Você está na página 1de 13

MAKALAH BIOKIMIA II

APLIKASI BIOTEK PADA BIDANG PETERNAKAN DAN


PERIKANAN

Disusun Oleh :
Riduan (06101281320004)
Sucilia Saputri (06101381320006)
Ika Hesty Anggraini (06101381320018)
Dosen :

Drs. Made Sukaryawan, M.si

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Program Studi


Pendidikan Kimia Universitas Sriwijaya
2016

Kata Pengantar
Puji dan syukur kami haturkan kehadirat Allah SWT, karena berkat limpahan
rahmat-Nya, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah biokimia II tentang Aplikasi
Biotek pada Bidang Peternakan dan Perikanan.
Penyusunan makalah ini, dapat diselesaikan dengan baik dan tepat waktu meskipun
ada beberapa hambatan dan kesulitan yang penyusun hadapi. Tetapi semua itu
dapat kami lalui berkat bantuan dari teman-teman sekalian dan tak luput dari berkat dan
rahmat Allah SWT.
Oleh karena itu, penyusun mengucapkan banyak terima kasih kepada dosen mata
kuliah yang telah menugaskan kepada kami untuk memaparkan materi mengenai Aplikasi
Biotek pada Bidang Peternakan dan Perikanan sehingga melalui makalah ini penulis dapat
memperoleh ilmu pengetahuan baru khususnya mengenai Aplikasi Biotek pada Bidang
Peternakan dan Perikanan. Akhir kata semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita
semua.

Palembang, April 2016


Penyusun

Daftar Isi
Kata Pengantar........................................................................................................ ii
BAB I................................................................................................................... 1
Pendahuluan........................................................................................................... 1
A.

Latar Belakang................................................................................................. 1

B.

Rumusan Masalah.............................................................................................. 1

C. Tujuan............................................................................................................ 1
BAB II.................................................................................................................. 3
Pembahasan........................................................................................................... 3
A.

Pengertian Bioteknologi...................................................................................... 3

B.

Jenis-jenis Bioteknologi...................................................................................... 4

C.

Bioteknologi dalam Peternakan.............................................................................4

F.

Bioteknologi dalam Perikanan..............................................................................8

BAB III................................................................................................................. 8
Penutup................................................................................................................. 8
Kesimpulan............................................................................................................ 8
DAFTAR PUSTAKA................................................................................................ 9

BAB I
Pendahuluan

A.

Latar Belakang
Biotek adalah cabang ilmu yang mempelajari pemanfaatan makhluk hidup (bakteri,

fungi, virus, dan lain-lain) maupun produk dari makhluk hidup (enzim, alkohol) dalam proses
produksi untuk menghasilkan barang dan jasa. Bioteknologi secara umum berarti
meningkatkan kualitas suatu organism melalui aplikasi teknologi. Aplikasi teknologi tersebut
dapat memodifikasi fungsi biologis suatu organisme dengan menambahkan gen dari
organisme lain atau merekayasa gen pada organism tersebut. Selain itu biotek juga
memanfaatkan sel tumbuhan atau sel hewan yang dibiakkan sebagai bahan dasar sebagai
proses industri.
Bioteknologi peternkan yang ada saat ini merupakan efek dari kemajuan ilmu
pengetahun yang ada. Banyak hal yang membuat bioteknologi lahir, diantaranya adalah
semakin besar tuntutan untuk mencapai target yang diinginkan dengan proses yang lebih
cepat dan terobosan yang inovatif yang bisa menguntungkan bagi umat manusia.
Bioteknologi juga memiliki peran penting dalam ilmu pengetahuan dewsa ini, bioteknologi
sendiri mengalami berbagai pembaruan dari bioteknologi yang bersifat tradisional kearah
bioteknologi yang modern.

B.

Rumusan Masalah
1. Bagaimana pengertian bioteknologi?
2. Apa jenis-jenis bioteknologi?
3. Bagaimanan aplikasi bioteknologi dalam peternakan?
4. Bagaimana aplikasi bioteknologi dalam perikanan?

C. Tujuan
1. Untuk mengetahui Bagaimana pengertian bioteknologi.
2. Untuk mengetahui Apa jenis-jenis bioteknologi.
3. Untuk mengetahui Bagaimanan aplikasi bioteknologi dalam peternakan.
4. Untuk mengetahui Bagaimana aplikasi bioteknologi dalam perikanan.

BAB II
Pembahasan

A. Pengertian Bioteknologi
Bioteknologi berasal dari kata latin yaitu bio (hidup), teknos (teknologi = penerapan)
dan logos (ilmu). Bioteknologi adalah suatu teknik modern untuk mengubah bahan mentah
melalui transformasi biologi sehingga menjadi produk yang berguna. Supriatna (1992)
memberi batasan tentang arti bioteknologi secara lengkap, yakni: pemanfaatan prinsip-prinsip
ilmiah dan kerekayasaan terhadap organisme, system atau proses biologis untuk
menghasilkan dan atau meningkatkan potensi organisme maupun menghasilkan produk dan
jasa bagi kepentingan hidup manusia.
Bioteknologi dibagi ke dalam 2 bagian, yaitu bioteknologi modern dan bioteknologi
konvensional. Salah satu contoh dari bioeknologi konvensional adalah pembuatan tape ini.
Dan salah satu contoh dari bioteknologi modern adalah rekayasa genetika. Ciri-ciri utama
bioteknologi adalah adanya benda biologi berupa benda mikroorganisme tumbuhan atau
hewan, adanya pendayagunaan secara teknologi dan industri, dan produk yang dihasilkan
adalah hasil ekstraksi dan pemurnian.
Generasi pertama adalah bioteknologi sederhana yaitu penggunaan mikroba
yangmasih

secara

tradisional

dalam

produksi

makanan

dan

tanaman

ataupun

pengawetanmakanan, sebagai contoh yaitu pembuatan tempe, tape, cuka, dan lain-lain.
Generasi keduaadalah proses berlangsung dalam keadaan tidak steril, sebagai contoh
pembuatan komposdan produksi bahan kimia. Generasi ketiga adalah proses dalam keadaan
tidak steril, sebagaicontoh produkasi antibiotic dan hormon. Generasi keempat adalah
generasi bioteknologi baru, sebagai contoh produksi insulin.
Menurut beberapa informasi, sangat banyak manfaat bioteknologi ini bagi kehidupan
manusia dalam meningkatkan kesejahteraan dan perbaikan hidupnya, antara lain untuk
memerangi kelaparan, mengatasi kelangkaan sumber daya energi, mengurangi pencemaran
lingkungan dan masih banyak lagi.

Penggunaan bioteknologi guna menigkatkan produksi peternakan meliputi teknologi


produksi, seperti inseminasi buatan, embrio transfer, kriopreservasi embrio, fertilisasi in vitro,
sexing sperma maupun embrio, cloning dan splitting. Kedua rekayasa genetika, seperti
genome maps, masker assisted selection, transgenic, identifikasi genetic, konservasi
molekuler, dan ketiga peningkatan efisiensi fan kualitas pakan, seperti manipulasi mikroba
rumen, dan bioteknologi yang berkaitan dengan bidang veteriner (Gordon, 1994; Niemann
dan Kues, 2000).

B. Jenis-jenis Bioteknologi
Bioteknologi juga memiliki beberapa jenis atau cabang ilmu yang diantaranya
diasosiasikan dengan warna, yaitu :
1. Bioteknologi Merah
Adalah cabang ilmu bioteknologi yang mempelajari aplikasi bioteknolgi di bidang
medis,contoh : pemanfaatan organisme untuk menghasilkan obat dan vaksin.
2. Bioteknologi putih/abu-abu
Adalah bioteknologi yang diaplikasikan dalam industri seperti pengembangan dan
produksi senyawa baru serta pembuatan energi terbarukan.
3. Bioteknologi Hijau
Mempelajari aplikasi bioteknologi di bidang pertanian dan peternakan, contoh : di
bidang pertanian untuk menghasilkan tanaman tahan hama, dan pada bidang peternakan
bioteknologi

sebagai

bioreaktor

dalam

menhasilkan

produk

penting

(kambing,ayam,sapiuntuk penghasil antibodi-protein protektif yang membantu sel tubuh


mengenali danmelawan senyawa asing).
C. Bioteknologi dalam Peternakan
Dalam bidang peternakan, bioteknologi dimanfaatkan untuk menghasilkan vaksin,
antibodi, pakan bergizi tinggi, dan hormon pertumbuhan. Contoh vaksin untuk ternak yaitu
3

vaksin untuk penyakit mulut dan kuku pada mamalia, vaksin NCD untuk mengobati penyakit
tetelo pada unggas, dan vaksin untuk penyakit flu burung.
Hormon pertumbuhan diberikan pada ternak untuk meningkatkan produksi daging,
susu, atau telur. Contohnya adalah pemberian Bovine Growth Hormone pada sapi perah dapat
meningkatkan produksi susu dan daging hingga 20%. Namun penggunaan hormon untuk
memacu produksi pada ternak masih diperdebatkan karena berpotensi meningkatkan penyakit
masitis pada ternak dan membahayakan kesehatan manusia.
Pemanfaatan bioteknologi dalam bidang peternakan lainnya adalah membuat hewan
transgenik (hewan yang gennya telah dimodifikasi) dan teknologi induk buatan. Teknologi
induk buatan sering dilakukan pada hewan langka yang sulit bereproduksi secara alami.
Embrio hewan ini ditransplantasikan pada rahim spesies lain yang masih berkerabat. Dengan
cara ini diharapkan hewan langka tersebut terhindar dari ancaman kepunahan.
Penerapan prinsip bioteknologi dalam bidang peternakan antara lain sebagai berikut:
1

Teknologi Transplantasi Nukleus


Teknologi ini lebih dikenal dengan teknologi kloning yaitu teknologi yang digunakan

untuk menghasilkan individu duplikasi (mirip dengan induknya). Teknologi kloning telah
berhasil dilakukan pada beberapa jenis hewan. Salah satunya adalah pengkloningan
domba yang dikenal dengan domba Dolly. Melalui kloning hewan, beberapa organ
manusia untuk keperluan transplantasi penyembuhan suatu penyakit berhasil dibentuk.
Tahapan teknologi kloning adalah;
1

Isolasi nukleus (inti sel) dari hewan donor : Nukleus diisolasi dari sel putting susu
domba dewasa dengan menggunakan teknik khusus sehingga dapat dikeluarkan
dari membrane sel.

Isolasi sel telur : Sel telur yang belum dibuahi diperoleh dari domba lain.
Dibutuhkan banyak sel telur dalam teknologi ini karena banyak sel telur yang
tidak mampu bertahan dalam tahapan pengkloningan lebih lanjut.

Pengambilan nukleus dari sel telur

Penggabungan nukleus dengan sel telur : Nukleus yang telah diisolasi dari sel
domba dewasa digabungkan ke dalam sel domba lain yang telah dihilangkan
nukleusnya. Secara genetic sel domba yang menerima nukleus identik dengan
domba pendonor.

Pemasukan sel telur kedalam rahim : Sel telur dimasukkan ke dalam rahim domba
betina yang lain. Hanya sedikit sel telur yang mampu bertahan dan berkembang di
dalam rahim. Sel telur yang mampu bertahan akan berkembang menjadi embrio
dan selanjutnya akan dihasilkan anak domba yang mirip dengan domba pendonor
nucleus.

Teknik Inseminasi Buatan


Teknik ini dikenal dengan nama kawin suntik, adalah suatu cara atau teknik untuk

memasukkan sperma yang telah dicairkan dan diproses terlebih dahulu yang berasal dari
ternak jantan ke dalam saluran alat kelamin betina dengan menggunakan metode dan alat
khusus yang disebut insemination gun.
Teknik inseminasi buatan memiliki beberapa tujuan, yaitu:
1

Memperbaiki mutu genetika ternak,

Mengoptimalkan penggunaan bibit pejantan unggul secara lebih luas dalam jangka
waktu yang lebih lama,

Meningkatkan angka kelahiran dengan cepat dan teratur,

Mencegah penularan dan penyebaran penyakit kelamin.

Transfer Embrio
Apabila kawin suntik memfokuskan pada sperma jantan, maka transfer embrio tidak

hanya potensi dari jantan saja yang dioptimalkan, melainkan potensi betina berkualitas
unggul juga dapat dimanfaatkan secara optimal. Teknik TE ini, betina unggul tidak perlu
bunting tetapi hanya berfungsi menghasilkan embrio yang untuk selanjutnya bisa
ditransfer pada induk titipan dengan kualitas yang tidak perlu bagus tetapi memiliki
kemampuan untuk bunting.
5

Embrio yang akan ditransfer ke resipien disimpan dalam foley kateter dua jalur yang
steril (tergantung ukuran serviks). Sebelum dilakukan panen embrio, bagian vulva dan
vagina dibersihkan dan disterilkan dengan kapas yang mengandung alcohol 70%. Embrio
yang didapat dapat langsung di transfer ke dalam sapi resipien atau dibekukan untuk
disimpan dan di transfer pada waktu lain.
4

Teknologi Transgenik
Hewan transgenik adalah hewan yang telah mengalami rekayasa genetika sehingga

dihasilkan hewan dengan sifat yang diharapkan. Teknologi transgenik pada hewan
dilakukan dengan cara penyuntingan fragmen DNA secara mikro ke dalam sel telur yang
telah mengalami pembuahan. Tujuan dari teknologi ini adalah meningkatkan produk dari
hewan ternak seperti daging susu, dan telur. Contoh dari hewan yang mengalami
teknologi ini adalah domba transgenik. Jadi DNA domba ini disisipi dengan gen manusia
yang disebut factor VIII ( merupakan protein pembeku darah). Berkat penyusupan gen
tersebut, domba menghasilkan susu yang mengandung factor VIII yang dapat dimurnikan
untuk menolong penderita hemophilia.
Rekayasa genetika juga dapat melestarikan spesies langka. Sebagai contoh, sel telur
zebra yang sudah dibuahi lalu ditanam dalam kuda spesies lain. Spesies lain yang
dipinjam rahimnya ini disebut surrogate. Hal ini sudah diterapkan pada spesies keledai
yang hampir punah di Australia.
Teknik pelestarian dengan rekaya genetika berguna, dengan alasan:
1

Induk dari spesies biasa dapat melahirkan anak dari spesies langka.

Telur hewan langkah yang sudah dibuahi dapat dibekukan, lalu disimpan bertahuntahun meskipun induknya sudah mati. Jika telah ditemukan surrogate yang sesuai,
telur tadi ditransplantasi.

Hormon BST (Bovine Somatotrophin)


Dengan rekayasa genetika dihasilkan hormon pertumbuhan dewan yaitu BST.
Caranya adalah:

Plasmid bakteri E.Coli dipotong dengan enzim endonuklease.

Gen somatotropin sapi diisolasi dari sel sapi

Gen somatotropin disisipkan ke plasmid bakteri

Bakteri yang menghasilkan bovin somatotropin ditumbuhan dalam tangki


fermentasi

Bovine somatotropin diambil dari bakteri dan dimurnikan.


Hormon ini dapat memicu pertumbuhan dan meningkatkan produksi susu. BST ini

mengontrol laktasi (pengeluaran susu) pada sapi dengan meningkatkan jumlah sel-sel
kelenjar susu. Jika hormon yang dibuat dengan rekayasa genetika ini disuntuikkan
pada hewan, maka produksi susu akan meningkat 20%.
Pemakaian BST telah disetujui oleh FDA (Food and Drug Administration),
lembaga pengawasan obat dan makanan di Amerika. Amerika berpendapat susu yang
dihasilkan karena hormon BST aman di konsumsi tapi di Eropa hal ini dilarang
karena penyakit mastitis pada hewan yang diberikan hormon ini meningkat 70%.
Selain memproduksi susu, hormon ini dapat memperbesar ukuran ternak menjadi 2
kali lipat ukuran normal. Caranya dengan menyuntik sel telur yang akan dibuahi
dengan hormon BST. Daging dari hewan yang diberi hormon ini kurang mengandung
lemak. Sehingga dikhawatirkan hormon ini dapat mengganggu kesehatan manusia.

F. Bioteknologi dalam Perikanan


Penelitian bioteknologi dalam bidang perikanan diutamakan pada tiga kelompok,
yaitu akuakultr, pemanfaatan produksi alam dan prosesing bahan makanan yang bernilai
ekonomi tinggi. Pengembangan bioteknologi di bidang akukultur meliputi seleksi,
hibridisasi, rekayasa kromosom dan pendekatan biologi molekuler seperti transgenic
sangat dibutuhkan untuk menyediakan benih dan induk ikan.
Pada akuakultur, program peningkatan system kekebalan ikan telah dilakukan dengan
mengunakan vaksin, imunostimulan, rpobiotik dan bioremediasi. Vaksin dapat memacu
produksi antibiotic spesifik dan hanya efektif untuk mencegah satu pathogen tertentu.
Imunostimulan merupakan teknik meningkatkan kekebalan yang non spesifik, misalnya
7

lipopolysaccharide dan B-glucan yang telah diterapkan untuk ikan dan udang di
Indonesia. Probiotik diaplikasikan pada pakan atau dalam lingkungan perairan budidaya
sebagai penyeimbang mikroba dalam pencernaan dan lingkungan perairan.
Pada tahun 1980 penelitian transgenic pada ikan telah dimulai dengan mengintroduksi
gen tertentu kepada organisme hidup lainnya serta mengamati fungsinya secara in vitro.
Dalam teknik ini, gen asing hasil isolasi diinjeksi secara makro ke dalam telur untuk
memproduksi galur ikan yang mengandung gen asing tersebut. Hal-hal yang perlu
diperhatikan dalam pembuatan ikan transgenic, yaitu :
1) Isolasi gen (clone DNA) yang akan diinjeksi pada telur
2) Identifikasi gen pada anak ikan yang telah mendapatkan injeksi gen asing tadi
3) Keragaman dari turunan ikan yang diinjeksi gen asing tersebut

BAB III
Penutup
Kesimpulan
1. Bioteknologi berasal dari kata latin yaitu bio (hidup), teknos (teknologi = penerapan)
dan logos (ilmu). Bioteknologi adalah suatu teknik modern untuk mengubah bahan
mentah melalui transformasi biologi sehingga menjadi produk yang berguna.
2. Dalam bidang peternakan, bioteknologi dimanfaatkan untuk menghasilkan vaksin,
antibodi, pakan bergizi tinggi, dan hormon pertumbuhan.
3. Penelitian bioteknologi dalam bidang perikanan diutamakan pada tiga kelompok,
yaitu akuakultr, pemanfaatan produksi alam dan prosesing bahan makanan yang
bernilai ekonomi tinggi. Pengembangan bioteknologi di bidang akukultur meliputi
seleksi, hibridisasi, rekayasa kromosom dan pendekatan biologi molekuler seperti
transgenic sangat dibutuhkan untuk menyediakan benih dan induk ikan.

DAFTAR PUSTAKA

Afrianto.

2009.

Bioteknologi

Perikanan.

Online.

https://eafrianto.wordpress.com/2009/12/01/bioteknologi-perikanan/ diakses pada 13


April 2106
Kustiawan.

2011.

Bioteknologi

Peternakan.

Online.

http://kustiawan-

fpk.web.unair.ac.id/artikel_detail-91987-Tugas%20Kuliah-Bioteknologi
%20Peternakan%20.html diakses pada 13 Aril 2016

10