Você está na página 1de 4

ANALISA KERUSAKAN BANGUNAN MASJID JAMI AT

TAQWA BANYUMAS YANG ROBOH AKIBAT GEMPA BUMI


Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Teknik Gempa
Dosen Pengampu: Ida Nugroho Saputro, ST, M.Eng.

Oleh:

Satrio Adhi Nugroho


K1513066

PENDIDIKAN TEKNIK BANGUNAN


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SEBELAS MARET
SURAKARTA
2016

Analisa Kerusakan Bangunan Masjid Jami At taqwa Banyumas


yang Roboh Akibat Gempa Bumi

Sejumlah warga melihat kondisi sebuah Masjid Jami At Taqwa yang roboh di Banyumas,
Jawa Tengah, Sabtu (25/1). Masjid yang berada di tengah pemukiman warga itu roboh akibat
gempa yang mengguncang wilayah Kebumen.
BANYUMAS (BanyumasNews.com) Tim Geologi UGM melakukan mitigasi kondisi
masjid Jami At Taqwa di Desa Kranggan, Pekuncen, Banyumas. Tempat ibadah dua lantai
milik warga ini ditenggarai roboh akibat goncangan gempa kebumen. Namun begitu,
bangunan masjid tersebut menjadi satu-satunya bangunan yang rusak parah akibat gempa
akhir januari lalu tersebut. Sementara bangunan rumah penduduk yang ada di sekitar masjid
tetap berdiri kokoh.
Menurut peneliti Geologi UGM Dr. Wahyu Wilopo, S.T., M.Eng, robohnya masjid
tersebut tidak dipicu perubahan geologi atau zona gerakan tanah yang ada di daerah tersebut
melainkan karena tidak kokohnya struktur bangunan masjid menahan goncangan gempa.

Jika diamati dari foto diatas bangunan masjid tersebut dikategorikan rusak total/roboh
dan tidak dapat digunakan lagi dikarenakan sebagian besar komponen utama struktur yang

hancur. Secara teknis, bangunan tersebut gagal mengantisipasi gempa karena struktur bagian
bawah yang hancur terlebih dahulu dibandingkan bangunan rangka atasnya.
Hal tersebut terjadi dikarenakan oleh beberapa faktor antara lain:
a) Kegagalan Soft Story. Yang dimaksud kegagalan soft story adalah suatu kondisi
dimana struktur lantai bawah tidak kuat lagi menerima beban dari lantai diatasnya,
dengan kata lain lantai bawah lebih lunak dari pada lantai yang diatasnya. Kondisi
tersebut mengakibatkan runtuhnya struktur lantai bawah akibat beban dari lantai
atas. Pada bangunan tersebut terjadi kegagalan soft story pada struktur lantai satu
yang roboh tetapi lantai diatasnya masih utuh.
b) Mutu Beton yang Kurang Baik. Dari gambar tersebut dapat dilihat bahwa semua
kolom rata dengan tanah akan tetapi plat lantai dan balok tidak hancur. Hal
tersebut menandakan kualitas beton dari bangunan tersebut kurang baik.
c) Perencanaan yang Kurang Matang. Bangunan tersebut tidak dirancang untuk
tahan gempa sepenuhnya. Hal tersebut dapat dilihat dari beberapa jenis kerusakan
yang terjadi. Perencana kemungkinan agak sedikit mengabaikan faktor gempa
untuk pembangunan bangunan tersebut.
Kesimpulannya adalah bangunan tersebut roboh dikarenakan perancanganya yang
kurang memperhatikan SNI teknik gempa. Setidaknya struktur bangunan yang akan dibuat di
masa mendatang sesuai dengan kaidah dasar bangunan, yaitu struktur dan rangka bagian
bawah dapat lebih lama menahan gempa dibandingkan struktur atas sehingga memungkinkan
orang menyelamatkan diri saat terjadi gempa bumi.

Referensi :
http://banyumasnews.com/78366/mesjid-jami-roboh-karena-struktur-bangunan-yang-kurangkokoh/

http://www.merdeka.com/foto/peristiwa/311699/20140125183106-ini-masjid-di-banyumasyang-roboh-akibat-gempa-kebumen-001-nfi.html
http://proyeksipil.blogspot.co.id/2013/05/jenis-kerusakan-yang-terjadi-pada.html
http://dokumen.tips/documents/evaluasi-kerusakan-struktur-bangunan-akibat-gempapadang.html