhidonat sehingga mengurangi
impuls nyeri yang diterima ssp.
Agranulositosis, gangguan GI
Hipersensitif, wanita hamil & menyusui, tekanan darah
sistolik < 100 mmHg
1. Dengan klorpromazin menyebabkan hipotermia
berat.
Diminum sesudah makan untuk mengurangi rasa tidak
nyaman pada GI.
Tidak diindikasikan untuk nyeri otot pada flu, rematik,
sakit punggung, nyeri lengan-bahu.
Aspirin, Aspro
Tablet 100; 300; 500; 650 mg
menghambat enzim siklooksigenase 1 dan 2 (COX-1
dan COX-2)
heartburn, mual muntah, gastric/duodenal ulcer
Hipersensitif dgn salisilat dan NSAID lainnya. Tidak
untuk anak <16thn untuk infeksi virus
1. NSAID (1): gastritic irritant
Solusi: pemakaian NSAID 8 jam sebelum atau
30 menit setelah immediate-release Aspirin.
Atau Aspirin digunakan setidaknya 1 jam stlh
mengkonsumsi aspirin enteric coated
2. heparin (1): resiko pendarahn dapat meningkat
solusi: monitor parameter koagulasi dan tanda
dari pendarahn jika dikombinasi
3. warfarin (1): efek antikoagulan dapat meningkat

Informasi:

solusi: adjust dosis antikoagulan saat


memulai/meghentikan salisilat
Diminum dengan makanan atau minum yang banyak
untuk mengurangi gangguan GI

Keterangan:
o

Brand yg pertama dituliskan dan italic merupakan innovator drug

Pada interaksi obat, penulisan angka setelah nama obat merupakan tingkat signifikansi interaksi
dari dengan tersebut

OBAT ANTIBIOTIK
1.

Amoxicilin
Kategori : Obat keras
Preg. Cat. B
:

Nama Dagang: Amoxil, Amoxan


Sediaan:
Tab. 250; 500 mg
Mekanisme:
Menghambat sintesis dinding sel bakteri
ESO:
KI:
Interaksi:
DIF hal.936

Informasi:
2.

Ampicilin
Kategori : Obat keras
Preg. Cat. B
:

Nama Dagang: Marcilin, Amcilin


Sediaan:
Tab. 250; 500 mg
Mekanisme:
Menghambat sintesis dinding sel bakteri
ESO:
KI:
Interaksi:
DIF

Informasi:
3.

Tetrasiklin
Kategori : Obat keras
Preg. Cat. D
:

Ansietas, pusing, mual


Hipersensitif terhadap penisilin
1.Tetrasiklin (1): menghambat aksi penisilin
Solusi: menghindari pemakaian scr bersamaan
2.Makanan (2) : bisa menghambat/mengurangi
absorbsi penisilin
Solusi : gunakan penisilin 1 jam sebelum/2 jam
setelah makan
Mungkin dapat menyebabkan diare, diminum pada saat
perut kosong, harus sampai habis

Ansietas, pusing, mual


Hipersensitif terhadap gol. Penicilin
1.Tetrasiklin (1): menghambat aksi penisilin
Solusi: menghindari pemakaian scr bersamaan
2.Makanan (2) : bisa menghambat/mengurangi
absorbsi penisilin
Solusi : gunakan penisilin 1 jam sebelum/2 jam
setelah makan
Diminum pada saat perut kosong, harus dihabiskan

Nama Dagang: Achromicin, Tetrasanbe


Sediaan:
Kapsul 100; 250; 500 mg ; Tablet 250; 500 mg
Mekanisme:
Menghambat sintesis protein (ikatan dengan 30s dan
50s)
ESO:
Fotosensitifitas, mual, gigi kuning pada anak kecil
KI:
Hipersensitif terhadap tetrasiklin, tidak untuk anak

Interaksi:
DIF hal.501

Informasi:

4.

Cefixime
Kategori : Obat keras
Preg. Cat. B
:

kecil dibawah 8 th
1.Digoxin (1): tetrasiklin dapat mengubah bakteri di GI
(yg memetabolisme digoxin) sehingga menaikkan
level serum digoxin
Solusi: monitor level digoxin, mengurangi dosis
digoxin
2. Gol. penisilin (1): menghambat aksi penisilin
Solusi: menghindari pemakaian scr bersamaan
Digunakan 1 jam sebelum makan/2 jam setelah makan,
konsumsi air putih yg banyak setelah konsumsi
tetrasiklin, hindari paparan sinar matahari, jangan
konsumsi bersama susu/produk susu

Nama Dagang: Suprax, Ceptik


Sediaan:
Tab. 200; 400 mg (film coated)
Mekanisme:
Menghambat sintesis dinding sel
ESO:
KI:
Interaksi:
DIH

Informasi:

Mual, nyeri perut, flatulen


Hipersensitif terhadap cefixime, gol. Sepalosporin
1.Probenesid : meningkatkan efek cefixime
(menghambat eliminasi cefixime)
Solusi : menurunkan dosis cefixime
2.Furosemid dan aminoglikosida: meningkatkan
nefrotoksisitas
Solusi : hindari pemakaian bersama
Harus habis, sebaiknya diminum bersama makan agar
mengurangi rasa tidak nyaman di perut

5.

Ciprofloxacin
Kategori : Obat keras
Preg. Cat. C
:

Nama Dagang: Ciproxin, Baquinor


Sediaan:
Tablet 250; 500 mg
Mekanisme:
Menghambat
sintesis
DNA
bakteri
dengan
penghambatan enzim DNA-girase
ESO:
Pusing, mual, muntah, diare
KI:
Hipersensitif terhadap ciprofloxacin, gol. Quinolone
Interaksi:
1.Makanan (2): menurunkan absorbsi Cipro
DIF
Solusi: perpanjang interval pemberian Cipro
2. Antasida (2): menurunkan absorbsi Cipro
solusi: berikan antasida 6 jam sebelum/2 jam setelah
Cipro
Informasi:
Diminum pada waktu perut kosong atau 2 jam setelah
makan. Jangan terpapar sinar matahari dalam jangka
waktu yg lama. Obat harus diminum sampai habis

6.

Cefadroxil
Kategori : Obat keras
Preg. Cat. B
:

Nama Dagang: Duricef, Cefat


Sediaan:
Kapsul 250; 500 mg
Mekanisme:
Menghambat sintesis dinding sel bakteri
ESO:
KI:

Diare, mual, muntah


Hipersensitif terhadap cefadroxil, gol. Cefalosporin

Interaksi:
(DIH)
Informasi:

1.Kontrasepsi oral: menurunkan efektifitas


Solusi: ganti dengan kontrasepsi hormonal
2.Probenesid: menaikkan kadar cefadroxil dalam darah
Solusi: turunkan dosis probenesid atau cefadroxil
Laporkan bila terjaadi diare yg berkelanjutan. Obat
harus diminum sampai habis

Keterangan:
o

Brand yg pertama dituliskan dan italic merupakan innovator drug

Pada interaksi obat, penulisan angka setelah nama obat merupakan tingkat
signifikansi interaksi dari dengan tersebut

OBAT PSIKOTROPIKA
1.

Fluoksetin
Nama Dagang:
Kategori : Obat keras, Sediaan:
psikotropika
gol IV
Preg. Cat. C
Mekanisme:
:
ESO:
KI:
Interaksi:
DIF

Informasi:
2.

Haloperidol
Nama Dagang:
Kategori : Obat keras, Sediaan:
psikotropika
gol. IV
Preg. Cat. C
Mekanisme:
:
ESO:
KI:
Interaksi:
DIF

Prozac, Kalxetin
Kapsul 10; 20; 40 mg
Menghambat pengambilan kembali (re-uptake)
serotonin
Insomnia, sakit kepala
Hipersensitif terhadap fluoksetin, MAO inhibitor
1. MAO inhibitor (1) : terjadinya sindrom serotonin
seperti tidak sadarkan diri, gemetar
Solusi: tidak boleh digunakan bersamaan.
2. Tramadol (1): terjadinya sindrom serotonin seperti
gemetar, ataksia
Solusi: monitoring dengan cermat. Apabila terjadi
sindrom serotonin harus cepat mendapat perawatan
medis
Lebih baik diminum pada pagi hari untuk mencegah
gangguan tidur
Haldol, Lodomer
Tablet 0,5; 1; 2; 5; 10 mg
Memblok reseptor dopaminergic pada otak
Takikardia, pengelihatan kabur, pening
Hipersensitif
terhadap
haloperidol,
penderita
Parkinson, penyakit jantung dan hati yang parah
1. Litium (1): dpt menyebabkan efek ekstrapiramidal,
encephalopathy
Solusi: monitoring secara seksama, bila interaksi
terjadi hentikan kedua obat
2. Rifampin (2): meningkatkan kadar plasma dan efek

Informasi:

3.

Diazepam
Nama Dagang:
Kategori : Obat keras, Sediaan:
psikotropika
gol.IV
Preg. Cat. C
Mekanisme:
:
ESO:
KI:
Interaksi:
DIF

Informasi:

4.

Alprazolam
Nama Dagang:
Kategori : Psikotropika Sediaan:
Preg. Cat. D
Mekanisme:
:

haloperidol
Solusi: merubah dosis haloperidol
Jangan menggunakan antasida dalam rentang 2 jam.
Hindari alcohol atau kafein dan obat lain yang tidak
disetujui oleh dokter
Valium, Valisanbe
Tab. 2 dan 5mg
Potensiasi efek GABA di sistem limbik
Kelelahan, hipotensi
Hipersensitif
terhadap
benzodiazepin,
kondisi
kehamilan
1. Simetidin menurunkan metabolism diazepam.
Solusi : Monitoring terapi
2. Depresan SSP meningkatkan efek penekanan syaraf
pusat.
Solusi : Monitoring terapi
3. Karbamazepin
meningkatkan
metabolisme
diazepam.
Solusi : Monitoring terapi
Menghindari makanan seperti kopi, teh, dan coklat;
penggunaan obat jangan dihentikan tiba-tiba apabila
digunakan lebih dari satu bulan

Xanax, Alganax
Tab. 0,25; 0,5; 1; 2mg
Peningkatan efek penghambatan GABA melalui
peningkatan
permeabilitas
membran
untuk
memudahkan ion Cl masuk ke sel yg
mengakibatkan hiperpolarisasi dan stabilisasi
membran neurom
Sakit kepala, konstipasi
Glaukoma, hipersensitif, pengguna obat dengan
target inhibitor CYP3A4
Itrakonazol & ketokonazol :meningkatkan kadar
alprazolam dalam darah dengan menurunkan laju
metabolismenya
-

ESO:
KI:
Interaksi:
DIF

5.

Flunitrazepam
Kategori : Psikotropika
Preg. Cat.
:

Informasi:

Jangan minum alkohol, minum air putih 2L/hari

Nama Dagang:
Sediaan:
Mekanisme:
(sumber:
National Center
for

Rohypnol, Flunipam, Hipnosedon


Tab. 1; 2mg
berikatan secara non-spesifik pada reseptor
benzodiazepine yg memediasi tidur, relaksasi otot,
aktivitas antikonvulsan, koordinasi motoric, dan
ingatan.

Biotechnology
Information.
PubChem
Compound
Database;
ESO:
KI:
Interaksi:
DIF
Informasi:

Sakit kepala, kelemahan otot, depresi


Hipersensitif terhadap flunitrazepam atau gol.
Benzodiazepine; gangguan ginjal atau hati
Jangan minum alkohol

Keterangan:
o

Brand yg pertama dituliskan dan italic merupakan innovator drug

Pada interaksi obat, penulisan angka setelah nama obat merupakan tingkat signifikansi interaksi
dari dengan tersebut

OBAT NARKOTIKA
1.

Kodein
Kategori Keras
Preg.Cat
C, D (jika digunakan
dalam jangka waktu lama
atau dalam dosis tinggi)

Nama
Dagang
Sediaan
Mekanisme
ESO
KI
Interaksi
Informasi

2.

Tramadol
Kategori
Preg.Cat

Keras
C

Nama
Dagang
Sediaan
Mekanisme
ESO
KI
Interaksi

Informasi

Codipront, coditam
Tablet 10 mg, 15 mg, 20 mg, 30 mg
Berikatan dengan opiat reseptor pada sistem saraf pusat
Konstipasi, mengantuk
Hipersensitif dengan kodein
Quinidin (2) : efek kodein menurun
Solusi: menggunakan alternative analgesik
Mengakibatkan ketergantungan bila digunakan dalam
jangka panjang
Tramal, Bellatram
Tablet 50 mg, 100 mg
Berikatan pada reseptor -opiat pada sistem saraf pusat
Sakit kepala, mual, muntah, diare, kembung
Hipersensitivitas terhadap tramadol, opiat, dan
penyusunnya.
Antikoagulan (4), eg = warfarin : efek antikoagulan
meningkat
Solusi : monitor koagulasi dan mengatur kembali dosis
antikoagulan jika diperlukan
Hindari mengemudi atau mengoperasikan mesin hingga
efek dari obat telah hilang