Você está na página 1de 2

Apakah Sharing Ekonomi merupakan kapitalisme model baru?

Jadi arti kapitalisme adalah sistem dan paham ekonomi yg modalnya bersumber pada modal
pribadi atau modal perusahaan swasta dengan ciri persaingan di pasaran bebas. 1[1] Paham
kapitalisme ini meyakini bahwa pemilik modal bisa melakukan usahanya untuk meraih
keuntungan sebesar-besarnya.
Contoh kasus yang saat ini telah terjadi adalah Cara sederhana memahami sharing economy
dengan mencontohkan kepada Uber dan Gojek misalnya, adalah mobil dan motor yang
dimiliki oleh driver bukanlah milik Uber dan Gojek. Uber dan Gojek tidak harus membeli
aset berupa mobil dan motor, sehingga mereka tidak terkena biaya pembelian aset,
maintenance aset, pajak (atas nilai aset mobil dan motor tersebut). Selain itu mereka juga
tidak terkena dampak penurunan nilai aset.
Berbeda dengan Blue Bird dan Express misalnya, yang harus membeli aset, membuat pool
untuk menyimpan aset, membuat bengkel untuk maintenance, dan beragam aktivitas
operasional yang mendorong peningkatan biaya. Hal ini tentu saja meningkatkan jumlah
modal yang harus disediakan perusahaan dan disisi lain juga berpengaruh ke struktur biaya
pada harga akhir yang dibebankan kepada konsumen.

MC: Assalamualaikum wr. Wb. Kami dari kelompok tiga akan mendiskusikan tentang isu
yang saat ini sedang ramai diperbincangkan di kalangan masyarakat. Yaitu mengenai sharing
economy dan kapitalisme. Baik, langsung saja saya tanyakan kepada salah satu anggota
kelompok kami, yang pertama tentang apa itu sharing economy dan kapitalisme?

Pembicara 1: Sharing Economy atau yang dikenal juga dengan Colaborative consumption,
gig economy, dll merupakan sebuah konsep bisnis yang memberikan akses terhadap
sumberdaya yang dimiliki perorangan atau perusahaan untuk dimanfaatkan atau dikonsumsi
bersama dengan orang lain.
Lalu, arti dari kapitalisme adalah sistem dan paham ekonomi yg modalnya bersumber pada
modal pribadi atau modal perusahaan swasta dengan ciri persaingan di pasaran bebas.2[1]
Paham kapitalisme ini meyakini bahwa pemilik modal bisa melakukan usahanya untuk
meraih keuntungan sebesar

MC: baik, itu mengenai pengertian sharing economy dan juga kapitalisme, lalu contoh kasus
yang sedang menjadi sorotan masyarakat saat ini akan di sampaikan oleh anggta

Pembicara 2: Cara sederhana memahami sharing economy dengan mencontohkan kepada


Uber dan Gojek yg merupakan mobil dan motor yang dimiliki oleh driver, bukanlah milik
Uber dan Gojek. Uber dan Gojek tidak harus membeli aset berupa mobil dan motor, sehingga
mereka tidak terkena biaya pembelian aset,dan pajak. Selain itu mereka juga tidak terkena
dampak penurunan nilai aset.
Berbeda dengan Blue Bird dan Express misalnya, yang harus membeli aset, membuat pool
untuk menyimpan aset, membuat bengkel untuk maintenance, dan beragam aktivitas
operasional yang mendorong peningkatan biaya. Hal ini tentu saja meningkatkan jumlah
modal yang harus disediakan perusahaan dan disisi lain juga berpengaruh ke struktur biaya
pada harga akhir yang dibebankan kepada konsumen.

MC: Ok, kalau berdasarkan pengertian dan juga contoh kasus yang sudah di jelaskan, kita
dapat menyimpulkan bahwa sharing ekonomi merupakan kapitalisme model baru, Karena
penguasaan usaha sudah terdistribusi secara merata yaitu oleh masyarakat itu sendiri. Jika
dibandingkan dengan sistem kapitalisme model lama, hanya pihak-pihak swasta yang
bermodal besar yang mampu menguasai pasar. Sedangkan dalam kapitalisme model baru,
seluruh kalangan masyarakat dari berbagai kelas ekonomi mampu turut andil dalam
membuka usaha yang diwadahi dalam sebuah aplikasi dan disebut sebagai sharing ekonomi.