Você está na página 1de 27

ASUHAN

PERSALINAN NORMAL
FRIEDI K CARLOS
11 2014 060

Persalinan Normal
Kelahiran bayi aterm dengan proses pervaginam

alami tanpa komplikasi

Perkembangan Janin dalam Rahim

Tujuan
Kelangsungan hidup dan mencapai derajat kesehatan

yang tinggi bagi Ibu dan bayinya,


Upaya yang terintegrasi dan lengkap
Intervensi minimal
Keamanan dan kualitas pelayanan dapat terjaga pada
tingkat yang optimal
Keterampilan : kebersihan, keamanan, dan keramahan
tindakan serta pendidikan terhadap ibu hamil dan
keluarga serta masyarakat secara luas untuk dapat
mencapai keadaan kehamilan dan persalinan yang sehat
dan aman.

Benang Merah Asuhan Persalinan


Membuat keputusan klinik
Asuhan sayang Ibu dan sayang bayi
Pencegahan infeksi
Pencatatan
Rujukan

Membuat Keputusan Klinik


Mengumpulkan data utama dan relevan untuk membuat

keputusan
Menginterprestasikan data dan mengidentifikasikan masalah
Membuat diagnosa dan menentukan masalah yang terjadi
Menilai adanya kebutuhan dan kesiapan intervensi untuk
mengatasi masalah
Menyusun rencana pemberian asuhan atau intervensi untuk
solusi masalah
Melaksanakan asuhan dan intervensi terpilih
Memantau dan mengevaluasi efektifitas asuhan dan intervensi

Asuhan sayang Ibu dan sayang anak


Asuhan sayang ibu adalah asuhan yang menghargai

budaya, kepercayaan dan keinginan sang ibu.

Pencegahan Infeksi
Tujuan tindakan Pencegahan infeksi dalam pelayanan asuhan

kesehatan:

Meminimal infeksi yang disebabkan mikroorganisme


Menurunkan resiko penularan penyakit yang mengancam jiwa seperti hepatitis
dan HIV/AIDS

Tindakan tindakan pencegahan infeksi termasuk hal-hal berikut:

Cuci tangan
Memakai sarung tangan
Menggunakan teknik asepsis atau aseptik
Memproses alat bekas pakai
Menangani peralatan tajam dengan aman
Menjaga kebersihan dan sanitasi lingkungan

Pencatatan dan Dokumentasi


Aspek-aspek penting dalam pencatatan termasuk
Tanggal dan waktu asuhan tersebut diberikan
Identifikasi penolong persalinan
Paraf atau tandatangan
Mencakup informasi yang berkaitan secara tepat,

dicatat dengan jelas dan dapat dibaca


Suatu sistem untuk memelihara catatan pasien
sehingga selalu siap tersedia
Kerahasiaan dokumen-dokumen medis

Rujukan
Setiap lokasi fasilitas rujukan mampu melaksanakan

kasus gawat darurat obstetri dan bayi baru lahir:

Pembedahan
Transfusi darah
Persalinan menggunakan ekstraksi vakum dan kunan
Pemberian Antibiotik IV
Resusitasi bayi baru lahir dan asuhan lanjutan bayi baru lahir

KALA I

Manuver Leopold

7 Tanda Kardinal
Engagement, Decent,
Flexion

Putaran paksi dalam

7 Tanda Kardinal
Rotasi Lengkap

Ekstensi Lengkap

7 Tanda Kardinal
Putaran Paksi Luar

Perputaran Bahu

Ekspulsi

Kala III
Manajemen aktif kala tiga meliputi:
Pemberian oksitoksin dengan segera
Pengendalian tarikan pada tali pusat
Pemijatan uterus segera setelah plasenta lahir

Kala IV
Kala empat persalinan dimulai setelah lahirnya

plasenta dan berakhir dua jam setelah itu.


Jika uterus tidak berkontraksi setelah melakukan
masase selama 15 detik mengambil tindakan yang
sesuai. Mengevaluasi adanya laserasi pada vagina
dan perineum dan segera menjahit laserasi yang
mengalami perdarahan aktif.

Kala IV
Melanjutkan pemantauan kontraksi uterus dan perdarahan

pervaginam:
2-3 kali dalam 15 menit pertama pasca persalinan.
Setiap 15 menit pada 1 jam pertama pasca persalinan.
Setiap 20-30 menit pada jam kedua pasca persalinan.
Jika uterus tidak berkontraksi dengan baik, melaksanakan
perawatan yang sesuai untuk menatalaksana atonia uteri.
Jika ditemukan laserasi yang memerlukan penjahitan, lakukan
penjahitan dengan anestesia lokal dan menggunakan teknik
yang sesuai. Mengajarkan pada ibu/keluarga bagaimana
melakukan masase uterus dan memeriksa kontraksi uterus