Você está na página 1de 32

ASUHAN KEPERAWATAN IBU HAMIL

TRIMESTER I

OLEH
KELOMPOK 7
NI LUH PUTU SANTI SRININGSIH
(NIM: P07120014053)
NI KADEK MEGA YANTI
(NIM: P07120014059)
NI WAYAN KRISMA ANDIANI
(NIM: P07120014063)
TINGKAT II.2 DIII KEPERAWATAN

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA


POLITEKNIK KESEHATAN DENPASAR
TAHUN AKADEMIK 2015/2016

ASUHAN KEPERAWATAN IBU HAMIL TRIMESTER I

A. Pengertian Kehamilan Trimester Pertama


Kehamilan adalah pertumbuhan dan perkembangan janin
intrauterin mulai sejak konsepsi dan berakhir sampai permulaan
persalinan. Kehamilan matur berlangsung 40 minggu dan tidak
boleh lebih dari 42 minggu (Wiknjosastro, 1996).
Menurut Federasi Obstertri dan Ginekologi Internasional,
kehamilan didefinisikan sebagai fertilisasi atau penyatuan dari
spermatozoa dan ovum dan dilanjutkan dengan nidasi atau
implantasi. Bila dihitung dari saat fertilisasi hingga lahirnya bayi,
kehamilan normal akan berlangsung dalam waktu 40 minggu
atau 10 bulan lunar atau 9 bulan menurut kalender internasional.
Kehamilan terbagi dalam tiga trimester, dimana trimester kesatu
berlangsung dalam 12 minggu, trimester kedua 15 minggu
(minggu ke-1 hingga ke-27) dan trimester ketiga 13 minggu
(minggu ke-28 hingga 40)
Kehamilan trimester pertama adalah usia kehamilan dari
minngu pertama sampai minggu ke 12, yang ditandai oleh
beberapa

hal

seperti,

mual

muntah

yang

terjadi

karena

perubahan dalam tubuh yang terjadi selama hamil, nyeri pada


payudara biasanya disebabkan oleh membesarnya payudara ibu
karena

berkembangnya

kelenjar

susu

dn

pasokan

darah

meningkat, flek yang terlihat seperti menstruasi karena darah


yang dilepas saat telur dibuahi melekatkan diri ke dinding rahim.
B. Tanda tanda Kehamilan
Untuk memastikan kehamilan ditetapkan dengan melakukan
penilaian terhadap beberapa tanda dan gejala hamil, antara lain :
Tanda-tanda yang memungkinkan seseorang hamil adalah :
1. Rahim membesar : sesuai dengan tuanya kehamilan
2. Pada pemeriksaan dijumpai :
a. Tanda Hegar

Konsistensi rahim yang menjadi lunak, terutama daerah


isthmus uteri sedemikian lunaknya, sehingga jika kita
letakkan 2 jari dalam forniks posterior dan tangan satunya
pada dinding perut atas symphyse, maka isthmus ini tidak
teraba seolah-olah corpus uteri sama sekali terpisah dari
cervik
b. Tanda Piscaseck
Uterus membesar ke salah satu jurusan hingga menonjol
jelas ke jurusan pembesaran tersebut.
c. Tanda Chadwicks
Warna selaput lendir vulva dan vagina menjadi ungu atau
merah muda
d. Kontraksi Braxton hicks
Pada saat palpasi atau waktu toucher rahim yang lunak
tiba-tiba menjadi keras karena berkontraksi.
e. Teraba Ballottement
Mendekati pertengahan kehamilan, Volume janin masih
kecil dibandingkan dengan volume cairan amnionnya.
Akibatnya, tekanan mendadak yang dikenakan pada uterus
dapat menyebabkan janinnya tenggelam dalam cairan
amnion dan kemudian kembali keposisi semula.
3. Pemeriksaan tes biologis kehamilan positif.
Tanda- tanda fisiologis :
1

Amenore (tidak adanya menstruasi)


Amenorea ini disebabkan karena konsepsi dan nidasi, yang
menyebabkan tidak terjadi pembentukan folikel degraff dan
ovulasi.

Oleh

karena

itu

sangat

penting

juga

untuk

mengetahui tanggal hari pertama haid terakhir, agar kita


dapat menentukan tuanya kehamilan dan bila persalinan
2

diperkirakan akan terjadi (Wiknjosastro, 2008)


Mual (Nause) dan Muntah (Emesis)
Mual dan muntah ini dapat terjadi oleh karena pengaruh
estrogen dan progesteron menyebabkan pengeluaran asam
lambung yang berlebihan, sehingga menimbulkan mual dan
muntah

terutama

pagi

hari

yang

sering

disebut

juga

morning

sickness.

Umumya

terjadi

pada

bulan-bulan

pertama kehamilan. Dalam batas-batas tertentu keadaan ini


masih fisiologik. Bila terlampau sering, dapat mengakibatkan
gangguan kesehatan dan disebut hiperemesis gravidarum
3

(Wiknjosastro, 2008).
Mengidam
Menginginkan makanan atau minuman tertentu , sering
terjadi pada bulan- bulan pertama akan tetapi menghilang

dengan makin tuanya kehamilan (Wiknjosastro, 2008).


Sering BAK
Terjadi karena kandung kencing pada bulan-bulan pertama
kehamilan tertekan oleh uterus yang mulai membesar. Pada
triwulan kedua umumnya keluhan ini hilang oleh karena
uterus yang membesar keluar dari rongga panggul. Pada
akhir triwulan gejala bisa timbul karena janin mulai masuk ke
ruang panggul dan menekan kembali kandung kencing

(Wiknjosastro, 2008).
Pingsan
Terjadi akibat gangguan sirkulasi ke darah kepala (sentral)
yang menyebabkan iskemia susunan saraf pusat yang
menimbulkan sinkope atau pingsan. Sinkope atau pingsan
sering terjadi pada awal kehamilan dan sering dijumpai bila
berada pada tempat-tempat ramai. Biasanya akan hilang

setelah kehamilan 16 minggu (Wiknjosastro, 2008).


Mammae menjadi tegang dan membesar
Mamae menjadi tegang dan membesar, keadaan
disebabkan

pengaruh

merangsang

duktli

estrogen

dan

alveoli

dan
di

progesterone
mamae.

ini

yang

Glandula

montgomeri tampak lebih jelas ( Wiknjosastro, 2008 ).


Anoreksia (tidak nafsu makan)
Pada bulan- bulan pertama, kadang terjadi anoreksia. Tetapi
setelah itu nafsu makan timbul kembali. Hendaknya dijaga
jangan sampai salah pengertian makan untuk dua orang,
sehingga kenaikan tidak sesuai dengan usia kehamilan
(Wiknjosastro, 2008 ).

Konstipasi dan Obstipasi


Pengaruh hormon progesteron sehingga dapat menghambat
pengaruh peristaltik usus yang menyebabkan kesulitan buang

air besar (Wiknjosastro, 2008).


Pigmentasi
Pigmentasi kulit terjadi pada kehamilan 12 minggu keatas.
Pada pipi, hidung dan dahi kadang-kadang tampak deposit
pigmen yang berlebihan, yang dikenal sebagai kloasma
gravidarum. Areola mamae juga menjadi lebih hitam karena
didapatkan deposit pigmen yang berlebih. Daerah leher
menjadi lebih hitam. Demikian pula line alba di garis tengah
abdomen menjadi lebih hitam (linea grisea). Pigmentasi ini
terjadi karena pengaruh dari hormone kortikosteroid plasenta

yang merangsang melanofor dan kulit (Wiknjosastro, 2008 ).


10 Epulis
Suatu hypertrofi papilla ginggivae yang sering terjadi pada
trimester satu (Wiknjosastro, 2008 ).
11 Varises
Karena pengaruh dari hormon estrogen dan progesteron
mengakibatkan terjadinya

penampakan pembuluh darah

vena. Varises sering terjadi pada trimester terakhir dan


kadang-kadang merupakan gejala pertama kehamilan muda,
pada multigravida di dapat pada daerah genitalia eksterna
Fossa poplitea, kaki dan betis. Penampakan pembuluh darah
ini

dapat

menghilang

setelah

persalinan

(Wiknjosastro,

2008 ).
Berdasarkan pemeriksaan :
1 Terlihatnya embrio atau kantung kehamilan melalui USG pada
4-6 minggu sesudah pembuahan
2 Denyut jantung janin ketika usia kehamilan 10-20 minggu.
Didengar dengan stetoskop leanec, alat kardiotokografi, alat
dopler, atau dilihat dengan USG
3 Terasa gerak janin dalam rahim. pada primigravida bisa
dirasakan ketika kehamilan berusia 18 minggu, sedangkan

pada multigravida di usia 16 minggu. Terlihat atau teraba


gerakan janin dan bagian-bagian janin.
4 Pada pemeriksaan rontgen terlihat adanya rangka janin.
C. Pertumbuhan dan Perkembangan Janin pada Trimester
Pertama
Awal kehamilan anda ditandai berdasarkan menstruasi
terakhir anda. Banyak perubahan fisik yang akan anda alami
selama trimester pertama (3 bulan pertama kehamilan). Periode
ini juga merupakan periode tumbuh kembang yang cepat bagi
bayi anda.
a. Minggu ke 1
Pertumbuhan dan perkembangan janin pada minggu I, dimulai
oleh

adanya

konsepsi

atau

fertilisasi.

Perkembangan

selanjutnya, zigot atau hasil konsepsi mengalami pembelahan


dan akhirnya bernidasi di endometrium yang telah disiapkan.
b. Minggu ke 2
Setelah implantasi, terjadi perubahan pada bintik benih yang
merupakan bagian blastokist, terlihat adanya ruangan amnion
dan yolk sac. Ruangan ini kelak menjadi besar dan meliputi
seluruh embrio, di dalam ruangan inilah embrio akan tumbuh.
Sel-sel yang membatasi ruangan ini dinamakan ectoderm.
Pada waktu yang sama, timbul sebuah rongga lain dibawah
ruangan amnion, yaitu ruangan kuning telur. Sel-sel disekitar
kuning telur dinamakan endoderm. selanjutnya timbul lapisan
lain diantara ectoderm dan endoderm yaitu mesoderm.
Endoderm menjadi lebih tebal membentuk procordal plate.
c. Minggu ke 3
Selama minggu ketiga, hasil konsepsi tumbuh pesat yaitu
berlangsung mulai hari ke 15 sampai dengan 21. Pada masa ini
terjadi

diferensiasi

sel-sel

menjadi

organ-organ

tubuh

sederhana, yaitu :
1) Ektoderm
Ektoderm membentuk jaringan tubuh paling luar seperti
rambut, kuku, kulit dan sistem saraf seperti otak, sumsum

tulang belakang dan saraf motorik. Sel-sel saraf pada saat


lahir berjumlah kurang lebih 100 juta. Selama kehamilan
manusia, sel-sel baru tidak bertambah tetapi membesar
sesuai pertumbuhan tubuh.
2) Mesoderm
Sel-sel mesoderm akan membentuk otot, tulang, jaringan
ikat, otot jantung, pembuluh darah dan corpus, limpa ginjal
dan genetalia.
3) Endoderm
Endoderm membentuk organ-organ tubuh bagian dalam
seperti intertinum, paratiroid, tiroid, timus, liver, pankreas,
traktus respiratorius, saluran paringotimpani dan telinga
tengah, kandung kencing, uretra, genetalia laki-laki dan
perempuan, kelenjar prostat, kelenjar vestibulum dan garis
uterus.

pembentukan

genetalia

dan

sistem

urinarius

dimulai dari penonjolan dan penebalan mesoderm yang


disebut urogenital ridge, dilanjutkan dengan migrasi sel-sel
germinativum promodial dari dinding yolk sac, dekat
ventrikulum allantois.
d. Minggu ke 4
Selama empat minggu, embrio

tumbuh dan bertambah

panjang 3,5 cm dan berat kira-kira 5 mg. Perpanjangan embrio


kearah atas menjadi kepala, ke arah bawah menjadi ekor dan
ke

arah

samping

menjadi

tubula.

Penutupan

saluran

pernapasan mulai terjadi di daerah atas bawah oksiput.


Pericardial jantung membesar karena mengangkatnya kepala,
pertumbuhan laringotracheal dan paru-paru menjadi sistem
pernapasan. Mandibula dan maxilla menjadi rahang yang
terpisah, rudimeter mata, telinga dan hidung menjadi terpisah.
Sistem peredaran darah sederahana mulai ternbentuk dan
jantung mulai berdetak, lambung, liver dan pankreas, tiroid
dan kelenjar timus mulai berkembang, plasenta tumbuh
sempurna.
e. Minggu ke 5

Pada pertengahan kehamilan, janin diukur dengan ukuran


kepala bokong (CRL). Sebelum pertengahan kehamilan janin
diukur dengan ukuran bokong tumit (CHL). Panjang CRL dari 4
mm menjadi 8 mm dan beratnya dari 5 mg menjadi 50 mg.
Pertumbuhan kepala lebih cepat dari pertumbuhan badan,
sehingga

embrio melengkung dan membentuk

huruf C.

Permulaan bentuk kaki dan tangan berupa benjolan.


f. Minggu ke 6
Kepala terlihatlebih besar dari leher dan
melengkung
melampaui jantung. Posisi mata, hidung dan mulut jelas. Kaki
atas dan bawah mulai dapat diidentifikasi dan telapak tangan
berkembang

menjadi

jari-jari.

Pertumbuhan

berupa

alat

kelamin testis mulai terjadi, sedangkang ovarium terjadi lebih


lambat dibanding testis. Hemisfer serebral terlihat lebih cepat
membesar seperti kepala. Posisi mata pindah, dari lateral ke
arah frontal sesuai dengan perpanjangan muka. Tonjolan
berupa jantung dan liver ke arah dinding ventral lebih dahulu,
karena memiliki fungsi vital bagi embrio, tali pusat mengecil.
Bentuk lengan atas dan bawah, tungkai atas dan bawah
menjadi jelas. Jari-jari terus berkembang pada hari ke 40-50.
g. Minggu ke 7
Jantung sudah terbentuk lengkap. Saraf dan otot bekerja
bersamaan untuk pertama kalinya. Bayi mempunyai refleks
dan bergerak spontan. Bayi mulai menendang dan berenang di
dalam rahim, walau ibu belum mampu merasakannya. Pada
akhir minggu ini, otak akan terbentuk lengkap. Dalam minggu
ketujuh, rangka mulai tersebar keseluruh tubuh dan tulangtulang mencapai bentuk yang kita kenal. Pada akhir minggu
ketujuh dan selama minggu kedelapan, otot-otot menempati
posisinya di sekeliling bentukan tulang.
h. Minggu ke 8
Selama akhir periode ini embrio telah menunjukkan bentuk
dan ciri-ciri manusia, hemisfer serebral tumbuh pesat, dimana
besarnya mencapai 50% dari massa embrio. Letak wajah

setengah bagian bawah dari kepala dan mata terus berpindah


ke

arah

frontal.

memanjang

dan

Alis

mata

dapat

mulai

dibedakan

berkembang.

jari-jari

pada

minggu

akhir

kedelapan. Perbedaan jenis kelamin bagian luar bisa dilihat


oleh mata yang sudah terlatih, mulai pemeriksaan anatomic
dan histology kelenjar kelamin, namun masih membingungkan.
Pertumbuhan alat kelamin dipengaruhi oleh hormon-hormon
yang dikeluarkan oelh kelenjar kelamin, obat-oabatan, radiasi
dan gizi ibu hamil. Alat kelamin perempuan dibentuk dari
duktus Mulleri, sedangkan alat kelamin laki-laki dibentuk dari
sistem duktus Wolfii.
i. Minggu ke 9 12
Pada usia 9 minggu, kepala terlihat lebih besar, wajah tampak
secara garis besar, perbandingan ukuran tungkai atas sudah
mencapai proporsi normal. Tungkai bawah berkembang labih
panjang. Genetalia eksterna perempuan dan laki-laki terlihat
sama pada minggu ke-9, tetapi mencapai maturitas, sempurna
dan dapat dibedakan pada minggu ke-12. Sel-sel darah merah
mulai diproduksi oleh liver selama minggu awal dan fungsinya
diambil alih oleh splenn selama minggu ke-12. Panjang janin
sekitar 7-9 cm.
D. Sistem Tubuh Yang Dipengaruhi
1. Sistem Reproduksi
a. Uterus
Pada minggu pertama kehamilan uterus masih seperti
bentuk aslinya seperti buah avokad. Seiring dengan
perkembangan kehamilan, daerah fundus dan korpus akan
membulat dan akan menjadi bentuk sferis pada usia
kehamilan 12 minggu.
b. Serviks Uteri
Pada trimester pertama kehamilan, berkas kolagen menjadi
kurang kuat terbungkus. Hal ini terjadi akibat penurunan
konsentrasi kolagen secara keseluruhan. Dengan sel-sel
otot polos dan jaringan elatis, serabut kolagaen bersatu

dengan arah pararel terhadap sesamanya sehingga serviks


menjadi lunak pada dinding kondisi tidak hamil, tetapi
tetap mampu mempertahankan kehamilan.
c. Ovarium
Pada permulaan kehamilan masih terdapat korpus luterum
graviditatum, korpus luteum graviditatis berdiameter kirakira 3 cm, kemudian korpus luteum mengecil setelah
plasenta

terbentuk.

Korpus

luteum

ini

mengeluarkan

hormon estrogen dan prostegeron. Proses ovulasi selama


kehamilan akan terhenti dan kematangan volikel baru
ditunda, hanya satu korpus luteum yang dpat ditemukan
oleh ovarium. Volikel ini akan befuksi maksimal selama 6-7
minggu awal kehamilan dan setelah itu akan berepran
sebagai penghasil progesteron dalam jumlah yang relatif
minimal

dengan

korpus

luteum

gravidarum

akan

meneruskan funsinya sampai terbentuknya plasenta yang


sempurna pada umur 16 minggu.
d. Payudara
Payudara akan membesar dang tegang akibat hormon
somatomamotropin,estrogen dan progesteron, akan tetapi
belum

mengeluarkan

hipertropik

sistem

asi.

Estrogen

saluran,

menimbulkan

sedangkan

prgesteron

menambah sel-sel asinus pada payudara. Somamotropin


mempengaruhi

[ertumbuhan

sel-sel

asinus

dan

menimbulkan perubahan dalam sel-sel sehingga terjadi


pembuatan

kasien.

persiapakan

untuk

Dengan
laktasi.

demikian

Disamping

payudara
itu

perubahan

progesteron dan somatomatropin terbentuk


sekitar

alveolua-alveolus,

sehingga

di

payudara

lemak

di

menjadi

besar. Papilia mamae akan membesar, lebih tegang dan


tambah lebih hitam, seperti seluruh areole mamae karena
hiperpigmentasi. Lemak yang muncul di aerola primer
disebut

lemak

tuberkel

montgomery.

Grandula

montgomery tampak lebih jelas menonjol di permukaan


aerola mamae.
2. Sistem Endokrin
a. Hormon Plasenta
Sekresi hormon plasenta dan HCG dari plasenta janin
mengubah organ endokrin secara langsung. Peningkatan
kadar estrogen menyebabkan produksi globulin meningkat
dan menekan produksi tiroksin, kortikosteroid dan steroid,
dan akibatnya plasma yang mengandung hormon-hormon
ini akan meningkat jumlahnya. Tetapi kadar hormon bebas
tidak mengalami peningkatan yang besar.
b. Kelenjar Hipofisis
Berat kelenjar hipofise anterior meningkat antara 30%50%, yang menyebabkan perempuan hamil menderita
pusing.

Sekresi

prolaktin,

hormon

tirotropik

dan

hormon

melanocyt

adrenokortikotropik,
stimulating

hormon

meningkat.
c. Kelenjar Tiroid
Dalam masa kehamilan, normalnya ukuran kelenjar tiroid
akan mengalami pembesaran kira-kira 13% akibat adanya
hiperplasi

dari

jaringan

glandula

dan

peningkatan

vaskularitas. Secara fisiologis akan terjadi peningkatan


ambilan

iodine

sebagai

kompensasi

kebutuhan

ginjal

terhadap iodine yang meningkatkan laju filtrasi glomerolus.


d. Kelenjar Adrenal
Karena dirangsang oleh hormon estrogen, kelenjar adrenal
memproduksi lebih banyak kortisol plasma bebas dan juga
kortikosteroid, termasuk ACTH, dan ini terjadi sejak usia 12
minggu

hingga

masa

aterm.

Karena

kortisol

bebas

menekan produksi ACTH, disimpulkan adanya gangguan


mekanisme feed-back. Diperkirakan kortisol bebas yang
meningkat mempunyai efek yang berlawanan terhadap
insulin. Dengan meningkatkan kadar glukosa dalam darah,
adanya

asam

lemak

dan

produksi

glikogen

serta

menurunnya tingkat penyebaran glukosa oleh otot dan

lemak, dapat membuat kebutuhan fetus akan glukosa


terpenuhi.
3. Sistem Kekebalan
HCG mampu menurunkan respon imun pada perempuan
hamil. Selain itu, kadar Ig G, Ig A dan Ig M serum menurun
mulai dari minggu ke-10 kehamilan hingga mencapai kadar
terendah pada minggu ke-30 dan tetap berada pada kadar
ini, hingga aterm.
4. Sistem Perkemihan
Ureter membesar, tonus otot-otot saluran kemih menururn
akibat pengaruh estrogen dan progesteron. Kencing lebih
sering (poliuria), laju filtrasi meningkat sampai 60%-150%.
Dinding saluran kemih dapat tertekan oleh perbesaran
uterus, menyebabkan hidroureter dan mungkin hidronefrosis
sementara. Kadar kreatinin, urea dan asam urat dalam darah
mungkin menurun namun hal ini dianggap normal.
5. Sistem Pencernaan
Estrogen dan HCG meningkat dengan efek samping mual dan
muntah-muntah, selain itu terjadi juga perubahan peristaltik
dengan gejala sering kembung, konstipasi, lebih sering lapar /
perasaan

ingin

makan

terus

(mengidam),

juga

akibat

peningkatan asam lambung. Pada keadaan patologik tertentu


dapat terjadi muntah-muntah banyak sampai lebih dari 10
kali per hari (hiperemesis gravidarum).
6. Sistem Musculoskeletal
Estrogen dan relaksasi memberi efek

maksimal

pada

relaksasi otot dan ligamen pelvic pada akhir kehamilan.


Relaksasi ini digunakan oleh pelvis untuk meningkatkan
kemampuannya dalam menguatkan posisi janin di akhir
kehamilan dan saat kelahiran.
7. Sistem Kardiovaskuler
Meningkatnya beban kerja jantung

menyebabkan

otot

jantung mengalami hipertrofi, terutama ventrikel kiri sebagai


pengatur pembesaran jantung. pembesaran uterus menekan
jantung ke atas dan kiri. Pembuluh jantung yang kuat

membantu jantung mengalirkan darah keluar jantung ke


bagian atas tubuh, juga menghasilkan elektrokardiografi dan
radiografi yang perubahannya sama dengan iskemik oada
kelainan jantung. Perlu diperhatikan juga jantung pada
perempuan hamil normal. Suara sistolik jantung dan murmur
yang berubah adalah normal.
8. Sistem Integumen
Peningkatan aktifitas melanophore

stimulating

hormon

menyebabkan perubahan berupa hiperpigmentasi pada wajah


(kloasma gravidarum), payudara, linea alba (-> linea grisea),
striae lividae pada perut, dsb.
9. Metabolisme
Basal metabolic rate meningkat sampai 15%, terjadi juga
hipertrofi tiroid. Kebutuhan karbohidrat meningkat sampai
2300

kal/hari

Kebutuhan

(hamil)

protein

dan

2800

g/kgbb/hari

kal/hari

(menyusui).

untuk

menunjang

pertumbuhan janin. Kadar kolesterol plasma

meningkat

sampai 300 g/100ml. Kebutuhan kalsium, fosfor, magnesium,


cuprum meningkat. Ferrum dibutuhkan sampai kadar 800 mg,
untuk pembentukan hemoglobin tambahan. Khusus untuk
metabolisme karbohidrat, pada kehamilan normal, terjadi
kadar glukosa plasma ibu yang lebih rendah secara bermakna
karena :
a. ambilan glukosa sirkulasi plasenta meningkat
b. produksi glukosa dari hati menurun
c. produksi alanin (salah satu prekursor glukoneogenesis)
menurun
d. aktifitas ekskresi ginjal meningkat
e. efek hormon-hormon gestasional

(human

placental

lactogen, hormon2 plasenta lainnya, hormon2 ovarium,


hipofisis, pankreas, adrenal, growth factors, dsb).
Selain itu terjadi juga perubahan metabolisme lemak dan
asam amino. Terjadi juga peningkatan aktifitas enzim-enzim
metabolisme pada umumnya.
10. Berat Badan dan Indeks Masa Tubuh (IMT)

Peningkatan berat badan ibu selama kehamilan menandakan


adanya adaptasi ibu terhadap pertumbuhan janin. Analisis
dari berbagai penelitian menunjukkan bahwa berat badan
yang bertambah berhubungan dengan perubahan fisiologis
yang terjadi pada masa kehamilan dan lebih dirasakan pada
ibu primigravida untuk menambah berat badan pada masa
kehamilan.
Banyaknya faktor yang mempengaruhi peningkatan berat
badan : adanya edema, proses metabolisme, pola makan,
muntah atau diare, dan merokok.
11. Sistem Pernafasan
Kebutuhan oksigen meningkat sampai

20%,

selain

itu

diafragma juga terdorong ke kranial -> terjadi hiperventilasi


dangkal

(20-24x/menit)

akibat

kompliansi

dada

(chest

compliance) menurun. Volume tidal meningkat. Volume residu


paru (functional residual capacity) menurun. Kapasitas vital
menurun.
12. Sistem Persyarafan
Pada ibu hamil akan ditemukan rasa sering kesemutan atau
acroestresia pada ekstremitas disebabkan postur tubuh ibu
membungkuk. Pada bayi, sistem saraf (otak dan strukturstruktur lain seperti tulang belakang) muncul pada minggu
ke-4, sewaktu saraf mulai berkembang. Pada minggu ke-6
kehamilan, divisi utama dari sistem saraf pusat mulai
terbentuk. Divisi ini terdiri atas otak depan, otak tengah, otak
belakang dan saraf tulang belakang. Pada minggu ke-7 otak
depan terbagi menjadi dua hemisfer yang akan menjadi
hemisfer otak, disebut hemisfer serebra.
E. Ketidaknyamanan pada Kehamilan Trimester I
1. Morning Sickness, mual dan muntah
Hampir 50% wanita hamil mengalami mual dan biasanya mual
dimulai sejak awal kehamilan. Mual muntah diusia muda
disebut morning sickness tetapi kenyataannya mual muntah

ini dapat terjadi setiap saat. Mual ini biasanya akan berakhir
pada 14 mingggu kehamilan. Pada beberapa kasus dapat
berlanjut sampai kehamilan trimester kedua dan ketiga.
2. Sering buang air kecil
Keinginan sering buang air kecil pada awal kehamilan ini
dikarenakan rahim yang membesar dan menekan kandung
kencing. Keadaan ini akan menghilang pada trimester II dan
akan muncul kembali pada akhir kehamilan, karena kandung
kemih ditekan oleh kepala janin.
3. Konstipasi atau Sembelit
Keluhan ini juga sering dialami selama awal kehamilan, karena
peningkatan hormon progesteron yang menyebabkan relaksasi
otot sehingga usus bekerja kurang efisien. Adapun keuntungan
dari keadaan ini adalah memungkinkan penyerapan nutrisi
yang lebih baik saat hamil.
4. Sakit Kepala/Pusing
Sakit kepala atau pusing sering dialami oleh pada ibu hamil
pada awal kehamilan karena adanya peningkatan tuntutan
darah ke tubuh sehingga ketika akan mengubah posisi dari
duduk / tidur ke posisi yang lain (berdiri) tiba-tiba, sistem
sirkulasi darah merasa sulit beradaptasi. Sakit kepala / pusing
yang lebih sering daripada biasanya dapat disebabkan oleh
faktor fisik maupun emosional. Pola makan yang berubah,
perasaan tegang dan depresi juga dapat menyebabkan sakit
kepala.
e. Kram Perut
Kram perut saat trimester awal kehamilan seperti kram saat
menstruasi di bagian perut bawah atau rasa sakit seperti
ditusuk yang timbul hanya beberapa menit dan tidak menetap
adalah normal. Hal ini sering terjadi karena adanya perubahan
hormonal

dan

juga

karena

adanya

pertumbuhan

dan

pembesaran dari rahim dimana otot dan ligamen merenggang


untuk menyokong rahim.
f. Meludah

Keinginan meludah yang terjadi pada ibu hamil yang terus


menerus dianggap normal sebab hal ini termasuk gejala
morning sickness.
F. Perubahan

Psikologis

selama

Trimester

Pertama

Kehamilan
Seiring dengan bertambahnya usia kehamilan, ibu akan
mengalami perubahan psikologis dan pada saat ini pula wanita
akan mencoba untuk beradaptasi terhadap peran barunya
melalui tahapan sebagai berikut :
1 Tahap Antisipasi
Dalam tahap ini wanita akan mengawali adaptasi perannya
dengan merubah peran sosialnya melalui latihan formal
(misalnya kelas-kelas khusus kehamilan) dan informal melalui
model peran (role model). Meningkatnya frekuensi interaksi
dengan wanita hamil dan ibu muda lainnya akan mempercepat
proses adaptasi untuk mencapai penerimaan peran barunya
sebagai seorang ibu.
2 Tahap Honeymoon (menerima peran, mencoba menyesuaikan
diri)
Pada tahap ini wanita sudah mulai menerima peran barunya
dengan cara mencoba menyesuaikan diri. Secara internal
wanita akan mengubah posisinya sebagai penerima kasih
sayang dari ibunya menjadi pemberi kasih sayang terhadap
bayinya. Untuk memenuhi kebutuhan akan kasih sayang,
wanita akan menuntut dari pasangannya. Ia akan mencoba
menggambarkan figur ibunya dimasa kecilnya dan membuat
suatu daftar hal-hal yang positif dari ibunya untuk kemudian ia
daptasi dan terapkan kepada bayinya nanti. Aspek lain yang
berpengaruh dalam tahap ini adalah seiring dengan sudah
mapannya beberapa persiapan yang berhubungan dengan
kelahiran bayi, termasuk dukungan semangat dari orang-orang
terdekatnya.

3 Tahap Stabil (bagaimana mereka dapat melihat penampilan


dalam peran)
Tahap sebelumnya

mengalami

peningkatan

sampai

ia

mengalami suatu titik stabil dalam penerimaan peran barunya.


Ia akan melakukan aktivitas-aktivitas yang bersifat positif dan
berfokus untuk kehamilannya, seperti mencari tahu tentang
informasi seputar persiapan kelahiran, cara mendidik dan
merawat anak, serta hal yang berguna untuk menjaga kondisi
kesehatan keluarga.
4 Tahap Akhir (perjanjian)
Meskipun ia sudah cukup stabil dalam menerima perannya,
namun ia tetap mengadakan perjanjian dengan dirinya
sendiri untuk sedapat mungkin menepati janji mengenai
kesepakatan-kesepakatan internal yang telah ia buat berkaitan
dengan apa yang akan ia perankan sejak saat ini sampai
bayinya lahir kelak.
Perubahan psikologi yang terjadi pada kehamilan trimester
pertama:
1 Ibu merasa tidak sehat dan kadang merasa benci dengan
kehamilannya.
2 Kadang muncul penolakan, kekecewaan, kecemasan, dan
kesedihan. Bahkan kadaang ibu berharap agar dirinya tidak
hamil saja.
3 Ibu akan selalu mencaari tanda-tanda apakah ia benar-benar
hamil. Hal ini dilakukan sekedar untuk meyakinkan dirinya.
4 Setiap perubahan yang terjadi dalam dirinya akan selalu
mendapat perhatian dengan seksama.
5 Oleh karena perutnya masih kecil, kehamilan merupakan
rahasia seorang ibu yang mungkin akan diberitahukannya
kepada orang lain atau malah mungkin dirahasiakannya.
6 Hasrat untuk melakukan hubungan seks berbeda-beda pada
tiap wanita, tetapi kebanyakan akan mengalami penurunan.

G. Gambaran Kondisi Psikologi Selama Kehamilan


Selama kehamilan banyak wanita yang mengalami perasaan
perasaan : marah, tertekan, bersalah, bingung, was was,
kesal, pilu dan khawatir. Hal ini biasanya ditandai dengan gejala
gejala :
1. Kehabisan tenaga atau kebanyakan gerak.
2. Tidak bisa tidur walaupun mempunyai kesempatan.
3. Menangis tidak tertahan dan mata terasa berlinang.
4. Menyadari bahwa perasaan amat cepat berubah.
5. Sangat judes atau peka terhadap bunyi dan sentuhan.
6. Senantiasa berfikiran negatif.
7. Tanpa berwujud merasa tidak mampu.
8. Tiba-tiba takut atau gugup.
9. Tidak bisa memusatkan perhatian.
10. Lebih sering lupa.
11. Rasa bingung dan bersalah.
12. Makan amat sedikit atau amat banyak.
13. Asik dengan fikiran yang menghantui dan mengerikan.
14. Kehilangan kepercayaan dan harga diri.
Apabila

kondisi

kondisi

ini

terjadi

secara

beruntun

sedikitnya selama 2 minggu maka akan menimbulkan kondisi


psikologis yang bermasalah yang sifatnya memerlukan adanya
pengobatan.
H. Kebutuhan Dasar Ibu Hamil Trimester I
1. Oksigen
Meningkatnya jumlah progesteron selama

kehamilan

memengaruhi pusat pernafaasan, CO2 menurun dan O2


meningkat

akan

bermanaat

bagi

janin.

Kehamilan

menyebabkan hiperventilasi, dimana keadaan CO2 menurun.


2. Nutrisi
Kalori 200 gr/dL, Protein 30 gr/hari untuk pertumbuhan dan
perkembangan

bulan

kehamilan

serta

kenaikan

protein

plasma dan HB ibu hamil. Kenaikan berat badan antara 6-19


kg dan sebelum 20 minggu adaln 2 kg/bulan
3. Personal Hygiene
Harus selalu dijaga selama kehamilan, mandi untuk perawata
kulit, karena funsi ekskresi meningkat (Keringat). Kebersiahan

payudara harus dijaga menggunakan minyak telon kemudian


dibilas denga air bersih
4. Eliminasi
Pada trimester 1 ibu cenderung BAK karena rahim membesar
dan menekan kandung kemih sehingga sering BAK. Pengaruh
progesterone, gerakan peristaltik usus menurun sehingga
terjadi konstipasi.
5. Seksual
Libido menurun karena sering mual dan muntah
6. Periksa kehamilan
Pada trimester 1 dijadwalkan untuk kunjungan ulang denga
interval 4 minggu.
7. Istirahat/tidur
Ibu hamil dianjurkan menentuka pola istirahat dengan baik
guna menunjang kesehatan ibu dan janin.
8. Imunisasi
Imunisasi selama kehamilan sangat penting dilakukan untuk
mencegah penyakit yang bisa menyebabkan kematian ibu
dan janin.
I. Tanda dan Bahaya Kehamilan Trimester I
1. Perdarahan Pervaginam
Penanganan : Lakukan pemeriksaan secara cepat keadaan
ibu

termasuk

tanda-tanda

vital

(tekana

darah,

nadi,

pernafasan, temperature)
2. Hiperemesis Gravidarum
Penanganan : Hindari makan yang sulit dicerna dan berlemak.
Komplikasi : Jika muntuah terus menerus biasa terjadi
kerusakan hati, komplikasi lain perdarahan pada retina yang
disebabkan oleh meningkatnya tekanan darah ketika muntah.
3. Mola
Penanganan : jika diagnosis kehamilan mola ditegakkan,
lakukan evaluasi uterus, dan lakukan evakuasi jaringan mola
dan berikan infuse.
4. Sakit kepala hebat
Penanganan : jika ibu tidak sadar/kejang segera mobilisasi
tenaga yang ada dan siapkan fasilitas tindakan gawat darurat
5. Penglihatan kabur

Penanganan : : jika ibu tidak sadar/kejang segera mobilisasi


tenaga yang ada dan siapkan fasilitas tindakan gawat darurat
6. Odema pada wajah, kaki, dan tangan
Penanganan : istirahat yang cukup dan tingkatkan makanan
yang mengandung protein dan kurangi makanan yang
mengandung karbohidrat serta lemak
7. Kejang
Pada umumnya kejang didahului oleh memburuknya keadaan
dan terjdi gejala-gejala sakit kepala, mual, dan nyeri uluh hati
8. Demam
Ibu hamil dengan suhu lebih dari 38 0C merupakan masalah
gejala infeksi dalam kehamilan. Penanganan : Istirahat yang
cukup, minum air putih yang banyak, dan kompres untuk
menurunkan suhu.
J. Konsep Asuhan Keperawatan
I. Pengkajian
Pada langkah ini dikumpulkan semua informasi yang akurat
dan lengkap dari semua sumber yang berkaitan dengan
kondisi klien. Pengkajian data wanita hamil terdiri dari
anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang.
A. Anamnesa
1. Biodata
Mengkaji identitas klien dan penanggung yang meliputi ;
nama,

umur,

agama,

suku

bangsa,

pendidikan,

pekerjaan, status perkawinan, perkawinan ke- , lamanya


perkawinan dan alamat.
2. Keluhan Utama
Mengkaji apa yang paling di keluhkan oleh pasien, seperti
mual-mual, perdarahan pervaginam dan sebagainya.
3. Riwayat Obstetri
Memberikan informasi yang penting mengenai kehamilan
sebelumnya
kemungkinan

agar

perawat

masalah

pada

dapat

menentukan

kehamilan-sekarang.

Riwayat Obstetri meliputi hal-hal di bawali ini :


a. Gravida, para-abortus, dan anak hidup (GPAH).
b. Berat badan bayi waktu lahir dan usia gestasi.

c. Pengalaman persalinan, jenis persalinan, tempat


persalinan, dan penolong persalinan.
d. Jenis anestesi dan kesulitan persalinan.
e. Komplikasi maternal seperti diabetes, hiperlensi,
infeksi, dan perdarahan.
f. Komplikasi pada bayi.
g. Rencana menyusui bayi.
4. Riwayat Kontrasepsi
Beberapa bentuk konirasepsi dapat berakibat buruk pada
janin, ibu, atau keduanya. Riwayat kontrasepsi yang
lengkap harus didlapatkan pada saat kunjungan pertama.
Penggunaan kontrasepsi oral sebelum kelahiran dan
berlanjut.
5. Riwayat Penyakit dan Operasi
Kondisi kronis (menahun/terus menerus) seperti DM,
hipertensi, dan penyakit ginjal bisa berefek buruk pada
kehamilan. Oleh karena itu adanya penyakit infeksi,
prosedur infeksi dan trauma pada persalinan sebelumnya
harus didokumentasikan.
6. Riwayat Kesehatan
Riwayat kesehatan yang dikaji meliputi hal-hal sebagai
berikut :
a. Usia, ras, dan latar belakang etnik (berhubungan
dengan kelompok risiko tinggi untuk masalah genelis
seperti anemia sickle sel, talasemia).
b. Penyakit pada niasa kanak-kanak dan imunisasi.
c. Penyakit kronis (menahun/terus-menerus), seperti
asma dan jantung.
d. Penyakit sebelumnya, prosedur operasi, dan ccdera
(pelvis dan pinggang).
e. Infeksi sebelumnya seperti hepatitis, penyakit menular
seksual, dan tuberkulosis.
f. Riwayat dan perawalan anemia.
g. Fungsi vesika urinaria dan bowel

(fungsi

dan

perubahan).
h. Jumlah konsumsi kafein tiap hari seperti kopi, teh,
coklat, dan minuman ringan.
i. Merokok (Jumlah batang per hari).

j. Kontak dengan hewan peliharaan seperti kucing dapat


meningkatkan risiko terinfeksi toxoplasma.
k. Alergi dan sensitif dengan obat.
l. Pekerjaan yang berhubungan dengan risiko penyakit.
7. Riwayat keluarga
Memberikan informasi
termasuk

penyakit

tentang

kronis

kesehatan

keluarga,

(menahun/terus--menerus)

seperti diabetes melilus dan jantung, infeksi seperti


tuberkulosis dan hepatitis, serta riwayat kongenital yang
perlu dikumpulkan.
8. Riwayat kesehatan pasangan
Untuk menentukan kemungkinan masalah kesehatan
yang berhubungan dengan masalah genetik, penyakit
kronis, dan infeksi. Penggunaan obat-obatan seperti
kokain dan alkohol akan berpengaruh pada kemampuan
keluarga untuk menghadapi kehamilan dan persalinan.
Rokok yang digunakan oleh ayah akan berpengaruh pada
ibu dan janin, terulama risiko mengalami komplikasi.
Pernapasan akibat sebagai perokok pasif. Golongan darah
dan tipe Rhesus ayah penting jika ibu dengan Rh negatif
dan kemungkinan inkompabilitas darah dapat terjadi.
B. Pemeriksaan Fisik
1. Tanda-tanda Vital
a.
Tekanan darah
Posisi
pengambilan

tekanan

darah

sebaiknya

ditetapkan, karena posisi akan memengaruhi tekanan


darah pada ibu hamil. Sebaiknya tekanan darah diukur
pada posisi duduk dengan lengan sejajar posisi jantung.
Pendokumentasian perlu dicatat posisi dan tekanan
b.

darah yang didapatkan.


Nadi
Frekuensi nadi normalnya

60-90

kali

per

menit.

Takikardi bisa terjadi pada keadaan cemas, hipertiroid,

dan infeksi. Nadi diperiksa selama satu menit penuh


untuk dapat menentukan keteraturan detak jantung.
Nadi diperiksa untuk menentukan masalah sirkulasi
c.

tungkai, nadi seharusnya sama kuat dan teratur.


Pernapasan
Frekuensi pernapasan selama hamil berkisar antara 1624 kali per menit. Takipnea terjadi karena adanya
infeksi pernapasan atau penyakit jantung. Suara napas
hams sama bilateral, ekspansi paru simetris, dan

d.

lapangan paru bebas dari suara napas abdominal.


Suhu
Suhu normal selama hamil adalah 36,2-37,6C.
Peningkatan suhu menandakan terjadi infeksi dan

membutuhkan perawatan medis.


2. Sistem Kardiovaskuler
a. Bendungan vena
Pemeriksaan sistem kardiovaskular adalah observasi
terhadap bendungan vena, yang bisa berkembang
menjadi varises. Bendungan vena biasanya terjadi
pada tungkai, vulva, dan rektum.
b. Edema
Edema pada tungkai merupakan refleksi dari pengisian
darah pada ekstremitas akibat perpindahan cairan
intravaskular ke ruang intertisial. Ketika dilakukan
penekanan dengan jari atau jempol menyebabkan
terjadinya bekas tekanan, keadaan ini disebut pitting
edema. Edema pada tangan dan wajah memerlukan
pemeriksaan lanjut karena merupakan tanda dari
hipertensi pada kehamilan.
3. Sistem Muskuloskeletal
a. Postur
Mekanik tubuh dan perubahan postur bisa terjadi
selama

kehamilan.

Keadaan

ini

mengakibatkan

regangan pada otot punggung dan tungkai.


b. Tinggi dan berat badan

Berat badan awal kunjungan dibutuhkan sebagai data


dasar untuk dapat menentukan kenaikan berat badan
selama kehamilan. Berat badan sebelum konsepsi
kurang dari 45 kg dan tinggi badan kurang dari 150
cm ibu berisiko melahirkan bayi prematur dan berat
badan lahir rendah. Berat badan sebelum konsepsi
lebih dari 90 kg dapat menyebabkan diabetes pada
kehamilan,

hipertensi

pada

kehamilan,

persalinan

seksio caesarea, dan infeksi postpartum.


c. Pengukuran pelviks
Tulang pelviks diperiksa pada awal kehamilan untuk
menentukan

diameternya

yang

berguna

untuk

persalinan per vaginam.


d. Abdomen
Kontur, ukuran, dan tonus otot abdomen perlu dikaji.
Tinggi fundus diukur jika fundus bisa dipalpasi diatas
simfisis pubis. Kandung kemih harus dikosongkan
sebelum pemeriksaan dilakukan untuk menetukan
keakuratannya.

Pengukuran

metode

Mc

Donald

dengan posisi ibu berbaring.


4. Sistem Neurologi
Pemeriksaan neurologi lengkap tidak begitu diperlukan
bila

ibu

tidak

memiliki

tanda

dan

gejala

yang

mengindikasikan adanya masalah. Pemeriksaan refleks


tendon

sebaiknya

dilakukan

karena

hiperefleksi

menandakan adanya komplikasi kehamilan.


5. Sistem Integumen
Warna kulit biasanya sama dengan rasnya.

Pucat

menandakan anemis, jaundice menandakan gangguan


pada

hepar,

lesi,

hiperpigmentasi

seperti

cloasma

gravidarum, serta linea nigra berkaitan dengan kehamilan


dan strie perlu dicatat. Penampang kuku berwarna merah
muda menandakan pengisian kapiler baik.
6. Sistem GI
a. Mulut

Membran mukosa berwarna merah muda dan lembut.


Bibir bebas dari ulserasi, gusi berwarna kemerahan,
serta edema akibat efek peningkatan estrogen yang
menyebabkan hiperplasia. Gigi terawat dengan baik,
ibu dapat dianjurkan ke dokter gigi secara teratur
karena penyakit periodontal menyebabkan infeksi
yang

memicu

Trimester

kedua

terjadinya
lebih

persalinan

nyaman

bagi

prematur.
ibu

untuk

melakukan perawatan gigi.


b. Usus
Stetoskop yang hangat untuk memeriksa bising usus
lebih nyaman untuk ibu hamil. Bising usus bisa
berkurang karena efek progesteron pada otot polos,
sehingga menyebabkan konstipasi. Peningkatan bising
usus terjadi bila menderita diare.
C. Pemeriksaan Penunjang
1. Tes urine kehamilan (Tes HCG)
Dilaksanakan Seawal mungkin

begitu

diketahui

ada

amenore (satu minggu setelah koitus)


Upayakan urine yang digunakan adalah urine pagi hari
2. Palpasi abdomen
Menggunakan cara Leopold
3. Pemeriksaan USG
Pemeriksaan sebagai salah satu diagnosis pasti kehamilan
Gambaran yang terlihat, yaitu adanya rangka janin dan
kantong kehamilan
4. Pemeriksaan Rontgen
Merupakan salah satu alat untuk melakukan penegakan
diagnosis pasti kehamila
Terlihat gambaran kerangka janin, yaitu tengkorak dan
tulang belakang
B. Diagnosa Keperawatan
Setiap wanita dan keluarganya memiliki suatu rangkaian
respon unik terhadap kehamilan. Untuk menanggapi respon
ini, perawat mulai menyusun diagnosis keperawatan yang

sesuia. Berikut daftar diagnose yang mungkin muncul pada


ibu hamil dari analisis temuan hasil pemeriksaan selama
trimester pertama :
1. Keletihan
berhubungan

dengan

peningkatan

metabolisme karbohidrat, perubahan kimia tubuh, dan


peningkatan kebutuhan energi untuk melakukan aktifitas
2. Resiko nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan
dengan

perubahan

keuangan

yang

tidak

nafsu

makan,

mencukupi,

mual/muntah,

tidak

mengenal

peningkatan metabolik/nutrisi.
3. Resiko kekurangan volume cairan berhubungan dengan
mual/muntah secara berlebihan
4. Resiko
ketidaknyamanan
berhubungan

dengan

perubahan fisik dan pengaruh hormonal, yang ditandai


oleh pengungkapan kegelisan dan perubahan tonus otot.
5. Resiko terjadinya cedera pada janin berhubungan
dengan malnutrisi ibu, pemajanan pada teratogen/agen
infeksisus, adanya kelaian genetik
6. Resiko terjadi konstipasi berhubungan dengan relaksasi
otot halus, peningkatan absorbsi air, hemoroid dan
mengkonsumsi suplemen zat Fe.
7. Gangguan citra tubuh berhubungan dengan persepsi
tentang perubahan biofisik, psikososial, budaya dan
keyakinan spiritual.
8. Resiko terjadi infeksi saluran kemih berhubungan dengan
statis

urinarius,

hygiene

buruk

pengetahuan.
C. Rencana Intervensi
1.
Keletihan
berhubungan

dan

dengan

keterbatasan

peningkatan

metabolisme karbohidrat, perubahan kimia tubuh, dan


peningkatan kebutuhan energi untuk melakukan aktifitas
Tujuan
: dalam waktu 2 x 24 jam setelah diberikan
tindakan

keperawatan

pasien

keletihan/keletihan berkurang
KH
:

tidak

mengalami

1. Mengidentifikasi dasar yang mengakibatkan kelekahan


dan area kontrol individu
2. Memodifikasi gaya hidup untuk memenuhi perubahan
kebutuhan/tingkat energi
3. Melaporkan adanya peningkatan energi
INTERVENSI
RASIONAL
Anjurkan tidur siang 1 2 jam Untuk memenuhi kebutuhaan
dan tidur malam 8 jam.

metabolik

yang

berkenan

dengan pertumbuhan jaringan


ibu/janin.
Tentukan siklus tidur bangun Membantu menyusun prioritas
yang

normal

dan

komitmen yang realistic dan waktu untuk

terhadap pekerjaan, keluarga, menguji komitmen. Klien perlu


komunitas dan diri sendiri.

membuat

penilaian

seperti

perubahan shift kerja untuk


mengatasi mual pagi hari atau
Pantau
peran

kadar
zat

Fe

istirahat yang banyak dsb.


Jelaskan Kadar
Hb
rendah,

Hb.
dalam

tubuh, mengakibatkan kelelahan lebih

anjurkan mengkonsumsi zat Fe besar


sesuai indikasi.
2.

Risiko

berhubungan

karena

penurunan

jumlah pembawa oksigen.

nutrisi

kurang

dengan

dari

perubahan

kebutuhan
nafsu

tubuh
makan,

mual/muntah, keuangan yang tidak mencukupi, tidak


mengenal peningkatan metabolik/nutrisi.
Tujuan
: Dalam waktu 3 x 24 jam setelah dilakukan
tindakan keperawatan, kebutuhan nutrisi klien terpenuhi.
KH
:
1. Menjelaskan komponen diit seimbang prenatal.
2. Memberi makanan yang mengandung vitamin, mineral dan
besi
3. Mengikuti diet yang dianjurkan
4. Mengkonsumsi vitamin/suplemen zat besi, Menunjukan
penambahan berat badan yang sesuai(minimal 1,5 kg pada
akhir trimester pertama)

INTERVENSI
Tentukan

RASIONAL
keadekuatan Kesejateraan

janin-ibu

kebiasaan asupan nutrisi dulu tergantung pada nutrisi ibu


atau

sekarang

dengan selama kehamilan

menggunakan batasan 24 jam.


Dapatkan riwayat kesehatan; Remaja
catat

usia

(kurang

dari

cenderung

17 malnutrisi/anemia, dan lansia

tahun, lebih dari 35 tahun).

cenderung

obesitas/diabetes

gestasional.
Perhatikan adanya pika/ngidam. Memakan
Kaji

pilihan

bahan

bukan makanan

bahan
pada

bukan
kehamilan

makanan dan tingkat motivasi karena kebutuhan psikologis,


untuk memakannya

fenomena

budaya,

terhadap

lapar

respon

tubuh

respon

dan

atau

terhadap

kebutuhan tubuh
Timbang BB klien; pastikan BB Ketidakadekuatan
pregravid. Informasikan tentang penambahan BB prenatal atau
penambahan

prenatal

yang dibawah

optimum

BB

kehamilan,

normal

masa

meningkatkan

resiko retardasi pertumbuhan


intrauterine (IUGR) pada janin
dengan BBLR
3.

Risiko

kekurangan

volume

cairan

berhubungan

dengan mual/muntah secara berlebihan.


Tujuan
: dalam waktu 1 x 24 jam setelah diberikan
tindakan

keperawatan,

muntah
KH
:
1. Mengidentifikasi

dan

pasien

tidak

melakukan

mengalami

tindakan

mual

untuk

menurunkan frekwensi mual/muntah


2. Mengkonsumsi cairan dengan jumlah yang sesuai setip hari
3. Mengidentifikasi tanda dan gejalah dehidrasi

INTERVENSI
RASIONAL
Tentukan
frekwensi/beratnya Memberikan
mual/muntah

berkenaan

data

yang

dengan

semua

kondisi fisik, peningkatan HCG,


perubahan

metabolisme

karbohidrat

dan

penurunan

motilitas gastric memperberat


Anjurkan

klien

mual/muntah
mempertahan Membantu

menetukan

kan input/output, tes urine dan hiperemesis grafidarum. Pada


penurunan BB setiap hari.

awalnya

muntah

dapat

mengakibatkan
dehidrasi

alkalosis,

dan

ketidak

seimbangan elektrolit. Muntah


dapat
dan

menyebabkan
memerlukan

lanjut.
Anjurkan peningkatan masukan Membantu

asidosis
intervensi

mengatasi

minuman berkarbonat, makan mual/muntah dan menurunkan


6

sehari

karbohidrat

dengan
dan

tinggi keasaman lambung.

jumlahnya

sedikit.
Kaji suhu dan perubahan kulit, Indikator
membran

mukosa,

tensi,

urine dan output/input.

dalam

BJ mengevaluasi
hidrasi

membantu
kebutuhan

4. Risiko ketidaknyamanan berhubungan dengan perubahan


fisik

dan

pengaruh

hormonal,

yang

ditandai

oleh

pengungkapan kegelisan dan perubahan tonus otot


Tujuan
: dalam waktu 1 x 24 jam setelah diberikan
tindakan keperawatan pasien merasa lebih nyaman
KH
:
1. Menerima
tanggung
jawab
untuk
menghilangkan
ketidaknyamanan
2. Melaporkan

berhasil/tidak

penatalaksanaan

ketidaknyamanan
INTERVENSI
RASIONAL
Anjurkan klien memperhatikan Meningkatkan higyene dengan
higyene

individu

perorangan mengabsorpasi

dan menghindari penggunaan yang


bedak talk.
Tinjau

ulang

fisiologis

berkemih.

menghindari

secret

berlebihan.

dapat

Anjurkan dipengaruhi
minuman uterus.

Bedak

menyebabkab

servikal
perubahan Frekwensi

vagina
talk

kanker
berkemih

oleh

Meskipun

perubahan
itu

normal

mengandung kafein

tapi dapt menyebabkab iritasi,


kafein

memiliki sifat diuretic

yang memperberat ginjal


Kaji tingkat kelelahan dan sifat Mendorong klien menyusun
dasar
keluarga/pekerjaan
Tambahan suplemen

terhadap prioritas termasuk waktu untuk


istirahat
kalsium Membantu

setiap hari bila asupan produk keseimbangan


susu dikurangi.

memperbaiki
kalsium/fosfor

dan menurunkan kram.

DAFTAR PUSTAKA
Asrinah, dkk. 2010. Asuhan Kebidanan : Masa Kehamilan.
Yogyakarta : Graha Ilmu
Bobak,

Lowdermik,

Jensen.2004,

Buku

Ajar

Keperawatan

Maternitas Edisi 4, Jakarta:EGC


Doenges, Mailiynn E. 2001. Maternal/Newborn Plans of Care:
Guidelines for planning and Documenting Client Care. Jakarta :
EGC.
Fauziah,

Siti.

2012.

Buku

Ajar

Keperawatan

Maternitas

Kehamilan. Jakarta : Kencana.


Salmah. Rusmiati. Maryanah. 2006. Asuhan Kebidanan Antenatal.
Jakarta: EGC