Você está na página 1de 13

Ameloblastoma

Yessy Andriani F
021311133070

DEFINISI
Ameloblastoma ialah tumor yang berasal
dari jaringan organ enamel yang tidak
menjalani diferensiasi membentuk enamel.
secara anatomis jinak dan secara klinis
bersifat persisten.
Ameloblastoma adalah tumor yang berasal
dari epitelial odontogenik. Pertumbuhan
ameloblastoma biasanya lambat, secara
lokal invasif dan sebagian besar tumor ini
bersifat jinak. (Neville et al. 2010)

ETIOLOGI DAN PATOGENESIS


Berasal dari :
1. sisa2 lamina dentalis pada
saat perkembangan
organ enamel
2. Lapisan epitel dari kista
odontogenik
3. sel basalis dari mukosa
rongga mulut

KLINIS
Jarang terjadi pada usia dibawah 10 thn antara usia
10-19 thn
Prevalensi paling sering pada dekade 3-7 dari
kehidupan
Tidak ada predeleksi jenis kelamin
85% terjadi pada rahang bawah dan pada area ramus
ascendens
* Asimptomatik dan pada ukuran kecil terdeteksi saat
pembuatan rontegen foto
Konsistensi kenyal/solid dan multikistik
Pembengkakan/swelling tanpa rasa sakit rasa sakit
dan parastesi terasa jika tumor membesar
Pada orang kulit hitam > orang kulit putih

HISTOPATOLOGI
Pola umum : a. Folikuler
b. pleksiform
Pola yang jarang terjadi : acanthomatous,
granular cell dan desmoplastic
Bentuk folikular paling sering terjadi
dengan gambaran pulau2 dengan sel kolumnar
ameloblast-like epitelium yang tersusun secara single dan inti terletak terbalik ke arah membran basal dan di bagian tengah terdapat sel
stellate reticulum dgn fokus2 degenerasi
kistik
stroma terdiri dari jaringan ikat fi brous yang
matur

HISTOPATOLOGI
Bentuk pleksiform terdiri dari lapisa
epitel yang lebih tebal dengan tambahan2/
anasto-mose pada ujung2 epitel odontogenik
(ameloblast-like) yang benbentuk kolumnar
atau kubis.
Stroma lebih cenderung vaskular dan jarang
terjadi degenerasi kistik

RADIOGRAFIK
Radiolusent multilokuler soap
bubble appearance apbl lesi besar
dan bila kecil disbt honeycombed
app
Perluasan kearah bukal dan lingual
Resorbsi akar gigi yang berbatasan dg
tumor
Pada beberapa kasus tampak gigi yang
tdk tumbuh (molar ketiga mand)
Solid amelob. unilokuler shg hrs
dibeda-kan dengan kista (tepi radiopak)
Kecuali desmoplastic amelob. Eversole

UNICYSTIC AMELOBLASTOMA
Kira - kira 10-15 % dari kasus ameloblastoma
dan dapat merupakan perubahan dari epitel
kista yang mekanismenya masih kontoversi
Sering dijumpai pada bagian koronal gigi
yang unerupted seperti molar ketiga
mandibula secara klinis di diff diag dengan
kista dentigerous
Terjadi biasanya pada dekade kedua

HISTOPATOLOGI
Lesi terdiri dari dinding kista fi brous dengan dilapisi
sel2 ameloblas yang dibagian permukaan epitel
ditutupi oleh sel stellate reticulum dan masih ada
varian - varian lain dari unikistik ameloblastoma ini

PERIPHERAL AMELOBLASTOMA
Jarang sekali dijumpai 1% yang diduga
terjadi dari sisa dental lamina yang
berbatasan dengan mukosa rongga mulut
(permukaan epitel)
Secara klinis mirip dengan fi broma atau piogenik granuloma tapi tanpa ada rasa sakit
dan bertangkai
Sering ditemukan pd bag posterior gingiva
dan mukosa alveolar
HPA banyak dlm bentuk folikular dan
pleksiform

MALIGNANT
AMELOBLASTOMA
/AMELOBLASTIC CARCINOMA
Ameloblastoma yang yang pada gambaran
histologinya menunjukkan tanda2
keganasan dan tampak tumbuh agresif
secara lokal namun jarang terjadi
metastase
Klinis :
Terjadi pada range usia 4 75 thn
Apabila terjadi metastase melalui
hematogen atau limfogen ke paru2
Dihubungkan dgn faktor kekambuhan
setelah operasi

HISTOPATOLOGI
Menunjukkan pola ameloblastoma jinak
hanya pada histologiknya ditemukan
tanda2 keganas-an perub rasio
nukleo-sitoplasma, hiperkro-masi inti
dan adanya mitosis
Nekrosis pada pulau2 epitel dan
mungkin di dapatkan daerah
distrophyc calcifi cation

DAFTAR PUSTAKA
Neville BW, Damm DD, Allen CM, Bouquot JE. Oral and
Maxillofacial Pathology. 2nd Ed. Philadelphia;
Saunders,2004: 611-2,616.
Regezi J A, Sciubba J J, Jordan R C K. Oral Pathology:
Clinical Pathologic Correlations. 6 t h ed. USA : Elsavier,
2012 : 270-292
Kuliah Patologi Anatomi : Tumor Odontogenik