Você está na página 1de 9

a.

Aliran energy
Energi didefinisikan sebagai kemampuan untuk melakukan kerja.
Energi yang dimiliki oleh setiap organisme adalah energi kimia yang
diperoleh dari makanannya dalam bentuk protein, karbohidrat, lemak
dan sebagainya.
Aliran energi dalam ekosistem akan selalu seirama dengan siklus
materi, adanya aliran energi dan siklus materi yang berjalan melalui
rantai makanan dan jaring makanan menjadi salah satu proses ekologi
yang mewujudkan hubungan timbal balik organisme atau dengan
lingkungannya.
b. Rantai makanan
a. Definisi rantai makanan adalah peristiwa makan dan dimakan
antara satu tingkat trofik dengan tingkat trofik lainnya yang
membentuk urutan dengan arah tertentu.
b. Rantai makanan adalah perpindahan energi makanan dari sumber
daya tumbuhan melalui seri organisme atau melalui jenjang makan
(tumbuhan-herbivora-carnivora).
c. Ada dua tipe dasar rantai makanan:
1. Rantai makanan rerumputan (grazing food chain). Misalnya:
tumbuhan- herbivora-carnivora.
2. Rantai makanan sisa (detritus food chain). Bahan mati
mikroorganisme (detrivora = organisme pemakan sisa) predator.
d. Tiga macam rantai makanan pokok
1. Rantai Pemangsa
Rantai pemangsa landasan utamanya adalah tumbuhan hijau
sebagai produsen. Rantai pemangsa dimulai dari hewan yang
bersifat herbivora sebagai konsumen I, dilanjutkan dengan hewan
karnivora yang memangsa herbivora sebagai konsumen ke-2 dan
berakhir pada hewan pemangsa karnivora maupun herbivora
sebagai konsumen ke-3.
2. Rantai Parasit
Rantai parasit dimulai dari organisme besar hingga organisme yang
hidup sebagai parasit. Contoh organisme parasit antara lain cacing,
bakteri, dan benalu.
3. Rantai Saprofit
Rantai saprofit dimulai dari organisme mati ke jasad pengurai.
Misalnya jamur dan bakteri. Rantai-rantai di atas tidak berdiri
sendiri tapi saling berkaitan satu dengan lainnya sehingga
membentuk jaring-jaring makanan
Jaring-Jaring Makanan
Jaring-jaring makanan adalah kumpulan dari rantai makanan
yang
saling
berhubungan
dan
membentuk
skema
mirip
jaring. Kelangsungan hidup organisme membutuhkan energi dari
bahan organik yang dimakan. Bahan organik yang mengandung energi
dan unsur-unsur kimia transfer dari satu organisme ke organisme lain
berlangsung melalui interaksi makan dan dimakan. Peristiwa makan
dan dimakan antar organisme dalam suatu ekosistem membentuk
struktur trofik yang bertingkat-tingkat.

Produsen berperan sebagai pengubah senyawa anorganik menjadi


senyawa organik melalui proses fotosintesis. Produsen biasanya adalah
organisme berklorofil seperti tanaman hijau dan ganggang/ algae.
Karena mampu menyusun makanan sendiri maka produsen disebut
juga organisme autotrof.

a.
b.
c.

Konsumen berperan sebagai pengubah senyawa organik menjadi


senyawa organik yang lain dalam peristiwa makan dimakan disebut
organisme heterotrof. Konsumen terdiri dari :
Herbivora : pemakan tumbuhan (Konsumen Primer/ Konsumen
tingkat I )
Karnivora : pemakan daging (Konsumen Sekunder/ Konsumen
tingkat II )
Omnivora : pemakan segala (Konsumen Tersier/ Konsumen
tingkat III )
Detritivora / detritus/ pemakan sisa organisme. Sisa organisme :
kotoran , sampah, dan bangkai). Pengurai/ Dekomposer berperan
sebagai pengubah senyawa organik menjadi anorganik dan
dikembalikan ke alam (tanah, air, dan udara) untuk dimanfaatkan oleh
produsen. Yang termasuk pengurai adalah bakteri, protozoa, dan
jamur.
Piramida Ekologi
Aliran energi dalam ekosistem dapat diperlihatkan melalui rantai
makanan dan jaring-jaring makanan, tetapi untuk mengetahui jumlah
energi dari berbagai tingkat trofik dapat dipelihatkan melalui piramida
ekologi.
Terdiri atas :
Piramida energi
Piramida jumlah
Piramida biomassa
Piramida Jumlah
Piramida jumlah menggambarkan jumlah organisme yang
terdapat di dalam satu tingkat trofik. Sehingga semakin ke atas jumlah
individu semakin berkurang.
kelemahan pada piramida jumlah,disebabkan perbedaan ukuran
makhluk hidup.
Piramida Biomassa
Piramida yang menggambarkan total biomassa yang terdapat
pada tingkat trofik. Didasarkan pada pengukuran massa individu dalam
berat kering (gram/m) sehingga semakin ke atas biomassanya semakin
berat.
Kelemahan pada piramida biomassa adalah piramida tersebut
hanya menggambarkan biomassa suatu tingkat trofik pada satu waktu
saja, yaitu pada saat sampel organisme diambil
Piramida Energi
Piramida energi menggambarkan produktivitas energi suatu
tingkat trofik dalam ekosistem selama periode tertentu.
Kelebihan piramida energi :
Mempertimbangkan kecepatan produksi
Berat dua spesies yang sama tidak berarti memiliki energi yang sama
Dapat digunakan untuk membandingkan berbagai ekosistem
Mementingkan kedudukan populasi dalam suatu ekosistem
Dapat mengetahui konsumen yang paling produktif ditinjau dari sisi
keluaran energi.
Produktivitas Ekosistem
Energi yang masuk atau di serap suatu organisme tidak
seluruhnya digunakan untuk aktivitas tetapi ada sebagian yang
disimpan.Pemasukan dan penyimpanan energi dalam suatu ekosistem
di sebut produktivitas ekosistem.Produktivitas ekosistem sendiri di bagi
menjadi dua.

Produktivitas Primer
Pruduktivitas primer adalah kecepatan organisme autotrof
menyimpan dan mengubah energi cahaya matahari menjadi molekul
organik.Seluruh energi atau bahan organik yang dihasilkan dari
fotosintesis di sebut dengan pruduktivitas primer kotor(PPK). Energi
yang dihasilkan tersebut tidak seluruhnya di simpan dalam tubuh
tumbuhan,sebagian di gunakan dalam proses respirasi. Jumlah energi
yang dihasilkan dari proses fotosintesis dikurangi dengan energi yang
digunakan dalam aktivitas respirasi di sebut produktivitas primer
bersih(PPB).
Produktivitas Sekunder
Produktivitas sekunder adalah kecepatan organisme heterotrop
mengubah energi kimia dari bahan organik yang dimakan menjadi
simpanan energi kimia baru di dalam tubuhnya. Energi kimia dalam
bahan organik yang berpindah dari produsen ke organisme heterotrop
(konsumen primer) dipergunakan untuk aktivitas hidup dan hanya
sebagian yang dapat diubah menjadi energi kimia yang tersimpan di
dalam tubuhnya sebagai produktivitas bersih.
Demikian juga perpindahan energi ke konsumen sekunder dan tersier
akan selalu menjadi berkurang. Perbandingan produktivitas bersih
antara trofik dengan trofik-trofik di atasnya dinamakan efisiensi
ekologi.Diperkirakan hanya sekitar 10% energi yang dapat ditransfer
sebagai biomassa dari trofik sebelumnya ke trofik berikutnya.