Você está na página 1de 5

Analisis Lingkungan Eksternal

Analisis lingkungan eksternal bertujuan untuk mengetahui ancaman dan peluang. Proses yang
dilakukan secara berkelanjutan untuk melakukan analisis lingkungan eksternal adalah dengan
melakukan

pemindaian

(scanning),

pengawasan

(monitoring),peramalan

(forecasting),

danpenilaian (assessing).
Analisis Lingkungan Eksternal Pada The Coca Cola Company
1.

Analisis Lingkungan Umum


Lingkungan umum adalah suatu lingkungan dalam lingkungan eksternal organisasi yang

menyusun faktor-faktoryang memiliki ruang lingkup luas dan faktor-faktor tersebut pada
dasarnyaberada di luar dan terlepas dari operasi perusahaan. Lingkungan ini hanya memiliki
sedikit dampak implikasi langsung bagi pengaturan suatu organisasi.Namun tetap mampu
mempengaruhi kebijakan strategi dari organisasi perusahaan.
a.

Faktor Ekonomi
Faktor ekonomi ini meliputi pertumbuhan ekonomi suatu negara dan hal-hal yang

berkaitan dengan ekonomi secara makro seperti inflasi, kebijakan pemerintah, dan lain-lain.
Namun pada kenyataannya faktor ini akan berkembang dan berimbas kepada ekonomi mikro
yang lebih spesifik. Maka faktor ekonomi suatu Negara secara global juga akan mempengaruhi
kebijakan perusahaan dalam menentukan arah dan langkah perusahaan.
Misalnya, di Brazil yang merupakan pasar terbesar ketiga, Coke telah kehilangan lebih
dari sepersepuluh dari 54% pangsa pasarnya karenaberalih ke minuman lokal dengan harga lebih
murah.
b.

Faktor Sosial dan Politik


Perkembangan strata social kemasyarakatan disuatu daerah akan mempengaruhi

organisasi perusahaan.Perkembangan politik negara yang secara tidak langsung akan


mempengaruhi perkembangan ekonomi merupakan faktor yang tidak dapat dipandang sebelah
mata.Organisasi perusahaan akan cenderung mengikuti perkembangan sosial politik yang terjadi
guna antisipasi terhadap berlangsungnya stabilitas dan kebijakan didalam organisasi perusahaan.

Faktor politik yang terjadi diAmerika dan di negara-negara lainnya berpengaruh pada
perkembangan Coca-Cola.Sebagai contoh, ketika Amerika menginvasi Irak, tumbuh budaya anti
Amerika

dinegara-negara

muslim

atau

yang

bersimpati

dengan

Irak.

Kondisi

ini

mengakibatkanpenjualan Coca Cola sempat terganggu.


c.

Faktor Peraturan dan Undang-undang (Faktor Hukum)


Kepastian hukum di dalam suatu negara merupakan momen yang sangat mempengaruhi

pelaku pasar. Kebijakan Negara yang dituangkan dalam Peraturan Perundang-Undangan secara
tidak langsung akan menentukan arah strategi perusahaan. Kepastian hukum merupakan faktor
yangtidak bisa ditawar dan pasti akan sangat mempengaruhi sebuah perusahaan.
Contohnya, Coca-Cola juga sempat terhalang oleh kebijakan pemerintah India yang melarang
penjualan produk Coca-Cola dinegaranya karena pada tahun 2004, petani di india melakukan
protes terhadap pabrik Coke Bottling di India yang menyebabkan air sumur kering.
d.

Faktor Ilmu Pengetahuan dan Teknologi


Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi juga akan memberikan perubahan

terhadap kebijakan perusahaan ketika saat melakukan produksi dan distribusi. Semakin
berkembangannya hal ini maka secara tidak langsung akan menuntut manajemen perusahaan
untuk memilih yang terbaik bagi kepentingan perusahaan.
Isu lingkungan yang sempat menyeruak di beberapa negara bahwa produk Coca-Cola
menggunakan air terlalu berlebihan, karena dibutuhkan 2 liter air untuk memproduksi 1 liter
Coca Cola.Mengenai issue kesehatan, pernah terjadi pemboikotan di kalangan masyarakat terkait
dengan kandungan zat yang ada di minuman tersebut juga berpengaruh terhadap kinerja
pemasaran Coca Cola.
e.

Faktor Demografi

Faktor tempat dan situasi juga tentunya tidak bisa dipisahkan. Kondisi alam dan tata letak
perusahaanyang berkaitan dengan alam akan membutuhkan kebijakan yang harus sesuai guna
menanggulangi ancaman yang berasal dari lingkungan dan alam

Pembeli (konsumen) dari produk Coca-Cola mencakup segala usia dari anak kecil, remaja, dan
orang dewasa diseluruh dunia, sehingga dapat dikatakan produk coca-cola company relatif aman
terhadap issue demografi. Beberapa negara di Amerika memiliki struktur demografi yang
didominasi usia dewasa dan tua, sedangkan beberapa negara di Asia Tenggara mayoritas adalah
usia anak-anak dan remaja.
2.

Analisis Lingkungan Industri

Lingkungan industri adalah faktor-faktor yang merupakan ancaman dari pelaku bisnis baru,
supplier, pembeli, produk pengganti, dan intensitas persaingan di antara para pesaing yang secara
langsung mempengaruhi perusahaan. Secara singkat, lingkungan industri adalah tingkatan dari
lingkungan eksternal organisasi yang menghasilkan komponen-komponen yang secara normal
memiliki dampak yang relatif lebih spesifik dan langsung terhadap operasionalperusahaan.
a.

Pendatang Baru (NewComers)

Jika hambatan untuk masuk pasartinggi, akan sangat mudah bagi perusahaan untuk menjaga
keuntungan monopoli.Hambatan utama biasanya adalah aturan legal dan paten, skala ekonomi,
kebutuhancapital yang tinggi untuk masuk pasar, merek yang kuat, ancaman balas dendam,dan
akses ke saluran distribusi.

Ancaman masuknya pendatang barupada minuman Coca-Cola antara lain Mizone, Pocari Sweet,
dan lain sebagainya.The Coca-Cola Company harus meyakinkan kepada pelanggan melalui
brand bahwaproduk Coca-Cola merupakan minuman bersoda nomor satu di dunia.

b.

Pesaing (Competitors)

Jika competitor lebih agresifdalam meningkatkan penjualan, keuntungan dan harga akan
berkurang.

Intensitaskompetisi

yang

terjadi

di

pasar

memiliki

karakteristik,

yaitu

kelebihankapasitas produksi, produk dan jasa yang distandardisasi, banyaknya kompetitor,dan


pertumbuhan pasar yang rendah.

Pesaing utama dari Coca-Colaadalah perusahaan PepsiCo. PepsiCo merupakan pesaing yang
sangat sengit didalam dua pertumbuhan tercepat dalam kategori industri minuman. Perusahaan
inididirikan pada tahun 1965. PepsiCo memperoleh 60 persen pendapatannya dari snack
division. PepsiCo di peringkat 19di antara perusahaan yang paling dikagumi di Amerika.
PepsiCo terdiri darisekitar 168.000 karyawan dan pada tahun 2006 memiliki pendapatan lebih
dari $35billion. PepsiCo mendirikan bisnisnya di Amerika Utara, Amerika Latin, Eropa,the
Middle East, Africa dan Asia Pasifik. Volume minuman PepsiCo naik sebesar 7persen di timur
tengah, Argentina, China dan Brazil pada tahun 2006. Meksikodan Rusia adalah dua pasar
kontribusi yang kuat untuk PepsiCo. SchweppesCadbury adalah perusahaan penjualan gula
terbesar sedunia.Mempekerjakan sekitar60.000 asosiasi. Perusahaan ini adalah pemenang
Britains most admired awardcompany pada tahun 2004.

Pepsi-Cola Company yang berdirisejak 1898, sudah melakukan ekspansi bisnis ke beberapa
produk makanan. Mergerdengan Frito-Lay pada 1965 menandai lahirnya nama PepsiCo, sebagai
payungperusahaan. Kemudian PepsiCo mengakuisisi Tropicana pada 1998, dan 2001melakukan
merger dengan The Quaker Oats Company, termasuk Gatorade. Hinggasekarang, PepsiCo sudah
mempunyai lima merek besar yaitu Frito-Lay,Pepsi-Cola, Quaker, Gatorade, dan Tropicana.
Merek-merek ini membawahiproduk-produk PepsiCo yang variatif, sesuai kebutuhan dan pilihan
konsumen,dari produk yang fun hingga produk ala hidup sehat. Mekanisme pemasaran
produkPepsiCo

dilakukan

melalui

empat

departemennya,

yaitu

Frito-Lay

North

America,PepsiCo Beverages North America (PBNA), PepsiCo International, dan Quaker


FoodsNorth Amerika.

Pesaing tentu berpengaruhterhadap perkembangan perusahaan. Bila disikapi secara positif,


keberadaanpesaing dapat menjadi sparing partner, dan dapat dijadikan sebagai branchmarkbagi

perusahaan. Perusahaan akan belajar dari setiap kesalahan, dan terusberupaya untuk
memperbaiki diri, agar dapat memenangkan persaingan. Dengandemikian, perusahaan akan
semakin bertambah maju dan kuat.

c.

Produk Substitusi

Produk substitusi merupakan competitor tidak langsung yang dapat menurunkan permintaan dan
harga. Ada beberapa tipe substitusi, yaitu produk alternatif, produk baru, eliminasi kebutuhan,
substitusi generic, dan keingingan untuk tidak membeli.
Tekanan dari produk pengganti(subsitusi), seperti: Pepsi, RC Cola, 7Up dan lain-lain. Oleh
karenanya strategi yang dapat diterapkan antara lain: berupa penerapan harga yangterjangkau
serta kualitas produk (maintainor even better). Selain itu, inovasi produk tetap difokuskan pada
produk-produk minuman berkarbonasi agar Coca-Cola tidak kehilangan identitasnya market
leader produk minuman berkarbonasi.

d.

Kekuatan Tawar Menawar Pembeli (Buyers)

Kemapuan pembeli dalam mengurangi harga juga memiliki efek yang sangat besar terhadap
kemampuan industri secara keseluruhan dalam menghasilkan keuntungan. Tekanan pembelian
merefleksikan dua hal, yaitu sensitivitas harga dan kekuatan negosiasi konsumen. Kekuatan
negosiasi konsumen akan semakin tinggi jika hanya ada sedikit konsumen, banyak supplier,
sedikit diferensiasi, dan rendahnya switching cost.