Você está na página 1de 8

TINJAUAN TEORI

1. DEFINISI
Chikungunya adalah sejenis demam virus yang disebabkan alphavirus yang
disebarkan oleh gigitan nyamuk dari spesies Aedes aegypti yang ditandai dengan
demam mendadak, nyeri pada persendian, terutama sendi lutut, pergelangan, jari
kaki dan tangan serta tulang belakang yang disertai ruam (kumpulan bintik
bintik).
Chikungunya berasal dari bahasa Swahili berdasarkan gejala pada penderita,
yang berarti (posisi tubuh) meliuk atau melengkung (that which contorts or bends
up), mengacu pada postur penderita yang membungkuk akibat nyeri sendi hebat
(arthralgia). Nyeri sendi ini menurut lembar data keselamatan (MSDS) Kantor
Keamanan Laboratorium Kanada, terutama terjadi pada lutut, pergelangan kaki
serta persendian tangan dan kaki. Selain kasus demam berdarah yang merebak di
sejumlah

wilayah

Indonesia,

masyarakat

direpotkan

pula

dengan

kasus Chikungunya. Nyeri pada persendian terutama sendi lutut, pergelangan, jari
kaki dan tangan serta tulang belakang yang disertai ruam (kumpulan bintik-bintik
kemerahan) pada kulit. Terdapat juga sakit kepala, conjunctival injection dan
sedikit fotofobia.

2. ETIOLOGI
Gejala-gejalanya memang mirip infeksi virus dengue dan sedikit perbedaan
dengan hal-hal tertentu. Virus penyebab adalah cikunguya kelompok alpha virus
atau Grup A antrobornes virus. Penyakit ini ditularkan melalui gigitan nyamuk
aedes aigypti yang juga nyamuk penular demam berdarah ( DB ). Masa inkubasi
virus ini antara 1 2 hari pada umumnya 2 4 hari.( Budiarko , Eko . 2002 ).
Nyamuk Aedes aegypti berukuran kecil dibanding nyamuk lain, ukuran badan 34mm, berwarna hitam dengan hiasan titik-titik putih dibadannya dan pada kakinya
warna putih melingkar. Nyamuk dapat hidup berbulan-bulan. Nyamuk jantan
tidak menggigitmanusia. Hanya nyamuk betina yang menggigit yang diperlukan
untuk membuat telur.Telur nyamuk aedes diletakkan induknya menyebar, berbeda
dengan telur nyamuk lainyang dikeluarkan berkelompok. Nyamuk bertelur di air
bersih. Telur menjadi pupa dalam beberapa minggu. Nyamuk bila terbang hampir
tidak mengeluarkan bunyi sehinggamanusia yang diserang tidak mengetahui
kehadirannya. Telur nyamuk Aedes dapat bertahan lama dalam kekeringan (dapat
lebih dari 1 tahun). Virus dapat masuk darinyamuk ke telur, nyamuk dapat
bertahan dalam air yang chlorinated. Nyamuk Aedesaegypti merupakan vector
Chikungunya (CHIK) virus (alpha virus).
Cara Penularan Cikungunya terjadi apabila penderita yang sakit gigitan
oleh nyamuk penular, kemudian nyamuk penular tersebut menggigit orang lain.
Penyakit ini biasanya tidak terjadi penularan dari orang ke orang lain.

3. MANIFESTASI KLINIS
a. Demam timbul mendadak, dsisertai menggigil dan muka kemerahan,panas
tinggi selama 2-4 hari, kemudian kembali normal
b. Sakit persendian, sendi lutut, pergelangan kaki, dan tangan serta tulang
belakang
c. Nyeri otot,pada seluruh otot atau pada bagian kepala dan daerah bahu,
kadang bengkak pada otot sekitar mata kaki
d. Bercak kemerahan, pada hari pertama demam, tetapi lebih sering pada hari
ke 4-5 demam, lokasi biasanya di daraeh muka, badan, tangan,dan kaki
e. Sakit kepala
f. Pembesaran kelenjar getah bening
( Budiarko, Eko . 2002 )
4. PATOFISIOLOGI
Mempunyai masa inkubasi (periode sejak digigit oleh nyamuk pembawa virus
hingga menimbulkan gizi ) sekitar 2 4 hari. Setelah masa inkubasi tersebut,
gejala yang ditimbulkan mirip penyakit DB adalah demam tinggi (390 C),
menggig il dan sakit kepala. Gejala dan tanda yang semakin menonjol pada
gejala ini adalah nyeri pada setiap persendian (peliarthalgia ) terutama pada
sendi lutut, pergelangan kaki dan tangan, serta sendi sendi tulang punggung.
Radang sendi yang terjadi menyebabkan sendi susah untuk digerakkan,
bengkak dan berwarna kemerahan. Itulah sebabnya postur tubuh penderita
menjadi seperti membungkuk dengan jari-jari tangan dan kaki menjadi
tertekuk (cikunguya). Gejala lain adalah munculnya bintik- bintik kemerahan

pada sebaggian kecil anggota badan, serta bercak-bercak merah gatal di daerah
dada dan perut. Muka penderita bisa menjadi kemerahan dan disertai rasa
nyeri pada bagian belakang bola mata. Meskipun gejala penyakit itu bisa
berlangsung 3-10 hari ( kemudian sembuh dengan sendirinya ), tetapi tidak
dengan nyeri sendinya yang bias berlangsung berminggu-minggu bahkan
berbulan-bulan.
5. PATHWAY
Masa inkubasi => demam => nyeri persendian => Radang sendi =>
bercak-bercak merah .
6. KOMPLIKASI
Komplikasi demam cikungunya adalah
1.

Myelomeningoensefalis

2.

Sindrome guillain barre

3.

Hepatitis fulmiran

4.

Miokarditis

7. PENATALAKSANAAN
Penatalaksanaan demam cikunguya secara umum dibagi dua, yaitu : tata
laksana periode akut dan kronik.
Tata laksana periode akut
a. Rawat Jalan
b. Sarana Kesehatan Primer
c. Sarana kesehatan seklunder
d. Sarana Kesehatan Tersier

Tata laksanaan fase kronik


a. Penatalaksanaan masalah osteoartikular
b. Tatalaksana masalah neurologis
c. Tatalaksanaan masalah dermatologi
d. Tatalaksanaan masalah psikosomatik
Cara penanganan
Belum ada vaksin maupun obat khusus untuk chikungunya.
Untuk mengurangi gejalanya :
1.

minum obat penghilang rasa sakit dan demam..

2.

Kompres dengan air hangat

3.

Makan makanan yg bergizi seimbang

4.

Minum air putih

5.

Perbanyak mengkonsumsi buah-buahan segar

6.

Konsumsi vitamin untuk meningkatkan daya tahan tubuh

7.

Istirahat yg cukup

8. Apabila sakit berlanjut segera ke pelayanan kesehatan terdekat

ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN CIKUNGUNYA


Dalam kasus Cikunguny jika di kaitkan dengan manifestasi klinis yang ada
pada umumnya dapat di angkat 2 diagnosa aktual utama yang ada di NANDA
2015 yaitu :
1. Hypertermia b/d penyakit
Setelah di lakukan tindakan keperawatan selama 3 x 24 Jam, di harapkan
termoregulasi dalam batas normal dengan kriteria hasil :
Suhu tubuh dalam rentang normal
Nadi dan respirasi dalam rentang normal
Tidak ada perubahan warna kulit dan tidak pusing
NIC : FEVER TREATMEN &TEMPERATUR REGULATION

Observasi ttv minimal tiap 2 jam

Monitor iwl

Kompres pasien pada lipatan paha dan axila

Monitor wbc , hb , hct

Kolaborasi pemberian cairan intravena

Kolaborasi pemberian anti piretik.

2. Nyeri akut b/d agen cedera biologis


Setelah di lakukan tindakan keperawatan selama 3 x 24 Jam, di harapkan
termoregulasi dalam batas normal dengan kriteria hasil :
Mampu mengontrol nyeri ( tahu penyebab nyeri, mampu menggunakan

tehnik relaksasi untuk mengatasi nyeri.


Melaporkan bahwa nyeri berkurang dengan menggunakan managemen
nyeri

Nic : Pain Managemen & Analgetic


Pengkajian nyeri secara komprehensif ( lokasi, karakteristik, durasi,

frekuensi, kualitas dan pencetus).


Ajarkan tentang tehnik nonfarmakologi.
Evaluasi keefektifan kontrol nyeri.
Kolaborasi pemberian analgetik
Monitor ttv sebelum dan sesudah pemberian analgesik untuk pertama
kali

Kesimpulan

Chikungunya yang disebabkan alphavirus yang disebarkan oleh gigitan


nyamuk dari spesies Aedes aegypti yang ditandai dengan demam mendadak, nyeri
pada persendian, Virus penyebab adalah cikunguya kelompok alpha virus atau
Grup A antrobornes virus. Penyakit ini ditularkan melalui gigitan nyamuk aedes
aigyptiy. Nyamuk Aedes aegypti berukuran kecil dibanding nyamuk lain, ukuran
badan 3-4mm, berwarna hitam dengan hiasan titik-titik putih dibadannya dan pada
kakinya warna putih melingkar. Demam yang timbul mendadak mencapai 39

derajat celcius selama 5 hari. Nyeri pada persendian, Terdapat juga sakit kepala,
gejala flu, conjunctiva injection dimana pembuluhkonjungtiva mata akan tampak
nyata dan terjadi fotofobia. masa inkubasi (periode sejak digigit oleh nyamuk
pembawa virus hingga menimbulkan gizi ) sekitar 2 4 hari. demam tinggi (390
C), menggigil. adalah munculnya bintik- bintik kemerahan pada sebaggian kecil
anggota badan.
Saran
1. Sebagai tenaga kesehatan seharusnya kita dapat memahami mapa itu penyakit
cikunya agar masyarakat Indonesia tak banyak terserang cikungunya
2. Kita harus menjaga kesehatan dan kebersihan agar tak terserang penyakit
.

DAFTAR PUSTAKA

Budiarko, Eko. 2002, Pengantar Epidemiologi. Jakarta : EGC,


Dr. Kandun Inyoman, 2006, Manual Pemberantasan Penyakit Menular,
Jakarta:CV. Inomedika
id. Wikipedia. Org/wiki/chikungunya pediatricinfo.wordpress.com