Você está na página 1de 23

ACUTE CORONARY

SYNDROME
( Sindrom Koroner Akut )

Penyakit kardiovaskuler
penyebab kematian utama di
dunia, + 1/3 seluruh kematian

Prevalensi penyakit meningkat tiap tahunnya


Perkiraan: th 2020 25 jt meninggal
akibat penyakit KV & + akibat
penyakit koroner.

Aterosklerosis awal terjadi tanpa tanda


& kematian sering terjadi mendadak

DEFINISI
Sindroma koroner akut merupakan suatu keadaan
gawat darurat jantung dengan manifestasi klinis
berupa perasaan tidak enak di dada atau gejala-gejala
lain sebagai akibat iskemia miokard, terdiri dari :
Infark miokard akut Q wave (STEMI)
Infark miokard akut non-Q (NSTEMI)
Angina pektoris tidak stabil (UAP)
Ketiga kondisi ini sangat berkaitan erat, berbeda hanya dalam
derajat beratnya iskemi dan luasnya miokard yang mengalami
nekrosis.

ETIOLOGI
- ATEROSKLEROSIS
- SUMBATAN OLEH SEL DARAH
-VASOKONTRIKSI (PENYEMPITAN
PEMBULUH DARAH AKIBAT KEJANG
TERUS MENERUS.
- INFEKSI PADA PEMBULUH DARAH

Terjadinya SKA dipengaruhi oleh beberapa keadaan :


1. Aktivitas atau latihan fisik yang berlebihan
2. Stress atau emosi dan terkejut.
3.Udara dingin, ber hubungannya dengan peningkatan
aktivitas simpatis sehingga tekanan darah meningkat,
frekuensi debar meningkat dan kontra aktivitas jantung
meningkat.

Faktor Risiko Penyakit Jantung Koroner (PJK)

YANG DAPAT DI UBAH :


1. MEROKOK
2. HIPERTENSI
3. DIABETES
4. HIPERKOLESTEROL
5. OBESITAS
6. KURANG OLAH RAGA
7. STRES
YANG TIDAK DAPAT DI UBAH :
1. USIA
2. JENIS KELAMIN
3. RIWAYAT KELUARGA 4. TIPE KEPRIBADIAN

PATOGENESIS
UMUMNYA DISEBABKAN OLEH ATEROSKLEROSIS KORONER
PLAK ATEROSKLEROSIS RUPTUR TERBENTUK TROMBUS
DIATAS ATEROMA YANG SECARA AKUT MENYUMBAT LUMEN
KORONER
APABILA SUMBATAN TERJADI SECARA TOTAL HAMPIR
SELURUH DINDING VENTRIKEL AKAN NEKROSIS

DIAGNOSIS
ANAMNESIS
EKG
CARDIAC MARKER

Tanda-Tanda
Serangan
ANAMNESIS
Jantung Akut
Angina klasik

Tanda-tanda Serangan
jantung
ANGINA EQUIVALENT :
- Tidak ada nyeri / rasa tidak
enak di dada yang khas,
- namun pasien menunjukkan
gejala gagal jantung mendadak (sesak
napas),
- atau aritmia ventrikular
(palpitasi, presinkop, sinkop)

Acute Coronary Syndrome

ST Segment
Elevation

Non-ST Segment
Elevation

NSTEMI

Unstable
Angina Pectoris

STEMI

Non-Q-wave
Q-wave
Acute Myocardial Infarction

EKG
Gambaran EKG infark miokard akut Q-wave (STEMI) :
Elevasi segmen ST 1 mm pada 2 sadapan extremitas
Atau 2 mm pada 2 sadapan prekordial yang berurutan
Atau gambaran LBBB baru atau diduga baru

ST-segment elevation

Gambaran EKG infark miokard akut non-Q-wave (NSTEMI) atau


angina pektoris tidak stabil (UAP) :
Depresi segment ST atau gelombang T terbalik pada 2 sadapan
berurutan
Inversi gelombang T minimal 1 mm pada 2 sadapan atau lebih yang
berurutan.
Perubahan segment ST saat keluhan dan kembali normal saat keluhan
hilang sangat menyokong UAP

ST-segment depression

T-wave inversion

Cardiac Marker
Cardiac specific troponin (cTn)
Myoglobin
Creatine Kinase (CK)
Lactat Dehidrogenase (LDH)
Creatine Kinase-Myocardial Band (CKMB)

perbedaan APTS, NSTEMI,


STEMI
APTS

NSTEMI

STEMI

Nyeri dada

<15 menit

>15 menit

EKG

Normal/iske
mik

ISKEMIK

evolusi

Cardiac
marker

normal

meningkat

meningkat

>15 menit

TATALAKSANA
OKSIGENASI
NITROGLISERIN (NTG)
MORPHINE
ASPIRIN
ANTITROMBOLITIK LAIN: CLOPIDOGREL,
TICLOPIDINE

KOMPLIKASI
ARITMIA
DISFUNGSI VENTRIKEL KIRI
HIPOTENSI
EMBOLI PARU DAN INFARK PARU
EMBOLI ARTERI SISTEMIK
STROKE EMBOLI
RUPTUR JANTUNG
DISFUNGSI & RUPTUR M. PAPILARIS

TERIMA KASIH