Você está na página 1de 3

LO.

2 Anatomi Lidah

Lidah terletak di dalam mulut. Lidah berwarna merah dan permukaannnya tidak rata. Lidah
terdiri atas dua kelompok otot yaitu otot intrinsik dan otot ekstrinsik. Otot intrinsik berfungsi
untuk melakukan semua gerakan lidah. Otot ekstrinsik berfungsi mengaitkan lidah pada
bagian-bagian sekitarnya serta membantu melakukan gerakan menekan makanan pada langitlangit dan gigi, kemudian mendorongnya masuk ke faring.
Lidah merupakan kumpulan otot rangka pada bagian lantai mulut yang ditutup oleh
membran mukosa (selaput lendir). Selaput lendir ini tampak kasar karena adanya tonjolantonjolan yang disebut papila yang merupakan akhiran-akhiran saraf pengecap dan terletak
pada seluruh permukaan lidah. Saraf-saraf pengecap inilah yang dapat membedakan rasa
makanan. Jumlah papila pada setiap orang belum tentu sama. Biasanya perempuan memiliki
papila lebih banyak daripada laki-laki. Orang yang mempunyai banyak papila akan lebih
peka terhadap rasa.

Gambar 1A. Otot Internal Lidah

Taste Buds

Gambar 1B. Otot Eksternal Lidah

Organ pengecapan bagian perifer disebut taste buds (caliculus gustatorious) yang meliputi
seluruh permukaan lidah yang mempunyai garis tengah sekitar 1/30 milimeter dan panjang
sekitar 1/16 milimeter. Ketika lahir, kita memiliki sekitar 10.000 taste bud, akan tetapi setelah
usia 50 tahun jumlahnya mulai berkurang. Taste bud merupakan sel epitel yang telah
dimodifikasi, beberapa diantaranya disebut sebagai sel sustentakular dan lainnya disebut
sebagai sel reseptor. Sel-sel reseptor ini terus-menerus digantikan melalui pembelahan
mitosis dari sel-sel epitel di sekitarnya dengan waktu paruh sekitar sepuluh hari.
Kekhasan dari sel reseptor gustatori ini ditentukan oleh papila dimana taste buds
berada bukan oleh nervus yang menginervasi. Taste bud memiliki beberapa tipe reseptor rasa
yang memiliki silia. Setiap tipe ini akan mendeteksi satu jenis rasa dari 5 rasa dasar yaitu,
asam, asin, manis, pahit dan umami. Seluruh rasa ini dapat dirasakan oleh seluruh permukaan
lidah, tetapi satu jenis rasa akan lebih sensitif pada daerah tertentu.
Ujung-ujung luar dari taste buds tersusun di sekitar taste pore yang sangat kecil. Dari ujungujung setiap sel, mikrovili menonjol ke luar menuju taste pore dan mengarah ke rongga
19

mulut. Mikrovili ini dianggap memberikan permukaan reseptor untuk pengecapan.


Beberapa dari serabut saraf pengecap yang dirangsang oleh sel-sel reseptor ini berinvaginasi
menjadi lipatan membran sel pengecap yang juga dibentuk oleh banyak vesikel. Vesikel ini
mengandung substansi neurotransmiter yang dilepaskan melalui membran sel untuk
merangsang ujung-ujung serabut saraf dalam rensponnya terhadap rangsang pengecapan.

20

Taste buds juga terletak pada palatum dan beberapa diantaranya pada pilar tonsilar,
epiglotis, dan bahkan di esofagus bagian proksimal. Orang dewasa mempunyai 3000 sampai
10.000 taste buds sedangkan anak-anak mempunyai lebih sedikit.

Gambar 2. Taste buds pada lidah, papila, dan penampang tastebuds dan bagianbagiannya
Pembuluh Darah dan Saraf Lidah

Arteri berasal dari arteri carotis externa. Arteri sublingualis berlanjut ke depan untuk
mensuplai darah ke glandula sublingualis musculus Mylohyoid dan mukosa membran mulut
menuju vena Jugularis interna. Di bawah lidah, mukosa membran ini membentuk frenulum
lingualis untuk mengarahkan pergerakan lidah. Vena Lingualis merupakan vena commitantes
mendampingi arteri Lingualis menuju vena Lingualis interna. Ada vena Lingualis profundus,
vena Lingualis dorsalis, dan vena commitantes yang berasal dari percabangan nervus
hypoglossi.
Saraf-saraf yang berperan pada lidah adalah nervus facial (VII), nervus
glossopharyngeal (IX), dan nervus vagus (X). Jalur syaraf pengantar ke otak adalah dari
nervus lingualis menuju chorda tympani (VII) dari 2/3 anterior lidah, melalui nervus X dari
pharynx dan epiglottis atau melalui nervus IX dari 1/3 lidah posterior lidah